THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 32 (revisi)



.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa ikuti author 🤗...


...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...


...Gak bakalan update bye..........


Tiga bulan kemudian......


Tepatnya dimalam hari, terlihat jelas sebuah mobil Porsche 718 Boxster yang terparkir di sisi jalan dekat dengan rumah besar bernuansa putih gading itu, di dalam sana terdapat seseorang yang tengah menunggu salah satu dari penghuni rumah itu.


Dengan menyenderkan kepalanya di senderan jok mobilnya,orang itu langsung menghisap Vapenya hingga mengeluarkan gumpalan asap di dalam mobilnya, sesekali orang itu menatap ke arah luar jendela. Pikiran ia langsung tertuju pada beberapa jam lalu.


"Tolong tolong ampuni saya, jangan siksa anak saya, saya yang bersalah di sini saya mohon tolong"


Blass


"TIDAKKKKKK"


"Saya mohon jangan bunuh saya, saya mempunyai anak dan istri. Jika saya mati siapa yang akan membiayainya?"


Bughh


Krekk


"Kenapa kau sangat kejam? Apa salah kami


hingga kau bunuh? Aku tidak tau masalahmu apa?"


"Apa dengan cara membunuh seseorang akan menghilangkan dendam mu? Tidak! Hal itu malah akan membuat hati mu semakin menghitam!! Membunuh sama saja akan membuat mu terjerumus dalam panasnya api neraka"


Tok tok tok


Ia tersadar dan Langsung membuka kunci pintu dan perempuan itu langsung masuk kedalamnya.


"Maaf telah menunggu anda"- ujar perempuan itu sambil menundukkan kepalanya.


"Jangan bicara formal"- ujarnya, perempuan di sebelahnya itu hanya bisa mengangguk.


"Mana?"- dengan sepontan perempuan itu langsung memberikan flashdisk yang ia bawa, dengan senang hati orang itu menerimanya.


"Buktinya memang belum semua, sisanya nanti gue kasih sama Lo"- ujar perempuan itu.


"Apa dia sudah memulai permainannya?"


"Yah dia sudah memulainya, baru 1 Minggu dia sudah masuk dan memulai semuanya"- orang itu hanya mengangguk sambil menatap flashdisk yang ia pegang.


"Lo baru bunuh orang?"- tanya perempuan itu kala melihat bercak darah di bajunya bahkan di tangan dan wajahnya, orang yang di sebelahnya langsung menatap ke arah perempuan itu lalu kembali menatap flashdisknya.


"Maybe, Lo ingin gue bunuh juga?"- dengan cepat perempuan itu menggelengkan kepalanya.


"Berapa mangsa?"


"four"- ucapnya enteng hal itu membuat sang lawan menganga lebar.


"Enteng banget itu ngomongnya kayak gada beban"- batin gadis itu sambil menggelengkan kepalanya.


...-o00o-...


Hampir satu minggu ini Ara berada di Paris karena meeting dadakannya, sekitar seminggu juga Ara tidak masuk sekolah dan hari Ara memutuskan untuk sekolah setelah satu Minggu meliburkan diri.


Tepatnya jam 05:23 WIB, ara terbangun dari tidurnya setelah berjam-jam berkutat dengan berkas-berkas yang sialnya malah membuatnya semakin kaya. Dengan berjalan gontai ia berjalan menuju kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandinya.


Setelah melakukan ritual mandi, memakai seragam dan lain-lain, Ara kini berjalan ke arah lift suasana di mansion keluarga halton sangat sepi dan kala Ara berada di bawah ia melihat para maid-maidnya yang sedang memasak atau bahkan melakukan tugas lainnya.


"Non sarapan dulu"- Ara yang sedang melipatkan jaket kulit hitamnya langsung menatap ke arah maid yang berbicara dengannya.


"Enggak dulu bi.. kalo yang lain nanyain bilang udah pergi.. yauda pergi dulu, bibi jangan lupa sarapan"- ujar Ara dan para maid itupun mengangguk sambil tersenyum jarang-jarang Ara berbicara dengan nada lembut.


