
Bab 39
Setelah memasukkan barang-barang ke dalam ruang. Mereka langsung meninggalkan apartemen Joe. Sewaktu keluar Joe, Tee, Top, dan Hyu merasa tidak mau untuk meninggalkan apartemen mereka karena semua ini adalah jerih payah mereka dan juga rumah pertama milik mereka sendiri.
Banyak kenangan dalam apartemen susah senang yang mereka lalui dinding-dinding apartemen inilah sebagai saksi mereka. Tapi ini harus mereka lakukan agar mereka bisa tetap hidup.
Lagipula dengan ini mereka akan bersama dengan keluarga baru mereka. Berjalan bersama dan menghadapi semua secara bersama-sama. Oleh karena itu selain rasa tidak mau melepaskan, mereka berempat juga tidak sabar menantikan petualangan ke depannya bersama dengan keluarga baru mereka.
Mereka juga bahagia karena bisa berkumpul bersama dengan kakak yang mereka sayangi dan hormati. Karena itu mereka berempat sangat optimis untuk ke depannya. Meski harus meninggalkan sarangnya tapi mereka tidak ragu-ragu maupun takut.
Sebelum pergi mereka berempat memberi hormat di pintu apartemen Joe sebagai simbolis ucapan terima kasih karena apartemen ini telah menjadi tempat naungan bagi mereka dikala lelah maupun sebagai tanda pencapaian mereka berjuang untuk pembuktian diri meski anak yatim piatu tapi mereka bisa sama seperti orang lain yang berguna bagi masyarakat.
Setelah penghormatan mereka berempat melangkah dengan dada tegak dan tidak menoleh ke belakang lagi karena apartemen itu bagi mereka hanya sekedar tinggal kenangan.
Mereka melangkah dengan cepat karena sudah tidak sabar untuk segera berkumpul dengan keluarga yang menunggu mereka.
Karena langkah yang cepat mereka telah sampai di lantai bawah lalu mereka melihat RV yang di parkir didepan pintu masuk. Keluarga yang ada di dalam RV juga melihat kedatangan mereka segera membuka pintu RV untuk mereka.
Leana, David, Alex dan Gery langsung masuk di ikuti oleh Joe, Tee, Top dan Hyu. Setelah semua masuk Hyu langsung menutup pintu RV.
Dave yang tahu semua telah masuk segera menghidupkan mobil RV untuk pergi menuju SPBU yang Alex tandai.
Selagi RV berjalan Joe, Tee, Top dan Hyu berkenalan dengan keluarga lainnya. "Ini adalah keluargaku yang lainnya, ini nenekku namanya Elise, mamaku namanya Mimi, bibiku namanya Lusy, pamanku yang sedang mengendarai mobil namanya Dave, ada juga kakekku namanya Luke cuma saat ini lagi istirahat di atas" Leana mengenalkan keluarganya satu-satu dengan Joe, Tee, Top dan Hyu.
"Kenalkan mereka adalah rekan sekaligus adik angkat Alex nama mereka Joe, Tee, Top dan Hyu. Yang mulai sekarang akan bersama dengan kita berpetualang." Jelas Leana dengan nada bercanda agar semua orang tidak merasa tegang dalam saling mengenal.
"Halo terima kasih karena sudah menjemput dan menolong kami. Mohon kerjasamanya untuk ke depannya. Kalau ada yang bisa kami bantu katakan saja jangan sungkan." Ucap mereka berempat secara serempak sambil membungkukkan badan.
"Selamat bergabung dengan keluarga kami dan mohon kerjasamanya juga. Ke depannya anggap kami keluarga sendiri dan RV ini rumah kita bersama ya...jadi jangan sungkan dalam bertindak." Ucap Elise untuk menyambut bergabungnya orang Joe, Elise juga berucap sambil mengulurkan tangan untuk membantu Joe menegakkan badannya begitu juga dengan keluarga lainnya mereka segera membantu yang lainnya untuk menegakkan badan.
"Terima kasih karena sudah menerima kami" kata Joe setelah penyambutan Elise yang menghangatkan hati.
Elise membalas ucapan Joe dengan menepuk pelan bahu Joe sebagai dukungannya sembari tersenyum hangat.
Leana juga melanjutkan perkenalannya lagi, "Ini adalah mama mertuaku Marie yang telah kalian kenal, dan juga ini papaku namanya David, sepupuku namanya Gery yang tadi ikut menjemput kalian. Karena tadi tidak sempat berkenalan berhubung kita harus cepat-cepat pergi sekaranglah baru berkenalannya."
Joe, Tee, Top dan Hyu langsung menjawab, "Terima kasih paman dan Gery karena sudah mau menjemput kami."
"Sudah...sudah...jangan terlalu dianggap serius karena sekarang kita adalah satu keluarga jadi sudah hal yang sewajarnya bagi satu keluarga untuk saling menolong oleh karena itu kalian tidak perlu mengucapkan terima kasih, mengerti!" Sahut David sambil memukul ringan bahu Top.
