
2 tahun kemudian
Di Mts Al Amin
Tak terasa 2 tahun sudah berlalu, Zara dan teman temanya Semakin tumbuh dewasa kini mereka sudah lulus SMP, diumur yang masih 12 tahun Zara sudah lulus smp begitu juga dengan teman temanya. Tapi Hendri dan Ibi setahun lebih tua Dari Zara sedangkan Naser 2 tahun lebih tua dari Zara, maka dari itu Zara yang paling muda diantara mereka.
"Wah gaterasa kita udah lulus aja nih, seneng banget akutuh" ucap Zara sambil menenteng tasnya berjalan keluar gerbang sekolah.
"Baguslah kita cepet lulus, aku juga seneng banget" ucap Naser dengan senyum manisnya (inget ya babang Naser cuman memperlihatkan senyumnya kepada orang orang terdekatnya saja, klo dah sama orang lain mukanya udah kaya tembok). oke back lanjut.
"males juga aku lama2 disekolah itu banyak banget ciwi2 cabe nempel nempel" Kata Hendri kesal.
"iya aku juga" ucap ibi
"mangkanya jadi orang gausah kegantengan banyak kan jadinya ciwi ciwi nempel tuh" ucap Zara "besok besok keluar pake masker biar gadak lagi tuh ciwi ciwi nemplokin lu pada lagi"ucapnya lagi.
"ya namanya juga nasib orang ganteng ya gini" kata Naser dengan angkuhnya.
"hilih bicit"
"Aku juga kesel tuh lihat cowo cowo fakboy di sekolah itu, selalu ngeliatin aku klo udah dateng, emangnya aku lagi sirkus apa" ucap Zara dengan nada kesal
"uluh uluh cup cup cup" mereka bertiga meledek Zara. Zarapun Kesal dan memasang muka cemberutnya.
"Ah iya kita juga dapet beasiswa kan di sekolah Cinta Damai, katanya itu sekolah favorit ya nak elit semua isinya" ucap Ibi sambil melihat wajah teman temanya.
"Iya ya, klo gitu yuk kita lihat dulu gimana sekolahnya, cuman lihat2 aja kok" ajak Zara kepada Temanya.
"Tapi kita cari makan dulu lah aku dah laper nih, tadi pagi aku ga makan" Kata Hendri sambil memegangi perutnya.
"Kuy lah kita makan di warung pak Somad" ajak Zara.
Lalu mereka berempat langsung ketempat warung Pak Somad dengan angkot. Sesampainya disana mereka langsung mencari tempat duduk dan memesan makanan.
"Pak nasi goreng 4 ya, sama es teh manisnya juga 4" ucap Zara memesan makanan mereka .
"Oke siap"
Setelah makanan mereka sampai mereka langsung memakanya kerena sudah sangat lapar, tidak ada yang berbicara saat makan karena memang ajaran agama mereka seperti itu.
Setelah makan mereka langsung membayar makanan mereka.
"Pak berapa semuanya?"tanyanya
"Semuanya 52 ribu"
"Ini pak makasih ya" ucap Zara
"yuk lah kita lihat sekolah itu" ajak Naser.
Mereka pun menunggu bus untuk bisa sampai kesana. tapi pas mereka menunggu bus tiba2 ada sekelompok preman menuju kearah mereka ber 4, badan mereka besar besar.lalu salah satu preman berucap "Eh kalian anak kecil serahin uang kalian, atau kami akan hajar kalian habis habisan" ucapnya memasang wajah garang (eh auhor pun ampe takut hihi)
"Siapa kalian? klo kami gamau?" Ucap Zara dengan nada dingin.
"Kami penguasa daerah sini, klo kalian gamau maka kami tidak segan2 menghabisi kalian, kalian hanya bocah kecil gausah sok keras" ucap preman itu dengan angkuhnya.
'cih' Zara berdecih
"Ck ck ingat ya kami tidak mau memberikan uang kami" ucap Naser dengan dinginya.
"Kalian hanya bocah kecil, lebih baik serahkan uang kalian" Ucap preman satunya "kalian tidak akan bisa menang melawan kami lebih baik menyerah saja" Ucap preman lainya.