...-o00o-...


Waktu menunjukkan 06:50 semua siswa-siswi langsung memasuki BF School. Mobil motor yang tergolong mewah langsung berjejeran rapi di parkiran Khusus sekolahan itu.


Tatapan semua orang langsung tertuju pada beberapa gadis dengan dandanan nyetrik,baju crop ketat,rok yang sangat minim dan jangan lupakan makeup yang tebal di tambah dengan bibir berwarna merah terang.


Kata-kata pedas,kasar bahkan cibiran dari para murid-murid BF langsung di lontarkan kepada gadis-gadis yang saat ini sedang berjalan melewati mereka dengan angkuhnya.


"APA LO LIAT-LIAT!!"- Hardik gadis itu kala mendengar cibiran dari murid-murid.


"KENAPA!! MATA-MATA GUE!!!"- sahut murid perempuan berambut panjang yang di bentak tadi.


"Dih jal"Ng!!"- Gumamnya lalu tatapan beralih pada sekumpulan siswa-siswi yang sedang berada di sisi lapangan basket.


"Lagi liatin apa mereka?"


"I don't know be.."


"Mungkin aja itu Leo dkk?"


"Liat aja kali"- 4 gadis itu langsung menerobos masuk ke lapangan, mereka berempat Langsung menatap seorang gadis yang sedang bermain basket.


"Gilaaa seksi banget si Ara!!!"


"Beuhh keringetnya"


"Cakep banget calon bini gue"


"Kakak gue itu"


"Udah cantik,tinggi,putih, bisa apa aja. paket lengkap lah"


"Iya paket lengkap gak kayak Lo!"- mendengar pujian dari semua siswa-siswi, 4 orang perempuan itu langsung panas. Dengan cepatnya ia langsung berjalan ke arah Ara yang sedang bermain basket.


PROK PROK PROK


"Wah wah wahhhh, primadona sekolah kita masuk gusy setelah 1 Minggu meliburkan diri!!! Kemana aja selama satu Minggu???"- Ara menghentikan kegiatannya dan beralih menatap 4 orang yang sedang berdiri di hadapannya.


"Penting bangett buat lo?!"


"Wahh songong banget yah lho!!! Apa jangan-jangan selama satu Minggu Lo..."- gadis berambut cokelat itu langsung membuka mulutnya seolah-olah terkejut"Di gilir"- lanjutnya, Ara hanya diam sambil melanjutkan kegiatannya.


"Berapa bayaran Lo? 3jt?, Rendah banget yah harga diri Lo"- ujar gadis itu, Ara melempar kuat bola basket itu tepat mengenai pinggiran ring hingga membuat bola basket besar itu berbalik arah dan mengenai belakang kepala gadis itu.


BUGHH


"Awwww"- pekik gadis itu sambil mengusap belakang kepalanya.


"Lo sengaja yahh!!!"- ujar antek-anteknya.


"Maybe"- Ara langsung mengambil bola basket itu dan membawanya dengan tangan kiri. Ia perlahan mendekati 4 gadis itu.


"MAU LO APA!!! KENAPA LO CELAKAIN TEMEN GUE!!! MAU DUEL SAMA GUE!!!"- Teriak Bianca.


"buang-buang waktu!"


"ohh iya waktu Lo kan cuma buat ngehibur om-om, apalagi di gilir Upss"- sahut temen Bianca.


"ohh iya lupaa mau di gilir yahh yauda deh gue lepasin Lo"- ujar Bianca.


"Bianca Bianca lo lagi ngomongin tentang gue?apa tentang Lo? Di gilir?"- Ara tertawa sebentar hal itu membuat semua orang tercengang"Bukannya Lo yang suka di gilir!?!"- Bianca diam seribu bahasa.


"J-jaga ucapan Lo!!"- Sentak Bianca.


"Ada yang salah? Apa perlu bukti?"- Ara mendekati bibirnya tepat di telinga Bianca."bahkan Lo pernah di gilir sama anggota Geng motor Black Wolf, right? And yahh kepala sekolah juga Lo pernah cobain yakan? Ternyata sepatu gue lebih tinggi harganya dari pada harga diri Lo!! MURAH!!"- wajah Bianca menjadi pucat pasi.


