THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 07 (revisi)



...⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️...


...*PART INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN HARAP BIJAK DALAM MEMBACANYA!!!*...


...TERIMAKASIH...


Kini 2 orang gadis sedang membuntuti seseorang yang sangat misterius, orang yang sedari tadi di buntuti memilih berlari ke arah parkiran bawah tanah, Glora dan holly yang melihat itu langsung ikut berlari, setelah sampai di parkiran bawah tanah Glora dan holly tidak melihat siapa-siapa.


Tiba-tiba sebuah pisau melayang ke arah jidat holly dengan cepat Glora menangkapnya dan melemparkannya balik dan lemparan pisau Glora tepat ke arah perut seseorang, ringisan seseorang membuat holly dan Glora menatap satu sama lain, dan saling memberikan kode untuk diam. perlahan-lahan mereka berjalan ke arah belakang mobil tapi.


"holly awass"- holly membalikkan badannya dan


BUGHH


holly tersungkur ketika sang lawan memukul wajah holly hingga menyebabkan sudut bibirnya robek dan berdarah. "dasar bajing*n"- ujar Glora sambil memukul orang tersebut bertubi-tubi hingga sang lawan terkapar lemah dengan lebam di sekujur wajahnya, Glora langsung mendekati holly yang terjatuh, ia langsung membantunya untuk berdiri.


"Lo gapapa?"- tanya Glora dan holly menganggukkan kepalanya, walaupun di sudut bibirnya perih holly masih bisa bersikap profesional,mereka mendekati orang tersebut dan berjongkok.


"Ck! Ra kenapa harus ke perutnya elahh, nanti mati gimana??"- tanya holly sedangkan Glora hanya mengangkat bahunya, ia langsung menarik paksa pisau tersebut yang menancap di perutnya, setelah menarik pisau tersebut Glora langsung memasukan jari telunjuknya ke dalam perut orang tersebut.


"Belum kena ginjal ini"- ujar glora, setelah itu holly langsung menelpon anggotanya untuk membawa orang tersebut.


...-o00o-...


Glora dan holly masuk kedalam ruangan Vira dan terdapat Ara yang kini sedang duduk sambil memegang tangan Vira, tunggu-tunggu dimana leo dkk perasaan tadi ada mobilnya, itulah batin mereka berdua, mereka berdua takut jika leo dkk melihatnya tadi di parkiran.


"Ra mana si kunyuk, di lorong gak ada di ruang tunggu juga gak ada??"- tanya holly


"Kantin"- mereka berdua bernafas lega, Ara yang melihat itu langsung menaikkan alisnya.


"Tadi gua lihat orang yang mencurigakan, Lo tahu gak yang Lo tabrak waktu Lo lari"- Ara hanya mengangguk.


"Dan gue nemuin ini"- Glora langsung menunjukkan botol kecil yang terdapat cairan bening di dalamnya.


"Racun"- gumam Ara tanpa melihat botol tersebut


"Lo tahu"- Ara mengangguk


"Why?"- sekarang giliran holly yang angkat bicara.


Ara langsung menceritakan semua tentang mommynya yang kejang-kejang hingga membuatnya akan meninggal dunia, dan tadi waktu Ara keluar dari ruangan dokter Ara langsung menanyakannya kepada mbok Jum apa yang terjadi??dan mbok Jum langsung menjawab ia pergi ke toilet sebentar setelah masuk lagi mbok melihat para bodyguard itu terduduk lemas dan Vira kejang-kejang, Ara juga langsung menelpon Ervin dan sampai saat ini telponnya tidak di angkat sama sekali Ara sudah mengirimkan pesan kepada Ervin dan saat ini belum di balas.


Ervin


^^^Lo dmn anjng!^^^


^^^Skrng ksni atau Lo mati!^^^


Itulah pesan yang Ara kirimkan kepada Ervin, yang sampai saat ini belum ada balasan.


"Halah palingan juga lagi Nana Nina"- ujar holly sambil melihat kukunya.


"Kagak tahu si Ervin aja Lo by"- ujar glora


"Palingan juga sekarang lagi cetak gol lagi, ya gak Ra"- ucapnya kepada Glora.


"Yoi"


"Sekarang dia dimana?"- tanya Ara


"Di bawa ke markas mau di interogasi"- ujar Glora


"wajah Lo kenapa?"- tanya Ara kepada holly.


"ceroboh"- sahut Glora dan holly hanya memasang wajah kesal, dan Ara hanya mengangguk saja, tiba-tiba Ara melihat seseorang yang penampilannya acak-acakan baju kebuka, ohh good sleting yang terbuka dan menampilkan tonjolan yang besar, siapa lagi kalau bukan ervin.


