THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 20 (revisi)



.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa ikuti author 🤗...


...Dan tinggalkan jejaknya!...


...Sekalian votenya ya.....


Setelah pulang dari rumah sakit tepatnya pukul 08:43 Malam, mereka langsung pulang ke rumahnya masing-masing, sama halnya dengan leo yang saat ini sedang berjalan menuju pintu masuk rumahnya dan ia juga membawa kresek berisi beberapa styrofoam yang isinya buah naga tanpa biji.Dan Leo juga harus mengeluarkan uang sebesar 150jt untuk membayar temannya yang bekerja untuknya, hal itu demi adiknya vianca.


Leo berjalan ke arah dapur dimana terlihat beberapa artnya yang saat ini sedang membereskan dapur dan juga vianca yang saat ini sedang makan sambil memainkan hpnya, leo ia langsung menyimpan kresek itu di hadapannya hal itu langsung menyita perhatian via.


"Paan?"- tanya vianca dengan nada dinginnya.


"Buah naga tanpa biji"- sahut leo sambil duduk dan merebut piring berisi lauk pauk milik via. Sedangkan via hanya berdecak kesal karena makanannya selalu leo rebut. Perlahan-lahan via langsung membuka salah satu styrofoam, wajahnya tampak terkejut ketika melihat beberapa potongan buah naga tanpa biji, walaupun tidak sepenuhnya bijinya tidak ada.


"seriously, b-buah naga tanpa biji!!!!, Gua kan tadi pagi hanya becanda"- ujar via dengan wajah terkejutnya.


"Gapapa, itu juga bukan gue yang cabuttin biji buah naga-nya"- ujar leo jujur, hal itu membuat via mendonggakkan kepalanya.


"Terus siapa?"- tanya via,


"Sahabat gue"- jawab leo sambil melahap nasi goreng milik adiknya.


"The Real Beban Sahabat"- ujar via sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Gapapa, asal kan Lo senang"- jawab leo enteng dan masih dengan nada dinginnya.


"Iya sih seneng, tapi sahabat Lo?"- tanya via, leo langsung mendonggakkan kepalanya


"gue bayar 30jt satu buah"- ujar leo enteng, via hanya menganga lebar dengan jawaban leo, ketika ia akan berbicara leo terlebih dahulu memotongnya.


"Iya gue tau, gue boros,gue salah,gue minta maaf itu juga tanda maaf gue ke Lo, agar Lo gak marah lagi dan Nerima maaf dari gue"- ujar leo hal itu membuat via bahagia bahkan menunjukkan kedua jarinya berbentuk love.



"Mmm jadi makin tayang ama Abang eo muachh, sini peluk Dede gemoy"- ujar via sambil merentangkan kedua tangannya.


"Jangan lebay via!!!"- ujar leo sambil bergidik geli ketika melihat via seperti itu, sedangkan artnya hanya tertawa kecil ketika melihat mereka akur.


"Ngerusak suasana aja lu!! Btw makasih yee, lu kakak paling debest lah pokok namah"- ujar via sambil tersenyum sedangkan leo hanya mengangguk.


"saranghae, babang leo yang gak setampan my honey bunny sweetie Kim taehyung"- ujar via sedangkan leo hanya memutarkan bola mata malas.


"luka Lo dah sembuh? perasaan waktu malam biru ke unggu-ungguan deh"- ujar leo ketika melihat wajah adiknya yang bersih.


"gue pake foundation, tujuh lapis, buat nutupin luka yang Lo buat, dan sekarang foundation gue mo habis, Jan lupa beliin yahh"- ujar via hal itu membuat leo merasa bersalah.


"sorry"


"dahlah, yang berlalu tetaplah berlalu, tapi Lo nanti beliin gue foundation yahh sekalian ama skincarenya"- ujar via dan Leo mengangguk.


...-o00o-...


Sekarang pukul 09:43 WIB,dimana Leo dan via sedang berada di ruang keluarga, dimana saat ini mereka sedang menonton film The Gangst*r, The C*p, The Dev*l. Sebenarnya Leo tak mau menonton tapi via memaksanya dan mau tak mau leo harus menontonnya.


