
Pagi Hari
"Berkas kepemilikan udah ada ditanganku nih, aku mau ganti nama sekolahnya, kasih nama RAY INTERNATIONAL HIGH SCHOOL cocok gak?"Tanya Zara meminta saran.
"Cocok lah nanti disingkat jadi RIHS, wah keren tuh" Ucap Ibi.
"Yaudah Ra itu ajalah namanya, menurutku bagus kok" Ucap Naser yg sudah menyelesaikan sarapanya.
"Okedeh nanti aku minta om Ridwan buat mengurus semuanya, yaudah yuk kita berangkat" Ucap Zara lalu memakai tasnya dan mengambil kunci mobilnya.
"Eh ngomong-ngomong om Lucas beberapa hari ini gk ngasi kita misi, bosen deh" Ucap Hendri yang sudah berada di depan pintu.
"Iya ya baru nyadar, aku juga bosen, mungkin memang lagi gk ada masalah sih, udalah kita kan bisa fokus sekolah sama ngembangin perusahaan" Ucap Naser.
Lalu mereka berangkat kesekolah, hari ini mereka berangkatnya lebih cepat karena akan ada upacara yg dilakukan setiap senin.
Mobil Zara dkk telah memasuki parkiran sekolah dan langsung menjadi pusat perhatian, memang begitu setiap harinya.
"Dek Naser makin ganteng aja"
"Ibi juga itu kok gemesin banget"
"Hendri mau gk jadi adek kakak"
"Zara ih imut banget sih, pen cubit"
Seperti biasa Zara dkk hanya menganggap itu angin lalu, dan berjalan menuju kelasnya, tapi tiba-tiba ada orang menggandeng Naser dkk. Siapa lagi kalo bukan Sella dkk.
"Eh sayang udah datang" Ucap Sela dengan gaya centilnya.
"Eh Hendri kekantin yuk, aku belum sarapan temenin" Ucap belen yang bergelayut di lengan Hendri.
"Eh Ibi udah makan? ini aku bawain bekal" Ucap Azzura tak kalah centilnya.
"Apa-apaan kalian?!!"Ucap Naser dkk berbarengan dan dengan bersamaan pula mendorong Sella dkk dengan kasarnya.
Dengan tidak elitnya Sella dkk jatuh ketanah dengan pant*at yang mencium tanah.
"Jijik, gausah pegang-pegang, kalian kira kalian siapa? seenaknya aja pegang-pengang" Ucap Hendri ketus.
"Saya gakenal kamu, gausah sentuh-sentuh saya, bukan mahrom anjir" Ucap Naser tak kalah pedasnya.
"Denger ya, lu bukan siapa-siapa saya, jangan sempat saya patahkan tangan anda" Ucap Ibi sambil mengelap bagian yg disentuh Azzura dengan sapu tangan lalu membuang sapu tangan itu tepat kewajah Azzura.
"Ih kok jahat sih sayang" Ucap Sela tak tau malu.
"Iya kok gitu sih, kamukan calon pacar aku" Ucap Belen juga.
"Jahat kamu sama aku" Ucap Azzura dramatis.
"Bodo amat!!" Ucap Naser dkk berbarengan dan mereka meninggalkan Sella dkk yang masih terduduk ditanah.
'Awas aja lo, gw pastikan lu bakal bertekuk lutut sebentar lagi' Batin Sella.
Zara daritadi sudah meninggalkan tempat itu dan menuju kantin untuk memesan minuman, dia hanya malas melihat itu semua.
"Pfft, kusut amat tuh muka" Ejek Zara sambil menahan tawa.
"Gara-gara tuh titisan Setan tuh, dateng-dateng langsung bikin mod ku jelek pagi-pagi" Ucap Naser dengan muka masih cemberut.
"Eh gaboleh gitu masa kau bilang titisan Setan, yang bener titisan Dajjal" Ucap Zara dengan watadosnya.
"Sama ae gobl*ok" Kesal Hendri.
"Tau tuh, dasar titisan Dajjal" Ucap Ibi juga emosi.
"Udahlah sana pesen minum, mukak kelen dah kayak apalah tuh merah-merah, entar lagi keluar api dari kuping hahaha" Zara tertawa karena temanya yang masih emosi.
"Dasar temen laknat kau" Ucap Hendri.