"Apa gue bilang?"- ucap holly dan glora. Ara tangannya sudah gatal ingin menghajar habis-habisan si Ervin. Ara langsung keluar dari ruangan Vira di ikuti oleh mereka bertiga dan tak lupa sebelum keluar Ara mencium kening vira sayang.


1


2


3


Bugh


Bugh


Bugh


Ara langsung meninju wajah Ervin, hingga membuat sisi bibirnya robek dan berdarah, Ervin kini terhuyung ke belakang, Ara langsung menarik kerah baju Ervin.


"KEMANA AJA LO ANJ*NG, GUE UDAH BILANG JAGA MOMMY GUE, BUKAN NGURUSIN JAL*NG-JAL*NG LO ITU, TUGAS LO CUMAN JAGA MOMMY GUE DOANG BUKAN MAIN AMA JAL*NG LO!! KALAU LO GAK SANGGUP ENYAH DARI MUKA BUMI INI!!"- ucap Ara menggebu-gebu baru kali ini ia kecewa sama Ervin.


"S-sorry ra"- ucap Ervin dengan memegangi sudut bibirnya.


"SORRY LO BILANG!!!!DENGAN APA YANG TERJADI!!!! LO BILANG SORRY!!!NYOKAP GUE HAMPIR KEHILANGAN NYAWANYA ITU SEMUA SALAH LO YANG NINGGALIN MOMMY GUE!!!! KARENA LO JUGA MOMMY GUE JADI KRITIS LAGII ANJ*NG!!!!!"


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


Ara langsung meninju wajah Ervin kembali,kini hidung mancung Ervin mengeluarkan darah, Ervin hanya pasrah saja orang ini salahnya kok.


"Gue gak perduli sama jal*ng-jal*ng Lo itu!! gue gak perduli Lo mau mainin Tante-tante atau sejenisnya!!, gue gak peduli, tapi Lo harus ingat sama tugas Lo Vin, gue gak peduli Lo mau ngapain juga, kalau tugas Lo udah selesai"- ucap Ara dengan nada tegas bahkan Glora dan holly tidak ingin turut campur karena ia tidak ingin menjadi samsak Ara.


"DENGAR KALIAN JUGA, SAYA TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KALIAN LENGAH SEDIKITPUN KETIKA BERTUGAS, SAYA HARAP INI UNTUK TERAKHIR KALINYA KALIAN MEMBUAT SAYA KECEWA"


"SIAP QUEEN"- ujar mereka semua terutama mereka bertiga.


"Glora"- Glora yang di panggil kini tubuhnya menegang ia menelan salivanya mati-matian.


"Suruh Aldi untuk memindahkan ruangan mis Vira di ruangan saya, holly panggil beberapa anggota atas untuk menjaga ruangan saya ketika momy di pindahkan dan Ervin perketat penjagaan Lo jangan lengah sedikitpun, cukup ini untuk terakhir kalinya Lo buat gue kecewa"- ucapnya dengan tegas dan mereka mengangguk.


...-o00o-...


2 jam kemudian......


Vira ia sudah di pindahkan di ruangan yang bersebelahan dengan ruanggan Ara, di sana hanya ada 2 ruangan, yakni ruangan Vira yang cukup luas seperti apartemen dan ruangan pribadi Ara yang tak kalah luas, ruangan mereka berada di lantai paling atas, penjagaan ruangan Vira di perketat dengan menambah 10 anggota yang bertubuh besar karena otot-otot, berwajah sangar, dan berkulit hitam/putih/coklat adapun berkulit sawo matang, dan tak lupa semua anggota ROF-5 memiliki paras yang sangat tampan, dan tak heran semua suster maupun aunty-auntynya yang tadi kesini beserta yang lain langsung menatapnya dengan tatapan kagum,bahkan Tiara dan Diana-aunty Ara,langsung memeluk erat bodyguard tersebut di karenakan Tiara tengah mengandung anak keduanya yang kini berusia 5 bulan dan Diana kini janinnya berusia 4minggu maka tak heran jika mereka bertingkah seperti itu di karenakan Ngidam.


Sedangkan para suami-suaminya mereka hanya mendengus kesal sembari mengadu kepada keponakannya yakni Ara"Ara kenapa kamu harus memilih mereka yang menjadi bodyguard kak Vira sih, padahal yang agak tuaan dikit"- ujar rafa sambil memasang wajah kesalnya.


"uncle usia mereka itu 30 ke atas, dan usia mereka menurutku udah lumayan tua, dan hanya saja wajahnya saja yang belum tua,"- sahut holly.


"sabar ya om"- timpal Jake


"iya saya masih masih sabar"- sahut rafa


"dia kenapa? "- batin leo


"kenapa gua jadi kek gini?"- lanjutnya


"Ara uncle pulang dulu ya soalnya masih banyak pekerjaan kantor yang tertinggal, kamu juga harus pulang ya"- ucap Bisma sambil mencium kening keponakannya.