"Yang paman katakan betul sekali. Kalian tidak perlu sungkan denganku yang perlu kalian lakukan adalah bermain denganku ke depannya" kata Gery dengan menyeringai.
"Tidak masalah serahkan padaku" Jawab Top langsung. Setelah itu mereka berempat menghadap Marie lalu berucap, "Ibu angkat bagaimana kabarmu?" Sembari satu-satu memeluk Marie dengan hangat.
"Baik...baik...kalian tidak perlu khawatir. Syukurlah kalian juga baik-baik saja. Mulai sekarang kita akan selalu bersama menghadapi apa yang terjadi ke depannya. Karena itu kalian tidak perlu segan pada kami semua mengerti!" Ucap Marie sambil mengusap pelan rambut Hyu.
"Iya, kami mengerti ibu angkat." Jawab mereka sebagai tanggapan ucapan Marie.
Joe menjawab Leana dengan malu-malu, "sebenarnya kami belum sempat makan malam. Kalau kakak ipar tidak keberatan apa kami boleh masak mie?"
"Duh...kenapa kamu tidak bilang belum makan aku pikir kalian sudah makan. Tunggu bentar aku masakkan buat kalian!" Ujar Leana sambil buru-buru ke dapur.
"Kakak biar aku saja yang masak. Kakak tidak perlu repot-repot memasak untuk kami. Kakak hanya perlu kasih aku beberapa bungkus mie saja." Jawab Joe sambil menahan tangan Leana.
Leana yang di tahan Joe, melihat ke arah Alex dengan ekspresi bertanya apa yang harus di lakukannya. Alex yang melihat istrinya menatapnya lalu berkata, "tidak apa-apa kamu kasih saja beberapa bungkus mie. Joe suka memasak sama seperti kakek!"
"Baiklah kalau begitu kalian mau mie goreng atau mie kuah? Mau rasa apa saja?" Tanya Leana langsung.
"Mie kuah saja kak, rasa apa saja juga boleh kami tidak pilih-pilih" tutur Joe.
Karena Joe berkata begitu Leana lalu mengeluarkan 10 bungkus mie kuah rasa sup, 5 sosis ayam, 5 telur ayam, tomat beserta sayuran di dapur.
Joe yang melihat Leana mengeluarkan bahan-bahan itu langsung memasak tanpa menunda lagi karena dia tahu adik-adiknya pasti sudah sangat kelaparan sama sepertinya.
"Joe lagi memasak bagaimana kalau kalian bertiga mandi dulu. Ada kamar mandi di atas dan juga di bawah. Aku akan mengeluarkan perlengkapan mandi sama baju kalian." Leana lalu mengeluarkan barang-barang milik Joe, Tee, Top dan Hyu lalu memberikan masing-masing barang milik mereka beserta perlengkapan mandi.
Untuk barang milik Joe dia titip pada Tee untuk di simpan dulu. Setelah Joe selesai memasak baru di berikan.
"Baiklah terima kasih kakak" Jawab Hyu. "Aku juga mau tanya sama kalian perihal masalah kamar, kalian mau kamar tersendiri atau mau di gabung kamarnya? masih banyak kamar kosong di atas" tanya Leana setelah mengeluarkan barang yang mereka butuhkan.
Mendengar ini mereka berempat saling memandang setelah itu mengambil keputusan. "Kami mau satu kamar saja yang bisa muat untuk 4 orang kak, untuk kamar kosong yang lainnya bisa kita pakai untuk hal lainnya yang lebih penting" kata Joe.
"Baiklah kalau begitu aku akan menunjukkan kamarnya dulu untuk melihat apakah kalian suka dengan kamarnya" lalu Leana membawa Tee, Top dan Hyu ke atas.
Setelah ke atas Leana lalu menunjukkan kamar yang bisa muat untuk 4 orang. "Bagaimana kalau dengan kamar ini?apa kalian suka?" Tanya Leana kepada Tee, Top dan Hyu.
Tee yang melihat suasana kamar yang bernuansa putih dengan lantai kayu berwarna coklat langsung sangat menyukainya karena menurut Tee nuansa kamar yang serba putih membawa ketenangan tersendiri
"Aku menyukainya kak apakah kamar ini boleh untuk kita?" Tanya Tee penuh harap.
"Tentu saja kalau kamu suka kamar ini boleh untukmu!" Jawab Leana langsung.
"Kalau begitu aku mau kamar ini" tegas Tee. Leana melirik Top dan Hyu untuk melihat reaksi mereka.
"Kami tidak masalah dengan kamar ini kak" ujar Top lalu Hyu pun mengangguk sebagai tanda persetujuannya.
"Karena kalian setuju maka untuk seterusnya kamar ini akan menjadi milik kalian. Tapi apa tidak masalah dengan ruangan kamar yang sempit?" Kata Leana lagi.
"Tidak masalah kak karena kamarnya kan hanya untuk buat istirahat saja" ujar Tee kembali. "Baiklah kalau kalian tidak masalah" jawab Leana setelah melihat mereka tidak keberatan dengan ukuran kamar yang sempit.
... Kamar Joe, Tee, Top, dan Hyu ...