
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan jejaknya!...
...Sekalian votenya ya.....
Matahari langsung menyinari kamar mewah seorang pria yang masih tertidur pulas dengan selimut yang masih menutupi tubuhnya,saat ini ia sedang menjelajahi dunia mimpinya yang menurutnya sangat menyenangkan, tapi ketukan pintu membuat mimpinya terganggu, mau tak mau pria itu harus membukakan matanya, ia langsung bangkit dan berjalan ke arah pintu kamarnya.
Tok tok tok...
"Den leo udah bangun,kalau gitu bibi ke dapur dulu mau buatin sarapan, Aden siap-siap"- ujar artnya, Leo hanya mengangguk.
"Seminggu ini tu anak kagak bangunin gue, apa dia masih marah sama gue?"- gumamnya acuh tak acuh setelah itu ia pergi ke kamar mandi.
Ting!
Keluarlah Leo dari dalam lift, ia sudah siap dengan seragam sekolah yang jauh dari kata rapi, baju kusut dan di keluarkan, rambut acak-acakan, dan jangan lupakan kalung yang tertera di leher putihnya,dan hal itu malah membuatnya semakin tampan, ia langsung berjalan menuju dapur untuk mengisi perutnya, sesampainya di sana ia melihat sang adik yang kini sedang duduk manis sambil memakan roti, dan matanya tertuju pada headphone.
"Kalau makan simpen dulu tu hp gak sopan"- tegur leo sambil merebut hp vianca.
"Kesiniin gak hp gue!"- ujar via dengan nada dingin, dan leo mau tak mau harus memberikannya.
"Awet banget marahnya"- ujar leo yang kini mulai duduk berhadapan dengannya, bukannya menjawab pertanyaan sang kakak via malah bangkit dari tempat duduknya, dan pergi.
"Wait wait wait, If I'm still angry I'm sorry, I know I was wrong but I beg your pardon!I'll do anything for you"-ujarnya sambil memegang tangan via.
"I'm sorry it's as easy as turning your palm, but my heart is still banging on each other, dan Lo selalu nyalahin gue, lebih bagus kalau Lo gak pulang-pulang"- ujarnya sambil membawa tasnya.
"Gue akan lakuin apapun asalkan Lo maafin gue"- Hal itu membuat via membalikkan tubuhnya.
"Pulang sekolah gue mau buah naga 3 "- ujarnya
"Tiga buah doang?? Gue bakalan beli sama kebun-kebunnya khusus buat lo"
"Baiklah kalau begitu....tapi dengan syarat,buah naga Tanpa Biji!!!"- seketika mata leo membola, apa-apaan ini, buah naga tanpa biji pikir Leo, ia tak habis pikir dengan otak adiknya ini.
"Seriously...... T-tapi"- belum sempat Leo bicara via terlebih dahulu memotongnya.
"Tanpa biji!!! Ya udah...BII BIANCA PERGI DULU ASSALAMUALAIKUM"- via langsung pergi keluar dan meninggalkan leo.
...-o00o-...
detik demi detik,hari demi hari tak terasa 2bulan ara bersekolah di Sekolahannya sendiri, tapi sudah 1 Minggu ini Ara tidak masuk sekolah dan hal ini menjadi tanda tanya semua orang, Hari ini adalah hari Senin, hari dimana semua orang membencinya,, dimana mereka akan di sambut oleh sinar matahari yang membuat mereka kepanasan, hal ini membuat mereka membenci hari Senin apalagi mendengar suara pembina yang memekak telinga mereka, berbeda dengan holly dan Glora mereka yang biasanya bolos di hari Senin, akan tetapi karena perintah dari ketuanya mereka jadi ikutan upacara di karenakan Ara menyuruh mereka untuk mengintrogasi kepala sekolah baru.
"Hadeuhh panasss bisa-bisa kulit gue melepuh!"- ujar salah satu siswi.
"Bisa-bisa skincare gue luntur!!!"- timpal salah satunya lagi.
"SKINCARE MURAH AJA BELAGU LOHH!!"- sahut holly jengah.
"SERAH GUE DONG!!!"- Sahutnya sedangkan holly ia sudah menyiapkan kata-kata khusus tapi Glora dengan cepat menegurnya"holly udah"
Lima menit berlalu tapi pembina masih saja berbicara tanpa henti, kini mereka semua sudah jengah mendengar suara pembina
"PUNTEN NIH BU,,,IBU NGGAK CAPE APA NGOCEH MULU, PEPSODENT MAHAL BUU JANGAN NGOCEH MULU,,,"- sekarang Joshua turun tangan karena ia sudah mulai bosan. "Punya nyali juga lu"- ucap vino.