"Ehh si Ara bisikin apa?"


"Itu kenapa woy?"


"Mereka bertengkar"


"Si Bianca kicep"


"Gak usah cemas gitu juga kali, tenang aja gue masih baik"- ujar Ara sambil menepuk-nepuk pundak Bianca dan berlalu dari kerumunan itu.


Waktu menunjukkan pukul 12:00 seluruh siswa-siswi Langsung berhamburan keluar dari kelasnya karena pengumuman dari kepala sekolah untuk berkumpul di lapangan.


"Kepsek ngapain manggil seluruh siswa ke lapangan?"- tanya alvin sambil melihat seluruh siswa-siswi yang berdiri di tengah lapangan


"Mana panas lagi!"- gerutu Joshua sambil mengacak pinggangnya.


"Panas anjr*t"- gerutu holly sambil menutupi wajahnya dengan lengannya.


"Bryan kagak kira-kira kalo manggil!"- pekik gadis berambut pendek itu. Sedangkan Ara ia berdiri sambil melipat kedua tangannya dengan tatapan datar khasnya.


"Gila panas banget ini!!"- keluh vino sambil menyimpan jaketnya di atas kepalanya.


"Banyak bacot Lo pada nih si Ara yang cewek anteng kagak kayak Lo pada" sentak Jake sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa gak di aula aja?"- Ara mendongakkan kepalanya kala seseorang berbicara dengannya, dan pria bertubuh jangkung itu langsung menghalangi paparan sinar matahari yang mengenai seluruh tubuhnya.


"Gue gak tau"- ujar Ara sambil mengalihkan tatapannya ke arah depan.


"Panas gak?"- tanyanya sambil menutupi sinar matahari yang menyinari wajah Ara.


"Menurut Lo?!"- ujarnya ketus, Ara tersentak tiba-tiba Leo menariknya ke arah pohon yang dekat dengan lapangan.


"Lo apa-apaan sih!"


"Udah diem,di sini adem"- ujar leo sambil memegang tangan Ara agar tidak pergi.


DEG DEG DEG


Seketika itu juga Ara melepaskan tangannya dari genggaman leo, dan memalingkan wajahnya malu,panas,kesal semuanya di campur menjadi satu.


"Lo kepanasan yah? pipi Lo merah"- ujar leo sambil mengipas-ngipas wajah Ara dengan kipas hello Kitty yang ia rebut dari temen sekelasnya. Dengan cepat ara merebut kipas itu dan memalingkan wajahnya.


"sialan leo"- batinnya


"Si leo lagi kasmaran"- pekik Joshua sambil bertepuk tangan. Satu kata buat Joshua gila.


"Tes...tes...tes... Selamat siang anak-anak,mohon maaf jika bapak menganggu kegiatan kalian, jadi hari bapak akan menyampaikan tentang kegiatan tahunan kita untuk kelas 11 dan 12 yaitu camping di puncak"- ujar Bryan yang mendapatkan tepuk tangan dan ricuh dari seluruh siswa-siswi kelas 11&12.


"Jadi kegiatannya akan di lakukan 3 hari lagi, yah memang acara ini mendadak tapi berhubung sekolah kita akan berulang tahun, jadi kita akan melakukan kegiatan tahunan terlebih dahulu walaupun acaranya mendadak. So kalian jangan lupa membawa perlengkapan kalian di sana dengan lengkap, jadi 3 hari ke depan kalian akan free class untuk mempersiapkan segalanya"- ujar kepala sekolah itu yang membuat semua siswa-siswi bersorak gembira.


"Permisi itu Adam dan hawa yang lagi berteduh di dekat pohon ngapain?!, Apa kalian mendengarkan apa yang saya bicarakan?"- tanya Bryan, sontak seluruh tatapan beralih pada manusia berbeda jenis itu.


