The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Pengerusuh



Sekarang waktunya murid-murid istirahat karena bel waktu istirahat sudah berbunyi, banyak murid yang kekantin untuk mengisi perut mereka, ada juga yang ketoilet, ke perpustakaan, dan lain-lain.


Seperti sekarang Zara dkk dan semua anak kelas 10 Tikom 1 hendak menuju ke kantin, mereka berjalan beriringan untuk sampai kesana.


"We aku mau ke toilet bentar" Ucap Zara ingin ke toilet.


"Jangan lama-lama Baby Za, ntar diculik" Ucap Serli ngawur.


"Ih gausah panggil-panggil aku Baby, aku bukan Babi" Ucap Zara tak terima.


"Bukan Babi tapi Baby, soalnya mukakmu imut ini macem bayi" Serli menguyel-uyel pipi Zara gemas.


"Bodo, minggir oe mau lewat" Ucap Zara sambil mendorong Serli.


Zara pergi ke toilet dengan sedikit berlari karena jarak kelas mereka dengan toilet cukup jauh. Sesampainya didepan pintu toilet seseorang menarik tangan Zara ke dalam.


Orang itu mengurung Zara dengan mendorong Zara ke dinding dan menekan kedua tanganya di samping kanan dan kiri Zara. Zara yang badannya kecil otomatis terkurung karena badan orang itu lebih besar tinggi dari Zara.u


"Weh Apa-apaan nih, lepasin gak" Ucap Zara berusaha melepaskan diri.


"Diem gak lu, lu emang minta dikasih pelajaran ya. Kan udah gw bilang jauhin Naser dkk tapi li gadenger perintah gw" Ucap orang itu, ternyata di adalah Sela dan disamping kanan dan kirinya adalah antek-anteknya.


"Kemaren Lo selamet, tapi kali ini enggak akan, liat aja" Ucap Azzura menimpali.


"Naser dkk itu adalah calon pacar kami" Ucap Belen sombong.


Author: Dih baru juga calon pacaršŸ™„.


"Lah terus hubunganya sama saya apa" Ucap Zara datar "Kalok iya bang Naser dkk mau sama kalian" Sambungnya lagi dengan mengejek.


"Lu emang kurang ajar ya, dasar anak kecil, lu gatakut ama kita?" Ucap Sela tersulut emosi.


"Kenapa aku harus takut dengan kalian? Kalian makan besi?" Tanya Zara datar.


PLAK…PLAK


Sela yang sudah emosi lantas menampar pipi kanan dan kiri Zara, alhasil pipi Zara memerah. Zara yang ditampar wajahnya hanya biasa saja, tidak menunjukkan kalau dia kesakitan.


"Lah ngamok neng?" Tanya Zara sambil tersenyum miring.


Braaakkk.


"Woi apa-apaan kalian? mau ngeroyok anak orang? Caboot" Ucap seseorang membuka pintu toilet kasar.


"Lo apa-apaan sih kak, gadak kapok-kapoknya ya kal bikin masalah" Emosi Serli karena kakaknya itu.


Ternyata yang masuk itu adalah Serli, Nisa, dan Arumi karena disuruh Naser dkk menyusul Zara ke toilet, karena Zara terlalu lama.


"Diem deh lu anak kecil, bukan urusanmu" Ucap Sela.


"ZARA TEMAN KAMI, BERARTI DIA JUGA URUSAN KAMI SIALAN" Teriak Arumi emosi.


"Pergi gak lo" Sambung Nisa.


Sella dkk menyerah dan mereka meninggalkan toilet itu dengan wajah kesal, sedangkan Serli dan yang lainnya mendekati Zara.


"Eh Baby Za gk papa? Ada yang luka gak? kalo ada ayuk kita obati" Tanya Serli khawatir.


"Kelen kayak pahlawan kesiangan tau gk? Dan ya gausah panggil aku kayak gitu lagi" Ucap Zara tak suka.


"Gk gk mau, kaki aku gk sakit kok ngapain di gendong" Ucap Zara menolak.


"Gk ada penolakan!" Ucapnya tak bisa dibantah, akhirnya Zara pun digendong Arumi ala Bridal Style. Zara digendong seperti itu sangat malu karena menjadi pusat perhatian.


"Eh Baby Za kok ringan banget ya, serasa gendong anak kecil gw haha" Ucap Arumi sedikit tekekeh.


"Turunin kak, aku malu" Ucap Zara malu, mukaknya udah kayak tomat karena malu.


"Imut banget sih dek, jadi pengen punya adek kan gw" Nisa mencubit pipi Zara gemas.


"Karung mana we, pengen tak culik nih bocah abis tuh bawa pulang" Ucap Serli juga gemas.


Zara hanya diam saja sampai di kantin, sepanjang perjalanan semua pandangan tertuju padanya, banyak dari mereka menggigit bibir bawahnya menahan gemas.


"Besok-besok jangan gitu lagi, Zara malu tau" Ucap Zara kesal sambil memajukan bibirnya, hilang sudah Zara yang dingin dan datar.


"Uluh-uluh dek, jangan ngambek dong, ntar tak beliin ice cream" Arumi membujuk Zara.


"Bang Hendri, liat tuh kak Arumi nakal bang, Zara gk suka" Ucap Zara seperti anak kecil yang mengadu kepada abangnya.


Semua anak kelas 10 Tikom satu tertegun melihat Zara yang seperti anak kecil, biasanya dia menampilkam muka datar dan dinginya kepada orang lain, tapi kali ini berbeda. Tidak ada Zara yang dingin dan datar yang ada Zara yang imut dan menggemaskan.


"Eh umm itu…itu kak Arum jangan nakal ya gaboleh" Ucap Hendri gugup.


"Akhirnyaa!" Ucap semua anak kelas 10 Tikom 1 serentak karena akhirnya mereka bisa melihat Zara mode manjanya.


"Ekhem, em udah Zara makan ya, ini udah abang pesenin, nanti Zara sakit klo gk makan" Ucap Naser menyodorkan sepiring nasi goreng kepada Zara.


"Okee abang" Ucap Zara tersenyum manis.


"Ya Allah percis kek anak kecil abis dikasih permen" Ucap Reyhan kagum.


"Udah diem, aku masih mau liat Zara yang ini, ntar klo dia nyadar dah datar lagi tuh muka" Ucap Isran sedikit berbisik.


Akhirnya mereka hanya memandang Zara yang sedang makan dan ada juga yang melanjutkan makannya yang tertunda.


Dilain tempat.


3 orang pria sedari tadi memperhatikan percakapan kelas 10 Tikom 1 itu dan juga memandangi Zara yang lagi mode manja.


"Anak siapa itu pengen gw bawa pulang" Ucap Nino ngawur.


"Ih gemes baanget dah tolong" Sambung Aezar.


"Udahlah yuk kelas, bentar lagi masuk tuh" Ajak Arshad.


'Itu siapa ya, pengen kenalan gw' monolog seseorang.


/////////////////////////////////////


...Maaf ya temen2 karena aku lama update, soalnya aku lagi banyak tugas sekolah, jadi gasempet update deh....


......Jadi maaf banget ya semua. Ini aja aku usahakan update😊.......


......Like komen and vote ya. Thanks semua......