The Wander Caravan

The Wander Caravan
Ular mutasi



Bab 54


"Kak Alex mataku tidak salah lihat kan? Di depan kita...ada...ada...ular yang sangat besar! Bagaimana bisa binatang pertama yang kita temui adalah ular?" Ucap Hyu dengan panik.


Begitu pula dengan seluruh keluarga yang sangat terkejut melihat ular yang ada di depan mereka. Ular tersebut memiliki warna biru yang unik juga memiliki tubuh yang besar. Dalam pikiran semua orang saat ini adalah ular yang ada di depan mereka pasti telah mengalami mutasi.


Semua orang dalam situasi siap siaga kalau terjadi sesuatu mereka akan melawan kalau bisa, kalau tidak bisa melawan mereka semua akan segera melarikan diri. Setiap cowok segera berdiri di hadapan pasangan masing-masing siap untuk melindungi pasangannya. Begitu pula Luke dia langsung berdiri di depan Elise untuk melindunginya.


"Alex apa yang harus kita lakukan?" Tanya David sambil melindungi istrinya Mimi di belakang punggungnya. "Joe dan Tee lindungi Leana aku akan mencoba lihat situasinya dulu" panggil Alex sebelum dia berjalan ke depan untuk menilai ular yang ada di depan.


Joe dan Tee yang dipanggil oleh Alex segera melindungi Leana di belakang mereka. Semua keluarga dalam situasi tertekan karena tidak tahu apa yang harus di lakukan. Leana juga siap-siap dengan senjatanya dan juga mengeluarkan bom serta pistol.


Setelah bom dan pistol di keluarkan Leana langsung memberikannya kepada Joe dan Tee. "Pakai ini kalau kondisi sudah tidak memungkinkan. Pakai ini agar kita punya waktu untuk melarikan diri!" Kata Leana pada Joe dan Tee sembari memberikan bom serta pistol yang dikeluarkannya.


Melihat bom dan pistol yang di kasih, Joe dan Tee langsung mengambilnya. Siap sedia kalau di butuhkan mereka akan segera pakai senjata yang di berikan. Setelahnya mereka segera fokus kepada Alex yang telah maju ke depan.


Semua keluarga yang melihat Alex diam-diam mendekati ular tersebut segera menahan nafas mereka seolah-olah takut kalau bernafas akan mengganggu Alex ataupun ularnya. Mereka takut kalau melakukan gerakan apapun akan segera memancing perhatian ular di depan mereka. Oleh karena itu semua orang memilih untuk berdiam diri dan menahan nafasnya.


Alex yang telah maju ke depan langsung memperhatikan ular yang ada di hadapannya. Begitu pula dengan ularnya, sewaktu ular melihat Alex langsung menjulurkan lidahnya sambil mengeluarkan suara mendesis. Alex yang mendengar suara mendesis dan juga melihat ular di hadapannya menjulurkan lidahnya langsung memasuki mode menyerang. Bersiap-siap kalau ularnya bergerak untuk menyerang.



...Ular yang bermutasi...


Selama 5 menit Alex dan ular saling bertatapan untuk mempelajari musuhnya masing-masing. Alex juga menatap tubuh ular yang besar dan juga sisiknya yang jauh berbeda dari sisik ular pada umumnya.


Begitu pula dengan lidah ularnya yang berbeda dari lidah ular sebelum mutasi yang lidahnya terbelah dua. Ular di depannya memiliki lidah hitam di dalam mulutnya dan ujung lidahnya tidak terbelah dua tetapi runcing.


Pada saat melihat ular di depannya, Alex merasa ular ini akan sangat susah untuk di hadapi. Sebenarnya Alex ingin melarikan diri tapi ini adalah binatang mutasi yang pertama mereka temui. Alex ingin melihat perbedaan ular antara sebelum maupun sesudah mengalami mutasi.


