The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Zara Kemana?



"Yaudah kita sepakat buka harga segitu, tapi kita bertransaksi lewat online aja, gabisa tatap muka" kata Zara, ya kan mereka belum punya gedung perusahaan gimana mau jumpa. Lagian mereka males jumpa secara langsung.


"Oke sepakat, yaudah aku mau refresing otak dulu" Ucap Naser sambil megang hp "Mabar ml yok we?" sambungnya lagi.


"kuy otw login" ucap temanya serentak.


Lalu setelah itu mereka mabar Mobile Legend game kesukaan mereka itu dengan penuh canda tawa.


///////////////////////////////////


Mereka sangat asik bermain ml itu sampe tak terasa hari sudah siang, lalu mereka semua ambil wudhu untuk melaksanakan sholat Zhuhur.


"We aku mau keluar beli makan siang ya" ucap Zara memberitahu temanya. Karena mereka belum makan siang jadi Zara mau beli makan siang untuk mereka semua.


"Eh Ra aku temeninya" Ucap Hendri ingin ikut.


"Eh gausah Hen, aku sendiri aja, lagian dekat kok" Tolak Zara.


"Yaudah lah, hati hati ya jangan lama lama" Ucap Hendri pada Zara.


Lalu Zarapun pergi keluar Basecamp menuju ke rumah makan terdekat. Jalanan nampak sepi mungkin orang orang lagi pada istirahat karena sudah jam makan siang.


Tiba tiba ada 3 mobil menghadang jalan Zara dan mengelilinginya. Orang orang didalam mobil itu keluar satu persatu, mereka berpakaian serba hitam, menggunakan masker dan kacamata hitam.


'Siapa mereka ini? mengapa mereka menghadangku? apa mau mereka?' Ucap Zara dalam hati.


"Siapa kalian?" Tanya Zara dingin sambil menatap tajam orang orang itu.


"Kamu tidak perlu tau siapa kami adik kecil, sekarang kamu ikut kami secara secara baik baik atau kami membawamu secara paksa" ucap orang itu sambil mengancam Zara.


"Aku tidak mau" Ucap Zara menolak.


"Wah keras kepala sekali kamu ya adik kecil, kalau begitu teman teman tangkap dia" Perintah orang itu kepada teman temanya.


Zara langsung mengambil ancang ancang, tapi sialnya dia tidak membawa apa apa untung menjadi senjatanyal.


'Sial aku lupa membawa pistolku' ucapnya dalam hati.


Terpaksa dia harus melawan orang orang itu dengan tangan kosong.


'Bagaimana ini mereka terlalu banyak, haish" pasrahnya. Pasalnya orang orang itu ada sekitar 25 orang sedangkan Zara sendiri.


Bugh


Bakghh


Buaghk


Ctass


Brakhh


5 orang sudah jatuh ketanah akibat tendangan dan pukulan Zara.


Krakkhh


Akkhhhh


Erang salah satu orang karena patah.


Bakhh


Bughkkhh


Duakh


Buagh


Zara menyerang tanpa henti hingga sebagian sudah jatuh ketanah mengerang kesakitan. Tiba tiba satu orang Zara dari dari belakang dengan cara memukul kepalanya menggunakan kayu.


Zara pun oleng tapi dia tetap mempertahankan keseimbanganya, kepalanya sangat sakit. Melihat ada celah salah satu orang orang itu memegang Zara lalu mengunci pergerakanya.


Lalu Zara pun berontak agar terlepas dari cengkraman orang itu, na'as salah satu dari mereka membius Zara menggunakan sapu tangan.


Tapi walaupun sudah dibius Zara masih sadar tapi dia sudah lemas. Walapun sudah lemas dia masih bisa bergerak untuk memberontak untuk lepas walaupun percuma (Sungguh keras kepala sekali bukan?).


"Gila ini bocah, sudah dibius masih juga sadar, terbuat dari apa sih anak ini" Celetuk salah satu orang itu sambil menatap Zara tidak percaya.


"Sudah gausah banyak bacot, bawa dia ke mobil" Perintah salah satu orang.


Zara yang digendong untuk dibawa ke mobilpun hanya pasrah sambil menatap sendu mereka semua, dia belum kehilangan kesadarannya.


"K-kenapa kalian menculikku" Tanya Zara lemah, ia berusaha berbicara.


"Kami disuruh bos kami untuk membawamu, dan memancing teman temanmu yang lain" jawab orang itu.


