The Story of Zara Ray

The Story of Zara Ray
Kelas 10 Tikom 1 (Part 2)



Hari ini adalah hari yang paling di benci hampir seluruh murid-murid yang ada di Indonesia, apalagi kalo bukan hari Senin. Hari ini SMK Cinta Damai akan melakukan upacara pertama di tahun ajaran baru ini. Mereka semua dikumpulkan di lapangan untuk melaksanakan upacara. Kepala sekolah memberikan amanat kepada murid SMK Cinta Damai agar bisa lebih disiplin kedepenya


Author: Ini yang paling aku benci kalo upacara, tuh guru klo ngasih amanat panjang × lebar × tinggi. Benci banget sumpah.


Oke Back to topic.


"Hadeh lama kli lah itu kepala sekolah ngebacot, gk bosen apa gimana sih" Gerutu Serli karena sudah terlalu capek berdiri.


"Mana panas lagi, oalah ban*ke" Sambungnya lagi sambil mengucapkan kata yang tak pantas.


"Udahlah Ser diem ngapa, makin panas gara-gara bacotan kau" Keyla menegur Serli.


"Iya deh iya" Ucap Serli.


Tibalah upacara yang dilaksanakan tersebut selesai, para murid-murid Sekolah Cinta Damai masuk ke kelasnya masin-masing.


"We mumpung guru belom masuk, yuk kita perkenalan diri masing-masing, kuharap kelas kita ini bisa menjalin persahabatan yang baik tanpa memandang status dan harta, gimana mau kan kelen?" Ucap salah satu anak kelas 10 Tikom 1 mengusulkan kepada teman-teman sekelasnya.


"Tidak ada saling buli, kita bersahabat, jangan ada yang menghianati sesama teman, kita belajar sama-sama, saling bantu bila ada yg kesulitan, jangan pendam masalah sendiri we, kuhara kalian mau, kita akan seperti keluarga disini" Ucapnya panjang lebar dan satu kelas hening karenanya.


"Bisa kan we, kita akan buat kelas kita ini menjadi kelas yang disegani oleh seluruh penghuni sekolah, kita buat kelas ini menjadi kelas angkatan terbaik di tahun ini, pasti itu bisa selagi kita bekerja sama, kita mulai dari perkenalan diri dulu" Jelasnya lagi dengan muka sangat serius


"Boleh, kalau kalian semua mau" Kali ini Zara yang bersuara, dia tertarik untuk itu dia mau dengan usulan itu.


"Kalau Zara mau, maka kami bertiga juga" Ucap Naser juga menyetujuinya.


"Aku juga ikut Zara, aku juga mau menyetujui usulmu" Ucap Keyla dan Keyra yang juga menyetujuinya.


"Ya, kita harus menjalin persahabatan di kelas ini, tidak ada permusuhan dan saling benci, kita satu keluarga" Ucap yg lainya dan semua anak kelas 10 Tikom 1 pun juga.


"Oke kita mulai dulu dari perkenalan diri, aku dengar tadi guru agak lambat masuk, dia ada urusan sebentar. Jadi kita bentuk lingkaran dulu, susun dulu kursi dan meja-meja" Suruhnya menyuruh teman-temanya.


Lalu semua anak kelas 10 Tikom 1 menyusun meja-meja dan kursi kemudian mereka membentuk linkaran di kelas itu, kelas itu memang cukup lebar.


"Oke aku mulai ya, perkenalkan nama aku Reza Arrahman, umur aku 15 tahun, aku tinggal di komplek perumahan gajah mada, keahlian aku ya aku suka main futsal. Oke lanjut" Jelas orang yang bernama Reza itu.


"Aku Aliando Arxie, umurku 16 tahun, tinggal di Sei Mencirim, keahlianku aku adalah seorang pemain Tenis Meja, oke lanjut" Jelasnya.


"Oke nama aku Alfazrie Ilham, umur aku 15 tahun, aku tinggal di Binjai km 10,5, keahlian aku, aku suka Desain Grafis, aku jago Desain.


Oke Next" Ucap anak yang bernama Alfa.


"Aku Fazzie Alfaqi, Kalian bisa panggil aku Zizi, umur aku 16 tahun, aku tinggal di Mencirim, keahlian aku menggambar, dan aku sudah pernah menerbitkan komik aku. Oke lanjut yang cewe" Jelas nya yang bernama Zizi.


"Stella Hani Bramasta, umur aku 15 tahun, aku tinggal di Perumahan Kelapa Gading, aku seorang penulis novel loh. aku sudah pernah di terbitin novelku, Next" Jelas Ela.


