
"Hei kamu tidak papa kan dek" Zara menanyakan kabar anak yang disekap itu, memutar - mutar tubuhnya ingin melihat ada yang terluka atau tidak.
"Hiks hiks aku gk papa kak, tapi hiks aku takut kak" Ucap anak itu sambil sesegukan.
"Siapa namamu dek? dimana tinggalnya? ayok biar abang anter pulang" Tanya Ibi kepada anak itu.
"Na-namaku Aira kak, a-ku tinggal dijalan xx blok B rumah no 23" Jawab gadis kecil itu menjelaskan.
"Yaudah ayok kita anter kekeluargamu, pasti mereka lagi khawatir nih sama kamu" Ajak Zara lembut.
"Ayok kak, aku udah kangen Papa sama Mama" Ucap gadis kecil itu senang.
"Dan emm, kak ini mereka semua mau diapakan?" Tanya Zara sambil menunjuk orang orang yang tergeletak ditanah.
"Biar kami yang urus, kalian pergi saja" Ucap salah satu anggota Zara.
"Yaudah kak kami pergi deluan yah" Ucap Zara sambil keluar dari tempat itu, diikuti Naser dkk dibelakangnya. Dan mereka pun masuk kemobil masing - masing menuju rumah keluarga Aditama.
Tuuut....tuuut....tuuut...
📱
"Halo bos"
"Ya halo, apakah anak - anak itu menyelesaikan misinya?" Lucas.
"Mereka menyelesaikannya dengan baik bos"
"Bagus, itu yang saya mau" Lucas.
"Tapi bos, mereka tidak membunuh orang - orang itu bos, hanya melukainya saja"
"Biarkan saja" Lucas.
"Baik bos".
Flashback on.
Saat si penculik itu ingin menembak saderanya, karena Zara semakin mendekat kearahnya, tapi Zara dengan cepat nya mengarahkan pistolnya ke tangan si penculik.
DOORRRR.
Arrrgghhkkk.
"Bajin**an kau anak kecil, Akhh" Erang si penculik itu karena tanganya tertembak pistol Zara.
Memang bidikan Zara jarang meleset, maka dari itu dia berani mengambil resiko seperti itu.
"Hahaha, jangan bermain denganku kak, bisa saja peluru ini tadi mengenai kepalamu, tapi aku tidak se Baji**an itu kak" Tawa Zara mengejek si penculik.
Flashback off.
Sesampainya di Rumah eh ralat maksudnya Mansion keluarga Aditama, mereka langsung memencet bel.
Ting nong
"Eh ada apa nak, perlu saya panggilkan nyonya?" Tanya perempuan paruh baya, sepertinya Maid yang bekerja disana.
"Eh Bibi, iya tolong panggilkan tuan Rumah ini ya bi" Jawab Zara sopan.
"Sebentar ya nak" Lalu ia pun berlalu dari hadapan Zara dkk.
Tak lama setelah itu muncullah wanita paruh baya tapi masih keliatan muda, matanya sembab karena kebanyakan menangis.
"Ada perlu apa nak?" Tanya wanita itu lembut.
Zara tidak menjawab tapi dia membawa Aira yang ada di gendongan Nase sedari tadi, ia tertidur di jalan karena terlalu lelah.
"AIRA!! PUTRI MAMAAA! AKHIRNYA KAMU PULANG NAK" Teriak wanita itu karena melihat anaknya yang sudah kembali.
"Sshuutt, Tante jangan berisik, dia sudah tidur, ntar kebangun Airanya Tante" Ucap Naser sambil menaruh jari telunjuk ke bibirnya.
"Terima kasih nak sudah membawa Aira kemari, ayo masuk dulu nak, kalian pasti capek" Ucapnya lembut.
"Sama sama Tante, tapi tidak usah karena kami sudah ditunggu om kami" Ucap Zara sopan.
"Yaudah kapan kapan kalian mampir aja kesini, pintu Rumah ini terbuka untuk kalian" Ucap Wanita itu.
"Iya tante" Ucap Zara dkk serentak.
"Yaudah kami pulang ya Tan, Assalamualaikum" Ucap Ibi dan merekapun meninggalkan tempat itu.
"Waalaikumsalam!!" Ucap wanita itu sedikit berteriak.
Sesampainya Zara dkk di markas The Blue Diamond, Zara dkk langsung masuk ke ruangan Lucas untuk menemuinya untuk mengatakan bahwa tugas mereka sukses.
"Wah udah balik kalian, hebat ya kalian sudah bisa menyelesaikan misi itu dengan baik, tidak salah om pilih kalian" Puji Lucas atas kinerja Zara dkk.
"Hehe iya om, jadi abis ini kami ngapain lagi om" Ucap Naser.
