
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan jejaknya!...
...Sekalian votenya ya.....
...Selamat membaca....
Waktu menunjukkan pukul 11:00 malam dimana semua orang berada di gedung yang sama dan perasaan yang sama rasa sedih, hawatir dan cemas kini mulai meliputi mereka, mondar-mandir dan meluapkan emosi adalah cara terbaik untuk mereka, pukulan demi pukulan mereka memukul dinding hingga meninggalkan bekas luka.
"Semoga semuanya baik-baik aja??"- ujar Glora hawatir, ia sedari tadi duduk sambil melihat-lihat temannya yang sedang mondar-mandir.
"Amin"- seru mereka.
"Ara apa Lo baik-baik aja??"- batin lirih leo.
"Ihh tu orang siapa sihh!!!,gatel banget!!! Gemes gue lihat orang kek begitu udah tahu kondisinya begini masih aja kegatelan ama pacar orang!!"- bukannya cemas holly sempat-sempatnya mencibir Seorang gadis yang saat ini sedang menyenderkan kepalanya di bahu leo.
"Udah deh lly, jangan urusin hidup orang"- tegur glora sambil melipatkan tangannya di atas dada, tapi datanglah seseorang dengan wajah datar, kebenciannya mulai tumbuh ketika melihat beberapa orang yang sangat ia benci seumur hidupnya, dan satu hal pemandangan yang membuatnya sakit hati yang entah kenapa!, ia langsung berjalan menuju kearah mereka.
Seakan tahu akan kehadirannya,semua orang langsung berdiri dan berjalan ke arah orang tersebut dengan perasaan gembira"Ara Lo gapapa??kenapa Lo lama benget?? Kemana aja Lo!!"- ujar leo hawatir, sambil memeluk erat tubuh Ara, Ara langsung melepaskan pelukannya kasar, dan berjalan menuju Glora dan holly.
"Gimana keadaannya??"- tanya Ara dingin.
"Masih di tangani dokter, tapi gue heran aja si aksara dari tadi merhatiin Lo terus deh, terus lagi dia perhatian lagi sama Lo!apa jangan-jangan Lo punya???"- ucap Holly dan Ara hanya menaikkan alisnya, yah Aksara yang menyelamatkan Ara,
"kenapa Lo lama benget??"- tanya Glora bukannya menjawab Ara hanya duduk sambil menatap pintu yang lampunya masih merah.
"Siapa sihh tuh orang ganggu momen aja!"- batin bianca, yah bianca,Syam dan Bella langsung pergi ke rumah sakit ketika mendengar kabar bahwa aksara tertusuk.
"Sepertinya tidak asing lagi wajah gadis itu?? Ohh...yah.. gadis itu yang berada di ruangan Vira! Siapa dia??"- tanya batin bella.
"Ara gue mau bicara sama Lo empat mata!"- ucap leo tiba-tiba sambil memegang tangan Ara kasar.
"Gue gak mau!!"- tekan Ara dingin, ketika tangan Ara di pegang Secara kasar.
"Gue gak butuh penolakan!!!!"- ujarnya dingin sambil menyeret tangan Ara.
"Gue bilang gak mau,ya gak mau!"- ucap Ara sambil menghempaskan tangan leo kasar.
"hey Lo pada kalau mau ribut jangan di sini dong! inget ini rumah sakit!bukan tempat umum!"- Tegur Alvin.
"Siapa sihh tu orang, deketin my bubu gue!!"- batin bianca
"Leo....anterin aku ke kantin yahh....aku laper"- ujar bianca sambil mengandeng tangan leo, ingin rasanya leo menolak tapi apa daya keluarganya ada di sini. Leo langsung melepaskan tangan bianca.
"Leoo....ayo... Aku takut sendirian ke kantin, gimana kalau aku di culik Ama om-om"- ujarnya sambil memasang puppy eyes, bukannya luluh leo malah jijik melihatnya, sama halnya dengan holly dan Glora yang sedari tadi menonton mereka.
