The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Marah



"Eh Ra lu kok tadi gk masuk kelas? aku kira lu ga sekolah tadi, eh tau-tau udah ada dikantin aja" Ucap Serli yg sudah sampai dikantin dan duduk disebelah Zara yg sedang menyeruput es teh manis nya.


"Tadi aku telat, di tengah jalan dihadang sama preman gajelas, mau nangkep aku kata mereka, yaudah aku lawan dong daripada aku yg dibawa sama mereka mending mereka yg kubuat babak belur" Zara menjelaskan kejadian yang menimpannya tadi.


"Lu tadi berantem Ra, trus Lu gapapakan? siapa mereka yg ngeroyok Lu biar kita hajar, beraninya ama anak kecil anj*ng" Emosi Naser ketika mengetahui apa yg terjadi pada Zara.


"Udah gk papa, aku cuman luka sedikit ditangan kok, tadi diobati di uks, dan yg ngeroyok aku mungkin udah masuk rumah sakit aku hajar tadi" Ucap Zara menjelaskan lalu melanjutkan makannya yg tertunda.


"Maafin kita ya Ra gk berangkat sama, aku pikir tadi lu udah berangkat bareng salah satu dari kita, eh ternyata gadak yg berangkat bareng lu" Ucap Hendri merasa bersalah.


"Udahlah gapapa, dah sana kelen pesen makan" Suruh Zara.


Yang lain pun hanya mengangguk saja, lalu mereka duduk di kursi yg tersedia, dan salah satu dari mereka memesan makanan.


Mereka makan seperti biasanya, selesai makan mereka berbincang-bincang santai sesekali tertawa bersama, tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama ketika ada sekelompok kakak kelas mengganggu mereka.


Yang mengganggu mereka itu ternyata kakak kelas dari kelas 11 Akutansi 2. Salah satu deretan kelas yg berisi anak-anak jenius, kepintaran mereka tidak bisa diragukan lagi, rata-rata isinya adalah perempuan, tapi mereka juga sombong karena juga orangtua mereka rata-rata kaya.(Yang kaya orang tuanya yg belagu anaknya, emang begitu kodrat manusia).


Braaak.


"Hei kalian!!" Ucap salah satu yg bername tag Jesika itu sambil menggebrak meja.


'Hmm please deh jangan ganggu dulu, temen gw modnya lagi jelek' Batin Keyla.


'Hadeh cari mati ya' Batin Isran.


"Ada apa kak?" Tanya Reza sopan padahal dalam hatinya ingin sekali dia mengumpat, tapi dia masih mencoba menghormati orang yg lebih tua.


"Gausah sok sopan deh lu!!" Ucap seorang yang bername tag dewi.


"Heh temen gw udah berusaha sopan, lu jangan ngelunjak!!" Ucap Zizi kasar karena mulai kesal.


"Oooh jadi kalian ya, adek kelas yang sok pintar itu? ini guys orang-orang sok pintar, anak beasiswa aja kalian belagu" Ucap Jesika dengan sombong.


Memang kelas 10 Tikom 1 tidak mau mengumbar identitas mereka, padahal orangtua mereka juga bukan orang miskin, mereka hanya tampil sederhana dan bukan berarti mereka miskin, bahkan kelas 10 Tikom 1 semua sudah punya bisnis sendiri walaupun mereka belum lulus sekolah.


Zara sedari tadi hanya diam, dia berusaha menekan amarahnya untuk tidak meluap-luap, karena bisa saja menghancurkan seisi kantin karena kesal.


Naser dkk dan teman-temannya yg lain bukan takut dengan kakak kelas itu, tapi hanya takut kalau Zara emang benar-benar marah, mereka sedari tadi memperhatikan Zara yang hanya menutup matanya dan menyilangkan tanganya di dada. Naser dkk tau betul dia sedang menahan emosinya.


Ada sesuatu hal yg membuat mod Zara memburuk sejak pagi, dari mulai ia terlambat bangun, dihadang oleh preman di tengah jalan, dan tangannya terluka. Tapi bukan itu yg paling membuat modnya memburuk tapi dia mendapatkan pesan yg membuatnya naik pitam dari orang tidak dikenal, dan sekarang kakak kelas ini malah ingin cari mati.


"Kalian pikir sudah hebat kali kalian, mentang-mentang kalian murid-murid paling pintar saat ini, palingan prestasi kalian prestasi palsu" Ucap salah satu dari mereka dengan nada mengejek.


"Iya jangan sok pintar deh, kalian tidak ada apa-apanya dibanding kami" Tambah yg lainnya.


"Oh jadi kakak-kakak semua ini melabrak kami karena takut kami akan menyaingi kalian begitu, takut kalau prestasi kalian menurun gara-gara kami, hmm" Balas Ayu santai.


"Nggak lah, ngapain juga kami takut, kalian juga gak akan bisa menyaingi kami" Ucap yg bernametag Tasya dengan tergagap.


"Lah jadi ngapain kalian kesini kayak orang ngajak ribut" Ucap Ara.


