
Naser dkk sudah sampai ke markas, langsung disambut oleh Wila dan Zara digendong salah satu anggotanya. Zara langsung dibawa ke ruangan rawat.
"Adik-adik tunggu disini ya, kakak akan berusaha mengobatinnya" Wila menenangkan Naser dkk yang merasa cemas.
"Iya kak" Jawab Naser singkat.
Willa pun masuk ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tangan Zara.
Setelah 2 jam operasi sudah berjalan, akhirnya Willa keluar dari ruang operasi, ia langsung dihujani pertanyaan oleh Naser dkk.
"Bagaimana keadaan Zara kak?" Tanya Naser khawatir.
"Zara tidak papa kan kak?" Tanya Ibi juga sama khawatirnya.
"Dia baik-baik saja kan kak" Tanya Hendri juga.
"Kalian tenang, dek Zara tidak apa-apa, peluru yang bersarang ditanganya sudah kakak keluarkan, sekarang dia sedang istirahat karena efek obat bius. kalian boleh menjenguknya, tapi jangan berisik ya" Ucap Willa menjelaskan panjang lebar.
"Syukurlah Zara tidak papa, kapan Zara bisa pulang kak?" Tanya Naser lagi.
"Besok sudah bisa, tapi dia harus istirahat dulu, jangan banyak gerak dulu" Ucap Willa.
"Oke terimaksih ya kak, yok we kita masuk" Ucap Ibi lalu dia masuk ke ruang rawat Zara, diikuti yang lainya.
"We kabarin orang tua kita, sekalian kabarin orang tua Zara juga, bilang aja kita nginap di basecamp" Ucap Hendri.
"Wokeh" Ucap Naser dan Ibi serentak.
Lalu Naser dkk menghubungi orang tuanya masing-masing untuk memberi kabar, dan juga Naser mwngabari orang tua Zara.
......🔫🔫🔫......
Sekarang Zara dan temanya sedang berdebat, karena Zara merengek mau sekolah, dia bosan ditempat itu karena kerjaanya hanya tiduran, tapi Naser dkk tidak mengijinkan.
"Aku mau sekolah!!" Teriak Zara.
"Zara jangan dulu, kan tanganya masih sakit" Bujuk Hendri.
"Nanti aja ya Zara sekolahnya, kalo tangannya udah sembuh" Ucap Hendri juga.
"Iya Ra nanti makin parah loh" Ucap Ibi.
"Gak pokoknya aku mau sekolah, aku udah gk papa kok, kan yg kena tangan kiri" Ucap Zara keras kepala.
"Gk boleh" Tegas Hendri.
"Bang Naseeer, Zara mau sekolaah, Zara gamau disini boseen" Rengek Zara sudah seperti anak kecil.
"Zara nanti makin parah tangannya" Ucap Naser lembut.
"Tapi aku mau sekolah hiks…hiks…" Ucap Zara sambil menangis.
"Eh, kok nangis, jangan nangis dong" Ucap Ibi panik.
"Huaaa…, tapi aku mau sekolah, hiks pokoknya Zara mau sekolah hiks…hiks…" Zara semakin keras menangisnya.
Naser dkk kelabakan karena Zara nangis, mereka bingung gimana supaya Zara berhenti menangis.
Inilah sisi lain Zara, kalo sudah begini dia akan menjadi manja dan cengeng kalo permintaanya ga diturutin, alhasil seketika Naser dkk berubah menjadi seperti abang kandungnya yang menghibur adiknya yang menangis. Beda sekali ketika dia lagi diluar, dia akan menjadi sangat dingin sikapnya, tidak ada manja-manjanya sama sekali
Seperti sekarang, Naser lagi menggendong Zara ala-ala koala, dan memperlakukanya seperti bayi, memang tubuh Zara masih kecil, umurnya saja masih 12 tahun.
"Cup cup cup, oke oke Zara boleh sekolah, tapi gaboleh lasak ya, nanti jahitanya terbuka" Akhirnya Naser pasrah, memang Zara keras kepala.
"Hiks beneran kan bang? Zara boleh sekolah?" Tanya Zara sedikit sesegukan dan menampilkan puppy eyesnya.
"Iya Zara boleh sekolah" Ucap Hendri.
"Horeee, makasih abang" Zara teriak senang.
'Imutnyaa' Batin Naser dkk.
"Yaudah sekarang Zara siap-siap ya, kami tunggu dibawah" Ucap Ibi.
"Okee"
Skip di sekolah.
