The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Mengikuti Zara



Bel pulang sekolah sudah berbunyi, itu pertanda jam pulang murid-murid telah tiba, begitu juga dengan Zara dkk yang sudah tiba diparkiran untuk pulang.


"Aku mau kemarkas dulu, kelen ikut ga?" Tanya Zara sambil memakai tas nya di punggungnya.


"Aku males ke markas, mau kerumah kakek Lin dulu, sama Ibi dan Hendri" Jawab Naser.


"Emang mau ngapain ke markas Ra, ada masalah ya?" Taanya Ibi yang sudah berdiri disamping Naser.


"Nggak aku cuman mau ngambil berkas perusahaan ke Om Ridwan, dia lagi sibuk jadi gabisa nganterkannya, jadi aku ambil sendiri aja deh" Jawab Zara.


"Yaudah klo gitu hati-hati ya Baby Za, jangan lama-lama pulang ntar diculik hehe" Ucap Hendri sambil nyengir.


"Ish kan dah Zara bilang jangan panggil Baby, ZARA BUKAN BABI" Ucap Zara kesal sambil menekankan kata-katanya.


"Uluh-uluh Zara kita udah besar, dah jangan ngambek, ntar cantiknya ilang, dah ya kami pulang dulu, hati-hati dijalan" Ucap Naser sambil melambaikan tanganya.


"Hm"


Lalu Zara dan Naser dkk melajukan mobilnya meninggalkan lapangan parkir sekolah dan pergi kearah yang berbeda.


"Ke Minimarket dulu lah, mau beli snak bentar" Ucap Zara dalam hati.


Lalu dia mencari minimarket terdekat dan memarkirkan mobilnya, lalu dia memasuki minimarket itu dan membeli beberapa snak.


Brugh


"Eh Sorry" Ucap Zara tak sengaja menabrak bahu seseorang.


"BABY ZA? Baby ngapain disini" Teriak seseorang itu kepada Zara.


"Eh kalian, ini tadi aku beli beberapa snak sama minuman, yaudah aku pulang dulu ya" Ucap Zara kepada 3 orang itu. Mereka adalah Keyla dkk.


Mereka tidak sengaja bertemu Zara yang juga kebetulan ada disana.


"Eh kami ikut Baby Za ya, mau tau rumah Baby Za dimana" Pinta Keyla.


"Eh, um it-itu lain kali aja ya, gapapa kan? emm rumaku lagi gk ada orang" Ucap Zara terbata.


'Ya kali, orang aku mau kemarkas mafia, bisa kacau klo mereka ikut' Batin Zara.


"Yaudah deh lain kali aja, yaudah kita pergi dulu ya Baby Za" Pamit Serli.


Lalu Zara masuk ke mobilnya dan meninggalkan Minimarket itu.


"Eh kita ikuti Zara yuk, aku penasaran nih" Ucap Serli kepo.


"Oke" Ucap 2K serentak.


...🔫🔫🔫...


Sesampainya Zara di markas The Blue Diamond, Zara memakai baju kebesarannya sebagai wakil pemimpin The Blue Diamond dan memakai topengnya. Ia melangkahkan kakinya dan masuk ke ruangan Ridwan.


"Om mana berkasnya? aku mau selesaikan disini aja, biar ga terlalu banyak pekerjaan" Ucap Zara yang sudah berada di ruangan Ridwan.


"Ini, kamu tinggal tanda tangani aja, sudah om baca semua" Ucap Ridwan sambil menyodorkan tumpukan berkas.


"Waduh banyak banget om, padahal baru juga beberapa hari ditinggal" Ucap Zara lesu.


"Iya akhir-akhir ini penjualan software semakin meningkat, dan juga semakin banyak yang menawarkan kerjasama" Ucapnya.


"Yaudah deh, aku ke ruangan dulu ya" Pamit Zara dan dia menuju ke ruanganya.


Zara mulai mengerjakan pekerjaanya, dia terlihat sangat fokus pada berkas-berkas itu. Lalu tiba-tiba ada yg mengetok pintu ruangan Zara.


