
"We udah siang nih, balik ketenda yok, udah laper juga" ajak Zara karena hari sudah siang dan sudah mau menjelang sholat Zhuhur.
"Iya nih udah mau sholat Zhuhur juga, kuy lah balik" sambung Hendri
"Kuy" ucap Ibi dan Naser serentak.
Merekapun balik ke tenda karena sudah merasa lelah dan juga lapar.
//////////////////////////////////////
Sesampainya di tenda mereka mandi membersihkan diri, karena tadi pagi kan mereka belom mandi. Selesai mandi ternyata sudah terdengar adzan Zhuhur.
"Wih udah adzan tuh, sholat yok, udah ambil wudhu kan klen? tanya Zara karena sudah adzan Zhuhur dan mereka harus bergegas sholat.
"Sudah yaudahlah yuk, aku sekali kali jadi imam ya" Hendri maju kedepan dan jadi imam karena dia ingin jadi imam.
Merekapun memulai sholatnya dengan khusyuk. Setelah sholat mereka membereskan peralatan sholat dan setelah itu duduk di depan tenda itu.
"We carik makan aja yok, males masak aku kita cari makan di sekitar sini aja, adanya itu" ajak Zara pada temannya untuk cari makan siang dia males masak siang.
"Yuk lah carik makan sekitar sini" Naser beranjak dari duduknya dan diikuti teman temanya di belakang nya.
Merekapun berkeliling mencari tempat makan yang ada di daerah situ, ditengah perjalanan mereka melihat orang jualan bakso di sekitar taman "BAKSO MANG ASEP DIJAMIN 100% HALAL" begitulah kira kira tulisan yang ada di banner gerobak bakso itu.
"Eh itu ada tempat jualan bakso, yuk kesitu aja" tunjuk Ibi kearah orang yang jualan bakso.
Mereka bertiga menghampiri si penjual bakso dan langsung memesan bakso. tempat itu juga cukup luas ada meja untuk makan dan tenda, dan ada juga beberapa yang mampir makan kesitu. Mereka bertiga mencari tempat yang kosong.
"Eh itu ada meja kosong" tunjuk Zara ke salah satu meja yang ada di situ.
"Pak kesini kami mau pesen" panggil Naser kepada si penjual "Eh iya dek mau pesen apa?" tanya si penjual "adanya apa ajak pak?" tanya balik Naser.
"Ada Bakso biasa, Bakso spesial, Nasi goreng, Mie Ayam Bakso, Mie Ayam Biasa, bla bla bla bla" ucap penjual itu menjelaskan panjang lebar.
"Kelen mau apa we?" tanya Naser
"Bakso spesial, samain aja semuanya Ser biar ga ribet" ucap Hendri memberitahu.
"Oke pak kami Pesen Bakso Spesial 4, sama minumnya jus jeruk 4" Naser memberitahu kepada si penjual.
"oke ditunggu ya adek adek" ucap si penjual.
Merekapun menunggu pesanan datang. Gak lama setelah itu pesanan mereka datang dan merkapun menyantap makanan dengan hening.
Ditengah tengah mereka makan dengan tenang, tiba tiba ada keributan dari luar mengganggu ketenangan mereka. Orang orang itu datang membuat kerusuhan di tempat itu, mereka ada sekitar 10 orang berbadan tegap.
"Woy siapa suruh lu jualan disini, lu gatau daerah ini termasuk kekuasaan kami, kalo lu mau jualan disini lu harus bayar dulu uang sewanya!!!" Ternyata dia tukang palak para pedagang di tempat itu, mereka sering membuat kerusuhan di tempat itu dan seenaknya merampas uang para pedagang.
"Ma-maaf bang Sa-saya tidak tau kalau daerah ini tempat ka-kalian, ta-tapi jangan ambil uang saya bang sa-saya belum balik modal bang" ucap si penjual terbata bata karena ketakutan dengan sekelompok orang orang itu.
"Kami tidak peduli!!"
Bugh
Orang itu memukul si penjual sampai mengenai meja dibelakangnya, pengunjung lain ketakutan dan langsung menjahui tempat itu.
Zara dkk yang daritadi mencoba tenang karena sedang makan, mulai terusik dan kesal melihat orang orang yang merusuh itu, Zara pun menggebrak meja karena sudah kesal makan siangnya terganggu.
