
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa ikuti author π€...
...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...
...Gak bakalan update bye..........
Tak terasa acara tujuh bulanan tiara sudah selesai tepat pukul 18:00 WIB, dan pada saat pukul 20:05 malam seluruh keluarga halton tengah berkumpul, oh ya keluarganya Tiara mereka sudah pulang,ralat mereka semua di usir oleh ara, kenapa?karena Vina ia kepergok oleh Ara tengah mencuri uang yang berada di dalam lacinya bahkan baju branded ara, lalu kasih ia sempat-sempatnya menjelek-jelekkan Vira di hadapan Ara dan aksara, tidak murka bagaimana kalo orangtuanya di jelek-jelekan di hadapan anaknya, dan pada saat itu juga Ara langsung menyeret mereka semua keluar dari mansion Halton tanpa ada yang mencegahnya.
Dan sekarang tempatnya pukul 23:00 WIB,seluruh laki-laki keluarga Halton termasuk Leo dkk kini tengah bermain billiard, dengan 2 perempuan yang sedang menemaninya yaitu Ara dan nissa yang sedang duduk di kursi bar dengan meneguk wine yang berada di gelas cantiknya, pandangan 2 perempuan itu menatap ke arah laki-laki yang sedang bermain billiard.
"Sudah lama aunty tidak minum, minuman seperti ini"- ujar nissa sambil menggoyangkan gelas yang ia pegang, ohh yah kalian jangan berfikir keluarga halton tidak menyukai minuman beralkohol, justru mereka semua yang ada di keluarga halton tergila-gila pada minuman tersebut, bahkan di sana terdapat gudang penyimpanan minuman alkohol dan yah perempuan yang ada di sana juga boleh meminum alkohol asalkan jangan sampai teler atau mabuk, termasuk ara ia juga di perbolehkan sejak usianya menginjak 14 tahun.
Ara yang mendengar itu langsung menoleh dan tersenyum tipis, oh nissa dengan wajah polosnya ternyata ia juga tergila-gila dengan minuman berbau alkohol, semenjak mempunyai anak ketiga yakni Ciko ia sudah berhenti minum sekitar 13 tahun lalu dan sekarang ia langsung merasakan kenikmatannya di minuman yang ia minum sekarang.
"Aunty Tiara sama aunty Diana kemana?"- tanya Ara dengan wajah yang masih menatap lurus ke depan.
"Tidur, gak mungkinkan mereka duduk disini sampe minum-minum"- ujar nissa sambil tersenyum.
"Kalo mereka tahu kita minum, pasti mereka berdua ingin bergabung walaupun buting,mereka juga tergila-gila dengan minuman ini bahkan mereka berdua bisa menghabiskan 5 botol sekaligus sampai teler"- lanjutnya membuat Ara terkekeh kecil.
"Aunty mengantuk jadinya, paman mu masih lama?"- ujar nissa sambil menguap dan Ara ia menaikkan pundaknya tidak tahu, dan setelah beberapa menit lamanya Ara melihat Tiara yang menguap berkali-kali.
"Astaga uncle apa kau tidak mengasihani istrimu yang sudah mengantuk ini?"- ujar Ara sambil menggelengkan kepalanya.
"Ohh come on Honey jangan mengantuk dulu aku baru saja bermain"
"Oh god, uncle are you crazy? Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu, seharusnya kau bisa lebih peka terhadap istrimu ini"- sahut Ara
"Princess, My brother ini tidak mungkin ia bisa peka terhadap istrinya kalau sudah bermain seperti ini"- ujar Rafa
"Dia memang selalu tidak peka terhadap pasangannya dan sialnya pasangannya malah bersabar menghadapinya, kalau aku jadi pasangan dia akan ku tinggalkan laki-laki seperti itu, menyusahkan saja"- timpal Adit dengan mata yang masih fokus ke arah bola.
"Dasar kalian ini, andai saja kalian ini bukan adikku sudah kupastikan kalian pulang ke Rahmatullah"- kesal Bima ketika adik-adiknya mengolok-olok dirinya.
"Dad jika dad tidak ingin mengakhiri permainan ini, akan ku pastikan momy menikah dengan laki-laki yang lebih peka tidak seperti dad"- ujar vino sambil berjalan ke arah Nissa.