Selang beberapa menit film itu di mulai, tiba-tiba suara bell di rumahnya berbunyi, leo langsung bangkit dari duduknya dan pergi ke arah pintu, ketika pintu itu terbuka lebar leo melihat papahnya di depannya, dulunya ia senang dengan kehadiran papahnya tapi sekarang tidak, ia melihat ke arah samping dimana Maya ibu tirinya yang ia benci datang ke rumahnya.


kenapa leo membencinya? karena 3 tahun lalu ayahnya menikah kembali dengan maya asisten pribadinya, tanpa sepengetahuan Leo dan leo juga tidak merestui hubungan mereka, tapi berbeda dengan via, ia merestui hubungan mereka, karena menurutnya mereka juga berhak bahagia.


"How is my eldest son?"- ujar Tedy selaku ayahnya, Beliau langsung memeluk putranya yang sudah tidak bertemu 2 tahun lamanya, karena pekerjaannya yang sangat sibuk.


"Fine"- ujar leo dingin dan tanpa ekspresi sama sekali


"BANG SIAPA??"- Teriak via di dalam sana, Tedy yang mendengar suara putri kecilnya itu langsung masuk ke dalam rumahnya, jangan lupakan ia juga membawa masuk istrinya.


"How are you princess??"- suara itu langsung mengalihkan perhatian via dari tv, via langsung menatap orang itu, tak lama kemudian via langsung melompat ke arah tubuh ayahnya dan memeluknya erat, via sekarang di gendong layaknya anak berusia 2 tahun.


"Dady ini Dady kan?"- tanya via sambil memegang pipi tedy.


"Yes, dear, this is Dady"- ujar Tedy setelah itu via di turunkan dari gendongannya. Via langsung menatap ke arah perempuan yang berada di samping ayahnya, ia langsung tersenyum manis lalu memeluknya dan di balas oleh Maya lembut.


"Bunda apa kabar?"- ujar via lembut, dan Maya ia langsung mengelus rambut putri sambungnya sayang,


"bunda baik-baik aja princess, dan kamu gimana kabarnya?"- tanya Maya lembut.


"I'm fine"- balas via sambil tersenyum, tatapan mata Maya langsung tertuju pada leo yang saat ini masih diam.


"Kamu apa kabar?"- tanya Maya kepada leo, leo langsung menatap wajah Maya datar.


"Gak usah sok baik, sama gue!"- tekan leo pada Maya, sedangkan Maya ia langsung menundukkan kepalanya, jujur ia benar-benar sakit hati.


"Abang!! Lo gak boleh kayak gitu!!!"- ujar via.


"LEO BERSIKAPLAH SOPAN DIA MAMAH KAMU"- hardik Tedy


"DIA BUKAN MAMAH AKU DAD, SEKALI LAGI LEO KATAKAN DIA BUKAN MAMAH LEO,


DIA HANYA PELAKOR YANG UDAH BIKIN KELUARGA KITA HANCUR"- teriak Leo, ia langsung pergi ke arah kamarnya.


"DASAR ANAK KURANG AJAR!!"- teriak Tedy ketika leo pergi ke dalam lift, Via langsung mengejar leo ke dalam lift tapi, pintu lift itu langsung tertutup, mau tak mau via harus menaiki tangga menuju lantai tiga.


"Mas udah"- ujar Maya sambil menenangkan tedy.


...-o00o-...


Ketika sudah sampai di lantai atas, via langsung berlari menuju kamar leo, dan ketika sudah berada di depan pintunya, tiba-tiba leo keluar dengan membawa kunci motor dan tasnya.


"Bang Lo mau kemana?"- tanya via sambil memegang tangan leo, ketika Leo sudah berada di pintu lift, via langsung menghalanginya.


"Lo mau kemana??"- tanya via yang sedang menghalangi jalan leo.


"Minggir"- ujar leo dan via langsung menggelengkan kepalanya, Leo hanya mengangguk dan berjalan ke arah tangga. Sesampainya di sana via terus menerus menanyakan mau kemana, tapi tak ada jawaban dari leo.


"BANG,BANG LEOO"- teriak via, ketika melihat leo yang keluar sambil mengendarai motornya, dengan helaan nafas via masuk kedalam dimana ia melihat Tedy dan Maya.


"Maafin bunda ya nak, ini semua salah bunda maaf"- ujar Maya sambil menundukkan kepalanya.


"Ini semua bukan salah bunda kok, hanya saja bang leo membutuhkan waktu untuk menerima bunda"- ujar via sambil tersenyum, dan mengelus-elus pundak Maya.


"Ya sudah kalau begitu aku ke kamar dulu"- ujar via.


jujur saja via bisa aja membenci Maya, tapi ia juga tidak mempunyai alasan untuk membencinya, dan ia juga berfikir, ayahnya juga harus bahagia dan langsung membuang egonya.


...-o00o-...


