
Bab 62
Mendengar perkataan ibunya Alex lalu mengedipkan matanya sekali. Marie yang melihat kedipan mata Alex langsung mengerti kondisi Alex saat ini yaitu sesuai dengan dugaannya.
"Nak...jangan khawatir mama akan memanggil Elise untuk mengecek kondisimu. Kamu pasti akan baik-baik saja. Apapun yang terjadi jangan takut dan putus asa, mengerti! Kita pasti akan cari obat untuk mengobatimu." Setelah mengatakan ini Marie segera meletakkan tas ke tanah untuk alas kepala dan meletakkan tubuh Alex ke tanah.
Setelah melakukan ini Marie segera pergi menghampiri Elise, yang pergi menemui Luke setelah tahu Alex telah sadar. Marie tahu Elise melakukan ini untuk memberikan ruang untuknya agar bisa berbicara dengan putranya sendiri yang baru sadar dari komanya. Tetapi Marie juga merasa apa yang dilakukan Elise terlalu tidak profesional karena meninggalkan pasien sebelum memastikan kondisinya apakah telah sembuh betul.
Tapi meskipun begitu Marie tetap bersyukur karena setidaknya Elise telah mengobati putranya. Dan Marie tahu Elise pasti ingin mengecek kondisi Luke yang juga terluka oleh binatang mutasi. Karena itu Marie tidak menyalahkan Elise karena meninggalkan dia dan Alex.
Cuma pada saat ini dia membutuhkan Elise untuk mengecek keadaan Alex agar mengetahui efek sampingnya akan berapa lama dan apakah ada obat yang bisa mengobati kondisi putranya. Setelah sampai dihadapan Elise, dia langsung mengatakan tujuannya mendatangi Elise.
"Elise, Alex telah sadar tapi tidak tahu kenapa dia tidak bisa mengangkat anggota tubuhnya dan juga tidak bisa bersuara. Dia bisa bergerak meskipun gerakannya sangat pelan. Alex juga bisa membuka mulutnya tapi meskipun begitu tetap saja tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Apakah kamu bisa membantu untuk melihat kenapa kondisi Alex menjadi seperti ini?"
Elise dan juga Leana yang mendengar kondisi Alex juga merasa aneh. Setelahnya Elise lalu berpikir mungkin ini efek samping dari racun yang disemburkan oleh ular bermutasi. Lagi-lagi ini membuktikan binatang bermutasi sama berbahayanya dengan zombie.
Leana yang mendengar kondisi suaminya seperti itu ingin segera menemui suaminya tapi dia ingat dengan janjinya sama ibu mertuanya untuk menjauhi Alex. Tetapi tetap saja Leana ingin pergi melihat suaminya dan ingin merawat suaminya. Tapi Leana juga takut ditolak oleh Marie. Memikirkan ini Leana menjadi gelisah karena tidak tahu bagaimana untuk mengungkapkan maksud keinginannya tanpa ditolak oleh Marie.
Meski Marie berbicara pada Elise, dia juga memperhatikan reaksi Leana setelah mengetahui kondisi Alex. Marie melakukan ini agar bisa mengambil keputusan yang tepat untuk Alex. Melihat Leana yang gelisah setelah mendengar penjelasannya tapi tidak berani mengatakan apapun padanya dia menjadi kecewa dengan sikap menantunya.
Marie menjadi salah paham dengan berpikir Leana tidak bisa menerima kondisi Alex saat ini dan berniat untuk berpisah. Karena berpikir seperti ini Marie pun menjadi marah karena ke salah pahamannya sendiri, dia lalu mengambil keputusan untuk memisahkan Alex dari Leana.
"Leana kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan memintamu untuk merawat Alex. Aku hanya akan meminta bantuan nenekmu untuk melihat apakah Alex bisa disembuhkan setelahnya aku sendiri yang akan merawat putraku. Kamu tidak perlu melakukan apapun!" Kata Marie dengan nada tinggi karena kesal.
Leana yang mendengar perkataan ibu mertuanya menjadi sedih karena berpikir ibu mertuanya menyalahkan dirinya atas musibah yang menimpa Alex. Tetapi Leana tidak bisa menyalahkan siapapun karena memang salahnya karena tidak bisa menolong suaminya. Leana hanya bisa menerima akan kehilangan suaminya tapi meskipun begitu Leana bertekad untuk mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya walaupun ibu mertuanya tidak mengizinkan.
