The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Zara bingung



Braakkhh


Zara menendang pintu kelas dengan keras sampai membuat teman-temannya yang lain terkejut, semarah itukah Zara? pikir mereka begitu. Zara lalu mendudukkan dirinya dibangkunnya dengan kasar.


Zara menatap langit-langit kelasnya dan setelah itu menutup matanya untuk menhilangkan emosi dalam dirinnya.


"Ada apa denganmu Zara, kenapa kau seperti ini, biasanya tidak pernah begini?" Tanya Keyra heran.


"Iya Zara, apa masalah dikantin tadi membuatmu semarah ini?" Tanya Keyla juga, pertanyaan itu mewakili semuanya, karena mereka juga bingung.


"Dia keterlaluan! sudah membawa-bawa orang tuaku, mereka pantas mendapatkan itu" Ucap Zara sedikit berteriak, lalu mengusap wajahnya kasar.


"Dan sebenarnya bukan hanya itu, ada hal lain yang membuatku seperti ini" Lirih Zara, suaranya tiba-tiba melemah.


"Ada masalah Zara? cerita sama kami, kami sahabatmu jangan pendam sendirian" Ucap Naser yang khawatir pada Zara.


"Semalam aku diteror oleh nomor tidak dikenal, dan itu yang membuat modku memburuk sejak pagi tadi, kau tahu? semalaman aku tidak bisa tidur" Ucap Zara menjelaskan.


"Dan mereka yang tadi dikantin, membuat perasaanku semakin memburuk, maka dari itu aku memukul mereka" Ucap Zara lalu kembali menyenderkan punggungnya pada kursi.


"Emang teror seperti apa, sampai membuatmu seperti ini" Tanya Hendri penasaran dengan apa yang terjadi.


"Jadi gini…"


Flashback on


Zara menyelesaikan makan malam bersama keluargannya lalu dia naik kekamarnya untuk beristirahat, dia mengecek sebentar keadaan perusahaanya.


Dia melihat statistik diagram perusahaanya semakin naik dan naik, dia lalu tersenyum dan puas atas hasil kerja karyawannya.


"Bagus" Gumamnya.


Drrt…drrt…drrt…


Hp Zara berbunyi menandakan panggilan masuk, dia melihat siapa menelpon tapi melihat nomor si penelpon ternyata itu nomor tidak dikenal.


Zara lalu mengangkatnya karena penasaran siapa yang menelponnya dengan nomor itu.


"Halo anak kecil, bagaimana kabarmu, kuharap kau baik-baik saja, oh iya dan kau tidak perlu tau siapa aku" Zara mengernyitkan keningnya heran, siapa orang gila ini? pikir Zara.


"To the point" Ucap Zara dingin.


"Kedepannya kau dan ketiga temanmu harus hati-hati ya, karena takutkan salah satu dari kalian akan menghilang" Ucap pria itu.


"Ap-"


Tuutt


Belum sempat Zara membalas ucapan pria itu, dia malah mematikan sambungan teleponnya dan itu membuat Zara kesal.


"Kenapa ini seperti pertanda tidak baik?" Guman Zara.


Dan semalaman Zara memikirkan orang gila itu, dan dia tidur jam 3 pagi, jam 5 pagi dia harus sudah bangun untuk melaksanakan sholat Subuh, setelah sholat Subuh Zara tertidur lagi, itu yang membuatnya telat untuk kesekolah.


Flashback off.


"Begitulah kira-kira ceritanya" ucap Zara menyudahi ceritanya, dan dia mengambil botol minum dan meminum airnya karena ia merasa haus.


"WHAT!! SIAPA ORANG GILA GITU?" wah bener-bener ya" Teriak Serli yang berada disamping Zara setelah mendengar ceritannya.


Zara merasakan telingannya berdengung karena mendengar teriakan Serli yang amat keras, lalu Zara menjitak kepala Serli.


Pletak


"Bego banget Ser, lu triak dideket kuping aku anying" Kesal Zara.


"Hehe ya maap replek" Ucap Serli seperti merasa tidak bersalah.


"Lu serius Ra? apa mau orang itu sebenarnya, aneh banget, dia kayak lagi ngincer kita bertiga tau nggak" Ucap Ibi tampak berpikir.


"Iya pasti itu mereka manfaatkan untuk menyerang kita kan…" Ucap Zara yang sudah tau maksud teror yang diterimannya.


"Sebenarnya kenapa kalian diincar, kalian ada salah apa sih?" Tanya Lian heran, dia kurang mengerti dengan percakapan itu.


"Sudah kau tidak perlu tau" Ucap Hendri, dia tidak mau kalau teman-temannya tau kalau mereka adalah mafia.