"Baiklah anak-anak kita panggil kepala sekolah baru kita, Silahkan pak naik ke atas"- ujarnya. Naiklah bapak kepala sekolah, yang menurut mereka Tampan, bagaimana tidak kepala sekolah tersebut memiliki tubuh kekar,wajah tampan jangan lupakan umurnya yang masih muda yaitu 25 tahun.
"Perkenalkan nama saya Aldi Wijaya kepala sekolah baru"- ujarnya dingin+datar.
"Saingan Leo ini mah"
"Calpar gue itu mah"
"Buset ganteng bat dah"
"Sebelas dua belas Ama si leo"
"Ara pangling gak yahh"
Mendengar nama Ara, Aldi seketika tersenyum tipis entah kenapa, hal itu membuat kaum hawa meleleh.
"ARA ARA SIAPA SIHH!! DARI MINGGU LALU GUE DENGER NAMA ITU MULU, CANTIKAN GUE KEMANA-MANA LAH!!!IYA NGGAK GUSY"- teriaknya yang mendapatkan sorakkan dari semua siswa-siswi BF'SCHOOL.
"DIEM LU BIANCA MUKA UDAH KEK TANTE AJA BELAGU LUHH"- sahut holly.
"YANG SIRIK MAH GITU"- timpal Bianca
"DIH NAJ*S GUE SIRIK AMA LU, LO NGACA DONG, LEHER AMA WAJAH LO TUH BEDA!!!!SIRIK DARI MANANYA COBA!"- Sahutnya.
"Apa kalian bersekolah untuk berdebat??"- mereka seketika diam karena suara kepala sekolah lebih dingin kebanding kepala sekolah lama. "Ada yang ingin kalian tanyakan?"- lanjutnya membuat kaum hawa mengacungkan tangannya.
"Bapak udah punya pacar,istri atau apa?"
"Pertanyaan lain!"
"Bapak punya WeChat,WA?"
"Ada lagi?"- sekarang Glora mengacungkan tangannya, membuat mereka semua menatapnya.
"Bisa tidak kita selesaikan upacara ini, sebelum trik matahari semakin naik"- ujarnya to the poin membuat kaum Adam bersorak.
"Baiklah sekian dan terimakasih"
...-o00o-...
Sedangkan di sisi lain seseorang sedang berdiri di balkon rumahnya dengan membawa segelas kopi, pikirannya saat ini kini kemana-mana"Gue harus bertahan" untuk sekian kalinya ia bergumam dengan kata-kata yang sama.
Ceklek
Seorang pria membuka pintu kamar gadis yang saat ini sedang melamun di balkon, sambil membawa nampan berisi makanan ia mendekati meja untuk menaruh nampan tersebut.
"By Makan dulu, mati tau rasa lu"- ujarnya membuatnya tersentak kaget gadis itu adalah Ara, ia mendelik tajam ke arah ervin.
"Makan dulu Napa sih, dari kemarin lu kagak makan, dah tahu punya darah rendah masih aja donorrin darah, heran gue! Cari mati emang!!"- ucap Ervin panjang lebar.
"Berisik"- tekan Ara lalu berjalan ke arahnya, lalu duduk bersebrangan dengannya,
"Lagi pula gue gak bisa mati sekarang, gue harus selesaiin dendam gue"- lanjutnya sambil menyantap makanan yang Ervin bawa.
"Ra....."- panggil Ervin membuat Ara mendonggakkan kepalanya.
"Hm?"
"Gue tahu, Lo selama ini kesakitan"- ujarnya membuat Ara memberhentikan kegiatannya.
"Cuma darah rendah doang,, Lebay lu!"- ujarnya dan melanjutkan kegiatannya lagi
...-o00o-...
Waktu menunjukkan pukul 12:00 WIB, dimana semua siswa-siswi BF'SCHOOL sedang istirahat, bagi mereka yang beragama Islam, mereka semua Langsung pergi ke masjid untuk menunaikan kewajibannya. Sama halnya dengan alvin, diantara Leo dkk alvin-lah yang paling rajin beribadah di bandingkan dengan mereka yang hanya berdiam diri di kantin.
