
Di Rumah Zara
Sesampainya Zara dirumah ia langsung masuk dengan tergesa gesa karena karena takut orang tuanya cemas, dan cemas juga pada orang tuanya karena takut tadi orang tuanya disakiti anak buah Lucas.
"Assalamualaikum Ma!!" Zara masuk sambil berlari menuju ibunya.
"Waalaikumsalam Ra, darimana aja kamu nak? ko abis maghrib baru pulang? udah sholat maghrib belum? kamu gak kenapa napa kan?" Tanya Ibunya secara bertubi tubi, ia terlalu khawatir pada anaknya.
"Satu satu dong ma, Zara bingung mau jawab yang mana,mama ngomong gapake titik koma" Ucap Zara sedikit kesal.
"Huft yaudah Zara, tadi kamu kemana aja? kok baru balik?" Tanya Ibunya lagi.
"Nanti Zara ceritain, mama gapapa kan? gadak yang luka kan?" Tanya Zara cemas.
"Mama gapapa kok, cuman tadi ada beberapa orang pake baju serba hitam berdiri didepan rumah kita. Mama gaberani buka pintu takut" Mamanya menjawab pertanyaan Zara.
"Huh Syukurlah klo mama gapapa" Zara menghela nafas lega "Oh iya ma, Ayah belum pulang?" tanya Zara lagi.
"Ayahmu belum pulang, katanya agak lembur pulangnya hari ini" Jawab Ibunya "Emang tadi kamu kemana aja Zara?" Ibunya menanyakan pertanyaan tadi.
"Sini Zara ceritain" Zara mendudukkan ibunya ke kursi yang ada di dekatnya.
"Emm, jadi tadi siang Zara diculik" Ucap Zara pelan tapi masih terdengar.
"APA! KAMU DICULIK? KAMU GAPAPA KAN? ADA YANG LUKA GK? SINI BIAR MAMA OBATIN" Teriak mamanya karena terlalu cemas.
"Gk gk papa ma, Zara gk papa, mereka gk ngapa ngapain Zara kok" Jawab Zara.
"Jadi tadi siang Zara kan mau beli makan siang, tiba tiba ada beberapa mobil menghadang jalan Zara dan bla bla bla bla" Zara menjelaskan panjang lebar dari mulai dia diculik sampai Lucas menawarkan mereka masuk kelompoknya dan menawarkan bantuan pada mereka. Zara memang orangnya jujur.
"Jadi gitu ceritanya ma" Lalu Zara mengakhiri ceritanya, ibunya manggut manggut tanda mengerti.
"Tapi kamu sama temen kamu beneran gk kenapa napa kan? mereka gk nyakitin kamu dan temanmu kan?" Ibunya sangat cemas sambil meluk Zara.
"Tenang aja Zara gapapa ko ma, om Lucas nampaknya orang baik kok" Jawab Zara.
"Huft Alhamdulillah, yaudah kamu mandi ya abis tuh makan, mama udah masak tuh" Mamanya menyuruh Zara.
(Oh iya perihal mobil kakek Lin yang dipinjam Naser dkk sudah dikembalikan anak buah Lucas ya).
"Siap Bos" Zara langsung menuju kamarnya.
Skip Pagi Hari.
Di Rumah Naser ia sudah selesai mandi dan Sholat Subuh, tiba tiba terdengar bunyi hpnya tanda ada yang menelpon.
Dia melihat hpnya berbunyi dan melihat nomor tidak dikenal menelponya, tapi dia tetap mengangkatnya.
📱
"Assalamualaikum, ini siapa?" Tanyanya kepada si penelpon.
"Ini saya Lucas Alexander" Ucap si penelpon. Ternyata dia Lucas.
"Loh om Lucas darimana Dapet nomorku?"
"Itu tidak penting, yang terpenting sekarang kamu bawa teman temanmu kesini di jalan xxx saya tunggu kalian di Cafe dekat situ" Perintah Lucas.
"Oh oke om, saya kasih tau mereka sekarang" Ucap Naser
Tuut tuuut
Sambungan terputus.
Ia langsung bergegas memberitahu temanya untuk kumpul di Basecamp.
📱
Grup chat..
Naser:We dateng ke Basecamp sekarang.
Zara:Kenapa?
Ibi: 2
Hendri: 3
Naser: Udah gausah banyak tanya, dateng aja.
(Read)
Off
Di Basecamp
lalu mereka semua sudah kumpul di Basecamp.
"Ada apa Ser?" Tanya Hendri.
"Kita disuruh om Lucas dateng ke jalan xxx. Dia tunggu kita di Cafe dekat situ" Jawab Naser.
