
Di Basecamp Zara dkk.
Naser, Hendri, dan Ibi sekarang sedang berkumpul di basecamp mereka tanpa Zara karena pulang terlebih dahulu. Naser dkk hanya membahas tentang perusahaan mereka yang sedang berkembang, terlebih lagi Naser karena perusahaanya sedang maju pesat pada saat ini, saat ini Naser sangat sibuk mengerjakan berkas-berkas perusahaanya.
"Serius amat bang, jangan serius kali lah nanti setres kau" Canda Ibi yang sedang memakan cemilan.
"Gimana aku gk serius coba, lihat nih pekerjaanku masih banyak, kau bukannya bantu malah ngeliatin doang" Ucap Naser dengan sinis.
"Bukannya aku gamau bantu, simpel aja sih jawabannya, MALAS" Ucap Ibi dengan wajah tak berdosanya.
"Yee kambing, gitu mending kau gausah ngomong" Ucap Naser tanpa melihat Ibi.
Drrt…drrt…drrt
Hp Naser berbunyi pertanda panggilan masuk, dilihatnya nomor si penelpon tapi itu nomor tidak dikenal.
"Heh Ser hpmu bunyi tuh, angkat bising soalnya" Suruh Hendri yang sudah merasa terganggu karena Naser tidak juga mengangkat Hpnya.
"Nomor asing, males ngangkatnya, palingan salah sambung" Jawab Naser acuh.
"Yee angkat dulu oncom, mana tau penting" Sarkas Ibi.
"Iya iya"
Tuuut.
^^^"To the point" Ucap Naser.^^^
"Hahah, kau memang tidak sabaran ternyata" Ucap si penelpon.
^^^"Langsung saja" Ucap Naser dingin.^^^
"Oke oke, besok berhati-hatilah kalian, jangam sampai kalian ber-4 meninggalkan satu sama lain, karena nanti salah satu dari kalian bakal hilang" Ucap si penelpon.
^^^"Maksud lo apa!" Teriak Naser.^^^
^^^"Hal-"^^^
Tuut…
"Bang**d" Umpat Naser kasar.
"Kenapa Ser kok ngamok" Ucap Hendri terkejut karena teriakan Naser.
"Wes santai bang, gausah teriak-teriak juga kali" Ucap Ibi.
"Itu tadi ada orang gila, masa tadi dia bilang kita jangan sampai meninggalkan satu sama lain karena katanya akan ada yang hilang salah satu dari kita" Ucap Naser dengan raut muka khawatir.
Sejenak mereka terdiam memikirkan apa yang Naser bilang tadi, mereka paham apa maksud orang itu, pasti dia ada sesuatu yang dia inginkan dari mereka.
"Oke oke gini aja, kita besok berangkat sama-sama kita kumpul dulu di basecamp baru itu kita berangkat kesekolah" Saran Naser yang berusaha tenang.
"Yaudah kalo gitu telepon Zara" Ucap Hendri.
Naser pun segera mencari kontak Zara lalu menelponnya.
Tuut…tuut…tuut.
📱
"Ya halo Ser" Ucap Zara.
^^^"Ehem gini Ra, besok kita berangkat sama-sama ya, kumpul di basecamp" Ucap Naser.^^^
"Oke oke"
Tuut.
"Sudah" Ucap Naser.
"Yaudah yok tidur, kita tidur disini aja, aku males pulang" Ucap Hendri.
"Yaudah" Ucap Naser dan Ibi Serentak.
Naser dkk masuk ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat sampai hari esok dan memulai aktifitas.
Skip pagi hari
Zara sudah siap dengan seragam sekolahnya, dia turun menuju ruang makan untuk melakukan sarapan pagi bersama Ayah dan Ibunya.
"Pagi All" Teriak Zara.
"Berisik Zara" Ucap Ibunya yang sedang menyiapkan makanan ke meja makan.
Cup
Cup
"Hehe, jangan marah Ma masih pagi ini" Zara duduk di kursi dekat Ayahnya.
"Tumben bangunnya ga dibangunin Mamamu, biasanya bangkong kalo tidur" Ucap Ayahnya.
"Mau cepet-cepet nyampe sekolah aja, lagian mau ke basecamp dulu baru kesekolah" Jelas Zara sambil meminum teh yang dibuatkan Ibunya.