"Oh ya si Ara kemana sihh katanya mo sekolah!"- tanya holly sambil ngegas, ia sedari tadi mengoceh sambil membawa kotak makan miliknya.
"Palingan juga lagi di markas"- sahut Glora, setelah sampai di pintu kantin mereka melihat-lihat, dan mata mereka berdua tertuju pada satu arah yakni melihat Ara Yang saat ini sedang melamun, dengan segera Glora dan holly berjalan ke arahnya.
"WOYYY"- teriak holly membuat seluruh mata siswa/i menatapnya, begitupun dengan Ara yang menatapnya tajam karena kaget yang menyebabkan jantungnya gejedarr gejedorr.
"Ngelamun mulu luhh bae-bae ke sambet"- tegur glora sambil duduk berhadapan dengan Ara.
"Ohh ya..."- belum sempat holly berbicara ia tiba-tiba di potong oleh suara teriakkan seseorang.
"HALLO EVIBADEHHH, JOSHUA YANG GANTENG NYA GAK ADA OBAT MAU LEWATT"- teriak Joshua yang baru saja memasuki kantin dan di ikuti oleh Leo dkk.
"WOYY BERISIK"- teriak holly tak kalah kencang.
"Berisik holly"- tegur Ara sambil memegang telinganya karena holly berteriak dekat dengan telinganya, sedangkan holly hanya cengengesan, leo dkk sudah dekat dengan meja Ara, lalu duduk dan bergabung dengannya.
"Oh ya... Gue hampir lupa gara-gara si Joshua,,,, Ra ini dari nyokap gue nasi goreng ampela katanya baik buat orang yang punya darah rendah ke Lo contohnya, Lo tahu nyokap gue ampe kaget waktu denger Lo sakit, Ampe nanyain kabar Lo terus-terusan gak inget Ama anaknya yang kelaparan. Berasa di anak tirikan gue."- cerocos holly.
"Lo masih marah Ra??"- tanya vino yang masih tak terjawab oleh Ara, kenapa? karena pada saat beberapa hari mendonorkan darah mereka langsung tahu kondisi ara setelah holly memberitahu mereka bahwa Ara mengidap penyakit darah rendah, di sana mereka merasa bersalah karena melihat Ara yang pada saat itu pingsan dengan wajah yang sangat amat pucat.
"Makan dulu ra, kata si Ervin lu kagak makan-makan dari kemaren!"- tegur glora.
"Ervin?siapa?"- tanya leo.
"Kepo banget sih lu!!"- Ujar holly sambil membuka kotak makanan yang tadi di berikan kepada ara"nih makan"- ujarnya.
"Gue gak selera makan holly, tadi udah."- ujar Ara.
"Sesuap aja Ra.. nanti nyokap gue Ngamok"- ujarnya dengan berat hati Ara menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Pinter"- ujar holly layaknya seorang ibu yang memuji anaknya.
"Wihh pak ustadz datang"- ujar Jake ketika melihat alvin.
"mata gue insecure liat muka si Alvin saking berkilau"- ujar Joshua yang mendapatkan jitakan dari Alvin.
"Harusnya Lo pada turutin, itu contoh buat masa depan Lo nanti di tanah"- timpal holly.
"Iya ni si vino"- sahut Joshua membuat vino mendonggakkan kepalanya.
"Gue lagi gue lagi"- ujar vino yang tampak kesal karena sering di banding-bandingkan dengan kakaknya oleh temannya.
"Lu juga ngaca ngab, muka lu tuh biasanya jadi calon penghuni neraka"- ujar Glora sambil memakan nasi goreng milik Ara.
"Lu semua juga kali kek gak ada dosa aja"- sahutnya.
"emang gak ada dosa gua mah, setiap Minggu gue mah rajin beribadah kepada Tuhan Yesus,"- ujar holly sambil memegang dadanya pertanda bangga.
"gaada dosa dimananya lu"- ujar vino
"orang tiap hari ngelon*e"- sahut Glora pedas sambil mengunyah nasi goreng, tiba-tiba datang Jake dengan wajah gos-gossan.
"ehh lu pada tau gak ada mobil Rof-5 di parkiran sekolah"- ujar Jake sambil duduk. seketika holly dan glora mematung.
"Ohhh iya Anj*r gue hampir lupa, pantes aja di parkiran sekolah banyak orang, taunya mobil Rof-5, dan kayaknya pemilik mobil itu dah nabrak sesuatu deh soalnya bagian depan mobilnya rusak dan bonyok"- ujar Alvin membuat semua orang menelan ludahnya, tapi Glora dan holly ia menatap Ara heran.
