
Pagi harinya
Jam 4:35 subuh Zara belum juga bangun dari tidurnya, padahal sudah mau sholat Subuh tapi Zara masih memeluk gulingnya yang terasa nyaman itu.
"Zara udah bangun gk ya, apa aku cek aja takutnya tuh anak belum bangun" guman ibu Zara dalam hati.
Tok tok tok tok
"Ra kamu dah bangun nak?" Tanya ibunya sambil menggedor gedor pintunya.
Tapi yang dipanggil pun tidak bergerak dari kasurnya, ia masih berada dalam mimpinya alias tidur.
"Pasti belum bangun ni anak, dah lah bangunin aja" Ibunya berjalan menuju tempat tidur Zara.
"Zara bangun nak, udah sholat subuh loh, nanti kamu ketinggalan sholat Subuhnya" Ibunya mengguncang guncangkan tubuh Zara.
"hemm" Zara hanya berdehem.
"Heh bangun cepetan ntar telat Sholatnya!" Ibunya sedikit berteriak.
"Ntar ma 5 menit lagi" ucap Zara pelan karena masih ngantuk berat.
Ya dia semalemnya tidur jam 1 pagi karena memikirkan projek yang ingin mereka buat untuk penangkal virus yang sedang menyerang sistem para pengusaha, jadinya dia lagi memikirkan sebuah konsepnya dan itu selesai jam 1 pagi.
"Hadeh, pasti begadang ni anak semalem" Ibunya terdiam sebentar, lalu memikirkan sebuah ide "Ha iya gini aja lah banguninnya" Ibunya menari nafas lalu.
"KEBAKARAN KEBAKARAN, ZARA RUMAH KITA KEBAKARAN, TOLOOONG" Teriak ibunya di telinga Zara.
"Ha!! Kebakaran mama tolooong, mama cepat keluar dari rumah ada api!!!" Sontak Zara langsung bangun dan ngacir keluar kamar karena panik (padahal ga terjadi apa apa).
"Bwahahaha Zara gadak kebakaran, hahaha kamu ini lucu banget hahaha" Ibunya tertawa terbahak bahak gara gara tingkah Zara.
"Isshh MAMAAA, Zara tadi udah takut plus terkejut Mama malah bercanda ish" Kesal Zara, padahal dia masih ngantuk.
"Ada apa ada apa, kenapa teriak teriak" tanya ayahnya Zara panik.
"Ini yah mama ngerjain Zara katanya kebakaran" Kesal Zara.
"Orang Zaranya susah dibangunin, yaudah mama kerjain aja" balas Ibunya Zara.
"Ya Allah kirain ada apaan, yaudah Zara sana mandi abis tuh kita sholat berjamaah" Ucap ayahnya menyuruh Zara.
"Iya ayah" kata Zara.
Setelah itu Zara langsung bergegas mandi dan ambil air wudhu, lalu mereka sekeluarga sholat Bersama. Setelah sholat mereka sarapan bersama sama.
Skip Di tempat Naser dan Hendri
Naser dan Hendri sudah sampai Basecamp pagi pagi sekali.
"Eh telpon Zara suruh dia cepat kesini, biar makin cepat kita kerjanya makin bagus" Hendri menyuruh Naser.
"Oke bentar" Naser mulai menelpon Zara
📱
Tuuut Tuuut Tuuut
"Assalamualaikum, ada apa Ser?" Tanya Zara di sebrang telfon.
"Eh Ra kau cepetan kesini, biar cepat kita kerjanya makin bagus" Ucap Naser.
"Oh oke oke aku otw nih" balas Zara.
"Konsepnya dah kau bikin Ra?" Tanya Naser.
"Udah nih selow aja kau" jawab Zara.
"Yaudah baguslah, cepet bawa kesini, Hendri udah disini dan Ibi lagi otw katanya" Ucap Naser.
"Oke sip" Zara memutus telfonnya.
off
Lalu Zara langsung berangkat, dan sampai disama jam 7 pagi.
"Assalamualaikum semuanya!!" Teriak Zara memasuki ruang komputer.
"Waalaikumsalam Ra, mana konsepnya?" Tanya Naser to the point.
"Nih, jadi nanti kita bikin gini aja konsepnya, ini nanti begini dan bla bla bla bla" Ucap Zara menjelaskan panjang lebar, teman temannya hanya mengangguk tanda mengert.
"Oke Let's start the game" Ucap Zara dkk serentak mereka langsung bekerja di depan komputer masing masing mengetikkan kode kode yang rumit.
Mereka terus bekerja dari pagi sampe sore, terus seperti itu tanpa menyerah. Saling bekerja sama membantu jika salah satu kesulitan atau nggak salah satunya ada yang salah penulisan coding dan lain lain.
Seminggu kemudian.
Seminggu telah berlalu mereka masih terus bekerja dari pagi sampe sore hanya jam makan siang dan malam hari mereka istirahat, terkadang pun malamnya masih ada yang mengecek pekerjaan itu. Orang tua mereka terus kasih support untuk mereka dan tidak lupa mengingatkan mereka untuk jaga kesehatan, orang tua mereka sangat mendukung apa yang anaknya lakukan selagi itu baik.
