The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Insiden



"Zara besok temenin mama yuk ke mall, mama mau membeli sesuatu" Ucap mamanya mengajak Zara.


Zara yang sedang bermain game menoleh karena mendengar ajakan mamanya, ia lalu mematikan hpnya dan duduk disamping Ibunya.


"Yah Ma Zara besok mau ngumpul sama Naser dkk udah janji soalnya" Ucap Zara dengan memasang wajah bersalah karena tidak bisa menemani Ibunya.


"Yaudah deh besok Mama pergi sendiri aja lah, kamu sama temen-temen kamu aja, takutnya gajadi nanti" Ucap Ibunya yang mengijinkan Zara pergi bersama teman-temanya.


"Makasih Ma, Zara sayang mama, nanti kalau ada waktu Mama ajak lagi Zara temenin deh" Ucap Zara sambil tersenyum lebar ke arah orang tuanya.


Ayahnya yang gemas melihat tingkah anaknya pun mengacak rambut anaknya "Ih gemes banget sih anak ayah" Ucap Ucap Ayahnya.


"Ayah hobi banget deh ngacak-ngacak rambut Zara, huh" Ucap Zara sambil memajukan sedikit bibirnya, dan itu semakin membuat orang tuanya gemas.


Cup


Cup


Orang Tuanya Zara mengecup kedua pipi Zara dan memeluknya, ayahnya yang paling erat memeluknya.


"Udah-udah sana tidur, besok katanya mau pergi sama temen-temen kamu, nanti telat bangun" Suruh Ayahnya.


"Yaudah Zara tidur dulu ya, selamat malam semuanya"


"Malam" Sahut kedua orang tuanya.


Skip Pagi.


Di hari Minggu pagi yang cerah ini, Zara sudah rapi memakai pakaiannya, parfum, dll. Lalu Zara turun ke lantai dasar untuk sarapan pagi.


"Pagi" Ucap Zara.


"Sini Zara makan" Ucap Ibunya dan menggeset satu kursi untuk Zara.


Zara hanya mengangguk saja, lalu mengambil nasi dan lauk pauk dan memulai sarapannya.


Skip


"Kapan kelen sampek, Zara udah dateng belum?" Tanya Hendri yang baru sampai ke Basecamp mereka lalu duduk disamping Zara.


"Paling bentar lagi sampe" Ucap Naser tanpa menoleh karena sibuk dengan laptopnya seperti mengerjakan sesuatu.


"Assalamu'alaikum" Ucap Zara yang baru saja sampai.


"Yuk lah berangkat, hari ini kita refresing seharian oke, entar lagi ujian jadi gadak waktu buat refresing lagi" Ucap Ibi bersemangat.


"Kuy berangkat"


Skip di Mall


Zara dkk sudah sampai Mall, lalu mereka langsung memasuki Mall dengan jalan beriringan.


"Eh kita ngapain dulu nih?" Tanya Naser lalu mereka pun diam mulai berfikir (Yaelah mikir dulu, ampun dah).


"Main Timezone aja yuk, abis itu kita nonton" Ucap Zara menyarankan.


Merekapun mengangguk tanda menyetujui, dan tanpa babibu mereka mencari tempat bermain Timezone.


Naser membeli kartu untuk bermain dan Zara dkk(-Naser) hanya duduk menunggu.


"Eh rasanya kayak ada yang ngikutin kita dari tadi, apa cuman perasaanku aja ya" Ucap Zara memberitahukan apa yang dirasakannya.


"Entahlah Ra, aku juga ngerasa gitu, akhir-akhir ini kayak ada yang ngikutin kemanapun kita pergi, kau juga ngerasa gk Bi?" Ucap Hendri sambil menoleh ke Ibi.


"Iya sama, apa jangan-jangan yang lu bilang tempo hari itu bener Ra" Ucap Ibi.


"Entahlah We akupun gatau" Ucap Zara dengan wajah agak takut.


"Eh ini aku udah beli, ayok kita main sorry lama tadi banyak yang ngantri" Ucap Naser yang sudah datang dari membeli kartu.


Merekapun beranjak ke area permainan dan memainkan berbagai macam permainan yang ada dengan suka ria, melupakan sejenak apa yang tafi mereka bicarakan.


"Huh capek juga ya" Ucap Zara sambil membuka botol minum dan mulai meminumnya lalu duduk bersender dibangku.


"Aku seketika laper nih, udah siang nih makan yuk, nanti kita lanjut lagi" Ajak Naser.


Mereka mencar restoran yang ada di mall itu, lagi asik-asiknya berkeliling mereka melihat keributan didekat salah satu toko pakaian.


Zara dkk menghampiri keributan tersebut dan terlihatlah seorang Gadis dengan pakaian mewah dan make up yang tebal sedang memarahi seorang wanita paruh baya yang membelakangi Zara dkk.


"HEI WANITA MISKIN! SEENAKNYA AJA KAMU MENABRAK SAYA, LIHATKAN BAJU SAYA JADI KOTOR!" Bentak Gadis itu kepada wanita paruh baya itu.


Orang-orang pada berkumpul karena keributan yang terjadi, termasuk juga Zara dkk.


"Maaf saya tidak sengaja, lagian pakaian anda hanya kecipratan doang kok" Ucap Wanita itu.


"KECIPRATAN DOANG KAMU BILANG? INI TUH BAJU MAHAL, ORANG MISKIN KAYAK KAMU MANA SANGGUP MENGGANTINYA" Bentak nya lagi.


