
Dipagi harinya Zara sudah bangun dari jam 4 pagi dia langsung menunaikan sholat subuh setelah itu dia membangunkan teman teman nya untuk sholat.
"WOE BANGUN WOE SHOLAT SHOLAT, CEPET BANGUN KELEN" Teriak Zara membangunkan temenya yang masik terlelap dalam mimpi.
Teman temanya belum terbangun dari tidurnya.
karena semalemnya mereka tidur jam 2 pagi pastinya masih ngantuk.
"WOE BANGUN LAH WE, SHOLAT WE CEPETAN KEBURU TERANG TUH LANGIT!!" teriaknya lagi karena mereka belum bangun, kali ini teriakanya lebih kenceng.
"Astaghfirullah Ra terkejud aku Ra tadi lagi enak enak mimpi indah, jadi buyar gara gara teriakan kau, bisa gak banguninya tuh pake hati" Ucap Naser terkejud karena teriakan Zara yang memekakkan telinga.
"Ya Allah Ra besok besok pakek toa mesjid Ra biar dengar semua bukan kami aja, bikin jantungan aja sumpah" Timpal Hendri yang juga terkejud.
"Pantes lah aku tadi mimpi ada orang teriak teriak tapi kok kayaknya nyata banget, eh terbangun, ternyata beneran ada yang teriak, hadeh" sambung Ibi dengan nada yang masih mengantuk dengan mata yang menyipit.
Zara yang direpetin kawanya pun tidak peduli
"Udah ya gausah banyak bacot mending ambil wudhu kelen abis tuh sholat, kalo mau mandi ya mandi" Zara memerintah dengan wajah tak peduli nya itu.
"ih gk lah mandi, pasti dingin banget tuh airnya, ini kan daerah pegunungan ntaran siang aja lah" Ucap Hendri merinding karena kedinginan.
"Ho'oh bener tuh" sambung Ibi.
Merekapun beranjak dari tidurnya untuk mengambil wudhu setelah nyawa mereka terkumpul. Setelah itu langsung menunaikan Sholat Subuh dengan Naser menjadi imamnya.
Di belahan bumi yang berbeda
Preman preman yang kemarin dihajar Zara dkk dan masuk penjara ternyata sudah di bebaskan oleh bos mereka dengan cara curang.
"Terima kasih bos karena sudah mau membebaskan kami semua" Ucap preman 1 kepada bos mereka.
"Its okey, sekarang kita bikin rencana gimana caranya menangkap bocah bocah tengik itu, bagaimanapun caranya kalian harus menangkap mereka ber 4" Ucap bos preman itu kepada anak buahnya, dia memerintahkan untuk menangkap Zara dkk karena Zara dkk sudah berani meremehkan sekumpulan preman itu.
"ma-maaf bos,Tidak seharusnya kita lepaskan saja mereka bos, mereka kan masih kecil saya lihat dari mereka ada yang masih umur sekitar 12 sampai 13 tahun" ucap preman itu takut takut pada bos nya, dia merasa tidak pantas untuk melawan anak kecil.
"TIDAK BISA, ANAK ANAK ITU SUDAH LANCANG MEMUKULI ANAK BUAHKU, KAU TAU SENDIRI KAN AKU PALING TIDAK SUKA DIGANGGU!!" Marah bos mereka karena anak buahnya membantah perintahnya.
"Ta-tapi kan bos mereka masih kecil ti-tidak imbang jika kita melawan me-mereka, lagian hari itu kami yang salah karena sudah mengganggu anak anak itu" Ucap preman itu lagi ingin membantah perintah bos nya.
"Udah bawa saja mereka kemari, bagaimanapun
caranya, saya tidak seberengsek itu ingin membunuh mereka, saya cuman mau mengajak mereka jadi anggota The Blue Diamond" Ucap preman itu yang ingin menjadikan Zara Dkk anggotanya, dia sangat tertarik dengan anak anak itu yang sangat hebat beladiri.
