
Kriiing....Kriiing...kriing...
Tibalah sekarang waktunya istirahat, Zara dkk dan seluruh anak kelas 10 Tikom 1 keluar kelas lalu menuju ke kantin untuk mengisi perutnya masing-masing.
"We kalian duluan, uang aku ketingalan di tas, bentar aja kok" Ucap Zara ingin kembali ke kelas mengambil uang.
"Yaudah cepatlah kami tunggu" Ujar Naser.
Zarapun kembali ke kelasnya dengan sedikit berlari agar cepat sampai. Setelah dia kembali dari kelasnya, dia melihat 5 orang siswi membuli
seorang siswa, murid-murid yang lain hanya melihat tanpa mau membantu.
"Hiks hiks kak, aku tadi ga sengaja kak, maafin aku" Ucap siswi itu sambil menangis.
"Halah gausah alasan lo, lo sengaja kan nyenggol bahu gue, gak senang bilang, biar main tengah lapangan kita!" Ucap si pembuli dengan berteriak.
"Hiks be-neran kak, aku...aku gk sengaja kak hiks, lepasin aku" Ucap siswi itu terbata dan masih menangis.
Zara tidak suka melihat pemandangan seperti itu, lalu diapun menghampiri tempat pembulian itu.
"Hei kak, anda tidak punya nyali yah sama sekali, ngebuli adek kelas" Zara yang sudah menahan amarahnya pun bersuara.
"Heh lo gausah ikut campur urusan gue" Ucap si pembuli.
"Tapi saya peduli, mending sekarang anda pergi dari sini" Ucap Zara datar dengan tatapan tajamnya.
"Heh anak kecil, lo yg pergi, ini urusan kita, gadak sangkut pautnya sama lo" Ucap pembuli yang lainya.
"Pergi" Ucap Zara dingin.
Tiba-tiba 5 orang itu merinding ketakutan karena tatapan tajam Zara.
"O-oke, awas lu ya, urusan kita belum selesai" Ucapnya menunjuk siswi yg mereka buli tadi"Cabut guys" lalu mereka semua cabut dari sana sambil sedikit berlari karena ketakutan.
"Bubar!!" Teriak Zara tanpa memandang orang-orang itu, seketika mereka semua membubarkan diri.
Lalu Zara memandang dingin siswi itu dan mengulurkan tanganya untuk membantunya berdiri.
"Bangun kak" Ucap Zara datar.
"Ma-makasih dek, udah nolongin aku, aku gatau kalo gk ada kamu tadi" Ucapnya pada Zara.
"Hm" Zara meninggalkan tempat itu tanpa berkata sepatah katapun hanya deheman.
'Wah siapa anak itu, siapapun dia aku sangat berterima kasih padanya' Ucapnya dalam hati.
Di tempat lain.
"Maaf we, tadi aku nolongin orang dibuli, kasihan aja lihatnya" Ucap Zara pada Naser dkk.
"Gk papa Ra, tadi aku dengar ada orang yang dibuli, ternyata kau yang nolonginnya" Ucap Naser.
"Iya aku juga kesal ngeliat pembulian kek gitu" Ucap Ara yg kesal.
"Iya yg dibuli pun gobl*g gk ngelawan, mau aja digituin kan tol*l" Sambung Lian.
"Udah-udah mending kita pesan makan, biar aku yg mesan, kalian mau apa?" Tanya Reza pada temannya.
"Nasi goreng aja Za, samain aja semua, biar ga ribet" Ucap Alfa.
"Iya sana pesan, biar aku yg bayarin" Ucap Zara ingin mentraktir teman-temanya.
"Beneran Ra? Lu mau traktir kita semua?" Tanya Nisa Pada Zara.
"Hm, sebagai tanda pertemanan kita" Ucap Zara dengan datar.
Author:Elah Ra datar mulu dari tadi, temenmu serasa ngomong sama tembok.
"Wah makasih Ra, kan uang jajan kita aman" Ucap Ela.
Lalu Reza langsung memesan makanan dengan uang yg diberikan Zara. Lalu Reza datang membawa makanan dengan dibantu penjual di kantin.
"Makanan dataang" Ucap Reza sambil meletakkan makanan di meja.
Lalu mereka semua makan dengan dibarengi sedikit candaan dari teman-teman Zara, Zara dkk hanya menanggapinya tersenyum dan sesekali membalas pembicaraam walau singkat.
Braakk
"Woi apa-apaan kalian, deket-deket sama Isran dkk dan Naser dkk, kalian gk cocok dekat-dekat mereka" Ucap Sella dengan gayanya yg angkuh (Cem betol kali bah).
