
Sekarang waktunya masuk pelajaran selanjutnya tiba, semua murid-murid memasuki kelasnya masing-masing, begitu juga dengan teman-temanya Zara.
Zara dkk mendengarkan pelajaran dengan seksama, mereka sangat menghormati guru walapun Zara dkk sudah sangat mengerti dengan pelajaran itu tanpa dijelaskan. Sampai tiba waktu pulang sekolah.
"We, kita disuruh ke markas sama om Ridwan, gatau disuruh ngapain" Ucap Zara setelah sampai di parkiran.
"Oh iya nya, yaudah kuy lah berangkat" Ucap Naser.
Lalu mereka semua menuju markas The Blue Diamond menggunakan mobilnya masing-masing. Setelah sampai disana mereka langsung disambut oleh anak buah Lucas, anak buah Lucas juga sudah menjadi anak buah Zara dkk, jadi anak buahnya mengenali tuan mereka.
"Ada apa om? apa ada misi lagi ya?" Tanya Zara mewakili temannya, tanpa perintah mereka memasuki ruangan Lucas.
"Kalian ada misi lagi, kali ini lebih berbahaya dari sebelumnya, apa kalian sanggup melaksanakanya?" Tanya Lucas to the point.
"Misi apapun itu, kami pasti menyelesaikanya" Ucap Naser percaya diri.
"Iya om, tenang aja kami bukan bocah pengecut" Ucap Ibi juga.
"Lah kan kalian emang bocah" Ucap Ridwan yang memang juga ada diruangan itu.
"Iyalah-iyalah, tapikan kami bukan bocah pada umumnya" Ucap Ibi lagi.
"Tapi tetap aja bocah, umur kalian ada yang 12 tahun, 13, 14 tahun. Apa namanya kalo bukan bocah" Ucap Ridwan dengan agak mengejek.
"OM RIDWAAAN" Teriak Zara dkk yang sudah kesal dengan Ridwan.
"Sudah-sudah, sekarang kalian duduk dulu, saya mau memberitahu misi apa yang harus kalian selesaikan" Lucas memberhentikan perdebatan itu.
"Jadi, misi kalian kali ini menyelamatkan anak kembar dari keluarga Alwira, keluarga ini termasuk jejeran keluarga terkaya juga, pasalnya musuh keluarga ini menyewa pembunuh bayaran dari kelompok mafia The Blood Moon jejeran terkuat juga. Hati-hati kelompok ini sangat licik dan jumblah mereka juga banyak" Lucas menjelaskan panjang lebar dan Zara dkk menyimak dengan seksama.
"Kedua anak ini sangat berharga bagi keluarganya, keluarganya sangat menyayangi anak kembar ini, maka dari itu musuh keluarga Alwira ingin melenyapkan anak kembar itu. Jadi kalian bawa 50 anggota, kali ini Ridwan dan Arya akan ikut bersama kalian" Jelas Lucas lagi.
"Oke om tenang aja, kami akan membawa anak kembar itu dengan selamat" Ucap Hendri mantap.
"Oke sekarang kalian siap-siap, om yakin kalian bisa" Ucap Lucas.
"Siap Bos" Ucap Zara dkk serentak.
Zara dkk langsung bersiap-siap menggunakan baju kebesaran kelompok The Blue Diamond, lalu langsung bergegas ke lokasi penyanderaan dengan membawa 50 anggota dan juga Ridwan dan Arya memimpin jalan.
Sesampainya di lokasi penyanderaan, anggota Zara dkk langsung mengambil posisi aman masing-masing, sedangkan Zara dkk, Ridwan, dan Arya mencari tempat aman untuk berdiskusi.
"Oke sekarang Zara punya rencana, Om Ridwan sama om Arya, bawa 10 anggota kepung sisi kanan bangunan, Red bawa 10 anggot habisi anggota pintu masuk secara sembunyi-sembunyi, Blue bawa 10 anggota kepung sisi belakang gedung, Green bawa 10 anggota lainya jaga sisi kiri gedung, aku sama 10 anggota lainya akan masuk setelah Red beraksi, oke" Zara menjelaskan panjang lebar mengenai rencananya.
Author: Masih ingatkan dengan nama samaran Zara dkk ketika beraksi.
"Tapi kalian juga hati-hati, karena ada bom lengket ntah dimana-mana saja, jadi hati-hati okey?" Ucap Ridwan mengingatkan.
"Oke sekarang kita beraksi, semangat teman-teman" Naser menyemangati.
Zara dkk pun beraksi, Naser mulai menghabisi orang-orang yang ada dipintu masuk dengan snipernya, dibantu dengan anggota Naser.
