
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan jejaknya!...
...Sekalian votenya ya.....
seorang remaja pria yang masih menggunakan seragam sekolah,kini sedang berada di bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput keluarganya yang sangat ia benci.
Pria itu bernama Aksara, yah aksara kini sedang menunggu kedatangan keluarganya yang baru pulang setelah liburan di New York, kenapa aksara tidak ikut? Karena aksara enggan untuk melihat ibu tirinya bahkan kebahagiaan yang adik tirinya terima! Ia sangat marah ketika melihat mereka bertiga tertawa.
Aksara dengan ogah-ogahan menuju ke arah mereka, dengan tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya, baju kusut yang keluarkan, rambut yang sedikit berantakan, dan tatapan mata lurus dan tajam.
"Abangggg"- panggil seorang gadis yang memakai pakaian ketat yang mengekspos tubuhnya, gadis itu berlari ke arah Aksa, dan memeluknya sedangkan Aksa hanya diam tak membalasnya, setelah pelukannya terlepas Aksa langsung meninggalkan gadis itu dan berjalan menuju papahnya berada.
"Kenapa gak manggil supir aja!"- ucap Aksa dengan nada dinginnya, Syam hanya bisa membuang nafas pelan karena sikap Aksa yang semakin dingin kepadanya.
"Papah hanya ingin melihat keluarga lengkap saja, makannya papah menelponmu"- ucap Syam lembut.
"Keluarga lengkap yang gimana maksudnya? Yang kayak gini?" ucapnya sambil menatap dua perempuan di hadapannya, ia langsung pergi ke arah mobilnya dan meninggalkan mereka bertiga.
"Abang makin hari makin dingin ya"- keluh gadis yang bernama bianca tersebut.
"Gak lah sayang papih yakin nanti juga abangmu akan sayang sama kamu, ya udah ayo"- ujar syam sambil membawa 2 koper
"Anak ini benar-benar membuatku muak, aku harus sabar menghadapi bocah itu, bisa-bisanya dia mengabaikan putriku begitu saja"- batin seseorang yang bernama Bella
"Tenang ya, mamih bakalan cari cara agar Aksa sayang sama kamu"- ujar Bella sambil mengelus rambut putrinya.
Mereka sudah masuk kedalam mobil dengan Aksa yang mengemudikannya, suasana di dalam sana sangat hening hanya ada suara kendaraan lain yang berlalu lalang, Aksa ia sedang fokus ke depan dan menampilkan wajah datarnya, Syam ia sedang sibuk dengan tabnya karena urusan pekerjaan yang ia tinggalkan selama 4 hari, Bianca ia sedang sibuk dengan handphonenya karena membalas semua chat temannya dan sesekali ia juga berfoto, sedangkan Bella ia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Mih"- panggil bianca sedangkan Bella ia masih sibuk melamun.
"Mihh"- panggilnya lagi.
"MAMIH BELLAA"- panggil gadis itu berteriak.
"BERISIK"- Bentak Aksa dengan nada dinginnya, sedangkan Bianca langsung bungkam dengan menundukkan kepalanya.
"Aksa jangan membentak adikmu"- ujar Syam sedangkan Aksa hanya mendecih.
"Ada apa sayang??"- ujar syam
"Pih uang Bianca habis, Bianca minta uang lagi dong"- ucap gadis itu.
"Kamu kan udah di kasih 20 juta masa habis gitu aja"- ujar Syam dengan nada lembut.
"Mas gapapa dong itukan cuma 20 jt, kasihan mas biancanya"- ucap Bella dengan mengelus rambut putrinya itu.
"Baiklah papih nanti transfer"- ucap Syam dan bianca ia tersenyum puass.
"Cih sama momy dan Beby aja belum pernah selembut ini"- Ujar Aksa dengan nada sinis.
"Udah berapa kali papah bilang jangan bahas tentang mereka, mereka sudah mati"- ujar Syam dengan nada tegas dan Aksa hanya memutarkan bola mata malas.
"Dia belum mati"- batin seseorang di antara mereka.
Setelah beberapa menit mereka Sampai di mansion Jonathan's, para ART disana langsung membawa koper tuan besarnya, Aksa ia langsung pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan panggilan papahnya, sedangkan Bianca ia juga sama pergi ke kamarnya sambil merebahkan tubuhnya dan membalas chat dari grupnya tentang gosip di sekolah.
