
Rumah kakek Lin
Zara dkk sudah sampai dirumah kakek Lin. Zara yang sangat rindu dengan kakeknya itu lantas berteriakmemanggil kakeknya.
"ASSALAMUALAIKUM KAKEEEK, ZARAMU INI DATANG DENGAN MEMBAWA KEBAHAGIAAN, MANA RED KARPETNYAA" Teriaknya yang membuat telinga orang yang mendengarnya sakit.
"ZARAAA, jangan teriak teriak dong nak, untung kakek gapunya sakit jantung!!" Kesal kakeknya karena suara Zara yang seperti toa mesjid.
"Hehe, maafin Zara kek, soalnya Zara rindu kakek" Zara memeluk kakeknya erat.
"Kakek juga rindu Zara. Zara tau? kakek sampe cemas saat denger Zara diculik, kakek jadi gatenang saat itu" Ujar kakeknya sambil menatap cucunya itu.
"Zara gapapa kan? gak ada yang luka kan?" Tanya kakeknya.
"Zara gk papa kok kek, tenang aja Zara kan strong" Ucap Zara sambil menepuk nepuk dadanya.
"Iya cucu kakek emang kuat, siapa dulu dong kakeknya" Ucap kakek Lin sambil mengelus kepala Zara.
"Dih Zaranya doang dicemasin, kita nya enggak, ya kan we?" Cibir Hendri dan di angguki temannya yg lain.
"Iya kitanya kan juga ikut nolong Zara, masa kitanya ga ditanya" Sambung Naser.
"Hehe maafkan kakek kalian ini ya, yaudah kalian udah makan siang belum?" Tanya kakek Lin.
"Belum kek" Jawab Zara dkk serentak.
"Yaudah yuk kita makan siang dulu, abis itu Sholat" Ajak kakeknya lalu di angguki Zara dkk.
Lalu mereka semua makan bersama dengam khidmat. Setelah itu mereka Sholat Zhuhur berjama'ah dengan kakek Lin yang menjadi imam Sholat.
"Kakek, kami ke Dojo ya, mau latihan" Ucap Zara lalu diangguki kakeknya.
Lalu Zara dkk menuju ke Dojo untuk latihan bersama sama. Setelah lelah berlatih mereka sekedar ngobrol ngobrol bersama kakek Lin setelah itu pulang karena waktu sudah hampir Maghrib.
Skip Rumah Zara
"ZARA PULAAANG, ASSALAMUALAIKUM MAA" Teriak Zara memasuki rumahnya (Kebiasaan emang si Zara klo masuk rumah tuh teriak2).
Ibunya yang hafal dengan kedatangan anaknya yang seperti ngajak ribut pun hanya geleng geleng kepala sambil ngelus dada, saking keselnya dengan anaknya itu.
"Assalamualaikum nak, dari mana aja?" Tanya ibunya basa basi.
"Sini Zara ceritain" Zara menyuruh Ibunya duduk agar ia bisa bercerita.
"Jadi gini, tadi pagi Zara sama temen temen jumpa sama om Lucas" Ucapnya mulai bercerita "Ternyata om Lucas mau memberi kami gedung perusahaan dan mentransfer sejumblah uang, katanya untuk keluarga kalian biar hidup lebih layak" Sambung Zara menceritakan kejadian tadi lagi"
"Serius kamu nak? baik sekali dia" Ibunya terkejut.
"Iya ma, seperti yang Zara ceritain semalem, ternyata om Lucas serius dengan perkataanya" Ucap Zara dengan serius.
"Dan Zara yang menjadi CEO perusahaan itu nanti, kata mereka hanya Zara yang pantas" Ucapnya lagi.
Ibunya hanya diam mencerna yang diucapkan Zara. Ia tidak percaya anaknya akan menjadi CEO sebuah perusahaan.
"Be-benarkah itu nak?, ka-kamu gk bohong kan?" Ucap Ibunya tidak percaya dan masih syok.
"Ini beneran ma, ini nyataa dan Zara dan teman teman masih tidak percaya dengan ini, tapi ini memang nyata, tadi Zara menandatangani berkas itu" Zara meyakinkan Ibunya.
"Ta-tapi kan kamu belum dewasa nak, kamu bahkan belum lulus sekolah" Ibunya masih tidak percaya.
"Kata om Lucas tidak masalah, semua urusan kantor di handle sama anak buahnya, Zara sama teman teman hanya menjalankannya dari jauh" Zara menjelaskan.
Ibunya terharu, dan sangat bangga dengan anaknya. Dia memeluk anaknya erat dan menangis bahagia.
"Mama bangga sama kamu nak, semoga kamu dan temanmu sukses di masa depan, Mama akan selalu dukung kalian" Ucap Ibunya sambil tersenyum bahagia kepada anaknya itu.
"Yaudah sana mandi, abis itu Sholat,itu sudah Adzan" perintah Ibunya dan di angguki oleh Zara.
Zara pun bergegas Sholat. Setelah itu turun membantu ibunya menyiapkan makan malam di meja makan.
"Assalamualaikum, Ayah pulang" Ayahnya sudah pulang dari kerja nya.
"Eh anak Ayah yang cantik, tau gk ayah bawak apa buat anak ayah ini?" Ayahnya ingin memberi kejutan untuk anaknya.