Doorr dorr
dor
dor
dorr
"Yellow, sekarang kau bisa masuk, mereka sudah habis, hati2 didalam terlalu banyak" Ucap Naser mengingatkan.
"Tenang aja" Ucap Zara.
Bugh
Bugh
Bagh
Buagh
Braaakh
Duakh
Pertempuran pun tak bisa dielakkan, Zara dan Naser menyerang musuh dengan sangat brutal.
"Green, Om masuk sekarang, musuh sudah tidak terlalu banyak dan Blue tetap berjaga" Perintah Zara.
Dan pertempuran pun semakin memanas saat ini.
Buagh
Bugh
Bagh
Dor dor
Dooorr
Braakh
Bruugh
Srak
Kraakkh.
Doorr doorr
Musuh-musuh pun semua tergeletak ditanah, Mereka semua mengerang kesakitan karena pukulan, tendangan, tembakan Zara dkk.
Tapi gk lama setelah itu Zara melihat satu orang musuh yang berusaha mengarahkan pistol ke arah Naser dan sontak Zara berteriak.
"REEED AWAASS" Zara langsung berlari kearah Naser untuk mencegahnya, Naser terkejut mendengar Zara berteriak.
Doorr dorr
"Aarrggg"
Ternyata Zara yang terkena 2 tembakan di tangan kirinya karena berusaha menyelamatkan Naser.
"ZARAAA" Naser, Ibi, Ridwan, dan Arya sontak berteriak dan Ridwan langsung menembak mati orang yang menembak Zara.
"Zara, are you okay" Tanya Naser khawatir.
"I am okay" Ucap Zara lemah.
prok…prok…prok
"Wah ternyata benar apa yang rumor katakan, kalian memang hebat, tapi hidup kalian tidak akan lama" Ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang bersama segerombolan anggotanya lebih banyak dari yang tadi dilawan Zara dkk.
"Siapa lu jingan, jangan macem-macem lu!!"Teriak Naser.
"Tidak usah banyak cakap, kalian serang mereka" Perintah orang itu lalu pertempuran kembali terjadi dengan tidak imbang.
Ibi masih menjaga Zara yang terluka dan Yang lain melawan musuh-musuh itu. Terlihat anggota Zara sudah kewalahan karena kalah jumblah, tidak lama anggota Zara sudah tidak sanggup lagi melawan karena kelelahan.
"Hahaha, teman-teman kalian sudah kalah anak kecil, mending sekarang kalian ikut kami" Ucap orang itu memerintah.
"Gak, gak akan pernah" Tolak Zara.
"Oh atau kalian mau dua orang ini saya tembak" Ancam orang itu.
"Jangan macem-macem lu, jangan sentuh mereka!!" Ucap Naser dingin.
"Sudah gausah banyak cakap, kalian tangkap anak-anak ini" Perintahnya.
Buaghh
Akkhhh
Tiba-tiba Hendri datang dengan 10 anggotanya tadi, mereka memang daritadi masih berjaga diluar karena perintah Zara.
"Jangan sentuh mereka" Ucap Hendri dingin.
Buagh
Bugh
Baghh
Krak
Sreet
Sraak
Pertempuran pun tak dapat terelakkan lagi, kali ini Hendri sangat membabi buta menyerang musuhnya menggunakan samurai kesayanganya.
"Blue awaaas!!" Teriak Zara spontan, melihat salah satu musuh ingin menusuk Hendri dari belakang.
Buag
Buugh
Bruugh
Doorr
Zara memukuli dan menembak kaki orang itu hingga dia tidak bisa lagi bergerak, dan Zara dkk memenangkan pertempuran itu. Tapi Zara tiba-tiba jatuh karena sudah terlalu lemah dan tadi dia berusaha menghajar musuhnya walaupun tanganya sakit karena tembakan.
"Zaraaa" Hendri sempat menangkap tubuh Zara.
"Zara bertahanlah, kita kerumah sakit sekarang" Ucap Hendri panik.
"Bawa saja Zara ke markas, disana sudah lengkap alat-alat medis, nanti ada Wila yang mengobatinya. Biar sandera itu kami yang menyelamatkanya" Ucap Arya tiba-tiba.
Wila adalah dokternya kelompok The Blue Diamond, dia yang mengobati anggota kalau terluka.
"Baiklah kalau gitu kami bawa Zara dulu, om bereskan semua ini" Perintah Hendri dan Arya mengangguk.
Naser dkk pun membawa Zara menuju markas, Naser mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai.
///////////////////////////////////////
...Sampai sini dulu teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan cara like, komen, anda vote😊....