"Yaudah tunggu apa lagi, ayo" Zara dkk langsung bergegas menuju tempat yang ditentukan Lucas.
Sesampainya di jalan xx mereka langsung mencari Cafe yang yang dimaksud Lucas dan mereka melihatnya tidak jauh dari tempat mereka, mereka langsung menuju kesana.
Sesampai di Cafe Zara dkk jadi pusat perhatian disana karena ya kalian tau lah secara kam Naser dkk ganteng walau mereka belum dewasa dan Zara yang masih seperti anak usia 10 tahun padahal dia sudah 12 tahun dan wajahnya yang cantik plus imut bin gemes membuat orang yang melihatnya ingin mencubit pipinya.
"Yatuhan siapa mereka? ganteng dan cantik anak anak itu"
"Anak dari keluarga mana nih"
"Wis gila anak anak laki laki itu ganteng banget"
"Yang cewe pengen gue karungin"
"Dek mau gk jadi pacar abang"
Begitulah kira kira ucapan dari para pengunjung Cafe yang melihat kedatangan Zara dkk yang seperti para putri dan pangeran (Artis dadakan ea).
"Duh nyesel aku tadi gapake masker" Gerutu Naser.
"Muka lu sih kegantengan, kan jadi pusat perhatian kitanya" Ucap Ibi pada Naser.
"Gk lah Zara tuh mukannya Terlalu imut, bukannya pake masker tadi" Tuduh Naser.
"Enak aja kalian lah siapa suruh kegantengan kok gara gara aku" Ucap Zara Kesal.
"Yuk tanya kakak kakak kasir itu aja" Zara menunjuk ketempat kasir
"Halo kak, kami mau nanya, tempat atas nama Lucas Alexander dimana ya kak" Tanya Zara pada mbak kasir.
"Oh iya dek mari saya tunjukkan" Ucap kasir itu sopan.
Lalu mereka mengikuti mbak kasir itu sampailah diruangan VIP dan mereka langsung masuk ke ruangan itu.
"Halo om, maaf pasti om lama nunggu kami" Naser meminta maaf.
"Ga papa kok, sini kalian duduk, pesan makanan sana" Ucap Lucas.
"Gausah om tadi kami udah makan dirumah sebelum kesini" Ucap Zara.
"Oh yaudah kalian pesan minum aja, mau minum apa?" Tanya Lucas.
"Saya mau jus jeruk aja" Jawab Zara
"Samain aja om" Ucap Naser mewakili
"Oh yaudah, mbak pesan jus jeruk 4 ya" Ucap Lucas kepada pelayan di situ.
"Jadi gini, sesuai janji saya kemaren, saya akan memberikan kalian gedung perusahaam, saya mau salah satu kalian yang menandatangani berkas ini dan menjadi CEO nya" Jelas Lucas kepada Zara dkk.
"Tapi om kami kan masih belum dewasa om, gimana mau jalanin perusahaan" Kata Naser memberitahu.
"Tidak apa, nanti perusahaan kalian dipegang sementara oleh asisten saya sampai kalian bisa memegang perusahaan itu" Ucap Lucas menjelaskan "Saya yakin pasti kalian bisa menjalankannya, karena saya tau IQ kalian ber 4 diatas rata rata" Ucapnya lagi.
"Yaudah klo gitu om, kami terima" Ucap Naser.
"Jadi siapa yang mau jadi CEO nya, salah satu dari kalian harus tanda tangani ini" Lucas menyodorkan berkas.
"Zara aja!!" Ucap Naser dkk serentak.
"Loh kok aku, aku kan lebih muda dari kalian, harusnya bang Naser lah" Zara menolak.
"Tapi kamu yang paling pintar diantara kita kita ini, aku yakin perusahaan itu pasti maju pesat ditanganmu" Jelas Naser pada Zara.
"Iya Ra apa kamu tidak ingat, pas kita mencari Client untuk usaha sistem antivirus yang kita buat itu? kamu yang paling banyak dapet" Timpal Hendri.
"Iya aku juga setuju itu Ra, kamu pasti bisa aku yakin itu" Sambung Ibi.
"Tapi aku gayakin Bi" Zara merasa tidak yakin.
"Tenang Ra kami kan ada, kita akan buat perusahaan itu maju bersama sama" Ucap Naser meyakinkan.
"Baiklah klo gitu, aku yang akan tanda tangan" Zara akhirnya menyetujui
"Oh jadi kalian yang menawarkan sistem antivirus kepada para pengusaha. Akibat virus yang merusak sistem akhir akhir ini" Lucas terkejut mengetahui fakta itu.