"Ayah bawak apa? Zara kepo deh" Zara tidak sabar melihat apa yang dibawa ayahnya.
"Tadaaa, Ayah beliin coklat buat anak ayah ini" Ayahnya menyodorkan 3 buah batang coklat pada Zara.
"Wah, makasih Yah, Ayah tau aja apa yang Zara pengen, jadi sayang deh hehe" Ucap Zara berbinar menggengam coklat itu.
"Eh Ayah udah pulang, yuk kita makan, mama udah masak" Ajak Ibunya Zara.
Lalu merekapun makan bersama. Selesai makan mereka berbincang ruang tengah, dan Zara pamit ke kamarnya.
"Tau gak Yah, apa yang Zara dapatkan hari ini?" Ucap ibunya Zara.
"Apa emang itu bu?" Ayahnya Zara penasaran. Lalu ibunya menceritakan dari awal sampe akhir tanpa ada yang tertinggal.
"Apa!! A-anak kita punya perusahaan? i-itu beneran?" Ayahnya terkejut.
"Itu nyata, dan mamah awalnya tidak percaya, tapi itu emang kenyataanya" Ibunya meyakinkan.
"Ayah tidak nyangka, anak kita bisa seperti itu, Ayah sangat bangga padanya" Ucap ayahnya.
Di kamar Zara.
"Hmm, aku pengen cari tau seperti apa sebenarnya kelompok The Blue Diamond itu?" Tanya Zara dalam hati.
"Aku cari tau aja kali ya?" Zara lalu mengambil laptonya dan mulai mencari informasi tentang kelompok itu dengan sedetail mungkin.
The Blue Diamond itulah nama kebesaran kelompok gangster yang masuk ke jejeran kelompok paling ditakuti di dunia. Kelompok yang kejam sekali jika berurusan dengan musuh musuhnya. Kelompok yang tidak segan segan menyiksa bahkam membunuh musuhnya atau penghianat yang berani menggangu kelompok ini.
Mereka ada sekitar 50.000 anggota yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Semua orang orang dunia bawah pasti mengenal yang namanya The Blue Diamond, mendengar namanya saja sudah bikin merinding, polisi saja tidak berani memenjarakan mereka jika bersalah, karena Polisi, Tentara, FBI, dan sebagainya mereka membutuhkan bantuan dari kelompok ini, untuk menyelesaikan misi2 mereka. Ya kelompok ini bisa dikatakan seperti Iblis dam seperti Malaikat penolong, kelompok ini tidak akan menyiksa atau membunuh yang lemah dan yang tidak bersalah, tapi seperti Iblis jika berhadapan dengan orang orang yang mencari masalah dengan mereka.
Lucas Alexander, itulah nama pemimpin The Blue Diamond, sosok yang sangat berpengaruh bagi kelompok itu, otak dibalik semua kejayaan The Blue Diamond, seorang yang sangat dihormati dan ditakuti seluruh dunia bawah. Siapa yang berani menganggu seorang Lucas Alexander maka hanya mati untuk orang itu. Dia sangat tegas dan berwibawa dalam memimpin kelompok itu, maka dari itu anggota The Blue Diamond sangat menghormatinya dan berjanji akan melindungi Pemimpin mereka itu sekalipun nyawa taruhanya. Ya sebagian besar kelompok The Blue Diamond adalah orang orang yang dulunya sangat terpuruk dan Lucas datang membantu mereka seperti malaikat, maka dari itu mereka bersumpah akan selalu setia kepada Lucas Alexander.
The Blue Diamond memang kelompok yang tidak kenal ampun, anggaplah mereka orang jahat, tapi jika terjadi bencana di suatu tempat dan mereka mengetahui itu, maka mereka yang akan sampai pertama disana dan yang pertama yang akan memberikan pertolongan.
Ya begitulah The Blue Diamond, "Tidak akan menganggu jika tidak diganggu, dan akan membalasnya beribu kali lipat jika berani mengusik mereka" jangan ganggu The Blue Diamond jika tidak mau merasakan akibatnya.
"Wah, It is Amazing" Zara langsung menutup laptopnya, dan sangat kagum dengan apa yang ia temukan.
"Sungguh aku sangat kagum dengan kelompok itu, sangat luar biasa" Zara sangat kagum.
"Tidak salah aku masuk ke kelompok itu" Ucapnya lagi.
Setelah lelah Zarapun tertidur di kasurnya karena kelelahan.
Di Rumah Hendri.
Tuut tuut tuut
📱
"Halo ini siapa" Tanya Hendri.
"Ini saya Ridwan, besok kalian datang ke markas nanti saya kirim lokasinya" Ucap orang itu yang ternyata Ridwan (Orang kepercayaan Lucas).
"Oke om, kami akan datang kesana" Ucap Hendri.
Off
"Besok aja lah aku kasih tau mereka, pasti udah pada tidur" Ucap Hendri. Lalu diapun tertidur di kasurnya.
/////////////////////////////////////
Halo aku up lagi nih. Gimana episodenya suka ngga? Kalo ngga ya gapapa sih hehe.
Kasih kritik dan Saran ya, dimana letak kesalahannya, biar aku bisa lebih baik lagi dalam nulisnya.
Thank You All😊