
Keyla dkk sudah berada di luar mansion markas, mereka berhenti sejenak disana untuk menenangkan diri.
"Gila gk nyangka gw Zara ternyata mafia loh" Ucap Serli memulai percakapan.
"Iya gw juga, Zara seimut itu ternyata ada sisi mengerikanya juga" Timpal Keyra juga tak percaya.
"Udah intinya kita jangan cari masalah sama Zara, Pasti Naser dkk mafia juga, secarakan Naser dkk sama Zara itu deket banget dah kaya sodara, kalian tau sendiri kan" Ucap Keyla mengingatkan.
"Iya pasti lah, mereka emang mafia itu sama kayak Zara…" Serli menjeda kalimatnya "Gw tadi jantungan banget sumpah, gw kira tadi gw beneran mati" Ucap Serli menyambung kalimatnya.
"Hahaha, emang kebangetan sih Zara ngepranknya" Tawa Keyla.
"Yaudah yuk pulang, udah mau sore, ntar dicariin ortuku" Ajak Keyra pulang.
Akhirnya Keyla dkk pun pulang kerumah masing-masing karena hari sudah mulai sore.
Di Belahan Bumi Lainya.
"Tuan, saya sudah mendapatkan informasi anak-anak itu" Lapor seseorang kepada tuanya.
"Hmm, Bacakan!!" Perintahnya kepada anak buahnya.
"Mereka bernama Zara Ray, Naser Re, Hendri Exaar, dan Ibients Ibi. Mereka tinggal di medan dan bersekolah di SMK Cinta Damai. Ternyata mereka adalah wakil pemimpin dari The Blue Diamond, Lucas yang mengangkat mereka jadi wakil pemimpin karena takjub atas beladiri mereka" Jelas orang itu panjang lebar.
"Betapa bodohnya Lucas, mengangkat anak kecil jadi wakil pemimpin?" Ucapnya meremehkan.
"Ta-tapi tuan, anak-anak itu tidak bisa diremehkan kemampuanya, mereka bahkan bisa melawan 30 orang dewasa sekaligus" Jelasnya takut-takut.
"Benarkah, sekarang kalian mata-matai kegiatan apa yang dilakukan mereka, aku jadi tertarik untuk merebut mereka dari Lucas" Ucapnya sambil tersenyum smirk.
"Baik tuan"
...🔫🔫🔫...
"Eh Zara sayangku, cintaku udah dateng!!" Teriak Serli dengan suara yang seperti toa mesjid.
"Rip kuping Keyla, hahaha" Tawa Lian karena Serli teriaknya di dekat Keyla.
"Anjer Ser, suara lu ke toa anjer, lama-lama gw sumpel mulutmu pake kaos kaki" Geram Keyla.
"Apaan sih kalian, berisik tau gak" Kesal Zara karena pagi-pagi sudah mendengar keributan di kelasnya.
"Ya maap Baby Za, Soalnya lu gemesin tau gak? Jadi adek aku mau gk?" Tanya Serli sambil mencubit pipi Zara.
"Apaan sih, ogah punya kakak model begini" Ucap Zara sinis.
"Hahaha, klo Baby Za punya kakak kayak Serli, yang ada rusak kupingnya tiap hari denger suara toa" Ejek Lian.
"Jahad pake d kamu maz" Lebay Serli.
"Alay lo Ser"
"Bodo"
Kelas 10 Tikom 1 menjadi Ramai karena ocehan yang dilontarkan teman-temanya Zara. Kelas ini tidak pernah sepi karena kebersamaan mereka setiap harinya.
Tak terasa waktu bel istirahat berbunyi, kantin menjadi ramai karena banyak murid-murid yang kekantin untuk mengisi perut mereka, begitu juga dengan Zara dkk.
"Pesen sana Rum, sekali-sekali kamu pesen sama Syifa sana" Suruh Ara.
"Kali ini kami yang traktir, ini uangnya" Ucap K2 (Keyla dan Keyra), menyodorkan uang kepada Syifa dan Arum.
"Woke ditunggu ya, samain aja kan kayak biasa"
"Iya"
Tiba-tiba keributan terjadi di kantin tersebut, akibat ulah Sella dkk yang sedang mengerjai adek kelas mereka.
Disana ada juga Aezar dkk yang melihat juga dengan jelas Sella dkk sedang membuli anak itu, tapi mereka keliatan tidak peduli dengan itu karena menurut mereka percuma ditegur pun tak mempan jadi biarkan saja.
"Eh lo anak cupu, siapa yang ijinin lo duduk sini? Ini tempat duduk gue!!" Bentak Sella pada anak yang dibuli itu.
"Ma-maaf kak, aku gatau" Ucapnya terbata.
Tiba-tiba Azura menyiram jus jeruk yang ada di meja ke wajah orang yang dibuli itu.
Plak…
"Enak aja lo cuman minta maaf, lo pikir segampang itu!!" Ucapnya sambil menjambak anak itu.
"La-lalu aku harus bagaimana kak?" Tanyanya takut-takut.
"Pikir sendiri pake otak lo, dasar cupu!!" Bentak Sella dan dia menendang orang itu.