"Ya emang kesalahan saya, tapikan saya sudah minta maaf, saya akan menggantinya kok" Ucapnya pelan sambil menunduk karena takut.


Tapi Gadis itu tetep nyolot sambil membentak2 wanita paruh baya itu sambil menunjuk-nunjuknya, padahal wanita itu sudah berkali-kali minta maaf tapi dia tetep aja nyolot.


"Eh mba diakan sudah minta maaf, gaperlu dong dibesar-besarkan gini dong"


"Em mba apa susahnya sih memaafkan, gabaik bentak2 orang yg lebih tua"


Orang yang melihat kejadian itu mulai jengah atas perilaku tidak sopan gadis itu kepada orang yang lebih tua.


"DIAM LO" Bentak gadis itu.


Zara pun sudah geram melihat kejadian itu, lalu dia maju kehadapan gadis itu lalu memukulnya karena geram.


Bugh


"Hei jaga ucapan anda, dia lebih tua dari kamu, setidaknya hormatin dong" Ucap Zara dingin sambil menatap tajam gadis yang dipukulnya itu.


"Apa-apaan lo main pukul-pukul aja, lu gatau ya gw anak walikota disini, lu gw laporin mampus lu" Ucapnya yang sedikit takut karena tatapan mata Zara.


"Saya gapeduli, mau anda anak walikota, milyader, presiden pun saya tidak takut, karena memang anda salah" Ucap Zara sambil menampilkan wajah datarnya.


Lalu Zara berbalik badan kearah wanita paruh baya itu, dan seketika terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"MAMA?" Teriak Zara, ya ternyata Ibunya Zara yang daritadi dibentak-bentak oleh gadis itu karena tidak sengaja menabrak gadis itu lalu bajunya tidak sengaja terciprat minuman yang dibelinya.


Naser dkk pun terkejud ketika mendengar teriakan Zara langsung maju dan melihatnya, dan ternyata benar itu Ibunya Zara.


"Loh ibuk kok bisa disini?" Tanya Ibi.


"Oh ternyata lu anaknya orang miskin ini, hahaha berani banget lu ngelawan gw, lu gatakut dipenjara?" Ucap Gadis itu ngejek.


Zara yang sudah naik pitam karena mengetahui ternyata Ibunya diperlakukan tidak sopan itu, menendang gadis itu dengan keras.


Bugh


Brakkhh


"Anji*ng Lu, ternyata Mama aku yang lu giniin, tau gitu saat itu juga saya tembak kepala lu!" Teriak Zara dengan amarah berapi-api.


"Lu bilang Mamaku orang Miskin? Iya? Mamaku bahkan bisa membeli harga dirimu kau tahu?" Ucap Zara semakin dingin.


"Ma-mana mungkin orang miskin seperti kalian bisa me-melakukannya" Ucap gadis itu terbata.


"Tidak bisa? bahkan saya bisa membuat keluargamu bangkrut saat ini juga, dan membongkar semua kedok Ayahmu" Ucap Zara tenang.


"BACOT" Teriak gadis itu.


Zara mengeluarkan hpnya berniat menelpon seseorang.


Tuut…tuut…


"Halo Queen"


"Datang ke Mall xx dilantai 2 dan bawa uang 500 jt sekarang, saya tunggu 10 menit jika telat anda saya pecat" Ucap Zara kepada salah satu karyawannya.


Setelah itu Zara mengotak-atik hpnya.(Kalian tau apa yang dia lakukan? Zara sedang menghack suatu data untuk mencari bukti korupsi si Walikota).


Tidak lama seseorang datang membawa sebuah koper yang berisikan uang lalu menunduk kearah Zara.


"Telat 10 detik" Ucap Zara dingin.


"Ma-maaf Queen" Ucap pria itu menunduk.


Zara lalu membuka koper itu dan melihat isinya lalu dengan tidak berprasaanya dia menuangkan isinya kewajah gadis itu.


"Sepertinya anak ini bukan orang yang bisa kita singgung"


"Ternyata anaknya bukan orang sembarangan"


"Itu akibatnya menghina orang, tanpa tahu seperti apa orang yang dia hina"


"Kupikir Ibuk ini hanya orang biasa-biasa saja, ternyata anaknya yang bukan orang biasa-biasa"


Begitulah bisik-bisik orang yang melihat Zara menuangkan uang itu kewajah gadis sombong tadi.


"Anda mau uang kan? ini saya kasih dengan cara tidak hormat, seperti anda memperlakukan Ibu saya" Ucap Zara lalu berbalik melihat Ibunya yang sudah berkaca-kaca, melihat itu hati Zara berdenyut sakit.


"Anggap saja itu sebagai kompensasi karena sebentar lagi keluargamu hancur" Ucap Zara tanpa menoleh kepada gadis itu.


"Itu kesalahanmu sendiri mbak, salahkan dirimu sendiri, karenamu keluargamu hancur" Ucap Naser dingin.


"Ck, gunakanlah uang itu sebaik mungkin" Lanjut Hendri.


"BUBAR" Teriak Zara, seketika mereka semua yang menonton kejadian itu membubarkan diri.


"Mama kok gk bilang mau ke Mall ini, kan bisa sama Zara aja tadi" Tanya Zara khawatir.


"Yakan Mama gatau Zara mau kesini juga" Ucap Ibunya lembut sambil mengusap kepala Zara.


"Huh, yaudah Mama belum makan kan? yuk kita cari Resto, yok Ser, Bi, Hen" Ajak Zara dan mereka semua mengikuti Zara.


//////////////////////////////////////////


...LIKE!! Gamau tau pokoknya pencet Like!...