
Bab 47
David yang melihat anak dan menantunya telah masuk ke dalam RV langsung menjalankan mobil RV untuk segera pergi dari kampung halamannya.
David yang menyetir juga berpikir untuk seterusnya mereka sudah tidak punya tempat untuk tinggal lagi selain RV yang di kendarainya dan rumah mewah yang ada di dalam ruang kalung Leana.
Tapi baginya ini lebih baik di bandingkan kalau mereka tetap tinggal di kampung halamannya. Karena kalau tetap tinggal mereka harus berurusan dengan orang seperti itu, dia lebih memilih untuk pergi daripada menghadapi apa yang terjadi pada Leana barusan punya.
Dia lebih baik pergi dari sini daripada harus berurusan dengan orang yang tidak masuk akal seperti yang putrinya temui barusan.
Baginya tidak ada yang lebih penting daripada orang tuanya, istri serta putrinya. Demi orang-orang ini David rela melakukan apapun. Asalkan orang terpenting dalam hidupnya aman dan bahagia.
Karena alasan inilah David tanpa ragu pergi dari kampung halaman yang dia cintai ini. Karena baginya tempat ini sudah tidak aman lagi untuk keluarga yang sangat di cintai dan di sayanginya.
Melihat mobil RV sudah di hidupkan dan mulai berjalan Alex membawa Leana untuk duduk di sofa. Leana duduk di samping ibunya.
Begitu Leana duduk Mimi melihat pergelangan tangan Leana telah memerah akibat di cengkeram barusan. Mimi lalu merasa sedih dan marah karena putrinya di lukai oleh Ria.
Anak yang selama ini Mimi pikir anak yang ceria dan baik tapi anak ini pula yang melukai putri berharganya. Mimi menyesal karena sudah membantu Ria.
~ flashback~
Mimi yang pada saat itu sedang mengandung selama 3 bulan harus tinggal sama mertuanya berhubung suaminya mendapat tugas untuk bekerja di luar kota selama 6 bulan. Suaminya di minta untuk melakukan penyamaran dalam misi saat ini.
Demi keamanan David meminta istrinya untuk tinggal di kampung halamannya bersama dengan orang tuanya. Agar suaminya tidak khawatir akan dirinya.
Yang bisa saja mempengaruhi suaminya tidak fokus pada saat bekerja karena mengkhawatirkannya, Mimi mau tidak mau setuju dengan usul suaminya untuk tinggal bersama mertuanya.
Awalnya Mimi takut mertuanya akan merasa terganggu dengan dia tinggal bersama mereka tapi untungnya tidak. Malahan mertuanya sangat baik pada dirinya sendiri. Mertuanya sangat memperhatikan makanan dan kesehatannya.
Mimi merasa bersyukur karena mendapat suami dan mertua yang sangat baik padanya. Mimi juga sangat menghargai apa yang dia dapatkan karena tahu tidak semua orang bisa mendapatkan perlakuan yang dia dapat dari mertuanya.
Hal ini terbukti dengan tetangga sebelah rumah mertuanya. Mimi pernah tidak sengaja bertemu dan berbicara dengan menantu tetangga sebelah rumah mertuanya. Mimi juga diceritakan tentang apa saja yang dialami olehnya di rumah orang tua suaminya.
Menantu itu bernama Eri, dia telah menikah selama 10 tahun dan telah punya anak perempuan bernama Ria berumur 5 tahun.
Setelah Eri menikah dia tinggal bersama mertuanya karena suaminya adalah anak cowok satu-satunya mertua tidak mengizinkan mereka tinggal di luar.
Tetapi pada saat telah menikah sifat suaminya berubah total pada dirinya. Bahkan mertua yang dia pikir baik ternyata aslinya sangat jahat.
Suaminya suka memukul dan menyiksa dirinya dan mertuanya hanya menganggap dia sebagai pelayan yang harus melayani keluarga suaminya. Dia sering bekerja tapi tidak pernah di kasih makan dengan selayaknya.
