
"We ke perusahaan yok, banyak pekerjaan loh, makin banyak clien" Ucap Zara setelah sampai diparkiran.
"Woah baguslah, biar makin pesat itu perusahaan kita" Ucap Hendri senang.
"Btw Ser gimana perusahaan N.R CORP, makin maju kan?" Tanya Ibi.
"Wojelas maju doang, siapa dulu yang megang" Ucap Naser menyombongkan diri.
"Dih sombong, dah lah yok ke perusahaan, biar cepet sampe" Ajak Ibi.
"Kuy"
Empat mobil mewah itu pun meninggalkan parkiran SMK Cinta Damai, menuju ke perusahaan RAY COMPANY. Tetapi di tengah jalan, mereka melihat 5 orang pemuda yang sepertinya murid sekolahan, mereka dikeroyok para preman di jalan itu.
Zara dkk pun berhenti di jalan itu, dan keluar dari mobil masing-masing.
"Tolongin yok, kasihan tuh dikeroyok, gak imbang 5 lawan 15 orang" Ajak Naser yang kasihan melihat Siswa yang dikeroyok itu.
"Dih banci banget masa mereka lawan 15 orang aja gabisa" Cibir Ibi.
"Kita sama mereka ya beda tolol, gini nih kalo keluar gabawa otak" Ucap Hendri pedas dan Ibi pun langsung kesal.
"****** ko, gini-gini juga temen kau" Kesal Ibi.
"Pedes banget hen" Ucap Naser.
"Yuk lah kita tolongin, ntar mati pulak, kan payah" Ucap Zara yang sedari tado diam.
Lalu Zara dkk mendekati kerumunan itu yang masih baku hantam, dan kelihatan 5 orang pemuda itu tidak sanggup melawan 15 preman itu.
"Woi!!" Teriak Zara dkk bersamaan.
"Beraninya keroyokan doang, banci ya bang?" Tanya Zara sambil mengejek.
"Tau tuh, satu lawan satulah masa keroyokan gitu, jelas kalah lah abang-abang itu" Sambung Hendri.
"Apaan kalian anak kecil, gausah ikut campur deh, ntar dipukul ngadu mamak" Ucap salah satu preman itu dan yang lainya tertawa karenanya.
'Bukannya mereka adek kelas itu kan? berani banget gila' batin salah satu siswa itu.
"Oh benarkah?" Ucap Zara.
"Banyak bacot nih bocah, serang temen-temen biar tau mereka siapa RED TIGER sebenarnya" Ucapnya sombong dan mulai menyerang Zara dkk.
Zara dkk dengan cepatnya menghindari serangan itu, dan dengan sekejab membentuk formasi mereka ketika menyerang.
Zara yang lebih dulu menendang orang yang ada didepanya dan menyerang secara membabi buta, begitu juga dengan Naser dkk yang tidak kalah kerennya saat menyerang.
Bugh
Bagh
Buakkhh
Buakkh
Jedugh
Brakkh
Bugh
5 orang siwa itu hanya melihat saja saat Zara dkk menyerang premam-preman itu dengan ganas, mereka hanya menelan salivanya masing-masing ketika melihat pertempuran yang panas itu.
Zara dkk dengan lihai mengelak, menyerang, menangkis serangan demi serangan itu. Satupun dari mereka tidak ada yang terluka, malah sebaliknya kelihatan preman-preman itu yang sudah babak belur.
Buakkh
Bugh
Bugh
Buakh
Brakkhh
Tidak sampai 5 menit para preman-preman itu sudah terkapar ditanah tidak berdaya.
"Lari bro" Teriak salah satunya dan mereka pun lari terbirit-birit.
Zara dkk duduk sejenak menormalkan nafasnya karena kecapean, mereka belum makan siang tapi sudah berantem yang menguras tenaga.
"Hhhhh, kelen gapapa kan? sana kerumah sakit, tuh muka udah lebam gitu" Ucap Naser menanyai keadaan mereka.
"Kami gapapa kok, terima kasih dek udah nolongin kami tadi, gatau nasib kami klo gk d kalian" Ucap salah satunya.
"Eh bukannya kalian abang-abang banci itu ya? Ternyata beneran banci" Celetuk Zara.
"Enak aja lu dek, kami gak banci ya, jangan ngadi-ngadi lu dek" Ucap lelaki itu tidak terima dikatain banci.
"Ya iyalah banci, masa cewe dibuli didepanya ga ditolong malah diliatin doang" Ucap Naser mendukung Zara.
"Ada alasannya kami gamau nolong, karena kami udah muak liatnya, udah ratusan kali ditegur tapi tetep aja gamau berhenti tuh cewe, capek lah buang-buang waktu" Jelasnya pada Zara dkk.
Ternyata yang ditolong Zara dkk itu adalah Aezar dkk, mereka mau dibegal oleh preman-preman tadi dan berakhirlah mereka ditolong Zara dkk.
"Oh" Zara ber oh saja.