Ara yang sudah berdiri dari duduknya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan menggosok giginya, setelahnya ia langsung berbaring di ranjang dengan berusaha ia menutup matanya dan tidur namun tidak berhasil, setelah beberapa menit,Ara masih saja tidak bisa tidur, ia langsung duduk dari tempat tidurnya.


"Jam dua belas, kenapa gue gak bisa tidur!!"- tekan ara, ia langsung berdiri dan berjalan menuju kamar Alvin.


Tok Tok Tok


"Bang"- Ara langsung membuka pintu kamar Alvin, dan matanya langsung tertuju pada sosok laki-laki yang saat ini sedang berada di balkon.


"Bang"- Alvin menoleh kearah sumber suara, dan ia melihat Ara yang sedang berdiri di belakangnya.


"Kok Lo belum tidur?"- tanya Alvin ia langsung berjalan ke arahnya dan tak lupa ia langsung mengunci pintu balkonnya.


"Gue gak bisa tidur"- ujar Ara, dan Alvin hanya mengangguk, ia langsung berjalan menaiki ranjangnya.


"Sini"- ujar Alvin dan Ara mengangguk ia langsung menyusul Alvin, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang milik Alvin, dan tanggan-nya pun di jadikan bantal untuk kepala Ara.


"Lo gak bisa tidur lagi?"- tanya Alvin ketika Ara sudah berbaring, Ara mengangguk sambil memeluk tubuh Alvin,begitupun dengan Alvin yang saat ini sedang mengelus-elus rambutnya. Sudah hal biasa jika mereka berdua tidur bersama, bahkan pada saat hari pertama Ara berada di Indonesia.


"Ya udah tidur"- selang beberapa menit Ara langsung tertidur pulas dengan tangan Alvin yang masih mengelus rambutnya, sedangkan Alvin ia masih belum tidur karena menunggu Ara agar tertidur.


"Good night princess"- ucap leo sambil mencium kening Ara, ia langsung menutup matanya tapi tiba-tiba ia mendengar suara bell, mau tak mau Alvin langsung terbangun dan bangkit dengan perlahan agar Ara tak terbangun.


Setelah berada di bawah Alvin, bell itu terus menerus berbunyi"bentar"- ujar alvin ia langsung membuka pintu itu dan melihat Leo yang basah kuyup,


"Yo Lu kenape?"- ujar alvin dan ia langsung mempersilahkan leo untuk masuk, setelah itu leo langsung duduk di sofa walaupun keadaannya sedang basah kuyup.


"Bentar gue ambilin handuk dulu"- Alvin langsung pergi ke arah gudang penyimpanan perlengkapan khusus untuk kamar mandi, selang beberapa menit Alvin datang dengan membawa handuk baru berwarna putih, ia langsung memberikannya kepada leo, dan leo langsung mengambilnya lalu mengeringkan rambutnya.


"Lo kenapa kesini? Jam segini lagi!"- ujar Alvin.


"Kabur dari rumah!"- jawabnya dan Alvin langsung mengerutkan keningnya


"Ada bokap gue!"- ujar leo ketika melihat wajah Alvin yang bingung, dan Alvin hanya ber oh ria, sahabat Leo tahu bahwa leo tidak pernah dekat dengan ayahnya terkecuali dengan almarhum mamah kandungnya dan adiknya via. Dan Leo juga selalu pergi atau menginap di rumah temannya berhari-hari kalau masih ada ayah dan ibu tirinya.


"Ya udah sekarang Lo ke kamar gue!, Dan ganti baju Lo yang basah itu!"- ujar Alvin ia langsung berjalan menuju lift di ikuti oleh leo.


Sesampainya di sana Alvin langsung masuk dan menyuruh Leo untuk Menganti pakaiannya yang basah dengan baju Alvin,Leo sama sekali tidak menyadari ada Ara yang saat ini sedang tertidur pulas.


Setelah menerima pakaian yang di beri Alvin leo langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk Menganti pakaiannya, selang beberapa menit leo keluar dari kamar mandi ia cukup terkejut ketika baru menyadari adanya Ara yang sedang tertidur pulas, Perlahan leo mendekati Ara ia langsung duduk di tepi kasur tepat bersebelahan dengan Ara.


Leo mulai mengelus pipi ara perlahan, ia langsung menatap wajah polos Ara yang sedang tertidur dengan nyenyak"Lo cantik banget kalau lagi tidur"- ujar leo sambil tersenyum.