"Iya Alhamdulillah, perjuangan kita tidak sia sia" sambung Ibi merasa sangat senang.
"Ini semua berkat kerjasama kita, kalo tidak ini tidak akan berhasil" ucap Naser sambil tersenyum lebar.
"Huft, oke setelah ini kita harus mencari client yang mau menggunakan sistem kita" kata Hendri dan di angguki teman temanya.
"Oke kita pulang dulu istirahat, besok kita akan mulai kerja lagi mencari client" Ucap Zara.
Mereka pun pulang kerumah masing masing karena sudah mau Maghrib.
"Assalamualaikum ma Zara pulang" Zara memasuki rumah dan duduk di sofa yang ada dirumahnya.
"Waalaikumsalam anak mama udah pulang, gimana kerjaan kalian udah berhasil?" Tanya mamanya Zara.
"Alhamdulillah ma Projek kami berhasil, ini semua berkat doa mama" Zara memeluk ibunya sangat senang.
"Baguslah mama juga ikut senang mendengarnya, yaudah sana mandi abis tuh sholat ya" Ucap Ibunya sambil mengacak rambut Zara.
"Ay ay kapten" Ucap Zara lalu memasuki kamarnya.
Di belahan bumi yang berbeda
"Oke, besok kalian harus bisa menangkap salah satu dari bocah bocah itu" Ucap Lucas si pemimpin The Blue Diamond (Masih ingat kan sekumpulan orang orang ini, klo gatau baca part sebelumnya).
"Kalau kalian tangkap pas mereka ber 4 pasti kalian kalah, jadi tangkap pas salah satunya lagi sendiri, itu akan mudah bagi kalian" Ucap lucas menyuruh anak buahnya.
"Baik boss" Ucap preman preman itu serentak.
Skip pagi harinya
Zara dkk sudah berkumpul di Basecamp mereka, mereka bawa bekal dari rumah dan makan bersama sama di sana.
Setelah selesai makan bersama sama mereka duduk duduk dulu sebentar sambil ngobrol ngobrol ringan dan setelah itu semua memasuki ruang komputer.
"Yok kita mulai, kalian cari client dengan cara apapun terserah yang penting dapet, oke" perintah Zara.
"Okey" ucap temanya serentak.
Mereka mulai bekerja dengan komputernya masing masing sampai waktu menunjukkan hampir siang mereka berkutat di komputer.
"Uh capek, istirahat dulu yok we, aku dah capek" Hendri merentangkan tanganya terlihat sangat lelah.
"Eh klen udah dapet berapa Client we?, aku cuman dapet 5" tanya Ibi kepada temenya.
"Eh sama aku juga cuman dapet 5" jawab Hendri.
"Lumayan lah tuh, yang penting dapet, aku sih dapet 10 client" Sambung Naser.
"Wis mantep babang Naser banyak lah tuh dapet 10" Ucap Ibi menepuk nepuk pundak Naser.
"Eh Ra kau dapet berapa, kok diem diem bae?" tanya Hendri pada Zara yang daritadi hanya diam.
"Oh, aku gabanyak cuman 20 sih, dikit kan" Ucap Zara dengan santainya sambil meminum air yang di depannya.
"WHAAT!!! 20 KO BILANG SIKIT? TERUS KAMI INI APA?" Teriak teman temanya serentak karena terkejut dengan apa yang dibilang Zara.
'Sedikit?' Dalam hati mereka (ga habis thinking akutuh Ra, lu tuh terbuat dari apasih).
"Bused kompak banget klean dah kayak paduan suara, gila" Zara memegang telinganya yang sakit.
"Gila apa kau 20 ko bilang sikit?, gila apa ya, ampun dah" ucap Naser kesal. Zara hanya memasang wajah Watadosnya.
"Ya maap" cicit Zara.
"Udah lah, jadi tadi Client kalian rata rata menawar berapa Harga?" Tanya Hendri.
"Oh tadi kebanyakan menawar harga 30 juta loh, banyak kali tuh loh, ganyangka aku bisa segitu banyaknya mereka nawar" jawab Naser menjawab pertanyaan Ibi.
"Aku tadi bahkan ada yang menawar 50 juta, jadi gimana kalau kita kasih harga 45 juta" Usul Zara.
"Wah banyak tuh, langsung kaya kita dalam beberapa bulan, klo aku jelas setuju lah" Hendri menyetujui.
"Yaudah kita sepakat buka harga segitu, tapi kita bertransaksi lewat online aja, gabisa tatap muka" kata Zara, ya kan mereka belum punya gedung perusahaan gimana mau jumpa. Lagian mereka males jumpa secara langsung.
"Oke sepakat, yaudah aku mau refresing otak dulu" Ucap Naser sambil megang hp "Mabar ml yok we?" sambungnya lagi.
"kuy otw login" ucap temanya serentak.
Lalu setelah itu mereka mabar Mobile Legend game kesukaan mereka itu dengan penuh canda tawa.
//////////////////////////////////////
Oke sampe sini dulu ya, aku gabisa panjang panjang.
Jangan lupa dukung novel ku ini ya, like, komen, vote, anda klik Favoritnya UvU. Oke thank you buat yang udah mampir buat baca.
See you guys