
Di belahan bumi lainnya
Preman preman yang dihajar Zara dkk tadi masuk kantor polisi tapi ada 1 yang berhasil kabur dan melaporkanya kepada bos nya.
"Ma-maaf boss ka-kami tidak b-isa menangkap mereka ke-kemari, k-kami semua kalah boss dan yang lainya di ta-tangkap polisi, saya tadi berhasil ka-kabur bos" lapor preman itu sambil terbata bata.
"APA!? KALIAN KALAH? DENGAN MEREKA YANG HANYA ANAK KECIL? Padahal mereka hanya cuman ber 4, BODOH KALIAN SEMUA!!!" bentak bos nya itu karena tidak habis pikir anak buahnya yang banyak itu kalah dari anak kecil menurutnya.
"ma-maaf bos walaupun mereka anak anak tapi mereka sangat hebat beladiri, terlebih lagi yang perempuan dia sudah bisa menggunakan pistol" ucap preman itu kepada bosnya, dia juga tidak menyangka kenapa anak anak itu bisa sehebat itu.
"huffft, oke yaudah kalau gitu malam ini kita bebaskan teman temanmu bagaimanapun caranya mereka semua harus kabur dari penjara itu" ucap bos nya itu, dia mau anak buahnya yang lain bisa kabur dari penjara itu.
"siap bos saya akan siapkan semuanya"Kata preman itu.
"Oke, kalo gitu malam ini kita ke penjara, bawa juga anak buah yang lain untuk membantu"perintahnya kepada anak buahnya.
Lalu anak buahnya itu berlalu, dan menyiapkan semuanya untuk membebaskan teman temanya.
oke skip
Di tempat Zara dkk
Sore hari Zara dkk sudah sampai ke lokasi mereka berlibur, mereka langsung menurunkan barang barang bawaan mereka.
"hufft akhirnya sampai deh, Wah sejuk banget daerah sini" Ucap Naser, sambil merentangkan tanganya.
"Iya rame juga ya disini, lihat tuh mereka lagi baris mungkin mau upacara pembukaan" ucap Ibi sambil menunjuk sekumpulan orang orang memakai baju pramuka.
"oke karena hari sudah sore, Naser sama Ibi bikin tenda, aku sama Hendri masak, oke?" Perintah Zara kepada mereka ber 3.
"Oke siap" ucap mereka serentak.
"yok Hen kita masak nasi goreng aja, kau potong potong bawang, tomat, cabe" ucap Zara pada Hendri.
Mereka pun melakukan tugas masing masing, sampai semuanya selesai dan tak terasa waktu sudah maghrib.
"Eh sholat maghrib dulu yuk, abis tuh makan malam sama sama" ucap Hendri mengingatkan.
"Yaudah ayok ambel wudhu dulu" Kata Zara.
Merekapun Wudhu dan langsung sholat Dengan membentang alas yang mereka bawa dari rumah untuk sholat dan untuk duduk duduk di luar tenda. Naser pun menjadi imam sholat karena dia yang paling tua.
Setelah Sholat mereka makan bersama sama tanpa ada yang bersuara karena emang pantang dalam agamanya.
"Malam ini kita ngapain nih, disini pun gadak jaringan gabisa mabar ml" ucap hendri memulai percakapan.
"Maen Truth or Dare aja yok daripad gabut gk ngapa ngapain"Naser menyarankan.
"kuy lah, aku ada kartu nya ini tinggal isi aja" Ucap Ibi sambil menunjukkan kartu kosong.
"Eh darimana ko kartunya tuh?" Ucap Hendri.
"oh ini aku tadi nemu di gudang, aku lihat kartu apa nih?, pas lihat bungkusnya ternyata kartu ini yaudah aku bawa aja mana tau perlu" jawab Ibi panjang lebar.
"yaudah yok maen" kata Zara.
Mereka pun memutar botol yang ntah dapet darimana, dan ternyata botol itupun berhenti di depan Ibi.
"nah Ibi kena, oke pilih Truth or Dare?" tanya Zara pada Ibi.
"aku pilih truth ajalah" jawab Ibi.
Zara pun membuka kartu Truth "Oke pertanyaanya Untuk saat ini punya keinginan pacaran tidak?" tanya Zara sesuai yang ada di kartu.
"Wojelas tidak dong, aku masih sekolah belom bisa bahagiain mamak bapakku, masa iya mau bahagiain anak orang, OGAH" jawab Ibi dan menekankan kata OGAH.
"Nah gitu baru kawan aku, lagian kan pacaran tuh dosa akupun Ogah" ucap Naser sambil menepuk pundak Ibi.
"Sebenarnya gk dosa, boleh pacaran tapi ya sesuai ajaran agama kita, kan kalo laki laki dam perempuan tidak boleh bersentuhan karena bukan muhrim" jelas Hendri menimpali perkataan temanya itu.