"Iya cabut sana kalian, sebelum masalah menimpa kalian" Tambah Syifa.


"Eh diem deh kalian, masih adek kelas juga udah belagu, sok kecantikan lagi" Sinis Dewi.


Seisi kantin hanya menonton perdebatan mereka, dan kebetulan jam istirahat dilamakan karena guru-guru sedang membahas sesuatu, dan tidak sedikit pula yg merekam kejadian itu.


Tiba-tiba datanglah pengerusuh lagi dan juga ikut memanas-manasin keadaan, siapa lagi kalau bukan Sella dkk.


"Iya emang mereka ini perlu dikasih pelajaran biar gak sok mereka sebagai adik kelas" kompor Sella.


"Iya bener banget tuh kata Sela" Tambah Azura ikut-ikutan.


"Heh kalian hama, gausah manas-manasin keadaan deh, mending kalian pergi!!" Ucap Keyra dengan nada tinggi.


"Oh kalian takut?" Kompor Belen.


"Enggak kami cuman kasihan sama kalian nanti, mending kalian pergi sebelum Queennya ngamuk" Ucap Keyra mencoba lembut.


Plak…


Satu tamparan mendarat dipipi Keyra.


"Lo apa-apaan seenaknya nampar anak orang!! pergi gk kelen anj*ng" Reyhan sedari tadi diam mulai emosi.


"Ban*ke kelen ya, pergi gk sebelum gw pukul!!" Ucap Lian.


Bugh


Bugh


"Sopan lo sama kakak kelas!!"


"Heh, binat*ng kayak kalian mana ngerti bahasa manusia, sedari tadi temen-temen saya sudah bilang PERGI, tapi binat*ang2 ini gk paham bahasa, tiba-tiba Lo lo pada nonjok teman saya" Ucap Naser dingin, dan juga emosinya sudah naik ke ubun-ubun.


"Kalian ingin merasakan neraka di dunia?" Ucap Naser berbisik.


"Nih cewek satu ngapa diem aja daritadi? Takut? Klo kakak kelas ngomong tuh diliat jangan diem aja kek orang tolol, gadak sopan-sopannya. pasti orangtuanya gapernah ngajarin" Ucap Jesika pada Zara sambil menghina.


Cukup sudah pertahanan Zara, mereka sudah sangat keterlaluan karena sudah menyinggung orang tuanya. Matanya coklat gelapnya terbuka, dan hanya ada tatapan dingin plus datar yang menusuk, siapa saja yang ditatapnya pasti merasa ketakutan.


Braakkhh.


Dia menendang meja dihadapanya hingga meja itu terbalik dengan mudahnya.


"Kau bilang apatadi?" Ucap Zara tenang namun dingin pada jesika.


"Saya tidak pernah diajarkan orangtua saya?" Ucap Zara lagi dengan dingin, dia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


Seketika orang-orang yg berada dikantin merasa ketakutan.


"Kalian tau tidak? jika saya marah…" Zara menjeda kalimatnya dan dia mengeluarkan pistolnya dari bajunya kemudian mengelapnya " Jangan pernah memprovokasiku"


DOORR


DOORR


Zara menembak kaki 2 orang yg sudah memukul Reyhan dan Lian tadi, Lalu dia menendang Jesika karena sudah menampar Keyra hingga dia berlutut didepannya


"Karena hanya ada 2 kemungkinan hal yg terjadi" ucap Zara lalu dia memandang orang-orang yang sudah mengganggunya dan teman-temannya.


"Kau masuk rumah sakit dan tidak bisa berbuat apapun lagi, yg kedua kau masuk ke Neraka" Seketika perkataan Zara membuat semua yang berada sana seperti ingin mati ketakutan.


"Bangun" Ucap Zara kepada 2 orang yg ditembakknya tadi.


Buggh


Buugh


Buakkh


Buaggkkh


Brugh


Brakkhh


Buugh


Zarapun memukuli Jesika, Dewi, dan 2 orang lelaki itu habis-habisan hingga pingsan, dipastikan mereka masuk rumah sakit.


"Bawa teman kalian, sebelum saya membunuhnya, Saya masih berbaik hati tidak membuat mereka lumpuh" Ucapnya dingin dan memandang datar para pengerusuh itu.


"BUBARR!!" Bentak Zara.


Tanpa babibu mereka membubarkan diri karena takut menjadi target selanjutnya.


"Kelas" Tanpa banyak omong Zara berjalan menuju kelasnya diikuti semua temannya.


'Aku bersumpah tidak akan membuat Zara marah'


'Akan kucatat baik-baik, jangan pernah memprovokasi Zara'


'Mati gak ya tuh orang'


'Jangan pernah membangunkan kucing kecil, karena dia bisa menjadi iblis'


'Hal yang tidak boleh dilakukan didunia ini, ialah membuat Zara marah'


Batin teman-temannya sambil bergidik ngeri atas kejadian yg barusan terjadi.


////////////////////////////////////


...Maaf aku baru update. Aku ujian lagi dan ini baru selesai TvT...