Memang Naser dkk dan Isran dkk sudah terkenal satu sekolah Cinta Damai, hanya beberapa hari mereka sudah banyak yg mengenalnya karena tampang mereka yg diatas rata-rata. Sebenarnya kelas 10 Tikom 1 murid-muridnya tampan dan cantik semuanya, banyak yg iri dengan kelas mereka. Mau itu cewek dan cowok, mereka semua ingin berteman dengan salah satu anak kelas 10 Tikom 1.
Tidak jarang ada yg mengajak foto atau tiba-tiba datang minta kenalan dengan salah satu dari mereka. Tapi anak kelas 10 Tikom 1 tidak menanggapinya, mereka berpikir orang-orang itu ada maunya.
"Lo anak kecil, ngapain disini, kan udah gue bilang kemaren, jangan dekat-dekat mereka lagi" Ucap Belen menunjuk pada Zara.
"Woi mentang-mentang kakel, jangan seenak jidat lu ngerusuh disini, cabot gk lo!!" Teriak Serli yg sudah kesal dengan kelakuan kakak kelas.
"Heh, udah tua gatau diri, pergi gk lo semua, ganggu ketenangan aja!!" Sambung Ayu juga ikut meneriaki.
"Heh hama" Kali ini Ara yg berucap.
"Apa? hama lo bilang? kurang ajar lo" Ucap Sella tidak terima dikatain hama.
"Iya, lo tuh sama antek-antek lo tuh hama sekolah tau gk, mending sekarang pergi dari sini" Ucap Ara dengan mengejek.
Zara dkk hanya melihat tontonan itu dengan tenang sambil memakan makannya. Memang Zara dkk sudah terbiasa dari kecil kalo makan gaboleh ngomong sampai makanan itu habis, semenjak mereka kenal kakek Lin.
"Heh anak kecil, lo daritadi diam lo takut ama kita kan, kemaren belagu ngacangin gue, nyari mati lo?" Ucap Sella menunjuk Zara.
Tapi Zara yg dimaksud masih tenang dengan makanannya, seketika sekitarnya hening hanya memandangi Zara makan, yang jadi pusat perhatian hanya memakan makananya tanpa melihat orang-orang yg memandanginya. (Bodoh sekali bukan?).
"Kenapa kalian diam?" Tanya Zara sambil membereskan tempat makanya.
"Eh, itu emm, apa ya?" Sella tiba-tiba salah tingkah.
"Eh itu...itu emm" Azura juga tiba-linglung.
Keadaan mendadak hening lagi. Mereka seperti itu gara-gara memandangi Zara makan, karena dia sangat imut ketika makan, sampai-sampai Sella dkk dan semua orang-orang yg ada dikantin terpesona dan menahan nafas saking imutnya
Zara hanya mengernyitkan keningnya heran, ada apa dengan mereka? Naser dkk sudah terbiasa dengan itu ketika melihat Zara makan, sampe sekarang pun mereka masih seperti itu.
'Mampus klean kan, siapa suruh memandangi sih Zara, kena hipnotis kan kelen" Ucap Ibi dalam hati. Naser dan Hendri hanya menahan tawanya.
'Ya Allah, temen gw imut banget, pengen tak karungi' Ucap Zizi dalam hati.
'Ra jangan gitu dong Ra, lu imut banget sumpah' Batin Keyra.
"Eh apaan sih? Cabut" Sella yg sudah tidak tahan pun meninggalkan tempat itu.
'Bisa-bisanya gw terpesona liat tuh bocah" Batin Sella.
"Ada apa dengan mereka? tadi marah-marah gajelas, sekarang. Ah sudahlah" Zara semakin bingung dibuatnya. Lalu dia memandangi sekitarnya dan ia sedikit terkejut karena semua pandangan mengarah padanya.
"Apa-apaan kalian? Bubar!!" Teriak Zara seketika sesisi kantin bubar semua.
"Kalian juga, Makan!!" Perintah Zara pada teman-temanya.
"Iya-iya Ra, habisnya lu imut banget, terpesona gw" Ucap Isran.
"Iya Ra, gw aja yg cewe terpesona liat lu" Sambung Ela.
"Cukup" Ucap Zara kembali datar.
"Kalian sih, liatin sih Zara segitunya, terhipnotis kan kalian" Ucap Ibi.
"Kami udah terbiasa kek gitu, sampe sekarang aja masih sama" Sambung Hendri.
"Kalian daritadi teriak-teriak, lah sih Zara orang cuman mandang dia aja, udah bubar tuh hama" Ucap Naser tidak habis fikir.
"Dek Zara emang The Best" Ucap Reyhan juga.
Lalu mereka semua melanjutkan makanya sampai bel tanda masuk berbunyi.
////////////////////////////////////
...Oke gan aku update lagi nih....
...Maaf ya klo lama, dan jangan lupa like, komen, and subscribe, eh ralat maksudnya vote ><....