Bahkan Ria putrinya sering kelaparan karena mertuanya lebih suka kepada anak cowok dibandingkan dengan anak cewek. Mimi yang melihat anak sekecil itu, selalu dibuat kelaparan oleh keluarga ayahnya membuat naluri keibuan Mimi merasa terpicu sehingga Mimi sering membagi makanannya pada Ria.
Hal ini selalu Mimi lakukan bahkan sampai Ria dewasa. Bahkan setiap kali Mimi datang ke rumah mertuanya, dia selalu menyempatkan diri untuk mampir ke rumah sebelah mertuanya untuk memberikan Ria baju dan makanan yang banyak karena Mimi kasihan padanya.
~flashback end~
Mimi yang melihat tangan putrinya menjadi terluka oleh orang yang selama ini dia bantu. Akibatnya masalah ini membuat Mimi menjadi sangat kesal pada Ria.
"Leana kemarikan tanganmu biar mama olesi obat gosok agar tanganmu tidak lebam lagi" Mimi segera mengambil obat gosok diatas meja. Obat gosok ini sering mereka pakai akhir-akhir ini dan khasiat dari obat ini sangat bagus.
Mereka sering pakai obat ini dikarenakan tangan mereka sering sakit akibat dari membunuh zombie dan menggali inti kristal zombie.
Setelah mengambil obat gosoknya Mimi segera mengoleskan obat gosok ke tangan putrinya yang mengalami lebam.
"Bagaimana Ria bisa melakukan ini padamu? Padahal selama ini dia adalah anak yang selalu berperilaku baik dengan orang disekitarannya." Keluh Mimi pada saat melihat penderitaan yang dialami oleh putrinya.
"Sebenarnya apa yang mama lihat barusan punya merupakan sifat aslinya. Hanya selama ini dia selalu berpura-pura di depan mama agar membuat mama jadi merasa kasihan padanya" jelas Leana sambil menggaruk keningnya.
Mimi yang mendengar perkataan Leana menjadi merasa curiga dan was-was pada Ria. Dan perkataan Leana juga membuat Mimi menjadi berpikir apakah ini bukan pertama kalinya Ria berbuat seperti ini? Apakah Ria selama ini pernah berbuat sesuatu seperti yang barusan dia lakukan pada putrinya, di belakang punggungnya menyakiti putrinya tanpa sepengetahuan dirinya?
Karena berpikir seperti ini Mimi menjadi khawatir dan merasa bersalah karena kurang perhatian pada putri semata wayangnya. Di dorong untuk mengetahui apa yang putrinya ketahui tentang Ria? Dan juga untuk mengetahui apa yang terjadi selama ini? Juga untuk mengetahui apakah putrinya pernah di perlakukan dengan kasar oleh Ria!
Mimi memutuskan untuk menginterogasi putrinya di depan seluruh keluarga, "katakan pada mama apakah Ria pernah memperlakukanmu secara kasar selama ini tanpa sepengetahuan mama? Apa saja yang pernah Ria katakan padamu? Beritahukan semuanya pada mama sekarang juga!" Ucap Mimi dengan nada marah.
Leana yang melihat ibunya marah seperti ini menjadi takut karena selama ini dia memang menyembunyikan semuanya dari ibunya. Leana melakukan ini karena tidak mau membuat ibunya khawatir sama dirinya.
Leana juga tidak mau karena masalah ini membuat ibunya menjadi marah! Dia tidak mau ibunya menjadi kesal dan akhirnya jatuh sakit karena orang seperti Ria yang menurut Leana merupakan orang yang tidak penting.
Tapi sekarang meskipun dia ingin tetap menyembunyikannya dia tidak bisa lagi karena sekarang ibunya telah marah besar kalau dia tetap tidak bilang apa-apa dan tetap menyembunyikan semuanya dari ibunya.
Dia bisa menjamin ibunya pasti akan sangat marah pada dirinya. Leana tidak mau ibunya marah pada dirinya sehingga Leana mau tidak mau mengatakan semua yang dia ketahui dan apa yang dikatakan Ria selama ini pada dirinya.