Sedangkan Marie yang masih salah paham berpikir Leana ingin berbicara langsung kepada Alex untuk meminta berpisah, langsung menjadi marah. Menyesal menikahkan putranya dengan wanita yang hanya bisa dibawa untuk bersenang-senang tidak bisa hidup susah.
Tetapi karena menantunya mengatakan ini untuk terakhir kalinya dia sebagai ibu mertua hanya bisa mengizinkan keinginannya. "Baiklah, kamu bisa berbicara pada Alex secara langsung! Elise bisakah kamu membantuku untuk melihat kondisi putraku?"
"Baiklah." Elise yang melihat interaksi antara Leana dan Marie merasa hubungan keduanya saat ini sedang bermasalah. Tapi dia tidak mengerti penyebabnya meskipun Elise memiliki dugaan semua ini berawal dari kecelakaan Alex tetapi Elise tidak mau berasumsi terlebih dahulu.
Elise memutuskan untuk memantau situasinya dulu baru bertindak karena tidak mau melakukan kesalahan karena ini berhubungan dengan kebahagiaan cucunya. Setelah Elise setuju untuk membantu Marie lalu segera pergi menemui Alex. Sedangkan Elise dan Leana menyusul dibelakangnya setelah memastikan keamanan Luke.
Alex yang melihat istrinya mendatanginya langsung menjadi bahagia. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena tidak bisa mengangkat tubuhnya untuk menyambut istrinya padahal dia sangat ingin memeluk istrinya. Leana yang melihat kondisi suaminya seperti itu semakin merasa bersalah. Tanpa memedulikan Marie dan Elise dia langsung berlari menuju Alex.
Sesampainya di samping Alex, Leana langsung jongkok lalu memeluk Alex ke dekapannya lalu mengatakan apa yang selama ini dia pendam dalam hatinya.
"Suami maaf...maaf...karena aku tidak bisa menolongmu saat itu. Seharusnya saat itu aku tidak mengizinkanmu pergi menghadapi ular itu. Jadi kamu tidak perlu terluka seperti ini. Semuanya adalah salahku. Aku yang bertanggung jawab kamu menjadi seperti ini. Aku telah berjanji akan meninggalkanmu setelah kamu sadar. Aku tidak mau kamu terluka lagi hanya untuk melindungiku dan keluargaku." Leana memeluk Alex sambil menangis karena harus berpisah dari belahan jiwanya.
Marie dan Elise yang mendengar perkataan Leana langsung terdiam. Marie juga telah sadar dia telah salah paham sama menantunya. Tapi dia tetap diam untuk melihat reaksi Alex akan perkataan Leana. Dan juga untuk melihat apa yang akan Leana lakukan.
"Alex...maaf aku tidak bisa menepati janji kita. Tapi ini terbaik untuk kita semua aku tidak mau kamu merasa terbebani lagi karena masalah keluargaku. Oleh karena itu aku memutuskan untuk berpisah darimu. Kamu pasti akan baik-baik saja. Meskipun kita sudah tidak memiliki hubungan tapi aku akan tetap merawatmu sampai kamu sembuh. Itu kalau mama mengizinkanku untuk merawatmu." Ucap Leana masih dengan nada sedih.
Alex yang mendengar perkataan Leana merasa di sambar petir dia tidak menyangka kesalahan kecilnya bisa berakibat fatal seperti ini. Istrinya yang berjanji sehidup semati dengannya, karena berpikir dia terluka karena kesalahannya memutuskan untuk berpisah darinya. Bukan ini yang Alex inginkan.
Alex tidak pernah mempermasalahkan kondisinya saat ini kepada siapapun. Alex berpikir dia seperti ini karena kesalahannya sendiri yang berpikir dia mampu untuk mengatasi ular tersebut. Meskipun terluka Alex juga yakin dirinya akan sembuh. Karena tekadnya tidak akan pernah goyah untuk melindungi ibunya, istri dan keluarganya. Apapun yang terjadi dia bisa mengatasinya asalkan orang yang disayanginya ada disisinya.
Tapi saat ini istrinya ingin meninggalkannya karena kesalahan kecil yang dibuatnya. Alex yang mendengar ini merasa sedih lalu menangis karena dia tidak bisa berbicara untuk mengatakan perasaannya sendiri. Saat ini Alex sangat menyesali apa yang dia lakukan dan merasa dirinya sangat tidak berguna.