
Disinilah lah sekarang Zara, tidur dengan kasurnya yang nyaman, dengan selimut menutupi seluruh badannya, sepertinya ia tidak mau beranjak dari kasurnya itu.
Ibunya Zara masuk ke kamarnya Zara dengan berkacak pinggang sambil geleng geleng kepala, melihat anaknya yang belum juga bangun juga dari tidurnya.
"Ya ampun anak gadis ini, belum juga bangun dari tadi" Ucap ibunya yang melihat putri satu satunya itu.
"Zara bangun nak, ini kan hari pertamamu sekolah nak" Ibunya membangunkan Zara sambil menggoyang - goyangnya tubuhnya.
"Emmm, bentar ma 5 menit lagi" Ucap Zara yang masih menutup matanya.
"Mangkanya siapa suruh abis sholat tidur lagi, kan jadi ngantuk lagi" Ucap Ibunya menaikkan satu oktaf suaranya.
"hmmm" Zara hanya berdehem dan malah semakin menaikkan selimutnya ingin melanjutkan tidurnya.
"ZARA BANGUUN, YA ALLAH NAK, CEPETAN INI UDAH JAM 06:30, BANGUUUN, kamu kan masuk jam 07:30 ZARAAAA!!" Kali ini Ibunya berteriak membangunkan anaknya itu.
"Iya iya Ma, ini Zara udah bangun" Zara langsung menuju lemari pakaian, mengambil seragam sekolahnya dan handuk untuk bersiap siap mandi.
Karena belum sepenuhnya nyawanya terkumpul, dia malah menabrak dinding di samping pintu kamar mandinya.
Brugh
"Ish, ini apa - apaan sih, kurang kerjaan banget naruh dinding disini, sakit kan jadinya" Gerutu Zara tidak jelas sambil memegang keningnya yang menabrak dinding.
"Heh, mangakanya jalan tuh pake mata, itu dinding dari zaman bahelula udah ada disitu, kok malah nyalahin dinding!!" Ibunya memarahi anaknya yang tidak jelas itu.
"Jalan ya pake kaki ma, kok pake mata" Zara membalas Ibunya sambil memasang muka cemberut.
"Ha iya iya, semerdeka mu aja lah Zara, udah cepetan sana mandi abis itu langsung turun sarapan" Perintah Ibunya.
"Iya" Ucap Zara dan dia pun masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.
Skip selesai sarapan.
Tin tin tin
"Eh itu temen Zara udah jemput, klo gitu Zara pamit ya Ma, Yah, Assalamualaikum" Zara mencium tangan orang tuanya, dan menyambar kunci mobilnya.
"Yuk berangkat" Ucap Zara. Lalu mereka pun melajukan mobil masing masung menuju ke sekolahnya.
Sesampainya di sekolah, mereka menuju tempat parkir sekolah untuk memarkirkan mobil mereka masing masing, tempat parkir itu cukup luas, namanya juga sekolah elit.
"Wah mobil siapa itu, gila bagus banget"
"Wah pasti holkay nih"
"Wah pasti anak - anak elit nih"
"Wah nambah lagi murid kelas atas di sekolah kita"
Zara dkk keluar dari mobil masing masing, langsung jadi pusat perhatian, semua murid - murid, baik murid baru atau kakak kelas, dan juga guru - guru yang kebetulan ada di sekitar sana juga melihat Zara dkk tanpa berkedip.
Gimana tidak, Zara dkk seperti Para Pangeran dan Putri, tau lah kan Wajah mereka yang Kegantengan dan Kecantikannya di atas rata rata, ditambah lagi keluar dari mobil - mobil yang hanya ada beberapa di Indonesia, dimanapun mereka berada pasti jadi pusat perhatian.