"Bukannya hobbynya demen Ama om-om ya"- ucap pelan holly, mendengar itu Glora langsung menyenggol lengan holly"itu bibir mau gue sumpel pake linggis"- tegur glora sedangkan holly hanya mendengus kesal.
"Leo...ayo dong.... Aku laper.... Mihhh liat leoo..gak mau nganterin aku"- ujar, mereka semua tiba-tiba menggetarkan tubuhnya geli ketika mendengar suara Bianca.
"Lo punya bokap nyokap dan punya kaki....pergi sendiri aja kenapa sihh!! Manja banget jadi orang inget umur Muka aja udah kek tan-"- dengan segera Glora membungkam mulut holly agar tidak ceplas-ceplos.
"Om, Tante maafkan teman saya, teman saya emang rada-rada soalnya dia punya kelainan saraf,,,,"- ujar Glora sedangkan yang lain mereka ingin sekali tertawa, dan holly ingin sekali rasanya ia mencekik leher Glora.
Sedangkan Bella dan Bianca menatap holly tak suka"ayo dong leoo...aku udah laper banget"- ingin rasanya leo memukul Bianca tapi apa daya dia seorang wanita.
"Lo pada laper, pergi ke kantin gue yang traktir"- ujar leo dan mereka bersorak gembira dalam hati. Setelah itu leo langsung berjalan mendahului mereka dan mereka berjalan di belakang.
"ishh kenapa gue di tinggalin, lihat aja tu cewek gue bakalan bikin dia menderita!'- Teguh Bianca dalam hati lalu menyusul leo.
Di sana hanya tersisa Alvin,Ara,Syam dan bella, suasana sangat disana hening operasinya pun belum selesai, canggung itulah keadaan yang menggambarkan suasana di sana.
"Maaf Alvin gadis yang ada sisi mu itu siapa??apa dia kekasihmu??"- tanya Bella, Alvin Hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum"bukan Tante dia sepupu saya"- ujar Alvin.
"Wajahnya sama persis dengan anak saya"- ujar Syam tiba-tiba.
"Bianca maksud om??"- tanya Alvin tak percaya bahwa Syam akan menyamai Ara dengan ondel-ondel yang ia benci!, Bahkan Ara lebih cantik dari pada Bianca.
"Maksudnya wajahnya sama persis dengan anak saya beb-"- belum sempat berbicara Bella terlebih dahulu memotong percakapannya.
"Mas udahlah mas mereka sudah tenang"- ujarnya membuat Ara menatap wajah Bella datar bahkan lebih datar dari yang sebelumnya.
"Gue laper"- ucap Ara sambil pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Ya udah tante, om saya permisi dulu"- ujar Alvin sopan.
Fyi: jadi gusy kawan kawan Ara itu kagak tahu kalau si Syam Ama si aksara itu keluarga kandungnya. (Ngerti ya gusy)
Kini langit semakin gelap, mereka semua masih berada di rumah sakit, dengan perasaan yang sama, karena dokter yang menanganinya belum sama sekali keluar.
"Lo cape?? Kalau ngantuk tidur aja?"- tanya Alvin ketika melihat wajah Ara, Ara hanya menggelengkan kepalanya.
"batin gue yang lelah bang."- ujar Ara, Alvin langsung memegang kepala Ara dan menyenderkan kepalanya di bahunya, sedangkan Ara hanya menurut.
"Lo kuat"- ujar Alvin dengan menggenggam tangan Ara untuk memberikannya kekuatan."sebenernya apa sih derita Lo selama ini Ra??"- batin Alvin
"Lo kuat Ra gue tahu itu"- batin vino ketika melihat Ara yang sudah menutup matanya.
"seharusnya gue yang berada di posisi Lo Alvin" - batin leo.
"Hoemmmm,,,,, bosen guee"- ujar holly sambil meregangkan otot-ototnya.
"Sama gue juga"- ujar glora
"Ehhh lora liat noh, ulet bulu nempel terus, dan si leo lagi tu orang kagak gatel apa!!"- bisik holly.
