
Pagi Harinya
Di Rumah Hendri
"Hoaaam, wah udah pagi, mending mandi abis tuh Sholat dulu" Hendri bangkit dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.
Skip
Selesai mandi Hendri menelpon Ridwan agar mereka tau nanti harus datang kemana.
Tuuut tuuut tuuut.
📱
"Halo om, kami harus datang kemana?" Tanya Hendri di telpon.
"Kalian datang kejalan xx, bawa mobil kalian, kunci mobil sudah ada di dalam mobil masing masing" Perintah Ridwan.
"Oke om, klo gitu langsung saya kabarin yang lain" Ucap Hendri
"Jangan lupa bawa seragam yang semalem, diberikan kepada kalian, oke" Ridwan memberi tahu.
"Oke siap" Ucap Hendri.
Off
"Kabarin lah 3 makhluk itu" Hendri membuka hpnya dan mengetikkan sesuatu di grup Wa mereka.
📱
Grup Wa.
"p"
"We kumpul di Basecamp, sekarang" Hendri.
"Ada apa kok kayaknya mendadak gitu" Ibi.
"Udah gausah banyak cincong, bawa mobil yang semalem di kasih om Lucas, kunci sudah ada di dalam mobil masing masing" Hendri.
"Pake mobil? Haruskah?" Ibi.
"Iya, dan jangan lupa bawa seragam yang semalem di kasih ya" Hendri.
"Tapi kita belum punya SIM loh" Zara.
"Udah gk papa bawa aja" Hendri.
"Oke lah Hen otw" Ibi.
"2" Zara.
"3" Naser.
Lalu Zara dkk langsung bergegas menuju Basecamp dulu, agar mereka sama sama menunju lokasi yg di peritahkan.
Mobil Zara
Mobil Naser
Mobil Hendri
Mobil Ibi
(Gambar diatas hanya sebagai pemanis).
BaseCamp Zara dkk
"Kita emang disuruh ngapain Hen?" Tanya Zara tanpa basa basi.
"Semalem aku di telfon om Ridwan, kita disuruh dateng kemarkas nya The Blue Dimaond, jadi hari ini kita disuruh datang ke jalan xx" Hendri memberitahu.
"Yaudah tunggu apalagi, ayo!!" Zara langsung menuju mobilnya, diikuti yang lain langsung masuk ke mobil masing masing dan menjalankannya.
Skip di Markas The Blue Diamond.
"Udah kamu kerjakan apa yang saya suruh, semalem?" Tanya Lucas kepada Ridwan.
"Sudah bos, mungkin mereka lagi di dalam perjalanan kemari" Ucap Ridwan dan diangguki oleh Lucas.
Sesampainya Zara dkk di markas The Blue Diamond. Markas ini adalah mansion yang sangat besar bak Istana (Memang istana pun), tempat ini adalah Markas pusat kelompok The Blue Diamond yang Lucas rancang sendiri.
Melihat ada 4 mobil mendekati gerbang, penjaga gerbang langsung membukakan gerbang, karena mereka sudah tau yang datang adalah wakil pemimpim mereka. Setelah mobil Zara dkk memasuki area mansion, seluruh orang orang yang ada di mansion langsung membungkuk hormat.
"Wah besar sekali mansion nya ya we" Zara berdecak kagum.
"Iya udah kayak Istana sih ini" Sambung Ibi.
"Eh kalian sudah sampai, ayo langsung temuin bos, dia sudah menunggu dari tadi" Ridwan tiba tiba datang langsung menyambut Zara dkk.
Zara dkk lantas mengikuti Ridwan yang memberitahu dimana letak ruangan Lucas. Sampailah mereka di lantai 5 Mansion itu, di sebuah ruangan yang seperti ruangan kerja yang cukup besar. Sudah duduk seseorang pria yang ternyata adalah Lucas Alexander.
"Ini bos, mereka sudah sampai" Ucap Ridwan kepada bosnya.
"Sini kalian duduk, dan kau keluar dulu dari ruangan saya" Perintah Lucas dan Ridwan pun langsung keluar dari ruangan tersebut.
"Ada apa om menyuruh kami kesini? apa ada tugas?" Zara langsung bertanya pada Lucas.
"Saya ada misi pertama untuk kalian, saya harap kalian bisa menyelesaikannya dengan baik" Lucas memberitahu maksudnya menyuruh Zara dkk datang.
"Bisa om, kami pasti bisa menyelesaikannya" Naser menyanggupi.
"Iya om, beritahu aja apa misinya" Sambung Ibi bersemangat.
"Bagus, itu baru wakil saya" Ucap Lucas senang.
"Dalam menjalankan misi, kalian menggunakan nama samaran, nama kalian sesuai warna topeng yang kalian gunakan, paham?" Tanya Lucas.
Nb: Warna topeng Zara itu kuning, Hendri Blue, Ibi hijau, dan Naser Merah.
"Paham" Ucap Zara dkk serentak.
"Bagus, jadi misi pertama kalian adalah menyelamatkan anak keluarga Aditama yang disekap oleh musuh keluarga itu" Lucas memjelaskan misi pertama Zara dkk.
"Kalian pakai baju dan topeng yang saya berikan semalem, ambil senjata yang kalian butuhkan di ruang senjata, paham?" Ucap Lucas menjelaskan panjang lebar.
"Paham" Zara dkk serentak.
"Oke bagus, sekarang laksanakan misi pertama kalian, kalian akan pergi bersama beberapa anggota" Perintah Lucas.
