The Wander Caravan

The Wander Caravan
Terluka (1)



Bab 55


Keluarga melihat Alex terkena semburan dari ular langsung menjadi panik karena takut Alex akan terluka. Terlebih Leana sewaktu melihat suaminya terkena semburan dari si ular tanpa berpikir panjang langsung ingin menghampiri Alex.


Karena di dorong dengan keinginan kuat untuk segera menghampiri suaminya, Leana tanpa sadar berteleportasi ke suaminya. Keluarga yang melihat Leana menghilang dari tempatnya langsung merasa takut karena berpikir Leana di serang oleh sesuatu yang tidak mereka sadari.


Tapi begitu melihat Leana tiba-tiba muncul di samping Alex semua orang menjadi terkejut karena kemunculan Leana di samping Alex yang sangat tiba-tiba. Leana juga merasa binggung bagaimana itu bisa terjadi. Leana juga tidak mengerti bagaimana dia bisa berada di samping Alex. Tapi sebelum Leana bisa memikirkan apapun dia melihat Alex yang ada di sampingnya tiba-tiba pingsan tidak sadarkan diri.


Leana yang melihat kondisi Alex yang seperti itu langsung menghampiri suaminya lalu menahan kejatuhan tubuh Alex supaya tidak melukai dirinya ataupun kepalanya. Pada saat Leana memperhatikan wajah suaminya dia menemukan wajah Alex menjadi sangat pucat seperti kehilangan darah. Lalu tidak berapa lama Alex seperti kesulitan bernapas.


Leana juga melihat bibir Alex menjadi biru seperti gejala orang mengalami keracunan. Melihat ini Leana tanpa berpikir panjang langsung mengeluarkan obat anti racun dan juga jarum suntik yang di beli oleh Marie sewaktu membeli obat-obatan. Lalu Leana mengisi jarum suntik dengan obat anti racun setelahnya langsung menyuntikkan ke tangan Alex.


Meskipun Leana juga merasa bingung bagaimana Alex bisa mengalami keracunan padahal Alex tidak di gigit. Tapi Leana curiga semburan yang di keluarkan oleh ular mungkin beracun dan apabila di hirup bisa sangat berbahaya. Meskipun tidak pasti kebenarannya tapi melihat gejala dan kondisi Alex kemungkinan terkena racun jauh lebih tinggi dari apapun.


Orang yang terkena racun akan memiliki resiko tinggi kalau terlambat diobati. Karena itu Leana tidak mau mengambil resiko, dia langsung menyuntikkan obat anti racun kepada Alex. Meskipun Leana tidak tahu dengan pasti, apakah obat yang dibeli ibu mertuanya akan mempan untuk mengobati racun dari ular yang mengalami mutasi.


Tapi menurut Leana lebih bagus mencobanya daripada tidak melakukan apapun. Setelah obat di suntikkan, tidak berapa lama kemudian Leana melihat bibir Alex sudah tidak begitu biru lagi. Dan muka Alex meskipun masih pucat tapi tidak sepucat sebelumnya punya. Ini membuat Leana melepaskan rasa takut akan kehilangan Alex.


Karena kondisi Alex saat ini membuktikan obat yang di suntik masih memiliki efek tertentu dalam mengobati racun ular yang bermutasi meskipun tidak 100 persen. Tapi setidaknya resiko kehilangan nyawa bisa dihindari. Dan karena hal ini juga telah membuktikan dugaan awal bahwasannya Alex diracuni dari semburan ular.


Melihat ini Leana langsung meminta semua orang untuk hati-hati dari semburan yang dikeluarkan oleh ular. "Hati-hati semuanya! jangan sampai terkena semburan ularnya karena semburan yang dikeluarkan berisi racun."


Joe dan Hyu yang lagi menghadapi ular mutasi juga mendengar teriakan Leana. Mendengar semburan yang dikeluarkan beracun mereka menjadi kaget. Karena saat ini mereka berdua juga melihat si ular membuka mulutnya seperti bersiap-siap untuk menyemburkan racunnya lagi.