Sedangkan Keyla dkk hanyak diam saja, karena mereka sudah mengetahui kalau Zara dkk sebenarnya adalah mafia. Keyla dkk bisa menjaga rahasia itu.


Percakapan mereka berhenti ketika guru memasuki kelas. Merekapun berhamburan ke tempat masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran yang tertunda.


...🔫🔫🔫...


"Maaf bos kami kalah lagi dengan anak itu, dia terlalu hebat beladiri" Lapor seseorang kepada bosnya, dia adalah anggota Red Tiger yang menyerang Zara ketika hendak berangkat kesekolah tadi.


"Kalah? kalian sebanyak itu bisa kalah dengam seorang anak kecil? bodoh sekali kalian!!" Teriak orang itu.


"Maaf bos, tapi memang dia kuat sekali dan tadi dia membawa senjata" Ucapnya dengan terbata-bata.


"Yasudah, kita akan menunggu kesempatan lagi, ketika kesempatan itu datang lagi bawalah lebih banyak anggota untuk menangkap anak-anak sialan itu, mereka benar-benar menguras emosiku" Perintahnya mutlak sambil membuang puntung rokoknya dan menginjaknya kasar.


"Baik bos"


"Hmm"


...🔫🔫🔫...


Bell pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi, Zara dan teman-temannya kini berada diparkiran, mereka tidak berniat langsung pulang karena mau menuju perusahaan terlebih dahulu.


Zara dan Hendri menuju perusahaan RAY COMPANY sedangkan Naser dan Ibi menuju perusahaan N.R COMPANY yang sekarang dipegang oleh Naser, N.R COMPANY saat ini juga sedang maju pesat, perusahaan yang bergerak dibidang perangkat elektronik.


Zara dan Hendri sudah sampai ke perusahaan RAY COMPANY, dan Zara dan Hendri langsung menuju keruangannya untuk mengecek pekerjaan.


Zara yang sedang serius dengan berkas-berkas yang menumpuk di mejannya tidak sadar kalau Ridwan sudah berada di ruangannya.


"Ekhem, Serius amat, sampek om ganteng ini datang pun gak sadar" Ucap Ridwan dengan menyender diambang pintu sambil melipat kedua tangannya


"Ngagetin aja sih Om, masuk tuh ketuk pintu dulu kek" Gerutu Zara.


"Heh, udah dari tadi Om ketuk pintu kagak dengar, yaudah masuk ajalah, rupannya lagi fokus kerja sampek om ganteng ini masuk pun gak sadar" Ucap Ridwan membalas perkataan Zara lalu duduk di sofa yang ada diruangan itu.


"Iyalah-iyalah terserah, ada apa kesini" Ucap Zara to the point.


"Perusahaan makin maju aja ya, dan sekarang perusahaan mu sudah berada di posisi perusahaan termaju pertama di Indonesia, selamat Zara, kamu emang hebat" Puji Ridwan atas prestasi Zara yang membanggakan.


"Yang hebat itu bukan Zara aja, semua karyawan disini hebat kok, tanpa mereka perusahaan ini tidak akan bisa berkembang pesat" Ucap Zara memuji karyawannya.


"Juga terima kasih buat Om Ridwan yang sudah membantu Zara di perusahaan ini, sekarang aku sudah bisa mengganti uang om Lucas dan uang gedung ini ketika kami masih susah hari itu" Ucap Zara mengucapkan terima kasih dengan tulus.


"Lucas pasti ikut senang, karena kau bisa memajukan perusahaan mu, dia pasti bangga padamu, anak sepertimu sudah memajukan perusahaan, luar biasa" Ucap Ridwan memuji Zara.


"Iya memang harus seperti itu, karena aku berkeinginan membuat orang tuaku bahagia dan memberikan mereka hidup layak, dan sekarang keinginan itu terwujud berkat bantun om Lucas" Ucap Zara yang mengingat orang tuanya dan betapa besarnya bantuan yang Lucas berikan.


"Kamu memang benar-benar anak yang baik"


Di tempat berbeda


Lucas mendapat transferan uang bermiliyaran rupiah ke rekeningnya dan dia mengulum senyumnya.


"Wah anak itu menepati janjinya" Ucapnya dalam hati.


"Kalian memang anak yang hebat, saya bangga sama kalian, tidak salah saya memilih kalian dan saya akan melindungi kalian dari apapun" Janji Lucas sambil menatap langit-langit ruangan kerjanya.


//////////////////////////////////////


......Dipencet likenya gan, dan dimohon untuk yang berbaik hati vote ceritaku ya, hehe😁......