"Dengan menyebut nama tuhan yang maha esa, kukembalikan ciptaan mu yang biadab ini keneraka" Ucap Naser yg juga kesal pada Zara.
"Ampun bang, kaboor" Lalu Zara berlari kearah lapangan dan dikejar oleh Naser dan Hendri, sedangkan Ibi hanya menonton saja sambil tertawa.
"Awas aja lu kalo sampe dapat" Teriak Hendri juga.
"Bodoamat, bleee. Sini lah kalo berani" Ejek Zara dan dia melanjutkan berlarinya.
Seketika mereka jadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah karena aksi kejar-kejaran ditengah lapangan itu. Mereka kejar-kejaran sambil melakukan aksi seperti orang parkour.
Guru-guru juga ikut menonton aksi kejar-kejaran antara Zara, Naser, dan Hendri. Mereka seperti menonton aksi kejar-kejaran film action, dan tidak sedikit pula yang merekamnya.
Akhirnya Zara tertangkap dan digelitikin oleh Naser dan Hendri.
"Hahaha ampun hahahah, udah iya ampun gak lagi kok hahahaha" Zara terus saja ketawa karena geli.
"Rasain siapa suruh bikin orang kesel" Ucap Naser.
"Hahaha iya udah ampun janji deh gak lagi" Mohon Zara.
"Awas aja klo sampe kek gitu lagi" Ucap Hendri lalu memberhentikan aksi menggelitikny.
"Bangsa* klean ya, sakit perut aku" Ucap Zara yang sudah berhenti tertawa lalu terduduk.
Kriing…kriing…kriing…
"Udah bel tuh yuk baris, nanti dihukum" Ucap Ibi yang sudah berada didepan Zara, Hendri, dan Naser.
"Yuk lah"
Lalu mereka mulai masuk kebarisan kelas 10 Tikom 1 untuk melaksanakan upacara.
Skip Istirahat.
Sekarang mereka semua sudah ada di kantin sekolah bersama teman-teman yang lainnya.
"Eh aku akhir-akhir ini kok merasa ada yang ngikutin kemanapun aku pergi, kalian merasa gk?" Tanya Zara.
"Iya sih, aku pikir aku doang yang ngerasa kek gitu, kek ada penguntit gitu ya, tapi siapa yang menguntit" Ucap Hendri.
"Ntahlah, asal aku lihat sekeliling nggak ada orang, aneh ya" Ucap Zara lalu menyeruput es tehnya.
"Yaudah sekarang kita selalu waspada aja, jangan pernah lepas alat pelacak ya, dan juga hp jangan dimatikan, kalau ada apa-apa langsung hubungin minta bantuan" Saran Naser.
"Wokeh bang" Ucap Zara dkk(- Naser) berbarengan.
"Ngomongin apa sih kalian, seru amat keknya" Ucap Zizi.
"Eh iya, kita nimbrung dong, masa ngobrol gak ngajak-ngajak!!" Ucap Serli dengan keras dan semua perhatian jatuh kepada Zara dkk.
"Lu ya Ser cantik-cantik tapi hobinya bikin malu" Sungut Keyram
"Tau nih Serli" Ucap Nisa.
"Udah deh kok jadi ribut, mending kelen bahas hal yang berfaedah dikit daripada ribut" Ucap Lian menengahi.
"Nggak kok kami tadi cuman bahas hal gk penting, iya gk penting" Ucap Zara ragu-ragu.
"Jangan tipu loh, ga baik" Ucap Ara.
"Iya loh gk tipu"
"Udah deh masuk kelas aja yuk, bentar lagi bel masuk nih, kita ngobrolnya di kelas aja" Ajak Reza.
"Yaudah hayyuk"
Lalu semua anak kelas 10 Tikom 1 memasuki kelasnya, dan mereka mengobrol sambil bercanda ria dikelas, sampai guru masuk kekelas dan memulai kegiatan ***.
////////////////////////////////////
...Yo guys akhirnya aku bisa upload, yamaap lama karena baru ini aku sempat nulis, kemaren-kemaren sibuk ujian abis ujian langsung daring lagi hadeh. Nanti juga aku mau ujian lagi, banyak banget keknya ujiannya, gk dikasih keringanan gitu hiks:,(. Dah lah....
...Yaudah pencet likenya ya UvU...