Melihat ini mereka berdua langsung mundur agar tidak terkena semburan ular. Si ular yang mendengar teriakan Leana juga menjadi marah karena rahasia semburannya memiliki racun di ketahui. Karena Leana membeberkan rahasianya si ular memutuskan untuk membunuh Leana. Oleh karena itu si ular langsung mengibaskan ekornya untuk memukul Leana.


Leana yang mendengar jeritan ibunya akhirnya melihat ekor ular yang menghampiri dirinya. Tapi meskipun begitu dia tidak bisa menghindarinya karena saat ini dia sedang memeluk Alex yang tidak sadarkan diri. Oleh karena itu Leana hanya bisa pasrah terhadap keadaan.


Melihat ekor ular yang sedang menghampirinya Leana langsung menundukkan dirinya untuk melindungi Alex yang berada dalam pelukkannya sambil memejamkan mata untuk menunggu serangan tersebut. Tetapi Leana yang menunggu serangan ular dari tadi merasa bingung karena pukulan yang dia pikirkan tidak terjadi sama sekali.


Karena ini Leana langsung menegakkan badan untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata pada saat ekor ular hendak menghampirinya, Top tiba-tiba berlari kehadapan Alex dan Leana dengan sangat cepat untuk melindungi mereka. Pada saat ekor ular hampir mengenai Leana, ekor tersebut langsung di tusuk oleh Top.


Meskipun tidak terluka karena ekor ditutupi oleh sisik yang tebal tetapi si ular tetap saja merasa risih dengan tindakan Top. Pada saat si ular ingin membalas dia di ganggu oleh Joe dan Hyu yang kembali menyerangnya. Melihat si ular lagi sibuk melawan Joe dan Hyu, Top memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa Alex dan Leana ke tempat yang lebih aman.


Keluarga yang melihat kedatangan Top dan Leana langsung menghampiri mereka. Elise juga langsung meminta Leana untuk mengeluarkan tas yang berisi peralatan kesehatan yang telah dia siapkan di dalam ruang kesehatan yang mereka buat di dalam ruang yang ada di dalam kalung. Leana langsung mengeluarkan tas yang diminta oleh neneknya.


Setelah mendapatkan tasnya Elise langsung mengecek keadaan Alex. Setelah beberapa saat pengecekan Elise langsung memberitahu semua keluarganya hasil yang dia dapat.


"Alex mengalami keracunan yang lumayan parah tapi tidak fatal karena aku menduga Leana telah memberikan obat anti racunkan?"


"Iya nek, aku tadi memang menyuntikkan obat anti racun yang dibeli oleh mama Marie. Aku memakai obatnya sebanyak 1 ampul! Apakah dosisnya sudah benar?" Tanya Leana dengan nada khawatir karena takut apakah dia memberikan dosis yang salah. Tapi pada saat itu kondisi mendesaknya untuk segera mengambil tindakan secara cepat.


Mendengar nada khawatir dari cucunya, Elise segera menjawab Leana. "Tidak ada masalah dari pemberian obatnya. Tindakanmu sudah tepat Leana. Cuma letak masalahnya ada di ularnya! Kemungkinan obat yang diberikan tidak terlalu berefek karena racun yang dikeluarkan oleh ular bermutasi jauh lebih berbahaya daripada racun ular sebelum mengalami mutasi."


Marie dan Leana yang mendengar penjelasan Elise menjadi khawatir dan juga panik takut kondisi Alex berbahaya karena racun dari ular yang bermutasi. "Apa yang harus dilakukan nenek untuk mengobati Alex? Aku tidak mau kehilangan Alex" jawab Leana sambil menitikkan air mata.


"Yang bisa kita lakukan saat ini hanya menunggu agar tubuh Alex bisa melawan racun dalam tubuhnya. Setelah 1 jam aku akan mencoba untuk menyuntikkan obat anti racun 1 ampul lagi. Untuk melihat apakah ini bisa membantu Alex untuk melawan racunnya!" Jawab Elise sambil mendesah karena tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.