"Aunty jika aunty menginginkan laki-laki yang peka, hubungi Ara ya aunty, Ara punya kenalan banyak lhoo"
"Are you kidding me?"
"No"- jawab Ara dan vino
"Dan jika itu terjadi Joshua yang tampan ini akan mendaftarkan diri sebagai calon suamimu Vanissa Angelina"- ujar Joshua sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Dan Jake juga bakalan mendaftar sebagai brondongnya Vanissa Angelina yang beautiful ini"- ujar Jake sambil memberikan kiss kepada nissa
"do you want me to kill!!"- ujar bima sambil mendelik tajam ke arah mereka.
"Peace uncle"
"Dad berhenti bermain dan ajak momy ke kamar, kasian mom sudah mengantuk sedari tadi"- ujar Alvin dan bima ia hanya menghela nafasnya berat lalu berjalan menuju Nissa, dan langsung memeluk pinggang istrinya posesif.
"Honey jangan sampai kamu berpaling dari ku, jika hal itu terjadi akan kupastikan laki-laki yang mendekati mu akan tewas seketika"- peringat Bima dan Nissa hanya menggelengkan kepalanya.
"Dasar Posesif"- cibir mereka semua.
"Sirik aja kalian"- ujar bima sambil mencium sudut bibir Nissa
"Sabar-sabar orang sabar kuburannya lebar"
"Oh come on jangan membuat ku merasa iri dengan kalian, andai saja Diana tidak mengandung"- ujar Rafa so sedih.
"Hamil juga karena ulah mu uncle"- sahut aksara.
"Seharusnya kau senang karena aunty Diana mengandung anak mu"- timpal leo.
"bukan anak tetangga"- kompor Joshua seketika Rafa mendelik. Mereka semua langsung tertawa kala melihat Rafa yang kesal, dan yah leo dkk jadi tidak takut lagi kepada keluarga halton karena wibawanya yang sangat mengerikan tapi sekarang sifat dingin dan tak tersentuh mereka tergantikan oleh sifat aslinya.
"Sudahlah!!!Vino alvin, jangan salahkan Dady jika kalian mempunyai adik lagi"- ujar bima sambil tertawa.
"STOPID DAD "- Pekik mereka berdua membuat semua orang yang ada di sana tertawa, sama halnya dengan Ara,Leo dan aksara.
"BUAT YANG UCUL-UCUL YA UNCLE"- ujar Ara
"10 JUGA GAPAPA"- timpal joshua
"JANGAN KASIH KENDOR UNCLE"
"BUATLAH YANG BANYAK BUNG, BIAR NANTI ANAKKU MEMPUNYAI TEMAN UNTUK BERKELAHI"- teriak Adit dan hal itu langsung mendapatkan jempol dari Bima.
"Berisik!"- ujar vino sambil mendelik ke arah mereka.
"Ada-ada saja"- gumam Rafa sambil tersenyum, andai saja Vira kakanya pasti akan lebih seru, kala sedang mengolok-olok adiknya bahkan ponakannya.
...-o00o-...
Sedangkan di sisi lain seorang gadis dan beberapa laki-laki tengah berada di satu ruangan ia adalah holly dan laki-laki itu adalah polisi yang sedang mengintrogasi holly.
"Udah gue katakan gue ga tau apa-apa kenapa sih budeg banget!!"- ujar holly kesal, jujur polisi ini tidak ada habisnya menanyakan hal-hal unfaedah kepadanya.
"Saya katakan sekali lagi apa tujuan anda membunuh orang itu?"
"Gatau"
"Apa anda begal?"
"Gatau"
"Berapa banyak mangsa yang kau lenyapkan?"
"Udah gue bilang gue gak tau! Budeg banget lu pada!!"
"Mana kartu identitas anda?"- tanya polisi itu, dan yah holly ia tidak memegang apapun karena semua barang-barangnya tertinggal di rumahnya.
"Kepo lu ke monyet dora!!"
"NONA!!"
"WHATT!!"