"Ya udah sayang aunty pulang dulu ya, soalnya anak-anak di tinggal di rumah"- ucap vanissa ia juga mencium kening Ara."kamu juga pulang alvin, vino!"- ujar nisa dan mereka berdua mengangguk.


"Iya aunty dan mereka??"- tanyanya lalu vanissa dan Bisma langsung menoleh ke samping terdapat Tiara dan diana yang menangis karena ingin membawa pulang bodyguard yang berkulit sawo matang tersebut sebagai pajangan rumah, dan para suaminya hanya bisa menarik badan para istrinya agar tidak mendekat kepada bodyguard Ara.


"Ara aunty pengen itu"- ujar Tiara sambil menunjuk ke arah bimo-anggotanya.


"Ara aunty juga pengen bagus banget kalau di buat pajangan"- ujar Diana sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ervin yang kini menggelengkan kepalanya.


"Bungkus"- itulah ucapan Glora dkk terkecuali leo,Alvin dan vino.


"Boleh"- ucap mereka berdua dengan mata terbinar-binar, sedangkan mereka mengangguk tidak dengan para suaminya ia sudah menyumpah serapahi teman-teman keponakannya.


"Gak ada gak ada, sayang di rumah juga banyak bodyguard masa mau yang ini sih!"- gerutu Adit


"Ihh di rumah mah udah pada tua-tua"- balas Diana, mereka hanya menghembuskan nafas kasarnya.


...-o00o-...


20 menit Ara sudah sampai di markas besar ROF-5, Sebelum tadi di rumah sakit Ara sempat berdebat dengan Alvin dkk yang menyuruhnya untuk pulang di karenakan waktu menunjukkan pukul setegah sebelas malam, dimana mereka tidak ingin pulang dengan alasan gue hawatir sama Lo! Ara yang berusaha membujuk mereka dengan mengucapkan ia akan baik-baik saja tapi mereka masih kekeh ingin menunggu ara, dengan kesal Ara mengancam mereka dengan mengucapkan ia tidak akan lagi berbicara dengan mereka, setelah itu pergi meninggalkan mereka.


Ara dengan angkuhnya langsung masuk kedalam mansion, dan mendapati beberapa orang yang kini sedang duduk dengan bekas makanan yang berserakan dimana-mana, Ara hanya mengembuskan napas pelan, ia langsung mengambil pisau yang selalu ia bawa dan di selipkan di pahanya, dengan cepat Ara langsung melemparkan pisau tersebut ke arah meja dan menancap pas di hadapan lion, Glora dan holly.


Mereka langsung berdiri dan menundukkan kepalanya takut, ya jelas mereka takut di karenakan Ara tidak suka tempat yang kotor dan berantakan.


"Ehh Ara kenapa gak bilang-bilang mau kesini sihh!"- ucap lion Dengan menggaruk tengkuknya.


"10 menit harus bersih"- ucap Ara lalu pergi ke ruangannya, dan mereka bertiga langsung membersihkan sampah-sampah. Ara langsung pergi ke ruangannya yang berada di lantai atas dengan menggunakan lift khusus leader.


...-o00o-...


Setengah jam Glora,holly,Jeno dan lionel sudah berada di dalam ruangan Ara yang kini tengah fokus dengan laptopnya karena sedang melihat-lihat file-file di perusahaan, mereka sempat kesal karena Ara tak memperdulikan keberadaannya, dan masih fokus ke arah benda yang ada di depannya.


"Beby"- panggil Holly, yang tadinya memanggil Ara untuk kesekian kalinya,kini menjadi Beby agar Ara melihatnya, dan benar saja Ara langsung menghentikan kegiatannya dan menatap wajah holly tajam.


"don't call me beby"- ujar Ara dengan nada dinginnya mereka yang disana langsung menegang suasana di sana sangat mencekam.


"Oh iya,,,Ara ini dokumen orang yang waktu itu di rumah sakit"- ujar glora mengalihkan topik, Ara langsung mengambil dokumen tersebut dan membacanya.


"Gue udah berusaha untuk dia membuka mulut, tapi dia enggan untuk memberitahukan siapa dalang di balik semua ini!"- ujar jeno, karena Jeno ia sudah menyiksa korbannya untuk memberitahukan siapa yang menyuruhnya tapi orang tersebut tidak pernah membuka mulut sampai orang tersebut pingsan.


"Marvin Sandika seorang pembunuh bayaran yang kini sedang di incar oleh polisi gara-gara ia telah membunuh putri bungsu dari keluarga Sanjaya, dan kini misinya adalah untuk membunuh nyonya Vira"- jelas Holly.


"Where is he now?"


"Sekarang dia ada di ruang evakuasi, kondisinya sekarang masih baik-baik saja dengan luka di perut,tangan,kaki sisanya kau yang melakukannya"- ujar lionel, Ara dkk langsung pergi ke Ruang evakuasi.