"Siap bos" Ucap Zara dkk lagi serentak sambil memperagakan hormat bendera.
"Dasar anak anak" Ucap Lucas.
Zara dkk pun sudah siap berganti pakaian dan membawa perlengkapan masing masing. Zara yang membawa 2 pistol kesayanganya dan 1 buah pisau lipat, Naser yang membawa sniper, Hendri yang membawa samurai canggih yang bisa menjadi kecil, Ibi yang membawa bom asap untuk mengelabui musuh.
Mereka semua sudah siap dengan perlengkapan yang dibawa, dan langsung menuju lokasi menggunakan mobil masing masing mengikuti 10 anggota yang ada di depan.
Sesampainya di lokasi, mereka bersama 10 anggota langsung mengambil posisi aman untuk melakukan penyerangan. Zara dkk bersembunyi di semak semak yang ada di sekitar pabrik itu.
"Green, Red, Blue, kita harus membuat strategi untuk menyerang mereka itu, lihatlah mereka terlalu banyak" Ucao Zara memanggil temanya menggunakan nama samaran.
"Jadi gini, kita menyerang dari bla bla bla" Zara menjelaskan panjang lebar apa rencananya itu dengan menggambar diatas tanah menggunakan kayu untuk menjelaskan maksudnya.
"Bagus Yellow, ayo kita laksanakan" Ucap Ibi dan mereka semua mengambil posisi masing masing.
Naser menghabiskan semua mafia yang berjaga di berbagai pintu masuk dengan menggunakan
Sniper dengan peredam suara agar tidak terdengar suara tembakan.
Zara dkk langsung masuk kedalam dan mengambil posisi masing masing, Zara yang bersembunyi di balik tong menghindar dari musuh yang ada didalam. Naser dan Ibi naik ke atas langit langit gudang itu yang ada kayu papan cukup kuat disana untuk bersembunyi dari musuh. Hendri bersama 10 anggotanya menunggu intruksi untuk masuk kedalam.
"Green kau lempar bom asap, agar mereka kalang kabu" Perintah Zara.
"Woke" Ucap Ibi. Ibi langsung melempar 3 bom asap memancing para musuh agar keluar, dan benar saja keadaan langsung berubah kacau.
"Ada penyusup, cepat cari" Ucap kelompok musuh dan langsung kalang kabut mencari si pelaku.
Tanpa banyak cek cok Zara langsung menyerbu orang orang itu memggunakan senjatanya. Ia memukul, menendang, menembak anggota musuh dan dibantu Naser sebagai penembak jitu.
Bakhh
Bukh
Brakkh
Buakhh
Dor dor
Sreset
"Red tembak arah jarum jam sekitar 70 derajat" Zara melihat ada seorang bersembunyi di atas juga ingin menembak Naser dan Ibi.
Naser langsung reflek mengarahkan snipernya karah 70 derajat jarum jam, dan benar saja memang ada seseorang yang lagi membidik sniper kearah mereka.
Dooorrr
Orang itu langsung jatuh kebawah karena terkena tembakan Naser.
"Blue bawa anggota kita, lawan sudah tidak banyak lagi" Perintah Zara pada Hendri dan Hendri langsung menyerbu musuh menggunakan 10 anggota yang mereka bawa.
Buaghh
Bughh
Dorr dorr dorr
Sret
Srak
Dorr
Brakkh.
Keadaan sangat kacau balau, banyak orang orang berjatuhan tapi tidak sampai mati, hanya luka luka saja dan pasti masuk UGD nantinya. Karena Zara dkk tidak ingin membunuh orang.
Dalam waktu 10 menit musuh musuh sudah ambruk tidak berdaya, dan Zara dkk langsung masuk ke tempat penyekapan yang ada di sebuah ruangan.
Braakkk
"Woi sialan, lepaskan anak itu!!" Zara masuk menendang pintu membuat pintu itu rusak dan meneriaki si penculik.
"Hei siapa kalian, berani beraninya kalian masuk kemari. Hei tangkap anak anak ini kemana kalian semua!!" Teriak orang itu mencoba memanggil temanya.
"Hei kakak, curut curut itu sudah tergeletak tidak berdaya disana, lihatlah betapa menyedihkannya mereka" Ucap Ibi sambil menunjuk sekumpulan orang orang yang sudah tidak berdaya.
"Hahah, benar tuh Green, menyedihkan sekali, ckck" Ucap Naser dengan nada mengejek.
Orang itu yang melihat teman temannya sudah kalah semua pun gemetar ketakutan.
"Kalian jangan mendekat, atau kepala anak ini saya tembak" Dia mengancam Zara dkk untuk tidak mendekat dengan menggunakan anak dari keluarga Aditama itu sebagai tameng.
"Hiks hiks, kak tolong saya hiks" Anak kecil itu menangis.
"Diam kamu" Ucap orang yang menyekapnya itu.
Zara yang geram pun tidak peduli dengan ancaman itu, dia maju mendekat ke Anak yang di sekap itu.
"Hei kamu jangan maju, atau saya tembak!!" Ancamnya dengan pistolnya yang sudah di kepala anak itu.
Satu
Dua
Tiga
DOORRR
Tidak tau siapa yang menembak deluam, Zara atau si penculik itu. Siapa kira kira?
////////////////////////////////
Oke sampe sini dulu ya teman teman.
Jangan lupa Like, komen, Vote ya biar aku semangat nulisnya U < U
Kasih kritik dan Saran ya, agar aku bisa lebih baik lagi😊.
See you guys.