Sedikit info The Blue Diamond adalah sekelompok orang orang kuat yang bekerja di dunia bawah. pembunuh bayaran, penyelundup senjata dan sebagainya. Tapi kalo membunuh kelompok ini membunuh yang patut dibunuh, kelompok ini bisa dibilang jahat bisa dibilang baik karena kadang mereka bejad kadang seperti malaikat yang menolong orang orang.
Bos mereka bernama Lucas alexander, beliau berumur 45 tahun, dia juga pengusaha sukses di bidang Teknologi.
Oke back to story.
"Ha? yang benar aja bos, kalo iya mereka mau jadi anggota kita, kita ini bukan orang orang baik bos!" ucap preman itu terkejut dengan perkataan bos nya, bagaimana mungkin anak sekecil itu masuk anggota mereka (ga habis thinking akutuh dengan pemikiran om Lucas ini)
"Mereka harus mau walaupun dengan paksaan!" perintahnya tidak bisa dibantah.
"baiklah bos, kalo gitu saya undur diri dulu" preman itu pergi dari hadapan bos nya.
Di tempat Zara dkk
Setelah tadi mereka selesai sholat subuh, Zara langsung masak untuk sarapan mereka.
"Woi sarapan woi, gamau makan kelen biar aku abisin" Panggil Zara yang sudah selesai masak.
"Mau lah dodol, perutku udah demo nih mintak diisi" ucap Ibi yang sudah kelaparan menunggu makanannya dari tadi.
"Wes seenak jidak kau aja ya Ra kami pun laper ini bukan kau aja!" Ucap Naser yang juga sudah lapar pengen makan.
"Wes selow bang gausah ngegas jugak, mangkanya sini lah kelen biar makan sama sama kita" Ucap Zara dan teman temanya pun langsung mengambil makanan masing masing.
Mereka pun makan dengan khidmad.
Selesai makan Zara langsung mencuci piring bekas makan.
"We kita mau ngapain nih pagi pagi, carik ide lah kita mau ngapain nih" ucap Hendri memulai percakapan.
"Lari pagi aja yok, udaranya sejuk nih, masih pagi masih dingin nih wih pasti mantep tuh" sambung Zara menyetujui ucapan Hendri.
"Kuy lah, kita lari kelilingin vila2 disini, carik taman mana tau ada" ucap Ibi bersemangat ingin lari pagi sambil memakai jaketnya.
"Yuk cap cus kita Joging" ucap Zara menarik tangan teman temanya.
Merekapun memakai sepatu sport dan memakai jaket, dan langsung beranjak dari duduknya. Mereka langsung berlari lari lari santai mengelilungi vila vila yang ada di sana.
Di tengah tengah perjalanan mereka menemukan taman yang cukup ramai, disana ada anak anak pramuka dan keluarga keluarga yang kebetulan berlibur di Bumi Perkemahan Sibolangit juga.
"Wih ada taman tuh we main disana yok, rame juga tuh disana" Tunjuk Zara pada taman yang cukup ramai itu.
"Wih iya tuh, kuy lah ada kolam ikan juga tuh lihat yuk" ajak Naser pada temanya itu.
Merekapun menuju ke arah taman dan melihat kolam ikan yang ada disana. Mereka bermain kejar kejaran di taman itu dengan canda tawa.
Ternyata dari kejauhan tempat mereka bermain ada yang seseorang yang mengintai mereka dari kejauhan dengan memakai baju serba hitam menatap tajam ke arah Zara dkk.
Tak terasa hari sudah siang, Zara dan temanya bermain sampai siang hari.
"We udah siang nih, balik ketenda yok, udah laper juga" ajak Zara karena hari sudah siang dan sudah mau menjelang sholat Zhuhur.
"Iya nih udah mau sholat Zhuhur juga, kuy lah balik" sambung Hendri
"Kuy" ucap Ibi dan Naser serentak.
Merekapun balik ke tenda karena sudah merasa lelah dan juga lapar.
////////////////////////////////////////
Hai hai aku update lagi nih
jangan lupa like komen and vote ya
dukung lah aku yang masih pemula ini😊😊