Sesampainya di sana langkah kaki Ara dkk menggema di seluruh sudut ruangan, hal itu membuat semua penjaga evakuasi menegang di tempat suana di sana menjadi panas dingin.


Bau anyir melekat di hidung mereka masing-masing, Ara sudah berada di depan pintu evakuasi, para penjaga langsung membukakan pintu tersebut lebar, setelah itu mereka langsung masuk.


Ara langsung masuk kedalam, pertama kali yang Ara lihat setelah masuk adalah melihat seseorang yang kini sedang duduk dan tangannya di ikat dengan menggunakan rantai, seolah-olah tahu ada yang datang orang tersebut langsung menatap Ara dengan mata yang sayu, sebagian wajah sudah robek dan tubuhnya pun banyak yang luka.


"S-siapa kau??"- tanyanya,Ara langsung menaikkan dagu orang tersebut menggunakan jari telunjuknya, dan mendekatkan wajahnya ke wajah korban.


"hii dude"- salam Ara lalu menjauhkan wajahnya Secara kasar."Saya akan to the poin, siapa yang menyuruhmu untuk membunuh nyonya Vira?"- tanyanya dengan dingin.


"Bukan urusanmu"- jawabnya membuat Ara geram, Ara langsung mengambil pisau lipat dan mulai menggoreskannya di dada korban tersebut.


Srettt


Srettt


Srettt


"AGHRRRRR"


"AGHRRRRR"


"Berteriaklah"- ujar Ara seperti mendengar sebuah irama dengan menggoreskan pisaunya tersebut, darah segar mengalir di dada korban tersebut, sesekali ia juga menjilat darah korban itu dengan menggunakan tangannya.


"Darahmu gak enak"


"Kebanyakan dosa kali ya??"- ujar Ara.


Gak nyadar anjim- author


"Masih mau lagi??"- tanya Ara korban tersebut menggelengkan kepalanya.


"Kalau tidak to the poin aja, siapa yang menyuruhmu??"- ujar Ara dengan menampilkan wajah dinginnya


"Saya tidak akan memberitahukannya"- ujar Marvin


"cukup profesional dan Berapa bayaran yang anda terima sampai kau tidak ingin memberitahukannya"- ujar Ara dengan nada dinginnya sebenarnya ia kesal dengan ini yang menurutnya terlalu membuang waktu.


"1M cukup ohh no!!... 6 Triliun cukup"- ucap Ara, Marvin langsung mengedipkan matanya, sebanyak itukah bahkan tadi dia cuma di bayar 3M.


"Baiklah kalau begitu, jika aku memberitahukannya berikan 6 Triliun tersebut kepadaku?gimana deal?"- tawarnya.


"Deal"- ujar Ara dan Marvin tersenyum.


"Dia adalah nyonya Jonathan's, Istri dari Syam Jonathan's, dia menyuruhku untuk membunuh nyonya Vira"- ujar Marvin membuat Ara tersenyum miring.


"Baiklah gue udah sebutin namanya sekarang mana uangnya"- Ara langsung mengambil cek tersebut dan menyerahkannya kepada Marvin.


"Kau sudah mendapatkan uang itu dan sekarang saya akan mengirimkanmu ke neraka"- ujar Ara dengan Senyuman manisnya, membuat Marvin membeku ketika melihat senyuman itu, senyumannya itu di lihat untuk orang yang hidup di dunia untuk terakhirnya.


"Greetings from the LEADER ROF-5"


blash!


Sebuah samurai langsung memisahkan kepala marvin dengan tubuhnya, Ara memejamkan matanya merendamkan emosinya, seluruh tubuh Ara banyak noda darah bahkan seluruh wajahnya pun terkena noda darah orang itu.


"Kau telah mengibarkan bendera perang nyonya Bella"- gumam Ara dengan melihat samurai yang tadi ia gunakan untuk menebas leher Marvin. Ara langsung pergi menuju Glora dkk yang kini sedang bercanda dengan anggota lain, Sampai di sana mereka terdiam dan melihat Ara dengan bercak darah seluruh tubuhnya.


"Cincang tubuhnya dan kasih ke Junior dan dior, dan kepalanya kalian masukin kardus lalu kirim ke rumah Jonathan's"- ujarnya dan mereka mengangguk paham, setelah itu ara langsung pergi ke ruangannya untuk membersikan badannya dan bajunya pun ia bakar.


"Bu boss serem juga ya" - ujar salah satu anggotanya


"mau Lo di cincang"- sahut Glora dan mereka seketika menggelengkan kepalanya. Glora,holly,Lionel,Jeno mereka sangat dekat dengan anggota Rof-5 lainnya, sedangkan Ara dan Ervin mereka tidak terlalu dekat.


Junior adalah singa peliharaan ara.


...TBC..........