"Gawat, Ara bawa mobil Rof-5"- gumam Glora tanpa suara.
"Ra Lo gapapakan?? Tadi juga Lo ngelamun Lo mikirin apa?"- tanya holly cemas.
...-o00o-...
Flashback.
Setelah sarapan Ara langsung pergi menuju sekolah, dengan kecepatan tinggi Ara mengendarai mobilnya fikirannya kini sedang bergulat karena Alvin yang secara tiba-tiba berbicara tentang rahasianya yang membuatnya kepikiran.
"Gue tahu, Lo selama ini kesakitan"- ujarnya membuat Ara memberhentikan kegiatannya.
"Cuma darah rendah doang,, Lebay lu!"- ujarnya dan melanjutkan kegiatannya lagi.
"Gue tahu selama ini lu nutupin ini dari gue, gue selama ini pura-pura gak tahu Ra,, tapi permintaan gue cuma satu jangan biarkan diri Lo menghiraukan hal itu,,, gue mau Lo cepat sembuh"- ujarnya membuat Ara tersenyum hal itu membuat Ervin kaku untuk kesekian kalinya Ervin melihat Ara tersenyum, tapi dengan cepat Ervin menggelengkan kepalanya.
"Paan si Lo!!!!"- ujar Ara sambil berdiri ia sedari tadi sudah siap dengan seragam sekolahnya,"gue berangkat dulu"- sebelum Ara memegang gagang pintu tiba-tiba Ervin kembali bersuara.
"Gue tahu Lo pernah donorrin lebih dari darah"- ujarnya membuat Ara melemah,"Gue harap Lo gak kasih tahu hal ini kepada siapapun termasuk Glora dan holly gue gak mau mereka hawatir"- ujarnya ketiak membuka pintu Ervin kembali berseru.
"Lo gak mikirin perasaan gue Ra?? waktu gue tahu hal sebesar itu,gue selalu hawatir,gue cemas,gue gak mau Lo kenapa-kenapa!! setiap saat gue mikirin lo, gue gak mau Lo kenapa-kenapa doang ra"- ujarnya,Ara hanya mengacuhkannya dan pergi begitu saja.
BRAKKK
Suara itu menyadarkan ara, Seketika itu ia menginjak rem hingga membuat kepalanya terbentur stir, dengan kepala yang pusing Ara mendonggakkan kepalanya melihat ke depan yang sudah di kerumuni oleh warga.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk kaca mobil Ara dengan cepat Ara keluar dan melihat seorang laki-laki parah baya yang sudah tergeletak dan seorang gadis yang memakai seragam sekolah SD yang kini sedang terduduk menatap wajah laki-laki tersebut.
"Mbak tanggung jawab mbak"- ujar seorang warga.
"Kakek bangun kakek.."- ujar gadis kecil itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh pria tersebut.
"Gue kok ceroboh banget"-batin Ara.
"Mbak tanggung jawab mbak!"- ujar seorang pria.
"Kakek bangun kakek"- tangisan gadis itu menjadi kencang, membuat Ara menatapnya iba"pak tolong masukkan dia ke mobil saya"- beberapa warga mengangguk dan memasukkan tubuh pria tersebut ke dalam mobil Ara, beserta gadis kecil yang saat ini sedang menangis dan satu orang warga.
Mobil Ara langsung pergi menuju rumah sakit dirinya, dalam waktu 10 menit mobil Ara telah tiba, Ara turun dengan tergesa-gesa dan memanggil perawat, 3 orang suster keluar dengan membawa brankar.
Sepuluh menit Ara menunggu di ruang tunggu ia sesekali menatap gadis yang saat ini sedang menangis, Ara ingin sekali mendekatinya tapi rasa gengsinya lebih tinggi. Dengan helaan nafas Ara langsung mengeluarkan hpnya untuk menelpon Alena agar ia datang ke rumah sakit dan menenangkan gadis kecil itu.
Tak butuh waktu lama Alena datang dengan sangat anggun, ia langsung menatap Ara dan sesekali tersenyum kepadanya sebagai sapaan.
"Gue harus pergi, Lo tunggu disini tenangin tu anak puyeng gue"- ujar Ara setelah itu pergi meninggalkan rumah sakit.
Flashback off.
.......
.......
.......
.......
.......
...TBC..........
...See you next time 🤗...