"Yaudah yuk kita mulai makan, Ayah hari ini ada meeting sama si Bos" Ucap Ayahnya.
"Ayah kenapa gk kerja ditempat Zara aja sih, kan nanti Zara kasih posisi tinggi" Ucap Zara menawarkan pekerjaan.
"Ayah gak enak sama si bos kalo tiba-tiba resign, lagian Ayah udah nyaman kerja disana, Bos nya baik" Ucap Ayahnya menolak.
"Udah ayo kita makan dulu" Perintah Ibunya.
"Iya Ma"
Mereka memulai sarapan yang tadi tertunda dengan hening, selesai sarapan Zara berangkat ke basecamp dan Ayahnya Zara berangkat kekantor.
Skip Basecamp.
"Pagi semua…" Ucap Zara yang sudah sampai basecamp.
"Pagi Ra" Ucap Naser dkk serentak.
"Eh Ra kita mau ngomong sesuatu nih, mangkanya kau kami suruh kesini ada yang mau kami omongin" Ucap Naser menarik tangan Zara untuk duduk di sofa.
"Emang kenapa we?" Tanya Zara penasaran.
"Semalem kami dapet telpon dari orang aneh, gini ceritanya bla bla bla…" Naser menjelaskan panjang lebar tentang apa yang mereka terima malam itu.
"Jadi gitu" Ucap Naser yang selesai menjelaskan.
"Jadi gimana pendapatmu Ra?" Tanya Hendri.
"Emm, itu sama kayak orang gila yang ngirimin akun pesan tempo hari, masih ingat kan yang aku ceritain" Ucap Zara.
"Iya Ra aku yakin itu orang yang sama, yang ngirimin kau pesan" Imbuh Ibi.
"Hemm, kita harus berhati-hati sama orang ini, pasti dia ngincar kita berempat, mungkin itu juga musuhnya Om Lucas yang ngincar kita berempat" Ucap Hendri mengutarakan pendapatnya.
"Yaudahlah yok berangkat, udah jam 06:30 ntar kita telat" Ucap Naser dan mereka pun memasuki kendaraan masing-masing dan melaju menuju sekolah RIHS.
Sampai disekolah seperti biasa Zara dkk selalu menjadi pusat perhatian dan mereka tidak peduli akan itu dan tetap berjalan menuju kelas.
BRAAK
"ASSALAMU'ALAIKUM YA AHLI KUBUUUR" Teriak seseorang memasuki kelas dengan tidak santainya, siapa lagi kalo bukan Serli.
Pletak
Pletak
Gimana tidak terkejut, Keyla dan Keyra kan berjalan disamping kanan dan kiri Serli, dengan seenak jidat si Serli malah menendang pintu kelas dengan keras lalu berteriak.
"Santai elah, sakit nih jidat gw, apa kata orang nanti kalo si Serli yang cantik jelita kembarannya Lisa BlackPink jidatnya benjol, turun harga diri gw" Ucap Serli dengan pdnya sambil mengelus jidatnya.
"PD AN LO" Teriak teman sekelasnya kearah Serli(-Zara).
"MasyaAllah suara kelen ngalah-ngalahin toa sekolah tau gk?" Ucap Serli mengelus dada.
"Mirror goblok" Ucap Syifa.
BRAAK
"GOOD PAGI SEMUAA, REZA KEMBARANNYA ALAN WALKER SAINGANYA MANU RIOS DISINI, MANA RED CARPETNYAA…" Teriak Reza dengan gadak akhlaknya.
Author: Mungkin Akhlaknya Reza jatoh tadi ditengah jalan.
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
"Awwh, kok ngamok kelen bangk*, salah dedek apa" Ucap Reza Dramatis.
"Sama aja kau kayak Serli" Ucap Naser dingin.
"Padahal aku mau bilang kalo hari ini kita gak belajar" Ucap Reza semangat dan mengabaikan rasa sakit dijidatnya.
"Kenapa gk belajar?" Tanya Hendri.
"Iya bentar lagi sekolah ngadain PORSENI(Pekan Olahraga dan Seni), mangkanya kita gk belajar" Jelas Reza.