"Apakah kalian tidak mau melihat perusahaan? dari semalem perusahaan sudah beroperasi" Tanya Lucas "Nama perusahaan itu RAY COMPANY, diambil dari nama belakang Zara dan perusahaan itu bergerak di bidang Teknologi" Sambung Lucas lagi menjelaskan.
"Wah mau lah om, kami mau lihat gimana perusahaan itu" Ucap Zara dengan berbinar.
"Yaudah, kalian dianter Arya nanti, dan disana nanti ada Ridwan yang menyambut, sekarang makan siang dulu, pasti kalian belum makan kan?" Ucap Lucas dan menyuruh Zara dkk makan.
"Iya om" Zara dkk serentak.
Lalu Zara dkk pun makan siang terlebih dahulu, lalu Sholat Zhuhur karena belum Sholat. Selesai makan mereka langsung beregegas menuju perusahaanya.
"Wow gile, besar banget nih gedung, ganyangka gedung ini ternyata milik kita ya we" Zara kagum betapa tinggi dan besarnya gedung itu (lebay).
"Yaudah sana kalian masuk" Ucap Arya dan di angguki Zara dkk.
Zara dkk pun masuk ke gedung dan langsung jadi pusat perhatian semua karyawan yang ada didalam, karena Zara dkk sudah tidak memakai seragam dan topengnya, jadilah ketampanan dan kecantikan mereka dilihat banyak orang.
Woah siapa anak anak itu, sangat berkharisma.
Eh kok ada loli nyasar masuk kantor.
Wah udah kek pangeran di negri dongeng anak anak itu, ganteng banget.
Pengen tak bawak pulang tuh yang cewe, imut banget soalnya.
Yang cowo I love You.
Sini dek sama abang aja, abang ada permen.
Begitulah bacotan para penghuni gedung itu, dan Zara dkk hanya mengacuhkannya saja (Sudah biasa mereka).
"Eh kalian sudah sampai, ayo kita keruangan kalian" Ridwan yang entah datang darimana langsung menyambut Zara dkk.
"Hmm"
Eh pak Ridwan nyambut mereka loh
Eh siapa sebenarnya anak anak itu, kok Pak Ridwan hormat ya.
Anak Pak Ridwan kali.
Eh mereka naik lift khusus CEO loh.
Para karyawan pun ngebacot lagi karena melihat Ridwan yang menyambut Zara dkk.
Sampailah mereka di lantai 45, "Ayo om tunjukin ruanganmu Zara" Ucapnya pada Zara.
Sampai di ruangan bertuliskan CEO, mereka semua masuk dan Zara dkk tercengang karena ruangan ini sangat besar dan dilengkapi fasilitas yang canggih ditambah disuguhi pemandangan gedung2 bertingkat jika dilihat dari atas.
"Woah, keren ruanganya om, aku suka" Ucap Zara senang.
"Oke baguslah, dan kalian ikut om ke ruangan wakil CEO di sebelahnya" Lalu Ridwan mengajak ketiganya menuju ruangan Wakil CEO yang mana didalam ruangan itu gk kalah kerennya sama punya Zara.
"Oke Zara kalau begitu, kalian kerjakan dulu pekerjaan kalian, ada beberapa Perusahaan yang mengajak kerja sama, periksa berkas berkas itu, oke?" Ucap Ridwan menjelaskan.
Zara memeriksa tumpukan berkas yang ada di mejanya, cukup banyak perusahaan yang mau mengajak kerja sama ditambah lagi clien - clien yang minta penangkal virus itu semakin bertambah dan tidak sedikit pula yang mengajukan kerja sama.
"Huufft, baru beberapa hari perusahaan ini beroperasi, udah banyak aja yang ngajak kerja sama, harus kerja ekstra hari ini" Ucap Zara sambil menghela nafas.
"We kalian bantu aku lah, banyak kali ini" Ucap Zara menggunakan alat komunikasi yang tadi dipakai untuk menjalankan misi.
"Sama Ra ini di tempatku juga banyak loh" Ucap Ibi.
"Iya, aku aja kaget kok bisa banyak banget ini yang minta kerja sama" Ucap Hendri.
"Okelah, klo gitu kita harus kerja ekstra, semangat teman teman" Zara menyemangati.
"Siap"
Zara dan yang lainnya pun serius mengerjakan tugas tugasnya yang menumpuk, tapi mereka tidak lupa menjalankan kewajiban seorang Muslim dan Muslimah.
///////////////////////////////////
Oke sampe sini dulu ya temen temen, jangan lupa like, komen, and vote karya ini ya. Dan klik Favorit agar kalian dapet info updte dari aku.
Berikan juga kritik dan saran, agar aku bisa lebih baik lagi kedepannya UvU.
Thank you all😊