"Oh" Hendri ber'oh ria.
"wah memang bener bener cari masalah kalian, ayo teman teman hajar bocah bocah tengik ini.
Preman preman itu lantas langsung mengelilingi Zara dan temanya, mereka berjumblah 10 orang.
Zara dkk langsung memasang kuda kuda bersiap untuk bertarung.
Lalu preman preman itu lagsung meyerang bersamaan.
Zara langsung lompat dan menendang dada preman itu si preman langsung terjungkal.
Bukh
akhh
Bukh
Bakkh
brugh
bugh
"aaaakhhh" erang preman preman itu
5 preman mental kebelakang menabrak kursi panjang dan kursi langsung patah
Zara pun tidak mau kalah dia langsung menyerang sisanya, preman preman itu medapat hadiah bogeman mentah dari Zara.
bugh
bagh
krakh
bruggh
3 preman langsung mental menabrak dinding dibelakang mereka. 2 lainya langsung lari terbirit birit melihat teman temanya sudah kalah semua, mereka berdua lari terpincang pincang.
"Cih lemah gitu doang udah tepar, badan doang digedein, tapi lemah, padahal tadi masih pemanasan, ah ga asik klean ayo dong lawan lagi kami" ucap Zara mencemooh preman preman itu.
'apa? masih pemanasan, tadi itu mereka sangat brutal dibilang pemanasan? jadi pertarungan yang sebenarnya gimana lagi? gila kali' batin preman preman tersebut sambil menatap anak2 yang didepan mereka.
Ibi tersenyum membaca pikiran mereka, 'siapa suruh cari masalah sam Zara dkk, makan tuh enak kan?'Ibi membatin
"udah ah yok tinggal kasihan tuh udah pada KO mereka mending kita nunggu tempat lain aja" ajak Hendri Sambil menatap datar premam2 tersebut.
Lalu mereka pun meninggalkan preman preman itu dan cari tempat lain menunggu bus dan bus pun datang, mereka langsung menaiki bus itu.
Di sekolah Cinta Damai
Sesampainya disana mereka langsung turun menuju kearah gerbang sekolah itu. dan Zara dkk menggunakan masker terlebih dahulu agar tidak ada yang nemplokin mereka.
"kuy masuk lah"Ajak Naser
Merekapun masuk kesekolah itu dan takjub karena bangunan sekolah itu besar sekali.
"Wah gila sekolah ini gede banget, panteslah nak elit semua yang sekolah disini" kata ibi dengan takjubnya melihat bangunan sekolah itu.
"Eh kita daftar disini 3 bulan lagi aja karena kan 3 bulan lagi penerimaan siswa baru, aku mau lihat bagaimana penerimaan siswa baru disini" ucap Zara kepada ke 3 temanya itu.
"Iya iya nanggung lagian mereka juga kan mau ujian kan?" kata Ibi
"Eh ngomong ngomong kita masuk jurusan apa ini? aku pengenya jurusan IT kan kita bisa program kan? mana tau dapet kawan yang juga jago program, bisa kita ajak collab tuh pasti seru" hendri menyarankan kepada mereka bertiga.
"Ah iya boleh tuh, gimana kelen setuju gak?" tanya Naser.
"Klo aku sih setuju setuju aja ya, klo ko Ra gimana setuju gak?" tanya Ini pada Zara
"setuju dong, mana mungkin aku mau pisah kelas sama klean bertiga" ucap Zara langsung setuju pada ajakan temenya.
"oke jadi sepakat ya kita masuk jurusan IT, oke?" Ucap Hendri.
"oke sip" ucap mereka bertiga serempak.
"Yaudah yuk pulang, udah sore nih nanti orang nanti orang tuaku nyariin" ajak Zara karena emang udah sore.
"kuy lah" kata mereka bersamaan
Merekapun pulang kerumahnya masing masing
Bersambung
//////////////////////////////////////////
Oke guys sampe sini dulu episode kali ini jangan lupa tinggalkan jejak ya
like, komen, vote, klik Favorit ya biar kalian ga ketinggalan informasi update novel aku
Thank you guys😊😊