"iya tapi lihatlah pacaran Zaman sekarang, orang itu berpelukan, gandengan tangan bahkan ada yang berc**man, ihhh gatakut dosa apa ya" ucap Zara bergidik ngeri "ya walaupun aku ini cewe dan bertemanya tuh sama kelen tapikan aku gapernah tuh sentuh sentuh kelen kalo gk terpaksa aja atau gk sengaja" sambung Zara lagi.
Iya emang Zara dan temanya walaupun mereka berteman baik dari kecil tapi memang mereka jarang bersentuhan, liburan ini aja tenda nya Zara dengan temanya berbeda, mereka emang sengaja bawa dua tenda karena ada Zara kan dia perempuan.
"iya iya, tapi aku ga perduli selama perbuatan mereka tidak menggangu hidup saya, saya tidak peduli" ucap Ibi yang tidak peduli.
"yak Hendri kena, Oke pilih yang mana?" tanya Naser pada Hendri.
"Aku pilih Dare" jawabnya.
Naserpun mengambil kartu Dare dan membacakanya "Minum aer putih satu gelas tanpa henti" Naser membacakanya.
"Eh gadak yang laen apa, aku baru aja minum gembung lama lama perutku" ucap hendri yang tidak suka dengan tantanganya.
"gadak kau udah pilih dare, nih minum" ucap Zara sambil menyodorkan segelas air.
Hedri mau tidak menerimanya dan meminumnya dengan cepat, setelah itu memberikan gelasnya pada Zara.
"hahaha, mukakmu Hen lucu kali pas minum" Zara menertawakan Hendri.
"hahaha bener oi, yaudah kita lanjut" ucap Ibi sambil memutar botolnya, Hendri yang ditertawakan hanya memasang wajah kesal. Botol pun berhenti di depan Zara.
"Oke sekarang Zara, pilih mana?" tanya Ibi.
"aku pilih Truth aja" jawab Zara
"oke pertanyaanya, jika nanti kamu punya banyak uang, hal yang pertama apa yang kamu lakukan?" tanya Ibi yang membacakan kartunya.
"hal yang pertama aku lakukan adalah membahagiakan kedua orang tuaku dulu, kapan lagi coba aku bisa bahagiain mereka berdua" jawab Zara dengan mantap.
Prok prok prok
Mereka bertiga bertepuk tangan dengan apa yang dikatakan Zara.
"nah Good my friend" ucap Hendri memuji Zara. "oke kita lanjut ya" ucapnya lagi. Diapun memutar botol dan berhenti di depan Ibi.
"yak babang Ibi kenak lagi, oke sekarang apa pilihanmu?" tanya hendri.
"kali ini aku pilih dare" jawab Ibi.
Hendripun membuka kartu Dare dan membacanya "Ejek teman sosmedmu pilih secara random" ucapnya.
"woy ini tantangan ada ada aja, ntar klok aku di maki maki gimana?" ucap Ibi tidak terima.
"yah itu derita kau, ya kan we" ucap Naser pada temanya yang lain.
"yoi" ucap Zara dan Hendri serempak.
Ibi pun mau tidak mau membuka hp nya walaupun jaringanya sangat lelet tapi klok untuk sosmed doang bisa. Dan diapun mengetik (Hai aku mau bilang Muka lu jelek banget). Dikirimnya pesan itu kepada fl nya ya bernama Dika.
"udah nih aku kirim, palingan besok tuh orang marah marah di chattan" ucap Ibi dengan muka cemberut.
"Ululuh gk papa itu obat" ucap Hendri pada Ibi yang cemberut "obat matamu" kesal Ibi.
Mereka lalu melanjutkan permainan sambil tertawa bersama dan tak terasa waktu sudah terlalu malam.
"We aku tidur ya, udah ngantuk nih, hoam" ucap Zara sambil menguap karena emang udah terlalu ngantuk.
"iya Zara tidur aja, kami jaga diluar, lagian kami belum ngantuk kok" ucap Hendri.
Zara lanhsung masuk ke tendanya dan langsung tertidur.
"We nyanyi yok, biar ga bosen" Naser mengajak temenya nyanyi.
"Ide bagus tuh, kelen mau kopi gk biar aku bikin" kata Ibi menawarkan kopi.
"Wah mantep tuh bagadang kita sekalian, enak nih suasananya di luar" ucap hendri mengiyakan tawaran Ibi.
Lalu Ibi membuat kopi dan yang lainya mereka bernyanyi bersama dengan Naser yang bermain gitarnya.
///////////////////////////////////////////
Gimana Seru gk episode kali ini, kalo gk seru itu urusan kalian bukan urusan saya:v karena saya hanya penulia yang masik newbie
maaf kalo lama update dan banyak typonya, oke jangan lupa tinggalkan jejak dan dukung aku dengan cara like, komen, vote ya, biar aku semangat bikin ceritanya😊😊.
Oke see you guys U < U