"Mau merem mau melek, Adek gue tetep cantik"- suara itu mengejutkan leo, ia langsung menatap ke arah sumber suara yang mengagetkannya, ia melihat Alvin yang berjalan ke arahnya sambil membawa teh manis hangat.


"Nih minum mumpung masih anget"- Alvin langsung memberikannya kepada leo yang diterimanya dengan senang hati, ketika leo sudah meminum tiba-tiba.


BRUHHH


Leo menyembur wajah Alvin dengan teh yang tadi Alvin buat"Leo!!!kurang asem banget sih Lo!!"- ujar Alvin sambil membersihkan wajahnya.


"Lo tahu gak perbedaan antara gula sama garam!!"- ujar leo sambil mengelap bibirnya.


"tahu lah gila aja gue gak bisa bandingin gula Ama garam"- sahut alvin


"Minum!"- titah Leo,Alvin langsung meminumnya, seketika wajah Alvin langsung berubah,"kalo Lo sembur gue, gue pastiin Lo gak bakalan bisa jalan!!"- ancam Leo ketika Alvin akan menyembur wajah leo, mau tak mau Alvin harus menelannya.


"Asin Yoo"- ujar Alvin sambil menjulurkan lidahnya karena asin.


"bego!"- leo langsung membuka pintu balkon, dan ia juga langsung menyalakan rokoknya.


"Ara kenapa tidur di sini?"- tanya leo sambil menghisap rokoknya.


"Ara emang selalu tidur disini"- ujar Alvin, sambil berjalan ke arah balkon.


"alasannya?"


"dia gak bisa tidur karena selalu mimpi buruk"- jelas alvin.


"Lo sering tidur berdua sama Ara??"- tanya leo


"dari SD gue selalu tidur berdua sama ara,"- jawab Alvin.Beberapa menit mereka Langsung di selimuti dengan keadaan yang sangat hening, sampai akhirnya Alvin membuka suara.


"Lo kenapa bisa sebenci itu sama Tante Maya?"- tanya Alvin di sela-sela merokoknya, hal itu membuat leo terdiam sambil memikir.


"Lo tahu kan dia asisten pribadinya bokap gue, dan mungkin aja mereka main api di belakang nyokap gue, yang pada saat itu nyokap gue kecelakaan."- ujar leo sambil menghisap rokoknya.


"Ya Allah pikiran Lo!!!!Gak usah suudzon lu, bae-bae karma"


"Tapi sih ya... Menurut gue Tante Maya itu baik deh, coba deh Lo liat dia selalu perhatian sama si via, terutama Lo tapi lo, Lo malah cuekkin dia, hina dia, bahkan gue aja gak tega liat Tante Maya waktu Lo bentak!"- lanjut Alvin, kini tatapan leo langsung menatap wajah Alvin datar.


"mungkin tu orang pengen harta bokap gue aja, dan pura-pura baik di hadapan keluarga gue, secarakan tu orang matre"- ujar leo


"ya Allah mulut Lo Yo, pengen gua sentil"- geram Alvin.


"terus!!Kenapa gak Lo nikahin aja tu jal*ng"- ujar leo dengan nada dingin sedangkan Alvin hanya menggelengkan kepalanya.


"Mulut Lo!!!"


"Kalo misalnya gue nikahin Tante Maya yang ada kepala gue gak ada, di pegal Ama bokap Lo! terus di buat pajangan kan lawak"- ujar Alvin setelah itu ia langsung membuang puntung rokoknya.


"oh ya gue kok gak pernah liat bokapnya si Ara?"- tanya leo tiba-tiba dan Alvin langsung diam, ia sendiri juga tidak tahu wajah ayahnya Ara.


"lah gue aja gak tahu!gue aja gak pernah ketemu, dan gak tahu bentukkan kek apa!"- ujar Alvin jujur.


"terus Lo ngapain nanyain bokapnya si Ara?"- tanya Alvin


"gak,,,kalo gue nikah sama si Ara siapa walinya?"- tanya leo serius tapi hal itu membuat Alvin tertawa.


"pede gila lu, emang si Ara mau sama modelannya kaya Lo!"- ujar Alvin pedas sambil tertawa.


"Anj*ng"


"dahlah,Masuk Yo, si Ara nanti kedinginan"- ujar Alvin sambil menyelimuti seluruh tubuh Ara, leo langsung masuk dan menutup pintu balkonnya.


.......


.......


.......


.......


.......


...TBC..........


...Jan lupa vote,like,and comment positif...


...Ikuti author juga ya guys...


...See you next time 🤗...