...The Girl...
EllaN
Bee Lo tahu gak!ada anak yang mukulin
Temen kita sampe masuk rumah sakit!
^^^Siapa??^^^
Chamber
Si mika, gila mukanya udah bonyok
Lehernya juga di injak ke sandal
^^^Wahh pen di bully tuh orang!!^^^
Windi
Bully aja Ama cs csnya masa iya mereka
Deketin leo dkk!!
^^^Whatt dia deketin leo!!! Nyari mati tu orang!!^^^
Mikaa
Gusy!!
EllaN
Mik Lo gpp??
^^^Lo kenapa bisa kalah sihh??^^^
Mika
Muka gua bonyok woyy, baru pemanasan itu.
Chamber
Alahh pemanasan dari mana coba orang baru
di gampar udah mewek lu!!
Mika
Read
Di sisi lain seseorang sedang berada di balkon dengan tatapan yang sulit di artikan, ia sedang bergulat dengan pikirannya sendiri. Lamunannya buyar seketika ketika hpnya berdering tak butuh waktu lama orang tersebut mengangkatnya.
"Gimana??"
"...."
"Bagus"- orang tersebut langsung mematikan sambungan teleponnya
"Racun itu akan menjalar ke dalam tubuhmu, perlahan demi perlahan kau akan mati Davira"- ucapnya sambil tersenyum licik
...-o00o-...
Di tempat lain Ara dkk dan leo dkk sedang duduk manis sambil menunggu makanannya datang yang baru saja di pesan, dan Joshua ia selalu membuat lelucon yang membuat mereka semua Tertawa kecuali leo dan Ara, Leo ia hanya menatap mereka dengan wajah datarnya sedangkan Ara ia hanya bergulat dengan fikirannya karena sejak dari tadi hatinya sangat gusar ia juga tiba-tiba memikirkan tentang Vira momynya.
"Kenapa perasaan gue gak karuan gini??"- tanyanya dalam hati.
"johs lihat noh pelayan bodynya behhh"- ujar vino ketika melihat seorang pelayan dengan penampilan seksi.
"Garcep dong josh"- sahut lewis
"josh cepetan elahhh"- sahut Jake
"josh Josh josh, bapakmu"- ucap Joshua kesal, bagus-bagus namanya Joshua ehh teman laknatnya malah manggil dengan sebutan josh. Temannya malah ketawa terkecuali Leo dan Ara.
"Gimana mau Lo garcep gak tuh??"- tanya Luke
"Dihh emang gue cowok apaan"- ujar Joshua dengan nada jijik.
"Halah lihat Bujan aja Lo kicep-kicep"- timpal Alvin sambil menonyor kepala joshua.
Bujan adalah guru janda yang bernama sri, ia memiliki 4 anak, wajahnya sangat cantik dan tubuhnya juga Sangat ideal, dan para kaum Adam di BF'SCHOOL adalah penggemar berat Bu Sri.
"Lu jan bikin gue malu di depan cecan dong"- ucapnya
"Halah biasanya juga malu-maluin"- leo yang tadinya diam kini membuka suara.
"Diem lu nyet."- sinis Joshua.
"Ra Lo kenapa??"- tanya Glora ketika melihat raut wajah Ara yang begitu hawatir membuat mereka semua menatapnya, Sebelum Ara menjawab makanan yang mereka pesan pun datang, dan mereka langsung menyantapnya, tapi kegiatan Ara terhenti ketika benda persegi panjang berloga Apple itu berbunyi, Ara mau tak mau harus menjawabnya karena itu dari mbok Jum.
"Iya bi ada apa??"- seketika raut wajah Ara pucat pasi, tangganya bergetar hebat,Ara berdiri dari duduknya ia langsung mengambil tasnya.
"Lo kenapa?"- tanya Glora
"Momy"
"Gue cabut"- ucap Ara lalu pergi meninggalkan mereka begitu aja tanpa membawa belanjaan yang tadi ia beli.
"Ara Kenapa??"- tanya holly
"Tante Vira"- sekita Alvin tersedak minuman ketika mendengar nama yang tadi Glora sebutkan. Alvin,Glora dan holly langsung pergi meninggalkan leo,vino, Joseph,Jake,Luke dan Lewis.
"Ehh tante Vira itu siapa??"- tanya lewis kepada vino yang sedang asik makan.
