
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...
...Gak bakalan update bye..........
Drrrt drrrrrttt drttttt
Sebuah tangan menjulur ke arah nakas yang berada di samping kanannya, gadis itu mencari keberadaan hpnya setelah yang ia cari ketemu ia langsung menyalakan hpnya dan mulai mengangkat telponnya.
"Hallo"- suara serak sang empu mampu membuat orang di sebrang sana menggelengkan kepalanya.
"Jam 10 pagi zoom meeting, klien yang ada di Eropa gak bisa datang jadi Lo siap-siap."
"Hmm"- gadis itu memutuskan sambungan teleponnya, dengan berat hati ia mulai duduk dan mengumpulkan nyawanya, dan mulai melangkah menuju kamar mandi.
Di sisi lain suara merdu milik seorang laki-laki menggema di dapur, suara khas milik laki-laki yang berat itu membuat suasana menjadi tenang, apalagi di tambah dengan pemandangan yang membuat kaum hawa menjerit. Dia adalah Alvin yang baru saja selesai joging pagi dan sekarang ia sedang membuat salad untuk dirinya dengan aksara yang tadi sama-sama lari pagi.
Sedangkan yang lainnya? Mereka semua tengah tertidur akibat teler tengah malam, bahkan di tengah malam mereka membuat kegaduhan seperti holly yang keluar rumah sambil nangis-nangis, Glora yang senyum-senyum sendiri, Jake yang bermain petak umpet sendiri,vino yang menaiki pohon mangga,Joshua yang mengobrol dengan gucci, dan Leo yang salah masuk kamar.
Hal itu membuat Ara,aksara,dan Alvin repot, terus lagi Ara ia harus membersihkan semua mansionya sendiri di tengah malam. Dan Ara waktu itu sangat menyesal telah membawa mereka semua ke rumahnya.
"Wihh udah cakep lu"- ujar Alvin kala melihat aksara yang sudah mandi, sedangkan aksara hanya menatap Alvin datar.
"Gue cakep dari lahir"- ujar aksara narsis.
"Nah keluar juga sifat Lo, si narsis tingkat akut!!!"- cibir Alvin.
"Y"- sahut aksara membuat Alvin melongo.
"Dasar Jamet"
...-o00o-...
Hoekk Hoekk Hoekk
"Udah belum ly pegel gue!!"- ujar Glora yang tengah memijat tengkuk holly yang saat ini sedang muntah. Glora ia terpaksa membuka matanya karena mendengar rintihan holly yang berada di kamar mandi.
"Bel... Hoekk"- Glora memalingkan wajahnya karena enggan menatap holly yang sedang memuntahkan isi perutnya.
"Pusing Gloraaa"- rengek holly sedangkan Glora ia hanya mati-matian menahan diri agar tidak muntah, Glora biasanya ia tidak akan muntah kalo tidak melihat yang muntah.
"Lo pikir gue gak pusing gitu!! Gue juga pusing holly. Udah berdiri dan cuci mulut lo, makan apa aja sih Lo bau banget!!"- gerutu Glora sambil menekan tombol flush, untuk membersihkan muntahan holly.
"Aisss pusinggg!!!"
"Diem deh ly, gue pusing pengen tidur!"- ketus Glora sambil merebahkan kembali tubuhnya. Sama halnya dengan holly ia pun kembali menarik selimutnya dan mulai tertidur.
...-o00o-...
"Thank you for your cooperation"
"Does not matter"- Ara ia langsung mematikan laptopnya. Tepatnya pukul 12 siang, Ara baru saja selesai meeting, ia langsung meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat pegal. Ia langsung berjalan keluar, tujuan utamanya adalah rumah sakit, ia sudah lama tidak melihat ibu tercintanya.
Kala di bawah Ara melihat Alvin yang baru saja masuk rumah, hal yang membuat Ara kagum yaitu Alvin tengah memakai baju Koko berserta sarung dan kopiah hitam yang melekat di kepalanya.
"Assalamualaikum pak ustadz"- sapa Ara dengan memegang kedua tangannya yang di sembunyikan di belakang tubuhnya.