"T-tapi kenapa, A-apa salah kami" Tanya Zara lagi.


"Bukan urusanmu, mungkin kalian berurusan dengan bos kami" jawab orang itu lagi.


"To-tolong le-lepaskan aku, biarkan aku pergi" pinta Zara, berharap mereka mau melepaskannya.


"Sudahlah kamu banyak bicara, hei berikan aku suntikan obat bius" Perintah salah satu orang itu kepada temanya.


Lalu Zarapun disuntik yang didalamnya berisi obat bius, dan dia pun hilang kesadaran sepenuhnya.


Di Basecamp Zara dkk


"Zara kok lama banget ya?, cobak telpon Bi dia lagi dimana" Perintah Naser pada Ibi.


"Oke oke" Ibi


Tuuut tuuut tuut


"Gabisa dihubungin Ser" Ucap Ibi pada Naser.


"Dimana Zara ya, kok gabalik balik, katanya tadi cuman sebentar" Kata Naser yang mulai khawatir.


"Kok perasaan ku gaenak ya we, harusnya tadi aku ikut dia aja" Sambung Hendri yang sudah Khawatir.


"Kita lacak aja nomornya gimana? perasaan ku udah gatenang nih" Usul Naser.


"Yok lah"


Lalu mereka semua menuju ruang komputer. dan mulai melacak nomor Zara dan menemukan sesuatu disana.


"Eh ini kok sinyalnya jauh banget, cobak Ser kau carik ini daerah mana" Suruh Hendri pada Naser.


"Iya iya"


Lalu Naser mulai mencari lokasinya "Eh ini keknya mansion yg jauh dari sini, ini berada di jalan xx" Ucap Naser.


"Loh ngapain disana, pasti ada yang gaberes" Hendri terkejut karena lokasi Zara sangat jauh.


"Ayok kita pinjem mobil kakek Lin aja, biar cepet nyampennya" Usul Naser.


"kuy" lalu mereka pun menuju rumah kakek Lin untuk meminjam mobilnya.


Di Markas The Blue Diamond


Zara dibawa ke markas mereka yang cukup jauh dari keramaian. Dia ditaruh diruangan yang cukup luas dan diikat disebuah kursi dan mulutnya ditutup kain.


'Yatuhan dimana ini, apa sebenarnya mau mereka' tanyanya dalam hati.


Tap tap tap


Beberapa langkah kaki mendekati ruangan itu, lalu terdengar suara orang membuka pintu.


Orang itu pria paruh baya berbadan tinggi, berkulit putih, walaupun umurnya sudah kepala 4 tapi dia masih kelihatan tampan untuk lelaki seumurannya. Dia dan Zara dikelilingi oleh orang orang serba hitam ( penampilanya seperti orang orang yang menangkap Zara tadi).


"Halo nak, bagaimana kabarmu? mereka tidak menyakitimu kan?" Tanya orang itu pada Zara.


Elah om gimana Zaranya mau jawab, orang mulutnya tertutup gitu, ada ada aja sih om ini




'Siapa sebenarnya orang ini?' Zara membatin.



"Perkenalkan saya adalah Lucas Alexander" orang itu memperkenalkan diri.



Ya dia adalah Lucas Alexander, seorang millayer dan juga seorang bos mafia The Blue Diamond.


Dia seorang Ceo dari L.A CORP perusahaan terkaya no 5 didunia dan terkaya no 1 diindonesia.



Lucas membuka kain penutup yg ada dimulutnya Zara agar dia bisa bicara.



"Apa mau kalian?" Zara to the point.



"Saya membawamu kesini untuk memancing teman temanmu juga datang kesini, mungkin mereka dalam perjalanan kemari" Jawab Lucas.



"Tapi untuk apa?" Tanya Zara lagi.



"Saya mau meminta kalian untuk gabung ke kelompok kami karena saya tertarik dengan keahlian bela diri kalian" Jawab Lucas santai.



"Kalau kami tidak mau?" Tanya zara dingin menatap tajam Lucas.



Tiba tiba dari arah luar terdengar keributan dan 3 orang anak laki laki menerobos masuk, ya mereka adalah teman teman Zara.



"Hei sialan kau lepaskan Zara, atau kau kami bunuh kau!!" Naser yang sudah emosi ingin menghabisi Lucas.




"Beraninya lu ama anak kecil, Anj\*NG!!" Ibi yang gk kalah emosinya.