Zara dkk sudah sampai di sekolah, Zara satu mobil dengan Hendri karena dia tidak bisa nyetir sendiri, dan ekspresi wajahnya sudah berubah datar lagi seperti biasanya.
"Jijik Ser, jangan panggil sayang" Ucap Zara tak suka panggilan Serli.
"Yaudah aku panggil Baby Zara aja ya, kan mukamu imut kayak bayi" Ucap Serli sambil mencubit pipi Zara.
"Najis" Ucap Zara dingin.
"Lu sih Ser udah tau Zara dingin kek gitu, malah lu panggil sayang" Ucap Keyla.
"Ho'oh, tau nih Serli" Sambung Keyra.
"Iya-iya maaf deh Baby Za, jadi aku panggil Baby Za aja" Ucap Serli dan itu membuat Zara kesal
Zara yang sudah kesal, langsung berjalan melewati Serli dengan muka datarnya, sudah dipastikan dia kesal saat ini.
"Mantep jugak panggilan mu untuk Zara, aku juga panggil Baby Za juga kali ya" Ucap Naser.
"Iya-iya, Zara kan masih kayak Bayi, tadi pagi aja merengek macem Bayi" Ucap Ibi yang mengingat kejadian tadi pagi.
"Ha? emang Zara bisa manja juga? aku baru tau orang dingin kayak gitu bisa manja" Ucap Keyla terkejut.n
"Ih pasti imut deh klo Zara menja gitu" Sambung Serli.
"Zara itu sebenarnya cengeng, manja, keras kepala. Percis deh kayak bayi pokoknya. sama orang lain aja dia dingin kek kutub" Ucap Hendri menjelaskan.
"Kita-kita juga sebenarnya dingin kek Zara, tapi kita mencoba untuk gk bersikap dingin sama kalian semua" Ucap Naser dengan nada datar.
"Oh gitu ya, penasaran deh liat Zara manja, lagi nangis itu kekmana, pasti imut banget. Gak kayak sekarang sikapnya dingin" Keyra membayangkan Zara.
"Iya kalian berusahalah, mungkin lama-kelamaan dia akan luluh" Ucap Hendri.
"Yaudah yuk kita masuk kelas" Ajak Ibi. Lalu mereka semua masuk ke kelasnya.
"HALO EVERYBODY, SERLI YANG CANTIK INI DATANG MEMBAWA KEBAHAGIAAN, MANAA RED CARPETNYA" Teriak Serli ketika memasuki kelasnya, membuat seisi kelas menutup telinga mereka.
"Serli jangan teriaak ini hutan bukan kelas" Ucap Syifa ngawur.
"Terbalik Fa, ini kelas bukan hutan" Ara mengingatkan.
"Eh Syifa sayang, belom pernah kena tampol ya" Arum gemas.
"Gausah panggil gw sayang, jijik gw" Syifa bergidik ngeri.
"Lebay lo Fa" Ucap Ayu.
"We aku ada sesuatu yang menarik nih, mau tau ga kalian?" Tanya Serli.
"Apaan tuh, mau tau lah" Reza Kepo.
"Iya iya kasih tau lah Ser" Nisa ikut nimbrung.
"Aku ada panggilan baru khusus buat Zara, kita panggil dia dengan panggilan itu aja, lucu loh panggilannya" Jelas Serli.
"Nah aku setuju tuh, kita buat panggilan khusus buat dek Zara" Ucap Ela setuju.
"Kalian juga harus mau ya we" Ucap Keyla juga.
"Oke aman" Ucap anak-anak 10 Tikom 1 serentak.
"Nama panggilanya Baby Za aja, kan mukak Zara kek bayi tuh imut, cocok kan nama panggilanya" Ucap Serli memberitahu.
"Ha iya, cocok banget malah" Ucap Lian menyukai itu.
"Lah hahaha, Baby Za cocok lah" Ucap Reyhan.
"Okelah gw panggil Baby Za juga lah" Ucap Zizi juga.
Semua sepakat memanggil Zara dengan sebutan Baby Za, karena menurut mereka itu sangat cocok denganya.
Sedangkan Zara yang digosipin malah tidak peduli dan tetap diam menyimak pembicaraan teman-temanya itu.
'Baby Za ya? hmm' Ucap Zara dalam hatinya.
Dan obrolan mereka berhenti karena guru sudah masuk kekelas untuk melaksanakan KBM.
////////////////////////////////////
...Like, komen and Vote ya please🤗....