"LAGI KASMARAN PAKK JANGAN GANGGU!"- pekik Holly yang mendapatkan tatapan tajam dari Ara.


"Duduknya jangan di tempat sepi nanti kegelapan brabe"- Timpal Bu Lia.


"NANTI SAYA KASIH LAMPU BU!!"- kompor Joshua.


"BIAR GAK ANU YA GAK?"- Sahut Jake sambil bertos ria dengan Joshua.


"Sudah-sudah, baiklah bapak undur diri terima kasih dan selamat menikmati waktu istirahat kalian, selamat siang"- ujar Bryan kala melihat tatapan tajam dari Ara.


Di lain tempat seorang perempuan tengah duduk di sebuah ruangan yang kecil, tangannya masih sibuk mengotak-ngatik benda persegi empat itu, sesekali ia bergidik geli kala mendengar des*han di airpods yang sedang ia pakai, decapan-decapan itu membuat perempuan itu langsung melepaskan airpodsnya secara kasar.


DRRRTT DRRTTT DRRRTTT


Hp berlogo Apple itu bergetar, pertanda panggilan masuk, dengan cepat ia langsung menekan tombol hijau.


"Hallo Lo udah liat Vidionya belom"- teriak di seberang sana.


^^^"Udah,unfaedah banget lu kirim ni vidio sialan!!"^^^


"Hehh unfaedah dimana!! Jelas-jelas itu yang di butuhkan buat Bu boss!!"


^^^"Iye iye berisik lu ahh!!"^^^


"Gue tutup dulu, nanti ada yang curiga"- orang yang di sebrang sana Langsung memutuskan sambungannya.


"SUTIIIIIIII"- perempuan itu terlonjak kaget kala seorang wanita memanggilnya dengan kencang, dengan spontan ia langsung membereskan semua barang-barang yang ada di sana dan menyembunyikannya.


"Suti suti suti, nama gue bukan suti any*ng!!! Bapak gue namainnya bagus-bagus, ehhh malah di samar jadi Suti!!"- keluhnya saat membereskan semua barang-barang pentingnya.


"IYAAAA NYAAA"- perempuan itu langsung membereskan tataan wajahnya dan berlari menuju ruang tengah.


"Ada apa nya?"- ujar perempuan itu sambil menundukkan kepalanya.


"Darimana aja kamu!"- cetus majikannya


"Saya dari belakang nya"


"Buatin saya teh!!"


"Iya nya"- perempuan itu langsung berlari ke arah dapur. Selang beberapa menit perempuan itu langsung membawa nampan berisi teh, tapi tiba-tiba perempuan itu berhenti melangkah.


"What the.... Gilaa mata gue berkali-kali terdonai!!"- guman perempuan itu sambil menggelengkan kepalanya.


"Ekhem nya"- dua sejoli itu langsung memberhentikan kegiatannya.


"Ini tehnya"


"Buang aja!! Kalau sampai kamu buka mulut saya tidak segan-segan untuk membunuh kamu!"- bisiknya, setelahnya wanita itu langsung mendorong gadis itu agar pergi.


"Right Now!!"- Gumamnya.


...-o00o-...


Suasana di kantin sangat berisik, apalagi di tambah 2 monyet berbeda jenis yang sangat rusuh. Di meja pojok itu terdapat Alvin yang sedang memainkan gitar di pandu dengan vino yang memukul-mukul meja, terus lagi di tambah dengan suara cempreng milik holly yang tengah menyanyikan lagu Zaskia gotik yaitu bang Jono


kala di pertengahan lagu semua orang di buat tertawa oleh kelakuan Joshua,vino dan Jake yang sedang berjoget dengan holly yang menjadi biduanya.


"susu yang mana jos??"- semua orang tertawa karena Joshua yang menunjuk dadanya.


"Lo ikut camping?"- tanya Glora dengan suara yang sedikit keras karena berisik.


"Lihat aja nanti"


"Apa?"


"Liat aja nanti budeg"


"BERISIK!!!"- semua orang diam kala Glora membentaknya.