"Kita belum kenalan kan? Kenalin abang Aezar Alvi Bramantio" Ucap Aezar memperkenalkan diri.
"Aku Arshad Shagufta Ardana"
"Kenalin abang Revan nandana Gibran, dan yang disebelah abang ini kembaran abang namanya Raven Nandana Gibran"
Zara dkk hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Klo nama kalian?" Tanya Nino.
"Zara"
"Naser"
"Hendri"
"Ibi"
Zara dkk memperkenalkan nama mereka dengan sesingkat-singkatnya.
"Buset singkat amat" Celetuk Revan.
"Yaudahlah salam kenal ya" Ucap Aezar.
"Hm" Jawab Zara dkk.
"Kalian mau kami anter pulang gk? Sebagai bentuk tanda terima kasih" Tawar Arshad.
"Gk perlu" Jawab Naser.
"Oh yaudah, klo gitu kami pulang dulu ya, hati-hati dijalan kalian" Pamit Arshad dan mereka pun pulang, tersisalah Zara dkk.
"Yok we langsung ke perusahaan apa kita makan dulu nih?" Tanya Zara.
"Makan dulu yuk, kita belum makan siang nih, masik jam 1 jugak" Ucap Ibi.
"Yaudah ayok"
Zara dkk meninggalkan tempat itu dan mencari tempat makan terdekat. Selesai makan mereka langsung menuju ke perusahaan.
Di Tempat Lain
"Kenapa kalian sampai babak belur gini" Tanya seorang pria paruh baya.
"B-bos kami dihajar sama anak-anak b-bos, saat kami sedang menyerang target dan anak-anak itu datang membantu mangsa kami bos" Ucap anak buahnya takut-takut.
"Anak kecil? Emang ada berapa jumblah anak-anak itu?" Tanya Pria itu emosi.
"Em-empat bos?" Ucap yang lainya.
"Empat? sama 4 orang anak kecil kalian kalah? BODOH!!" Teriaknya yang emosi sudah di ubun-ubun.
"Anak-anak itu terlalu hebat dalam menyerang, dan sepertiny mereka orang yang sama yang hari itu menggagalkan rencana kita" Ucapnya.
"Gamau tau saya, besok kalian culik anak-anak itu, bawa kehadapanku bagaimanapun caranya, Paham!!" Ucap pria itu berteriak.
"Pa-paham bos"
"Yaudah cabut kalian"
15 orang itu lari terbirit-birit karena takut kena amuk bosnya lagi.
Di Tempat Berbeda lagi.
"Tuan, saya ada informasi" Lapor seorang pria kepada tuanya.
"Apa itu" Ucap tuanya.
"Tadi anggota Red Tiger menyerang anak-anak yang tuan suruh kami mata-matai, dan mereka kalah padahal jumblah mereka ada 15, ternyata anak-anak itu beneran hebat tuan" Lapornya.
"Bagus, terus mata-matai mereka, kalau ada celah, langsung culik saja mereka, bawa kehadapanku," Perintahnya.
"Tapi sepertinya mereka tidak bisa ditangkap tuan kalau mereka bersama-sama, mereka punya formasi untuk menyerang" Ucapnya memeberitahu.
"Formasi? kalau begitu, tangkap saja satu-satu, bagaimanapun caranya mereka harus bisa kalian tangkap" Perintah tuanya.
"Baik tuan"
...🔫🔫🔫...
"Om, mana berkas yang mau kami kerjakan? lagi gak males nih om" Pinta Ibi.
"Dasar kalian ini, inih berkasnya, ada perusahaan keluarga teman-teman kalian tuh mau ngajak kerjasama, terserah mau diterima apa gak" Ucap Ridwan.
"Oh iya? terima aja deh" Ucap Zara.
"Kalian sering-seringlah kekantor, om kangen tau gak?" Pinta Ridwan.
"Dih lebay Om, iya-iya nanti kami sering-sering kesini kok" Ucap Zara.
"Yaudah om, kami keruangan dulu" Ucap Naser.
"Yaudah sana, semangat kerjanya" Ucap Ridwan.
"Oke"
"Eh we, klo ini cepat selesai, kita ke perusahaan N.R CORP ya, lagi banyak kerjaan juga disana" Pinta Naser.
"Yaudah oke" Ucap Zara.
Mereka dengan secepat mungkin menyelesaikan pekerjaan yang ada di RAY COMPANY, Setelah selesai mereka segera menuju perusahaan N.R CORP yang saat ini CEO nya adalah Naser.
///////////////////////////////////
Waduh gimana nih ada 2 kelompok yang mengincar Zara dkk, apakah Zara dkk selamat? atau sebaliknya, maka dari itu ikutin terus Cerita The Story of Zara Ray U < U.
...Like, episode ini karna like itu gratis, dengan like kamu bisa terus support saya agar bisa terus semangat bikin ceritanya. Like ya gan karena gk ada ruginya kamu memeberikan like untuk saya OvO....