"Kyaaaa ganteng bangeet"
"Wah pasti jadi Mostwanted di sekolah kita nih"
"Kyaaaa nambah cecan bro"
"Yoi bro, malah imut banget lagi pengen tak. karungin"
"Widih cogan baru nih"
"Dek I Love You"
"Dek jadi pacar abang ya"
"Eh bukanya mereka yang lagi viral di yt itu gk sih"
"Eh iya iya yang berantem sama sekumpulan kakak kakak remaja itu kan"
"Eh iya bener mereka semalem sempat buka maskernya"
"Wah iya bener klean"
Begitulah bacotan penghuni sekolah yang melihat kehadiran Zara dkk, ditambah lagi akibat video mereka yang viral waktu di mall itu. Zara dkk yang dibacotin hanya menampilkan wajah datar meraka dan melewati kerumunan menuju kelas mereka.
"Elah jadi seleb mendadak lagi kita ya" Kata Naser sambil memandangi orang - orang yang mengerubungi mereka.
"Dah lah mending kita nyari kelas kita dimana, itu kita lihat di mading" Ucap Ibi sambil menunjuk mading sekolah.
"hmm" Zara hanya berdehem.
Zara dkk berjalan menuju mading sekolah, melihat dimana letak kelas mereka. Ternyata mereka berada di kelas 10 Tikom 1.
Sesampainya di kelas, mereka jadi pusat perhatian orang - orang yang ada di kelas itu, yang nantinya akan menjadi teman teman mereka.
"Eh ngappain anak SMP masuk sini"
"Gk salah kelas kan lo dek"
"Eh sejak kapan Pangeran masuk kelas kita we"
"Wah kelas kita kedatangan cecan"
"Kyaaa kelas kita ada cogan"
"Wah pagi pagi dah lihat cogan"
"Pagi - pagi cuci mata dulu"
"Berisik!!" Ucap Zara yang sedikit berteriak karena kesal, dari ia bangun tidur mod nya sudah jelek.
Seketika sekelas terdiam karena suara Zara, lalu Zara dkk mencari bangku kosong untuk duduk.
Gk lama ada 3 orang siswi mendekati tempat duduk Zara "Hai, boleh kenalan gk" Tanya salah satu dari mereka.
"Hmm" Dehem Zara.
"Kenalin nama aku Keyla Putri Altario"
"Kenalin aku Serli Tria Wiratmaja"
"Klo aku Keyra Putri Altario"
"Klo namamu" Tanya Keyla sambil memandangi Zara.
"Zara" Jawab Zara singkat.
'Cool banget Zara, kok gw ngefans sama ni anak" Keyra membatin.
"Eh lo umur berapa? kok kayaknya masik smp kelas 1 gitu?" Tanya Keyla penasaran.
"12 tahun" Jawab Zara singkat lagi.
"APA!! 12 TAHUUN, SERIUS LU RA?" Teriak Keyla, Keyra, Serli serentak karena kaget mendengar umur Zara. Alhasil semua mata tertuju pada mereka.
"Berisik!!" Kesal Zara yang masih badmod dari tadi.
"Loh kok bisa lo masuk SMK? kita aja udah 15 tahun umurnya, pasti juga ada yang 16 tahun bahkan lebih" Ucap Serli heran.
"Loncat kelas" Ucap Zara lagi singkat.
"Gila dek pinter banget lu bisa loncat kelas, pantes lu keknya masih SMP keknya" Ucap Keyra yang masih tidak percaya, anak umur segitu sudah masuk SMK.
"Sekarang kita temenan ya, panggil aja kami sebaya lu gapapa" Ucap Keyla sambil duduk didamping Zara. Diikuti yang lainya juga mengambil bangku masing masing.
"Hmm" Dehem Zara.
Lalu teman teman baru Zara mengombrol di meja Zara, dan Zara hanya menyimak percakapan sesekali berbicara walau sinkat. Zara memang sangat dingin kepada orang -orang kecuali kepada Naser dkk dan keluarganya.
Disisi lain Naser dkk duduk di meja berhadap hadapan. Naser dengan Hendri dan Ibi duduk sendiri. Tiba tiba ada 3 orang anak laki laki mendekati meja mereka.
"Hai, kita boleh kenalan gak?" Tanya salah satu dari mereka dengan tampang yang bisa dibilang ganteng juga.
Naser dkk hanya menganggukkan kepalanya saja pertanda mengiyakan.
"Kenalin nama gw Muhammad Isran Pratama"
"Kenalin nama gw Reyhan Putra Wijaya"
"Kenalin nama gw Alvin Malvin Fernandes"
"Nama kalian siapa" Tanya Alfin pada Naser dkk.