"Masuk" Ucap Zara.


"Maaf menganggu Queen" Ucap orang itu terengah-engah.


"Ada apa" Ucap Zara datar.


"A-ada peenyusup Queen, mereka sudah kami tangkap dan sudah kami bawa ke penjara bawah tanah" Jawab orang itu takut-takut.


"Kenapa bisa! kemana saja tadi kalian?" Ucap Zara meninggikan sedikit suaranya.


"Ma-maaf Queen, tadi kami sedang istirahat" Ucapnya.


"Tunjukkan aku jalan" Ucap Zara dingin, Zara sudah kesal saat ini.


"Ma-mari Queen" Orang itu menunjukkan jalan.


Di ruangan yang gelap dan pengap, ada 3 orang perempuan remaja yang diikat dikursi, ya mereka adalah Keyla dkk. mereka tertangkap karena tadi mengikuti Zara.


"Lepaskan kami! kami tidak salah apa-apa, tadi hanya mengikuti teman kami saja, hiks hiks" Teriak Keyla yang sedikit terisak karena takut.


"Iya kami bukan penyusup, tolonglah lepaskan kami" Ucap Keyra juga ketakutan.


"DIAM!" Bentak salah satu orang berbaju hitam.


Lalu seseorang memasuki ruangan itu, diikuti seseorang di belakangnya, dan para anggota disana memberikan hormat padanya.


"Lah kenapa mereka bisa ada disini, waduh gawat" Zara terkejut karena penyusup itu tak lain adalah teman-temanya.


"Ini penyusupnya Queen" Ucap orang yang menuntun Zara.


Zara menghilangkan rasa terkejutnya dan tiba-tiba tersenyum smirk, dan itu bisa dilihat oleh orang-orang yang ada di ruangan itu, karena topeng Zara hanya menutupi mata sampai hidungnya.


"Hmm bermain sedikit boleh lah ya" Gumam Zara, orang-orang yang melihat itu hanya bergidik ngeri.


"Kenapa kalian memasuki markasku, hmm" Ucap Zara sambil berjongkok didepan Serli sudah ketakutan.


"Oh, apa kalian menemukanya" Ucap Zara sambil tersenyum miring.


"T-tidak" Jawab Serli cepat.


"Kak ambilkan aku pistol kesayanganku itu" Pinta Zara datar kepada anggotanya.


Dengan Cepat salah satu dari mereka berlari mengambil apa yang diminta Zara lalu memberikanya kepada Zara dengan cepat.


Melihat pistol ada ditangan Zara, Keyla dkk langsung gemetar ketakutan, mereka merasa bahwa hidup mereka tidak akan lama lagi.


"Apa yang harus aku lakukan, pada penyusup seperti kalian?" Tanya Zara yang sambil mengelap pistolnya menggunakan kain.


"Ma-maafkan kami tolong, lepaskan kami, kami janji tidak ada melaporkanya k-kepada siapapun" Ucap Serli sambil gemetar ketakutan.


"Hanya orang mati yang akan tutup mulut" Ucap Zara dingin.


"Hiks hiks, tolong lepaskan kami hiks, beneran kami tidak akan macam-macam" Ucap Keyra yang sudah menangis.


"Aku bukan orang yang pema'af" Ucap Zara sambil tersenyum mengerikan.


"Hiks hiks tolong lepaskan kami, tolonglah" Tangis Serli.


"Diamlah!" Ucap Zara dingin, dan menempelkan pistolnya di dada kiri Serli.


Serli hanya pasrah pada hidupnya saat ini, dia hanya memejamkan matanya dan bersiap menerima rasa sakit ketika peluru itu mengenai jantungnya.


DOOORRR


Bunyi suara tembakan menggema di seluruh ruangan itu, orang-orang yang ada diruangan itu hanya menutup matanya saja.


Serli membuka matanya dan menatap Zara heran, karena dia tidak menembaknya justru melesatkan peluru itu kearah lain. Serli sangat heran dan bersyukur karena dia tidak kenapa napa. Begitu juga 2K, mereka bersyukur karena Serli tidak kenapa-napa.