"Perkenalkan nama aku Nur Annisa, aku tinggal di Jln Mesjid, keahlian aku memasak karena papa aku koki jadi aku bisa masak deh, lanjut" Nisa memperkenalkan dirinya.


"Nama aku Ayu wulandari, umur aku 16 tahun, aku tinggal di Binjai km 12, Aku hanya seorang ilustrator biasa, oke lanjut" Ucap Ayu.


"Klo aku Ara Andara, Umurku 15 Tahun, aku tinggal di jln Mesjid juga, aku hanya seorang sudah memegang perusahaanku sendiri, namanya Andara Group, dah itu aja sih, Next" Jelas Ara.


"Nama aku Arumi Cahya Intani, umur aku 17 tahun, aku dulu sempat berhenti sekolah karena sakit kanker otak, tapi untungnya udah sembuh, aku sekarang sudah memegang perusahaam papa aku, Oke Next" Arum menjelakan.


"Oke aku Asyifa Saragih, umurku 16 tahun, aku tinggal di jalan sempurna, aku hanya seorang desainer pakaian, itu aja, lanjot" Ucap Syifa


"Wah kalian hebat semua, sekarang giliran aku Keyla Putri Altario, umurku 15 tahun, Aku tinggal di jln XX, aku cuman Programmer, dan saudara kembar aku cuman beda 5 menit, namanya Keyra Putri Altario, kami sama-sama programer, udah gitu aja" Jelas Keyla dan Keyra hanya mengangguk.


"Aku Serli Tria Wiratmaja, umurku 15 tahun, aku tinggal di perumahan di jln XX, aku sama kayak Twins, sama-sama programer, oke lanjut" Ucap Serli.


"Oke perkenalkan aku Muhammad Isran Pratama, umurku 16 tahun, aku seorang pemain Basket seperti yang dibilang pak Firman, aku tinggal di Apartemen di jalan xx, Lanjut" Ucap Isran.


"Aku Reyhan Putra Wijaya, umurku 16 tahun, aku tinggal di apartemen juga sebelahan sama Isran, aku juga sama kayak Isran seorang pemain basket, Next" Jelas Reyhan.


"Oke Aku Alvin Malvin Fernandes, umurku 16 tahun, aku juga tinggal di Apartemen sama kayak Isran dan Reyhan, sama juga aku juga pemain Basket, Oke Next" Jelasnya.


"Aku Naser Re, umur 14, keahlian aku banyak gabisa dijelasin" Ucap Naser tidak bertele-tele.


"Aku Ibients Ibi, umur 13 tahun, sama kayak Naser, ribet jelasinya" Ibi tidak kalah singkatnya.


"Aku Hendri Exaar, umur 13 tahun, keahlian banyak" Ucap Hendri.


"Zara Ray, umur 12 tahun, keahlian aku gausah ditanya" Ucap Zara yang sangat singkat.


"Aku cuman mau bukti bukan janji, seperti apa yg dibilang tadi, kuharap kalian mengerti" Ucap Zara dengan nada serius.


"Dek Zara paling muda, tapi kok kalian berempat dingin banget ya, apalagi dek Zara, emak kelen ngidam es batu apa gimana" Ucap Reza yang bingung dengan Zara dkk.


"Entah" Ucap Zara enteng.


"Usahain Ra, sama kita kalian jangan dingin gitu ya, kami gk akan berkhianat Insya Allah" Ucap Nisa sambil tersenyum kearah Zara.


"Iya Ra, tolong ya jangan datar gitu, orang ngomong samamu serasa ngomong sama tembok, haha" Sambung Ara sambil terkekeh.


"Iya Ra, Ser, Hen, Bi, kami serasa ngomong sama tembok" Ucap Stella.


"Gk bisa mereka keknya" Aliando ragu.


"Moga aja bisa mereka" Sambung Zizi.


"Hmm" Dehem Zara sambil melipat kedua tanganya didepan dada dan memejamkan matanya.


"Tuh kan aku bilang juga apa" Gerutu Aliando.


"Banyak-banyak sabar ajalah kita sama mereka" Ucap Keyla.


"Mereka memang gitu, tapi sebenarnya baik kok, baik banget malah" Ucap Alvin juga.


Tiba-tiba guru memasuki ruangan dan semua anak kelas 10 Tikom 1 ngacir nyusun bangku seperti semula. Gurupun mulai menjelaskan materinya sampai bel tanda istirahat berbunyi.


/////////////////////////////////////


...Hai hai aku update lagi nih...


...Semoga suka ya sama episode kali ini😊. Jangan lupa like, komen, anda vote ya U < U....


~Thank you