The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Zara Pulang



Note: Baca episode sebelumnya biar gk lupa ya😊.


...Happy Reading....


Dirumah Zara.


Naser, Ibi, dan Hendri serta kedua orang tua Zara sedang berkumpul di ruang keluarga.


Mereka masih menghawatirkan Zara yang sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda keberadaanya.


"Kelen emang beneran gak ada nemuim tanda-tanda keberadaan Zara?" Tanya Naser.


"Enggak." Serentak Hendri dan Ibi.


"Aish bagaimana ini, siapa sih sebenarnya orang itu, pasti mereka orang yang sangat berkuasa." Ucap Naser frustasi.


"Iya, mereka sangat rapi menyembunyikan Zara, dan saat waktu penculikan tidak menemukan jejak apapun." Timpal Hendri yang sama frustasinya dengan Naser.


"Iya kecuali 2 benda yany kita temukan itu, selainnya tidak ada, dan 2 benda itupun tidak berguna sama sekali, argggh." Ucap Ibi mengacak rambutnya asal.


"Bagimana ini mas, Zara kita belum ketemu sampai sekarang." Ucap Ibu Zara khawatir.


Sedangkan Ayah Zara hanya diam saja, dia sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya takut.


'Apa mereka sudah tau kalau Zara anakku? tapi bagaimana mereka tau? aku tahu keluarga besarku itu bukanlah keluarga sembarangan, bagaimana ini?' Batin Ayah Zara.


'Tidak, tidak, semoga itu bukan mereka, ini akan sangat berbahaya dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi.' Batinnya lagi.


"Kenapa mas?" Tanya Ibu Zara.


"Gk papa, mas cuman khawatir sama Zara, semoga dia tidak kenapa-napa." Bohong Ayah Zara.


"Iya semoga."


Ting nong.


"Iya sebentar." Ucap Ibu Zara mendengar seseorang menekan bel rumah mereka.


Ceklek


"YAAMPUN ZARA." Teriaknya histeris ketika melihat anaknya(Zara) Tergeletak didepan rumah dengan keadaan tak sadarkan diri.


"Ada apa ma?" Tanya Ayah Zara panik.


"Iya kena b-, eh ZARA!" Teriak Naser dkk.


"Sudah, kita bawa dulu Zara kekamar, mas tolong bawa Zara kekamar, sepertinya Zara terpengaruh obat bius." Ucap Ibunya Zara.


Ayah Zarapun mengangguk lalu menggendong putrinya itu sampai kekamarnya yang berada dilantai 2.


Sesampainya dikamar, Ayah Zara meletakkan Zara dikasur dengan perlahan seperti benda yang sangat berharga.


"Kok Zara bisa didepan rumah buk? siapa tadi yang mengantarkan Zara?" Tanya Hendri.


"Ibuk juga gk tau, tadi pas ibuk membuka pintu, sudah tidak ada siapa-siapa didepan rumah tapi hanya ada Zara yang tertidur dilantai." Ucap Ibu Zara menjelaskan.


"Lihat we, Zara tidak lecet sedikitpun, itu artinya orang itu tidak bermaksud melukai Zara tapi ada maksud lain." Ucap Ibi sambil menunjuk Zara.


Tidak lama setelah itu, Zara tersadar dari tidurnya.


"Engghh." lenguhnya lalu dia terduduk dan bersender di tempat tidurnya.


"Zara udah sadar mas, Zara mau apa? ada yang sakit? mau minum? biar mama ambilin." Tanya Ibu Zara secara beruntun ketika melihat Zara sadar.


"Mau minum." Ucap Zara dengan suara serak.


Zara menerima air itu lalu meneguknya kasar.


"Ayah." Panggil Zara pada ayahnya.


"Iya Zara ayah disini, Zara mau apa?" Ucap ayahnya langsung membawa Zara ke pelukanya, Zara pun membalas pelukan ayahnya dan membenamkan kepalanya di dada bidang ayahnya.


"Aku takut Ayah." Ucap Zara dengan pelan.


"Takut kenapa? bilang sama Ayah." Ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak Zara.


"Wanita itu, dia... membunuh seseorang dengan mudahnya Ayah hanya karena Zara gak mau makan." Ucap Zara mengadu.


"Dia ada nyakitin kamu?" Tanya Ayah Zara.


"Nggak Ayah, tapi dia jahat, dia membunuh orang dengan mudahnya." Ucap Zara.


"Zara, kamu melihat sesuatu apa gitu, dari mereka yang menyekapmu?" Tanya naser.


"Ada, pelayan dan bodyguard di sana memakai lencana yang terselip di baju mereka, bergambar harimau dengan inisial NA." Ucap Zara.


Ya, Zara melihat lencana itu, setiap orang yang bekerja di mansion itu pasti menggunakan lencana itu.


"Seperti ini?" Tanya Ibi.


"Iya kayak gitu." Ucap Zara.


Degh


'Tidak salah lagi, itu adalah mereka, mereka sudah mengetahui kalau Zara anakku, aku tidak akan membiarkan mereka mengambil Zara dariku, tidak akan.' Batin Ayah Zara.


NA, adalah lambang keluarga Nandana, termasuk keluarga yang sangat berpengaruh didunia. Setiap keluarga yang berpengaruh pasti mempunyai lencana untuk mengetahui identitas mereka.


Orang biasa tidak akan tahu itu, yang tahu hanya orang-orang yang berpengaruh juga dan petinggi-petinggi setiap negara.


Dan keluarga Nandana adalah salah satu dari keluarga terkaya di dunia, ya Ayah Zara ini bukanlah dari keluarga biasa-biasa saja.


Oke back to topik.


"Udah ya Zara istirahat saja, kamu masih capek kan abis diculik." Ucap Ayah Zara.


"Iya ayah, Zara mau tidur sama Ayah sama Mama jugak, boleh ya." Ucap Zara dengan mengeluarkan puppy eyesnya.


"Boleh dong, apa yang gaboleh untuk anak ayah satu-satunya ini." Ucap Ayahnya dan mencubit pipi Zara.


"Gemes banget sih anak Mama.".Ucap mamanya dan mencium gemas pipi Zara.


"Yaudah om, kalau gitu kami pulang dulu ya om." Pamit Naser mewakili.


"Iya, kalian hati-hati ya, terimakasih sudah mau repot-repot mencari Zara." Ucap Ayah Zara.


"Itu sudah kewajiban kami om." Ucap Hendri.


"Yaudah Assamualaikum om tante, kami pulang." Ucap Ibi.


"Waalaikumsalam." Ucap kedua orang tua Zara serentak.


Naser dkk, pulang kerumahnya masing-masing karena sudah larut malam, dan Zara dia sudah tidur kembali di pelukan Ayahnya.


///////////////////////////////////////////


...Oke man teman, sampe sini dulu ya. Maaf kalau cuman dikit😁. Like, komen, vote, and klik favorit ya😊....