"Naser"
"Ibi"
"Hendri"
Isran, Reyhan, dan Alfin cengo akibat terlalu singkatnya Naser dkk memperkenalkan diri mereka.
"Buset singkat banget kalian ngomong" Ucap Reyhan gk habis pikir.
"Hmm" Hanya dibalas deheman oleh Naser.
"Kita boleh temenan sama kalian kan?" Tanya Alfin dan hanya dibalas anggukan oleh Naser dkk.
Tiba - tiba terdengar suara kakak - kakak OSIS yang menyuruh seluruh murid baru kelas 10 dari berbagai jurusan untuk berkumpul di Aula sekolah.
Seluruh murid murid kelas 10 SMK sekolah Cinta Damai berkumpul ke sebuah ruangan yang luas cukup untuk menampung seluruh murid baru itu.
Disana kepala sekolah menyampaikan hal - hal penting mengenai sekolah, dan aturan aturan yang harus di ta'ati murid - murid baru itu. Mereka hanya diperkenalkan mengenai Sekolah.
"Besok kita kami guru - guru akan memperkenalkan kepada kalian seluk beluk sekolah ini, jadi besok kalian tidak usah memakai baju sekolah, pakai saja baju biasa kalian pakai dirumah tapi yang sopan" Ucap kepala sekolah menjelaskan kepada anak - anak muridnya.
"Jadi kita tidak ada MOS ya, karena males aja pihak sekolah mengadakannya, paham" Ucap salah satu anggota OSIS.
"Paham" Ucap seluruh murid baru.
"Oke sebelum kita bubar, mari kita berdo'a menurut agama dan kepercayaan kita masing - masing, berdo'a dimulai" Ketua OSIS mempin do'a agar cepat selesai.
Setelah itu semuanya dibubarkan secara teratur oleh para anggota OSIS. Murid - murid menuju kelasnya masing - masing.
"Selamat pagi menjelang siang anak - anak, perkenalkan nama bapak Firmansyah, Sp.D, bapak yang akan menjadi wali kelas kalian, bapak harap kalian bisa mengikuti aturan sekolah dia baik" Ucap Pak Firman memperkenalkan dirinya.
"Iya pak" Ucap Murid kelas 10 Tikom 1 serentam.
"Oke kalau begitu kalian boleh istirahat" Ucap Pak Firman.
Semua murid kelas 10 Tikom 1 membubarkan dirinya masing - masing menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan.
"Rame we kantinnya, duduk disana aja yuk" Ucap Naser menunjuk tempat duduk yang ada dipojok.
"Yuk lah" Ajak Zara.
Mereka pun duduk di tempat yang ada di pojok dan mulai memesan makanan.
"Pesen apa kelen we" Tanya Hendri.
"Samain aja Hen biar ga ribet" Ucap Zara dan diangguki Hendri.
"Eh kita boleh gabung gk? semua tempat udah penuh" Ucap Keyla yang tiba - tiba dateng bersama Serli dan juga Keyra.
"Hmm" Zara mengiyakan.
"Eh kita belum kenalan kan? kenalin namaku Keyla" Ucap Keyla memperkenalkan diri.
"Aku Serli, salam kenal" Ucap Serli.
"Aku Keyra" Ucap Keyra.
"Naser"
"Ibi"
"Hendri"
'Bused sama aja dinginnya kek Zara, mereka lahir dikutub apa gimana sih' Ucap Serli dalam hati.
'Gila dingin banget, untung ganteng' Ucap Keyra membatin.
"Gausah ngebatin" Ucap Ibi dingin (Taulah babang Ibi inikan bisa baca pikiran).
"Eh kok tau?" Tanya Keyra kaget, tapi tidak digubris Ibi.
Lalu makanan mereka semua dateng dan mereka menyantap makanan dengan tenang.
/////////////////////////////////////
...Hai hai aku update nih U < U...
...Kasih kritik dan Saran ya biar aku bisa lebih baik lagi bikin ceritanya....
...Jangan Lupa like, komen, and vote ya😊....