"Ke-kenapa kau tidak membunuhku?" Tanya Serli heran.


"Kenapa aku harus membunuhmu?" Zara balik bertanya.


"Ha?" Serli semakin heran karena pertanyaan Zara.


"Lepaskan mereka" Perintah Zara pada anggotanya, anggotanya dengan cepat membuka tali pengikat pada Keyla dkk.


Keyla dkk masih terduduk dan terdiam di kursi yang mereka duduki sedari tadi.


"Aku tidak sekejam itu, membunuh orang yang tidak bersalah" Ucap Zara datar sambil berjongkok di depan teman-temanya itu.


"Dan ya, kenapa tadi kalian mengikuti teman kalian itu?" Tanya Zara penasaran.


"Ka-kami hanya penasaran dengan rumah Zara tadi, mangkanya kami mengikutinya sampai kemari, tapi kami tidak menemukanya" Jelas Keyra.


"I-iya, kami ingin berusaha berteman baik denganya, itu saja, karena dia spesial menurut k-kami, berusaha untuk menjadi sa-sahabat baiknya" Jelas Serli juga.


"Benarkah? apa jangan-jangan kalian ingin memanfaatkanya saja?" Tanya Zara.


"Tidak, kami tulus berteman denganya, selama ini kami hanya ber 3, kami sulit untuk menemukan teman baru, tapi setelah melihat Zara kami langsung nyaman didekatnya" Ucap Keyla menjelaskan.


Zara berdiri dari duduknya, dan berjalan mendekati Keyla dkk dan masih memegang pistolnya. Keyla dkk yang melihat itu hanya menelan salivanya, mereka sangat takut saat ini.


Tiba-tiba Zara membuang pistolnya kesembarang arah dan memeluk Serli "Maaf" Hanya itu yang diucapkanya.


Zara membuka topengnya dan itu berhasil membuat Keyla dkk terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"ZARA!" Teriak Keyla dkk serentak.


"Hiks hiks, lu jahat Zara, lu hampir membuat jantungku berhenti berdetak tadi, hiks hiks jahat lu" Tangis Serli pecah.


"Hueee...Hiks hiks, jahat banget lu Ra, aku takut banget tadi tau gk? hiks hiks" Tangis Keyla juga.


"Hiks hiks, tadi aku pikir nyawaku sudah tidak lama lagi saking takutnya, bener-bener lu Ra, hiks" Isak Keyra.


"Maaf, aku tadi hanya sedikit bermain" Jawab Zara dengan wajah watadosnya (Wajah tanpa dosa).


"Dan ya aku juga minta maaf, klo aku bersikap dingin selama ini pada kalian semua, aku sulit mempercayai orang lain" Ucap Zara sambil menatap ketiga temanya.


Ketiga temanya itu memeluk Zara bersamaan dan masih terisak, Zara menepuk-nepuk pundak mereka bermaksud menenangkan.


"Hiks kami maafin kamu kok Zara, hiks" Ucap Keyla.


"Zara jangan buat takut kami kayak gini lagi, mungkin tadi jantungku benar-benar berhenti berdetak, hiks" Ucap Serli juga sedikit terisak.


"Iya maaf ya, janji deh ga gini lagi"


"Yaudah kalian pulang ya, tapi ingat jangan sampai memberitahu teman-teman yang lain, kalo aku mafia disini" Peringat Zara.


"Iya oke, lu kalo nyelesain tugas hati-hati ya, kami gamau kehilangan kamu Baby Za, susah nyari teman imut macem Bayi gini" Serli mencubit pipi Zara.


"Iya okey, yaudah pulang sono, nanti emak kelen nyariin" Usir Zara.


"Dih ngusir"


"Iya-iya, dah sayangku" Pamit Serli.


Lalu Teman-teman Zara pulang dengan dikawal oleh anggotanya agar selamat sampai rumah.


///////////////////////////////////////


......Like, komen, share, and vote ya U < U......