"Iya om" Jawab Zara dkk serentak.
"Wah om salut sama kalian, diumur yang segini kalian sudah bisa menciptakan sesuatu yang orang lain tidak bisa" Puji Lucas "Kan gini bagus, dengan adanya perusahaan ini kalian bisa berbisnis dengan terbuka, pasti kalian sudah dapat banyak Client kan?" Sambungnya lagi.
"Iya om dan itu Zara paling berpengaruh atas udaha kami, mangkanya dia lebih pantas memegang perusahaan itu" Ucap Naser dan Lucas hanya mengangguk.
"Yaudah ini Zara tanda tangan sekarang, dan nanti Om Ridwan yang disamping om ini yang menghandle semuanya di kantor, oke" Lucas menunjuk Ridwan salah satu kepercayaanya. Ridwan hanya tersenyum manis.
Zara dkk hanya memandang Ridwan sejenak dan Zara segera menandatangani berkas yanh ada dihadapanya.
Setelah ditanda tangani otomatis Perusahaan itu resmi jadi milik Zara dkk dan Zara yang menjadi CEO nya.
"Oke bagus nak dan Ridwan kamu bawa beberapa karyawan dari perusahaan pusat dan cabang, pekerjakan di perusahaan mereka agar mereka punya karyawan" Perintah Lucas pada Ridwan.
"Siap bos" Ridwan langsung mengerjakan perintah bosnya.
"Dan kalian saya juga sudah mentransfer sejumblah uang ke rekening kalian masing masing dan ini" Lucas menaruh 4 kunci mobil kehadapan Zara dkk"Ini mobil untuk kalian ber 4 , gunakanlah mobil itu sebaik mungkin" Ucap Lucas dan itu membuat Zara dkk melongo tak percaya.
"Tapi om ini terlalu berlebihan, kami tak bisa menerimanya" Naser enggan menerima itu semua.
"Iya om perusahaan itu aja sudah cukup, tidak perlu ini semua" Sambung Hendri.
"Tidak apa apa kok, saya tidak keberatan ini semua tidak ada apa apanya bagi saya" Lucas tidak masalah dengan itu.
"Tapi om ini terlalu banyak" Zara juga merasa tidak enak.
"Tidak ada penolakan!!" Lucas tidak mau dibantah.
"Baiklah, Terima kasih om atas semua yang om berikan pada kami, nanti pasti kami ganti semuanya jika kami sudah sukses" Zara sangat berterima kasih begitu juga dengan yang lainnya.
"Sama sama" Ucap Lucas "Dan ini seragam wakil dari The Blue Diamond, kalian pakai jika kalian punya misi, oke?" Lucas menyodorkan 4 pasang pakaian Berwarna hitam dengan garis biru di depan baju itu dan ada lambang The Blue Diamond Dibelakang bajunya dan juga di lengan bajunya. Dan aja juga 4 topeng setengah wajah berwarna Biru.
"Wah keren banget om seragam sama topengnya, aku suka" Zara berbinar diangguki temannya juga.
"Iya, baju itu dirancang oleh istri saya khusus untuk kalian" Jelas Lucas dan Zara dkk hanya Mengangguk.
"Yaudah klo gitu, kalian mau pulang kan? biar saya antar, nanti mobil kalian biar anak buah om yang mengantarkannya kerumah kalian" Ucap Lucas menawarkan pulang.
"Eh kita kerumah kakek Lin aja yok, Zara udah kangen kakek" Zara ingin kerumah kakeknya.
"Yaudah, klo gitu om anter kami kerumah kakek Lin aja ya, nanti kami tunjukin jalannya" Ucap Hendri.
"Yaudah ayok" Ajak Lucas.
Mereka semua keluar dari Cafe, tapi Zara dkk jadi pusat perhatian lagi seperti tadi.
"Eh itu anak anak yang tadi ya? Wah mereka emang berkharisma sekali"
"Eh anak anak itu jalan sama pak Lucas loh"
"Eh pak Lucas Alexander orang terkaya ke 5 di dunia itu kan?"
"Wah beruntung banget mereka, mana mukannya pada ganteng cantik bin imut lagi"
"Mungkin pak Lucas papanya mereka"
"Aduh adek lama lama abang karungin juga kamu ya, kok imut banget sih"
Begitulah ocehan para pengunjung Cafe dan itu berhasil membuat Zara dkk kesal setengah mampus and setengah jiwa (lebay thor).
Lalu sesampainya mereka diparkiran langsung masuk ke mobil dan pergi ke rumah kakek Lin.
////////////////////////////////////
Like, komen, anda vote ya temen temen😊