"Gak usah ngeledek"- ujar Alvin sambil menatap Ara dari bawah sampai atas.
"Mau kemana neng? Jualan cilok"- lanjut Alvin membuat Ara mendengus kesal.
"Mata Lo!!, Btw mereka kemana?"
"Masih tidur"
"Mau kemana dek?"- tanya aksara yang baru saja masuk, Ara diam ia juga terpaku dengan aksara yang memakai Koko yang di padukan dengan celana jeans hitam panjang apalagi di tambah dengan kopiah hitam yang melekat di kepalanya.
"R-rumah sakit"
"Sialan Ara!"- makinya.
"Abang ikut yah, sekalian Abang mau temu kangen sama momy"- Ara diam selanjutnya mengangguk. "Bentar Abang ganti baju dulu"
"Dia solat?"- tanya Ara, dan Alvin menatap Ara aneh.
"Iya dia suka solat, kenapa?"- Ara menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Wahhh Beban kita baru bangun!"- cibir Alvin kala melihat Joshua dan vino yang baru saja turun ke bawah.
"Diem lu setan!"- semprot mereka berdua, vino langsung berjalan menuju sofa dan kembali merebahkan tubuhnya sedangkan Joshua ia langsung pergi ke dapur untuk mengambil minum.
"Definisi beban dari yang terbeban"- cibir Alvin lagi.
"Mau kemana Lo Ra, rapi bener?"- tanya vino sambil menyipitkan matanya.
"Mau ke makam!"
"Hah? Ngapain?"
"Gali liang lahat buat nguburin lo!!"- ketus Ara ia langsung menekan tombol on yang ada di tabnya.
"Ra beliin para setan mall dong"- titah Joshua membuat semua yang ada di sana menatapnya cengo
"Para setan mall?"- beo mereka.
"Iya obat pusing"
"Paracet*mol, gobl*k"- vino melempar bantal ke arah Joshua kesal, ia baru saja bangun terus di suguhkan pertanyaan konyol Joshua.
"Di kotak p3k ada ambil aja, jangan di abisin nanti Lo overdosis, repot nanti gue nguburinnya"- sahut Ara dingin lalu berjalan menuju mobilnya.
...-o00o-...
"Mau kemana?"
"Bawa baju buat di apar"- Ara hanya menganggukkan kepalanya.
Selang beberapa menit mobil yang di kendarai oleh Aksara berhenti di sebuah mansion besar yang bernuansa modern itu. Ara menatap sekitar mansion yang tidak asing baginya, pikirannya tertuju pada masa lalu yang kelam.
PLAK!
Ara memejamkan matanya kala masa lalunya terlintas begitu saja,"kayaknya ada Oma"- Ara menatap aksara Dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ayo turun"- aksara langsung memegang tangan Ara, tapi Ara langsung menepisnya.
"Gue di sini"- sahut Ara sambil membuang muka ke arah jendela.
"Bentar aja"- ara diam, setelah lama tidak menjawab akhirnya Ara mengangguk, bukan tanpa alasan ia menyetujui hal ini.
Ara dan aksara langsung menuju pintu masuk utama, saat melangkah memasuki rumah itu Ara memejamkan matanya kala masa lalu sialannya muncul, Dengan helaan nafas Ara mulai membuka matanya.
Semua tidak berubah yang berubah hanya sifat egois papanya, yang rela membuang berlian hanya demi memungut sampah.
"Aaaa cucu Oma yang ganteng udah pulang"- sapa seorang wanita paruh baya yang saat ini sedang merentangkan kedua tangannya, agar cucunya memeluknya.
"Apa kabar Oma?"- tanya aksara sambil memeluk cucunya.
"Gak baik-baik aja, soalnya ada hama"- bisik Omanya dan aksara hanya menggelengkan kepalanya.
"Siapa ini? Cantik banget masyallah"- tutur mila Jonathan.
"Dia cu-"
"Saya temannya aksara"- potong ara sambil melirik sinis ke arah aksara.
"Nenek kira pacarnya Aksara"- ujar wanita tua itu.
"Kamu sama nenek atau mau ikut ke kamar?"- ujar aksara.