Si ular juga tidak mengetahui bagaimana dia bisa masuk dalam keadaan hibernasi. Yang dia tahu adalah setelah bangun situasi di sekitarnya sangat aneh karena dia telah mencari mangsanya kemana-mana tapi tidak menjumpai satupun. Dan si ular sudah sangat kelaparan. Oleh karena itu sewaktu melihat Alex dia ingin segera memakannya.


Tapi dia tidak berani langsung maju karena nalurinya mengatakan agar melihat kondisi di sekitarnya dulu. Si ular juga saat ini mengalami kebingungan dengan kondisi di sekitarnya maupun kondisi tubuhnya. Karena si ular merasa nalurinya lebih tajam dari sebelumnya.


Juga si ular merasa dia memiliki kepintaran sama dengan manusia, tetapi meski begitu si ular tahu kepintarannya belum sebanding dengan manusia yang ada di depannya. Tapi nalurinya mengatakan kalau ada kesempatan dia akan semakin pintar ke depannya.


Karena ular sudah memiliki kepintaran seperti anak berusia 5 tahun dan naluri yang lebih tajam dari sebelumnya. Sambil memperhatikan gerak gerik Alex si ular juga mulai mempelajari kemampuannya sendiri.


Si ular tahu bisa yang dia miliki lebih mematikan di banding sebelumnya, juga kemampuan ekornya untuk melilit mangsa jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Ular juga merasa tubuhnya jauh lebih besar dari ukuran sebelumnya.


Mengenai ukuran tubuhnya si ular merasa bahagia sekaligus juga merasa sedih. Bahagia karena mangsa yang bisa dia lilit dan makan bisa jauh lebih besar, kekuatan bantingan ekornya juga bertambah. Tetapi si ular juga merasa sedih karena tubuhnya lebih besar gerakannya menjadi tidak fleksibel.


Hal ini akan berbahaya karena pada saat dia akan dikejar gerakannya akan menjadi lebih lambat dari sebelumnya. Yang di mana dalam kondisi saat ini bisa saja berakibat fatal untuk dirinya.


Alex menjadi penasaran dengan ular di hadapannya karena ular itu tidak menyerangnya juga ularnya tidak bergerak dari posisinya saat ini. Yang dimana hal ini tidak pernah Alex temui. Tetapi karena hal ini juga Alex dapat memastikan ular di depannya telah mengalami mutasi.


Karena Alex telah mengetahui dengan pasti ular di depannya memang telah mengalami mutasi. Di dorong dengan rasa penasaran Alex mulai menyerang ular di depannya.


Ular yang melihat Alex menyerangnya juga mulai bergerak, untuk melindungi dirinya si ular langsung mengibaskan ekornya ke arah Alex. Melihat ujung ekor ular menghampirinya Alex melakukan gerakan menghindar sambil melakukan gerakan menyayat ke arah ekor ular.


Tetapi sayatan yang di lakukan oleh Alex sama sekali tidak berpengaruh pada ular tersebut karena sisik ular yang sangat keras. Melihat sayatannya tidak berpengaruh Alex tidak patah hati. Karena Alex meyakini pasti ada tempat tertentu di tubuh ular yang merupakan kelemahannya. Dia hanya perlu mencari tahu tempat kelemahan ular mutasi yang ada di hadapannya.


Melihat Alex berhasil menghindari pukulan ekornya si ular kembali mengibaskan ekornya untuk melilit Alex. Melihat si ular berniat melilitnya, Alex langsung menghindari ekor ular sambil mengeluarkan kemampuan petirnya untuk melihat reaksi si ular. Petir yang dikeluarkan oleh Alex langsung di arahkan ke kepala ular.


Tetapi petir yang di keluarkan hanya memiliki dampak kecil kepada ular. Ular yang terkena petir Alex menjadi sangat marah. Ular bergegas maju untuk menggigit Alex, tetapi Alex berhasil menghindari gigitannya.


Pada saat menghindari gigitan Alex tidak memperhatikan ular menyemburkan sesuatu ke arahnya. Karena kurang waspada semburan ular berhasil mengenai Alex.