"Eh kalian ini tidak mempunyai rasa kemanusiaan yah, gue baru aja kehilangan banyak darah dan bisa-bisanya lu pada menanyakan ini itu, apa kau becanda, are you kidding? "
"Nama anda siapa? Apa anda masih sekolah?"- holly bisa saja memperkenalkan dirinya tapi ia berfikir terlebih dahulu jika ia menyebutkan nama depannya sudah di pasti para polisi itu akan melacaknya dan di cari tahu, dan jika ia menyebutkan nama beserta marganya ia tidak mau membuat kedua orangtuanya terlibat akan hal ini, dan holly ia juga bisa saja menyebutkan bahwa ia adalah anggota mafia ROF-5 agar langsung bebas,tapi ia teringat dengan kata-kata ara, jika kalian terjerat atau Bahkan tertangkap basah oleh polisi atau yang lainnya jangan sesekali mengungkapkan bahwa kalian adalah anggota Rof-5, ingat jangan pernah kalian mengotori dan mencemari nama baik Rof-5 jika kalian tidak ingin nyawa kalian melayang. Cukup mengatakan bahwa kalian need help.
"Husst diem pala gue puyeng!"
"NONAA"
"Apa anda tidak pernah di ajari sama orang tua kamu bagaimana cara berperilaku sopan?"
"I don't know"
"Seharusnya kamu menjadi kebanggaan orang tua kamu, bukannya jadi pembangka, jika kamu seperti ini orang tua kamu bakal kecewa.
"EXCUSE ME BAPAK POLISI "
"It is my life so kenapa anda menjadi sutradaranya?!!"
"Nona"
"Hustt puyeng gue!" Ujar holly sambil memegang kepalanya yang terasa nyut-nyutan.
"Biarkan dia istirahat"- sebelum beranjak holly tiba-tiba langsung membuka suaranya.
"Ehh siapa suruh lu pada pergi pinjem hp,gue mau nelpon bebeb gue"- seorang polisi langsung memberikan hpnya, dan holly ia langsung mengetik no hp Ara tapi.
"Maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini cobalah beberapa saat lagi" holly menarik nafasnya.
"Hp aja bagus pulsa kagak ada dasar kere, punya lu sini"- ujar holly dan pria satunya lagi Langsung memberikan hpnya.
"Hallo beb ini gue"
"...."
"Ini loh gue pacarnya Jungkook"
"...."
"Gak usah bacot, cepetan tolongin gue, gue di kantor polisi bye"- holly baru saja menurunkan hpnya di telinganya dan terlihat notif, dengan nama yang tertera di hp itu yakni Rukma
"Nihh buruk chat Lo"- ujar holly sambil cengengesan.
"Buruk?"
"Bebeb mu rukma kebelet kawin dia, mas kamu kapan mau ngelamar aku"- ledek holly, ia sempat membaca pesan dari kekasih polisi itu, tak tau diri emang tapi itulah holly. Sedangkan polisi itu langsung menatapnya tajam.
"Apa Lo liat-liat, cantik ya??gue emang cantik, baru sadar Lo!!" Pede holly sambil mengibaskan tangannya.
...-o00o-...
Sementara di sisi lain Ara dan leo dkk tengah bermain billiard dengan tampang serius Walupun ruangan tersebut di iringi oleh musik galau yang Jake stel, dan untungnya ruangan tersebut kedap suara. Oh ya aksara dan vino mereka kembali akur kala Ara mengancamnya tidak akan pernah berbicara dengan mereka berdua.
"Ganti Jake lagunya, gedek gue lama-lama Ama lagu galau"- ujar Joshua
"Biarin aja Napa sih"- sahut Jake
"Berisik lu berdua gue gak fokus"- ujar Alvin sambil menggosok bagian ujung tongkatnya.
"Jangan banyak-banyak Ra minumnya, teler tau rasa"- peringat vino kala melihat Ara yang sudah meneguk 3 gelas wine, dengan kadar alkohol rendah.
"Biarin kan ada Lo"
"Dih ogah yah gue manggut Lo"
"Kan ada gue"- sahut Leo
"Dasar bucin"- cibir aksara.
Drrrtt Drrrtt Drrrtt
Ara yang memakai celana pendek di balut Hoodie langsung mengambil hpnya yang berada di saku belakang celananya, ia langsung menatap nomor telepon asing, tanpa ragu-ragu Ara langsung menekan tombol hijau, karena Ara yakin nomor pribadi Ara tidak akan ada yang tahu terkecuali orang-orang yang Ara kenali pastinya.