"Woyy Jamal budeg"- Joseph menjitak kepala Vino dan sang empu langsung mendionggok
"Oh Tante Vira dia lagi di rumah sakit karena ko..ma"- ucap vino tanpa sadar dan tiba-tiba raut wajah vino langsung pucat.
"Tante Vira"- Vino dengan segera berdiri dari duduknya di susul oleh mereka dan tak lupa leo membayar semua makanannya, dan membawa belanjaan Ara yang tadi di beli, setelah itu mereka langsung menuju parkiran yang lumayan cukup jauh.
...-o00o-...
Ara ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, ia juga menerobos lampu lalu lintas tanpa memperdulikan sumpah serapah pengendara lain, bahkan semua teman-temannya kehilangan jejak ara, mereka tertinggal jauh, Ara hanya fokus pada satu titik yakni ibunya Davira.
"Enggak,.....nggak mungkin.....nggak,ini enggak mungkin.... gak mungkin, momy kuat, momy akan baik-baik aja"- racaunnya di dalam mobil, ia juga memukul mukul stir mobil.
Ara sampai di rumah sakit,Ara langsung memberhentikan mobilnya di tempat bersebelahnya pintu masuk rumah sakit, dengan cepat Ara langsung pergi masuk menuju lift tapi ketika di loby ia tidak sengaja menabrak seseorang yang memakai pakaian serba hitam, Ara tak memperdulikannya ia langsung pergi begitu aja.
Setelahnya leo dkk Baru sampai dan mereka juga sama seperti Ara berlari dengan cepat dan meninggalkan mobilnya tanpa membawa kunci mobilnya. Berbeda dengan Glora dan holly ia sudah sampai saat Ara menabrak seseorang, Glora dan holly yang melihat itu langsung membututi seseorang yang berpakaian hitam karena sangat mencurigakan.
Ara sudah sampai di ruangan Vira dan ia juga melihat mbok Jum yang sudah menangis dan para bodyguard nya yang kini sedang terduduk lemas entah kenapa, perlahan Ara langsung mendekati mbok jum.
"Mbok"- panggil Ara lirih dan terduduk lemas di hadapan mbok jum, dan ia juga menenggelamkan kepalanya di atas paha mbok Jum, para bodyguard nya langsung berdiri ketika melihat ketuanya datang.
"Non Beby"- ujar mbok jum sambil mengelus rambut Ara dengan sayang.
"Mbok mommy kenapa??"- Ara langsung mendongakkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir, mbok Jum langsung menangkup wajah Ara.
"Mommy kamu akan baik-baik aja tenang ya.. kamu berdoa terus"- Ara hanya mengangguk dan duduk bersebelahan dengan mbok jum.
"Raa"- panggil Alvin dengan ngos-ngosan ia baru saja sampai dengan yang lain.
"Anjirr, huhhh.....huhhhh busettt tangganya banyak benget"- ujar Luke dengan memegangi lututnya, mereka merutuki leo dan Alvin karena lift yang ada di rumah sakit semuanya sedang di pakai jadi mau tidak mau mereka menyetujuinya untuk menaiki tangga ke lantai 36.
"Gimana keadaan Tante vira"- tanya Alvin dan Ara hanya diam sehingga pintu ruangan Vira terbuka, Ara langsung berdiri dari duduknya dan pergi ke arah dokter tersebut.
"Queen ikut ke ruangan saya"- Ara hanya mengangguk dan mengikuti dokter tersebut keruangan nya.
"Kenapa?"- tanya Ara dingin
"Apa kau mempunyai musuh?"- tanyanya
"Banyak"- jawab Ara acuh
"Apa mommy mu juga banyak musuh??"- Ara mendongak menatap tajam ke arah dokter tersebut.
"To the poin"- dokter itu menarik nafas dalam-dalam sudah biasa melihat Ara seperti ini.
"Sepertinya seseorang telah menyuntikkan cairan beracun ke dalam tubuh nyonya Vira, hingga membuatnya kejang-kejang dan untungnya mbok Jum langsung memanggil saya.... Dan akhirnya saya bisa mengehentikan racun tersebut yang ingin menjalar ke seluruh tubuh nyonya Vira"- ujar dokter tersebut.
"Racun"- gumamnya
...TBC.........
jangan lupa like oke