"Gue tahu gue bosenn, tapi jangan ajakkin gue ghibah juga, holly!!!!"- cecar Glora, ia langsung beranjak dari tempat duduknya, dan pergi.
"Lora Lo mau kemana??"- tanya holly sambil berdiri untuk menyusul Glora.
"Laper gue,mo ikut Lo??"- ujar glora sambil berjalan menuju kantin,"ikuttt"
semua orang berdiri ketika melihat ruangan operasi terbuka, dan menampilkan dokter yang menangani aksara tadi, semua orang langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah dokter tersebut.
"Gimana keadaan anak saya??"- tanya Syam
"Operasinya berjalan dengan lancar, tapi......, akibat dari tusukan tersebut pasien mengeluarkan banyak darah, dan sekarang pasien membutuhkan darah"- ujar dokter tersebut.
"Ya sudah berikan saja darahnya!!!"- tegas Syam
"Mohon maaf pak golongan darah AB- itu sangatlah langka, dan stok di rumah sakit pun habis"- ujar dokter tersebut.
"Jika tidak secepatnya di beri darah, pasien akan mengalami koma"- semua orang langsung terkejut terkecuali ara ia sedari tadi duduk manis sambil menatap wajah dokter tersebut.
"Darah gue O"- ujar Joshua
"Apa di sini ada yang memiliki darah AB-?? Siapapun tolong om, om akan bayar berapapun harganya"- ujar Syam
"Maaf om sepertinya tidak ada yang memiliki darah AB-"- sahut alvin sopan.
"Hanya mereka yang mempunyai darah itu"- batin syam.
"Oh....yaa gue inget, Ra kan waktu itu KTP Lo golongan darahnya AB-, iyakan??"- tanya vino semua orang langsung menatap wajah Ara.
"Gue gak bisa!!"- ujar Ara, sambil berdiri dari duduknya dan akan pergi, tapi tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang,Ara menatap wajah orang tersebut tajam.
"Kenapa Lo gak bisa?!"- tanya dingin Jake.
"Lepas!"- tekan Ara
"Gue gak akan lepasin tangan lo!! Sebelum Lo kasih tahu alasannya!! Dan Lo tahu semua ini juga gara-gara Lo!!"- ujar jake
"Gara-gara gue!! Suruh siapa si aksara nolongin gue!! Gue gak pernah nyuruh dia!!!"- sahut Ara tajam membuat Jake bungkam.
"Aksara sekarang sedang di ambang kematian!! Gue mohon sama Lo!!!"- ujar leo
"Terus apa kabar dengan hidup gue!!"- lirih batin Ara.
"oke kalau itu mau kalian gue mau donorrin darah gue!!"- ujar Ara lalu pergi ke arah ruangan LAB.
Setelah menunggu beberapa menit dokter tersebut kembali dengan membawa 3 kantong darah dari ara"kami akan kembali lagi nanti"- dokter tersebut langsung masuk kembali"Ara kemana?"- batin mereka semua kecuali mereka bertiga.
Tibalah Glora dan holly sambil meminum minuman yang tadi di beli di kantin"pada kenapa??"- tanya holly ketika dekat dengan Joshua.
"Sempet ribut tadi"- sahutnya acuh tak acuh.
"Ribut kenapa??"- tanya Glora, Joshua menceritakan sedetil-detialnya Glora dan holly cukup syok ketika mendengar hal tersebut.
"Darah gue AB- kenapa Lo gak hubungin gue!"- ujar holly
"Darahnya udah ada??"- lanjutnya lagi.
"Udah tadi maksa si Ara, tadinya sih si Ara nolak tapi akhirnya dia mau"- seketika mereka membulatkan matanya syok.
"Lo pada gila!!!sekarang Ara dimana??"- tanya Glora terkejut, membuat semua orang menatapnya heran
" Joshua Ara dimana!!"- tanya holly.
"Gue gak tahu"- sahutnya.
"kalau sampai Ara kenapa-kenapa awas aja!!"- ancam Glora. mereka berdua langsung berlari ke luar untuk mencari Ara.
...TBC..........