"Hallo"
"Hallo beb ini gue"
"Who?"
"Ini loh pacarnya Jungkook"
"Ouh, kenapa?"
"Gak usah bacot, cepetan tolongin gue,gue di kantor polisi bye"
Tut
"Kurang ajar"- gumam ara, ia langsung melempar tongkat panjang itu ke arah aksara dan di tangkap dengan sempurna.
"Lo mo kemana?"
"Sleep"
"Good night sayang, moga Lo mimpiin gue"- ujar Joshua sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iya moga aja, gue mimpi Lo yang ngemis minta uang Ama gue"- sahut Ara ia langsung menghilang kala pintu lift itu tertutup
"Sialan"
"Beggar"- cibir Jake.
"Berisik any*ng!"
...-o00o-...
Sekaranglah Ara berada,ia berada di balkon kamarnya dengan jarinya yang menyelipkan satu rokok yang masih utuh, ia kini sedang mengutak-atik laptopnya untuk mencari keberadaan holly manusia yang tak tahu diri, yang sialnya Ara menyayanginya dan sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.
Dalam satu menit Ara sudah menemukan titik dimana holly berada, ia mulai mencari nama yang akan ia hubungi. Bryan
"Hallohh ada apahhh rahh"- raut wajah Ara langsung berubah menjadi raut wajah yang menjijikkan, ia tahu bahwa Bryan saat ini sedang bermalam dengan jal*ng sialan-nya itu, tak pikir panjang Ara langsung menekan tombol merah dan panggilan mereka berakhir.
Sekarang Ara sedang mencari kontak Ervin, dan ketemu"hallohh adah apah rahh, ergg"
"Fu*k" Ara langsung mematikan sambungannya sumpah ia merasa jijik kala mendengar Ervin mendesah seperti itu, seketika pikiran Ara kemana-mana ia berfikir Ervin dan Bryan, ahh tidak-tidak bagaimana mungkin Ervin dan bryan menyukai sesama jenis pikir Ara. Kontak yang selanjutnya ia cari adalah kontak Glora, panggilan pertama dan keempat tidak terjawab,panggilan ke lima dan 8 di rijek dan setelah bersabar akhirnya Glora ia mengangkat telponnya.
"SIAPA SIH LO ANJ*NG, GANGGU ORANG TIDUR AJA"
"Gue Ara"- suara dingin Ara membuat Glora yang di sebrang sana menegang.
"Ahh Ara toh, gue kira siapa? Ada perlu apa darling, kenapa malam-malam telpon kangen? Hmm"- Ara yang mendengar itu hanya memutarkan bola mata malas.
"Holly di penjara, dan Lo pergi ke kantor polisi Sanjaya Garuda"
"What the fu*k, Lo telpon gue cuma buat ngomong kayak gitu, hello bukannya gue gak mau ya, jarak rumah gue ke kantor polisi itu no play-play sis, rumah lu Deket banganji, terus kenapa gue yang jauh di suruh!!!"- kesal Glora di sebrang sana.
"Mager! Lu harus kesana gue gak mau tau"
"lu jangan ngadi-ngadi ini udah jam set 2, besok juga bisa gila, Napa sih lu!! Palingan juga si holly udah tidur di sana, ya kali kita gang-"- Ara langsung mematikan sambungan telponnya dan hal itu membuat Glora di sebrang sana mengelus dadanya sabar agar tidak mengeluarkan kata-kata animal yang khusus untuk Ara seorang.
...TERIMAKASIH BANYAK KEPADA KALIAN PEMBACA SETIA CERITA THE QUEEN OF LEADER MAFIA WALAUPUN CERITANYA GAK MASUK AKAL, ABSURD DAN GAK SESUAI EKSPEKTASI KALIAN,APALAGI BANYAK TYPO. DAN SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF KARENA KALIAN NUNGGU LAMA UPDATENYA THE QUEEN OF LEADER MAFIAππππ...
...AUTHOR BAKALAN UPDATE YANG BANYAK BUAT KALIAN, MUNGKIN GAK JANJI HEE........