Zara yang awalnya berusaha tidak peduli, mulai terasa terganggu dengan itu, dan dia kesal melihat 5 orang lelaki yang hanya melihat itu tapi tidak mau menolong sedikitpun.
"Gak mau kau tolongin Ra? Kasihan tuh loh dibuli" Pancing Naser, dia tahu temanya ini tidak suka melihat pembulian.
"Argghh" Tiba-tiba Zara berdiri dan berjalan menuju tempat pembulian itu.
"Hey kelen berisik tau gk? Kelen pikir dah hebat kali kelen ngebuli gini? Cih" Kesal Zara pada Sela dkk.
"Kapan saya takut dengan anda? Sampah kayak kalian ini apa yg ditakutkan?" Ucap Zara datar dan memandang dingin Sela dkk.
Semua diam dan memandang heran Zara, mereka takjub melihat keberanian Zara yang tetlihat membela orang yang dibuli itu.
"Gila tuh bocah, berani banget ngatain anak kepala sekolah sampah"
"Gila cuy Sela dikatain sampah sama bocah"
"Biasa dia kan baru kelas 10, jadi belom tau siapa Sela"
"Haduh dek jan main-main sama mak lampir, bahaya"
Begitulah gunjingan para penghuni kantin, yang melihat kejadian itu.
"Lo!! Lo gatau siapa gw? Gw anak kepala sekolah disini, lo jangan macem-macem, Pasti lo anak beasiswa kan? Gw bisa aja suruh papa gw buat keluarin lo dari sekolah ini" Ucap Sella dengan emosi berapi-api.
Memang Zara anak beasiswa, itu sebelum dia memiliki perusahaanya yang sekarang menjadi perusahaan yang cukup ditakuti.(Masih ingatkan part sebelumnya). Memang tidak ada yang tau siapa pemilik perusahaan RAY COMPANY.
"Oh ya? tapi anak beasiswa ini bisa menghancurkan keluargamu loh, gimana dong" Ucap Zara setenang mungkin.
"Hahaha, liat guys, anak beasiswa ini belagu banget, haha" Ejek Sela.
"Haha iya, belum tau aja dia siapa papamu itu" Sambung Belen.
Semua orang terkejud, melihat betapa beraninya Zara melawan Sella dkk dengan wajah yang masih saja datar.
"Gila bro, tuh anak berani banget" Ucap Revan.
"Halah bentar lagi juga ciut, mungkin dia belom tau siapa Sela" Ucap Nino meremehkan..
"Iya kita lihat aja" Sambung Revin.
Tapi Zara tidak takut dengan perkataan Sela, dia sebenarnya donatur terbesar di sekolahnya, jadi kepala sekolah tidak bisa mengeluarkanya.
"Kita lihat aja, pasti lo dikeluarin dari sekolah ini" Sombong Sela.
"Oh ya? Coba aja klo bisa" Ucap Zara datar.
Sella mulai menelepon Papanya untuk meminta segera mengeluarkan Zara dari sekolah, tapi gak lama setelah itu ekspresi wajahnya berubah.
"U-udah yuk guys, ki-kita cabut aja" Ucap Sella gugup dan mulai meninggalkan kantin diikuti oleh dayang-dayangnya.
"Kenapa tuh Sela, kok kayak aneh gitu"
"Iya tadi aja dia sok banget"
"Mungkin kena setan kali"
"Yakali tolol"
Zara mendekati orang yang dibuli Sella dkk tadi, orang itu terduduk dilantai dengan sambil menangis.
"Mangkanya kak, jadi orang itu jangan tolol, lawan dong mereka" Ucap Zara kasar. Zara emang tidak pandai berkata kata manis.
"Jangan jadi orang BODOH" Ucapnya lagi lalu dia berdiri.
"Nanti orangku akan menghantarkan baju, ganti bajumu itu karena udah basah" Lalu Zara pun membiarkan dia dan meninggalkanya.
Author: Dasar Zara, dibantuin berdiri kek, jahat banget deh lu.
Zara: Berisik thor, cabut lu.
Author:😑.
Lupakan percakapan diatas
"Dan kalian, kalian banci atau apa, gausah jadi laki-laki kalo nolong orang dibuli gitu aja gabisa!!" Ucap Zara sambil menatap tajam Aezar dkk.
"Besok pakek rok aja kelen!" Ucapnya lagi, lalu dia meninggalkan Aezar dkk.
Aezar dkk terdiam sesaat karena ucapan Zara, mereka merasa bersalah karena hanya diam saja melihat pembulian itu, padahal mereka juga anak donator di sekolah itu.
"Kok ngejleb ya" Celetuk Nino.
"Iya, pedes banget omonganya" Ucap Revan.
"Apa pesona gw udah ilang ya, masa dia gabisa lihat, bisa kali dia ngomong pedes depan kita" Narsis Revin.
"Iya mungkin dia dah biasa lihat cowo ganteng, lihat aja tuh temen-temenya ganteng-ganteng" Ucap Aezar.
Dan Arshad hanya diam saja, sebenarnya dia juga merasa bersalah karena tidak berusaha menghentikan pembulian itu, dia hanya menonton saja.
Lalu bel masuk pun berbunyi pertanda KBM dilanjutkan, semua murid-murid memasuki kelasnya masing.
////////////////////////////////////
......Pencet Likenya Gan......