"Ikut"- wanita tua itu tersenyum-senyum entah kenapa.
"Yauda yauda sana"- usirnya, Ara dan aksara langsung berjalan menuju lift.
"Siapa mah?"- tanya seorang wanita yang baru saja turun dari tangga.
"Ora urusanmu"- Mila langsung mendelik tajam dan langsung pergi meninggalkan menantunya.
"menjengkelkan"- gumamnya kesal.
Sedangkan di sisi lain, aksara kini tengah mengemasi pakaiannya kedalam koper besar miliknya, sedangkan Ara ia kini menatap figuran- figuran yang ada di meja bahkan di nakas.
"Kamu mau?ambil aja"- ujar aksara kala melihat Ara yang menatap tongkat bisbol.
"Gue bisa beli"- ujarnya, namun sayang matanya tak henti-hentinya menatap tongkat itu.
"Ini tongkat milik kamu, Beby jadi ambil aja"
"Ayo kebawah"- mereka berdua turun ke bawah di sana sudah di suguhi oleh beberapa orang yang membuat Ara emosi, terlihat jelas semua orang kini tengah duduk di ruang keluarga.
"Abang"- Ara mendelik tajam kala melihat seorang perempuan yang memeluk tubuh aksara.
"Abang kemana aja bian kangen"- ujar wanita itu sambil memeluk erat tubuh aksara.
"Lepas!"- suara dingin itu membuat Bianca melepaskan pelukannya, dan matanya beralih pada seorang perempuan cantik yang berada di belakang tubuh aksara.
"Lo! Ngapain Lo kerumah gue!! Ouhhh gue tahuu mau hasut kakak gue yahh!!!"
"CK CK ck murahan"- ujar Bianca sambil melipat kedua tangannya, dan matanya menatap Ara dari atas sampai bawah.
"Tutup mulut Lo!"- tekan aksara sambil mengertakkan giginya.
"Emang bener kan, Ara itu udah ngehasut semuanya!! Dia hanya pura-pura polos tapi yang sebenernya dia itu perempuan murahan!!!"- ujar Bianca
"Bukannya Lo yang murahan"- bisik Ara sambil tersenyum.
“Bianca jaga cangkemmu, ojo ribut-ribut!"- tekan Mila
"Ora ibu, ora anak, loro-lorone nggawe sirah"- Gumamnya. Hampir 30 menitan Ara berada di kediaman Jonathan dan akhirnya Ara bisa keluar dari rumah bak neraka itu, bahkan selalu mengucap kata sabar ketika melihat wajah mereka semua terkecuali neneknya.
"Kamu kenapa?"- tanya Aksa sambil menatap Ara yang sedang berada menatap jendela mobilnya.
"Gue gak mau ngomong sama orang pembohong!"- ujar dingin Ara, aksara tahu bahwa Ara sedari tadi meminta segera pergi, tapi aksara ia malah diam.
"Maafin Abang de"
"Gue bukan Ade Lo!"- aksara hanya bisa menghela nafasnya.
"Kamu mau membantu Abang?"- Ara masih diam.
"Abang berencana untuk memusnahkan hama-hama di rumah"- ara menatap aksara.
"Maksudnya?"
"Yah Abang sudah lama memikirkan hal ini, setelah di fikirkan secara matang-matang, Abang melakukan ini tanpa sepengetahuan orang lain, Abang sedang mengumpulkan bukti-bukti setelah bukti itu terkumpul Abang langsung boommm"- ujar aksara panjang lebar, Ara tersenyum miring.
"Bukti apa yang Lo punya?"- tanya Ara, aksara langsung merongoh saku celananya dan memberikan flashdisk kepada Ara.
"Semua bukti ada di sini, di sini terdapat bian"
"Gue tahu, ng*ngk*ng kan?"- sahut Ara sambil terkekeh.
"Kapan kita bermain?"
"Semoga aja momy bangun di saat ulang tahun sekolah di adakan, setelah itu kita boom"
"Apa kamu memaafkan Abang?"
KALIAN RELA GAK, HOLLY KESAYANGAN KALIAN MENINGGAL??
Tolong di jawab di komentar yahhh