"Kenapa gak pulang aja sih, enak dirumah tidur" Gerutu Ara.
"Yee kalo kau kerjaanya tidur aja, sampe gak ingat dunia" Cibir Arum.
"Sibuk kali anda" Balas Ara.
Zara sedari tadi hanya diam tidak ikut nimbrung dengan teman-temannya, karena sedari tadi jantungnya tidak berhenti berdebar, perasaan tidak enak hinggap sedari tadi.
'Jantung aku kenapa ya?' Batin Zara.
'Kayak ada sesuatu yang bakal terjadi sebentar lagi'
Deg deg deg deg.
Begitulah sedari tadi irama jantungnya yang tidak karuan dan perasaan aneh tidak kunjung hilang.
Huufftt
Zara menghembuskan nafasnya kasar lalu duduk bersender dibangkunya.
"Ra kok Lu dari tadi diem aja?" Tanya Ayu yang sadar Zara tidak nimbrung dari tadi.
"Gk papa cuman ngantuk aja" Bohong Zara, padahal dari tadi perasaanya tidak enak.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu kelas mereka, dan satu kelas mengalihkan pandangan ke arah pintu.
"Masuk" Ucap Lian.
"Ehem dek Naser sama Hendri dipanggil kepala sekolah" Ucap Siswa itu.
"Yok kantin yok we, laper" Ucap Reyhan.
"Yaudah ayok"
Anak-anak 10 Tikom 1 pergi menuju kantin bersama-sama, ternyata dikantin rame karena jamkos sepanjang pelajaran.
"Za pesen sana, biar aku yang bayarin semuanya" Ucap Zara mengeluarkan 2 lembar uang seratus ribu.
"Oke Zara cantik" Ucap Reza sambil menggoda.
"Samain aja ya we, Mie Ayam semuanya mau kan?" Tanya Reza.
Lalu teman-temannya pun mengangguk saja. Tidak lama datang seorang Siswa menghampiri meja mereka.
"Emm ada yang namanya Ibi?" Tanya siswa itu.
"Iya saya, kenapa bang?" Ucap Ibi.
"Dipanggil buk Rika keruang guru" Ucap Siswa itu.
"Bentar ya we, Ra kau jangan kemana-mana ya" Peringat Ibi.
"Hmm"
Ibi pun menuju ruang guru yang diucapkan siswa tadi untuk mencari buk Rika.
Skip Ruang Guru.
"Ibuk manggil saya?" Tanya Ibi setelah menemukan buk Rika yang memang berada di Ruang Guru sedang memeriksa tugas-tugas murid-muridnya.
"Ha? Saya gk ada manggil siapa-siapa kok" Ucap buk Rika dengan heran.
"Tapi tadi ada abang-abang bilang kal-" Ucapan Ibi tertahan lalu teringat sesuatu dengan cepat dia berlari menuju kantin untuk memastikan sesuatu.
"Hosh hosh hosh, we hosh. Za-Zara mana?" Tanya Ibi dengan nafas tersengal-sengal karena habis berlari.
"Zara? oh tadi barusan katanya mau ke toilet sebentar" Ucap Alfin.
"Ke toilet? Bro ikut aku ya bentar" Teriak Ibi lalu kembali berlari menuju toilet sambil menarik tangan Isran.
Sedari tadi tingkah Ibi dilihat kelompok Aezar dkk.
"Kenapa tuh bocah?" Tanya Raven dan Revan penasaran.
"Kayak dikejer-kejer setan" Imbuh Revan.
"Udahlah biarin aja, mungkin sesuatu sedang terjadi" Ucap Aezar santai.
'Kok perasaan gw gaenak ya?' Batin seseorang.
'Ada yang gak beres nih' Batin 2 orang lagi bersamaan.
Di Toilet.
"ZARAA" Teriak Ibi tanpa ba bi bu memasuki toilet perempuan, dan membuka satu-satu pintu toilet, Isran pun ikut membuka pintu toilet, untung tidak ada yang memakai toilet itu.
"Zara gk ada bi" Ucap Isran.
"**** aku kecolongan" Ucap Ibi frustasi.
//////////////////////////////////////////////
...Hai aku udah lama gk update ya, maaf otakku lagi buntu. Ini aku update, pencet likenya ya ^^...