"Wah wah cepat juga kalian sampainnya, santai dong anak anak, teman kalian ga saya apa apain kok" yang dimaki maki hanya santai saja.



"Kalian tangkap anak anak itu, ikat dikursi!!" perintah Luca pada anak buahnya.



Anak buah Lucas langsung membawa Hendri, Ibi, dan Naser kekursi dan mengikatnya. Mereka yang belum ada tidak bisa melawan.



"Tenang saya tidak akan menyakiti kalian, kalau kalian mau bekerja sama" Ucap Lucas sambil menghisap rokok.



"Saya hanya mau kalian masuk anggota The Blue Diamond dan menjadi wakil saya" Ucapnya lagi meletakkan rokoknya.



"Kami tidak mau" Ucap Zara dkk serentak.



"Kalian harus mau, kalau tidak saya akan menyakiti orang tua kalian" Ancam Lucas.



"Jangan sakiti orang tua kami bre\*\*sek, mereka ga salah apa apa!!" Zara meninggikan suaranya.



"Yaudah kalian harus mematuhi apa kata saya" ucap Lucas.



"Bagaimana nanti kalau kalian menyuruh kami membunuh, mencuri, atau merampok? kami tidak mau melakukan itu karena itu dosa" Kata Naser pada Lucas.



"Iya, kalian harus berjanji pada kami untuk meninggalkan hal hal negative, karena itu dosa" Sambung Zara.



"Kami tidak akan menyuruh kalian melakukan itu semua" Ucap Lucas.



"Dan saya akan menyuruh anak buah saya untuk meninggalkan hal hal negative" sambungnya.



"Lagian kalau kalian mau bergabung dengan kami, saya akan membantu kalian, saya akan memberi gedung perusahaan untuk kalian dan memberikan hidup layak untuk keluarga kalian" Tawar Lucas pada Zara dkk.



Zara dkk yang mendengar itupun terkejut, mereka tidak mengira Lucas akan sedermawan itu pada mereka.



"Be\-benarkah itu?" Tanya Zara.



"Itu benar, saya tidak main main dengan perkataan saya" Ucap Lucas dengan muka serius.



Zara dkk pun saling pandang, mereka memberi kode dan menganggukkan kepala tanda setuju.



"Baiklah kami setuju" Naser menyetujui mewakili yang lain.



"Bagus, itu yang saya mau" Lucas tersenyum.



"Kalian lepaskan ikatan mereka" Suruh Lucas pada anak buahnya.



Anak Buahnyapun melepaskan ikatan Zara dkk



"Arya suruh anak buah yang lain untuk kumpul ke aula mansion" Lucas memerintah ke salah satu anak buahnya yang bernama Arya.



"Baik bos" Arya langsung melaksanakan perintah Lucas.



"Kalian ber 4 ikut say" Lucas keluar dari ruangan diikuti Zara dkk.



Sampailah mereka ke aula mansion yang sangat luas dan disana sudah berdiri ratusan anggota The Blue Diamond.



"Dengar semuanya saya Lucas Alexander akan mengangkat aggota baru dan mereka akan menjadi wakil saya!!!" Teriak Lucas "Kalian kemarilah" Suruhnya pada Zara dkk.



"Perkenalkan nama kalian" Ucapnya lagi.



"Perkenalkan saya Zara Ray"



"Saya Ibient Ibi"



"Saya Hendri Exaar"



"Saya Naser Re"



Zara dkk selesai memperkenalkan diri.



Anggota yg belum tau Zara dkk hanya melongo karena Zara dkk masih anak kecil menurut mereka.



"Oke dan kaliam semua harus meninggalkan dunia negative kalian, ini perintah!!" Perintah Lucas tidak bisa ditolak.



"Baik bos" Ucap para anggota serentak. Lalu mereka bubar.



"Kalian belum makan kan?" Lucas tau mereka belum makan.



"Belum om" Jawab Zara.



"Oke kalian dulu nanti anak buah om antar kalian pulang" ucap Lucas.



"Iya" Lalu mereka menuju ruang makan dan makan bersama sama.



Setelah makan mereka diantar pulang kerumah masing masing dan sampai sebelum maghrib.



///////////////////////////////////



Huft cukup pajang episode kali ini sampai 1500 kata lebih, tapi gapapalah😊.



Oke jangan lupa like komen and vote ya temen temen UvU. maaf klo masih banyak typo.