"Braaak"
"Woy kalian apa apaan meminta uang kepadanya, itu bukan hak kalian, lebih baik kalian pergi dari sini" ucap Zara dingin dan menatap tajam kepada pengerusuh itu.
"Hei lu anak kecil gausah ikut campur, kami tidak memukul anak kecil" ucap orang itu meremehkan Zara.
"Heh, kalian sudah menggangu makan siangku, berarti ini juga menjadi urusanku" Ucap Zara dengan tenang sebenarnya dia sedang menahan emosinya mati matian
"Pergi kalian sebelum kami turun tangan" Hendri juga merasa tidak senang dan mengusir orang orang itu.
"Hey kalian anak anak gausah ikut CAMPUR" ucap si pengrusuh tidak terima.
"Pergi" Ucap Naser dingin.
Salah satu orang itu maju ingin memukul Zara tapi langsung ditendang oleh Zara dan menabrak meja di belakangnya, alhasil tempat itu langsung kacau.
brugh
Terjadilah baku hantam di tempat itu dengan 10 lawan 4, Zara dkk sangat brutal melawan orang orang itu karena emosi sudah naik ke ubun ubun yang daritadi ditahan.
Buagh
Bugh
braaakkh
kraakh
brughk
Trang
Krekh
bagkh
ga sampai 5 menit orang orang itu ambruk ke tanah dan langsung lari kocar kacir, dan tempat itu sudah seperti kapal pecah, akibat pertarungan yang barusan terjadi.
"Terima kasih dek, sudah menolong saya, coba gk ada adek adek tadi pasti uang saya habis dirampas mereka, gimana saya nanti mau ngasih makan anak istri saya" Ucap si penjual berterima kasih kepada Zara dkk.
"Sama sama pak, dan maaf gara gara kami tempatnya jadi berantakan" ucap Zara yang meminta maaf.
"Iya pak kami bantu ya membereskan tempat ini" tawar Naser memberi bantuan.
"Iya gk papa dek, yaudah yuk kita beresin sama sama" ucap penjual itu.
Merekapun sama sama membersihkan tempat itu yang sudah sangat berantakan dan.
"Terima kasih ya adik adik sudah mau membantu saya, dan makanan tadi tidak usah bayar sebagai tanda terima kasih saya" kata penjual itu sangat berterima kasih pada bantuan Zara dkk.
"Iya makasih ya pak, kalo gitu kami pamit ya" Pamit Ibi kepada si penjual.
Mereka pun pulang ke tenda dan beristirahat gara gara insiden tadi mereka sangat lelah.
skip malam hari
"We malam ini kita bakar bakar yok" ajak Zara kepada temanya.
"Bakar bakar apa Ra?" tanya Hendri.
"Bakar rumah mantan yok seru keknya tuh" Canda Ibi.
"Aku gapunya mantan dodol" ucap hendri pada Ibi.
"Bejanda loh Hen" ucap Ibi.
"Bercanda Bi, ku jitak lama lama palamu betul" kesal Hendri karena perkataan Hendri.
"Kita kan ada ikan sama ayam, itu aja kita bakar" ucap Zara memberitahu.
"Oh iya aku juga bawa jagung, sama bumbu untuk bakarnya, kemarin kubawa karena berpikir bakar bakar juga seru" sambung Naser.
"Kenapa gk kau bilang dari kemarin ha?" Ucap Ibi pada Naser.
"Ya maap namanya baru ingat" jawab Naser.
"Yaudah sekarang Naser sama Ibi cari kayu sana sekalian buat api unggu, biar aku sama Hendri nyiapin semuanya, oke?" ucap Zara menengahi.
Merekapum mengerjakan semua yang dibutuhnya dan bakar bakar dengan penuh canda tawa mengisi malam yang gelap dan sejuk itu. Lalu makan sama sama hasil bakaran mereka dengan tenang.
///////////////////////////////////////
Oke sampe sini dulu ya man teman, maaf kalo masih banyak typo, mohon dimaklumi ini novel pertamaku
Jangan lupa like, komen, and subscribe eh ralat maksudnya Vote hehe😊😁, dan klik juga Favorit agar kalian tidak ketinggalan info update dari aku UvU