"Dia bakalan ikut sama gue"- ujar leo sambil merangkul pundak Ara, dan Ara ia langsung menghempaskan tangan Leo yang berada di pundaknya.


"Gak usah pegang-pegang"- ketus Ara.


"Fierce"- bisik leo membuat bulu kuduk Ara berdiri.


"Cinta di tolak emang gak enakk~~"- teriak Joshua.


"Berisik"- tekan leo, seketika Joshua diam dan memilih membalikkan badannya.


"Kita nanti belanjakan Ra?"- tanya Glora, seketika itu juga holly langsung menerobos ke tengah-tengah Glora dan Ara.


"Kita belanja?"- tanya holly sambil menggandeng tangan mereka, sedangkan Ara dan glora hanya bisa memutar bola matanya.


"Hmm"


Bel pulang berbunyi nyaring di setiap penjuru sekolah, semua murid-murid langsung keluar dengan membawa tas masing-masing. Di sana juga terdapat Leo dkk yang sedang duduk di pos satpam untuk menunggu seseorang.


"Yo Lo lagi kasmaran sama si Ara?"- tanya Jake sambil menendang-nendang kerikil.


"Kalo emang Lo beneran cinta Ama si Ara, jangan sakiti dia, cukup gue saja yang telah membuatnya menderita"- ujar aksara sambil menundukkan kepalanya.


"Wait jadi si Ara itu anak kandung om Syam?"- tanya Joshua sambil mendekati mereka.


"Gue gak akan pernah mengakui om Syam sebagai ayah kandung ara"- ujar vino membuat aksara menundukkan kepalanya. Dua kata merasa bersalah.


"I know, dulu gue emang salah, tapi perlakuan gue ada alasannya dan alasan itu malah membuat ara semakin menderita"- jelas aksara.


"Alvin Lo tau kisah keluarga si Ara?"- Alvin yang sedang memainkan gitar langsung mendonggakkan kepalanya.


"Gue tau masalahnya bukan kehidupannya"- ujar Alvin cuek lalu melanjutkan memainkan gitarnya.


"De muka Lo kok gak kayak biasanya? Ini mah pucet banget"- ujar vino semua tatapan mata langsung tertuju pada Ara, Leo bergegas mendekati Ara.


"Lo kenapa? Sakit?apa yang sakit?"- leo langsung menyentuh kening ara, panas itulah yang di rasakan tangannya.


"ARAAAAA AYOKKKK"- teriak holly sambil berlari menuju Ara dengan menggenggam tangan Glora.


"Holly gak usah lari elah"- tegur Glora kala holly menariknya untuk berlari.


"Kita belanjakan?"- tanya holly sambil memeluk tubuh Ara.


"Mendingan nan"- Ara langsung menghentikan ucapan Alvin dengan cara menganggukkan kepalanya.


"Gue pengen pegang dong??"- semua orang melongo kala mendengar hal itu. Di tambah lagi holly yang memeluk tubuh Ara.


"Punya gue aja ly ikhlas gue mah"- ujar Joshua


"Ambigu gue"


"Gak usah ngadi-ngadi yah lu!" Pekik vino.


"Boleh yah Ra"- lagi-lagi Ara hanya bisa mengangguk, sedangkan holly ia sudah membuka kancing baju Ara dan mulai menerobos masuk.


"Wihhhh absnya cuyy ada 6 hihihi"- itulah salah satu hobi holly yakni memegang abs ara.


"gue juga pengen pegang dong"- seketika Glora langsung menunjukkan Bogeman tangannya.


"Ly kita mau belanja"- tegur Glora agar holly menjauhkan tangannya dari perut Ara.


"Oh iya gue lupaa"


"Gue gak bawa mobil"- ujar Ara


"Gue juga"- timpal holly


"Ara sama gue, Lo sama Joshua dulu"


"Gue mau sama Lo berdua"- ujar holly dengan tangannya yang masih bergelayutan.


"Holly jok mobil gue ada 2, Lo sama yang lain aja"


"Gak mau"


"Pergi Ama yang lain apa gak jadi ke mall"- dengan kesal holly langsung masuk ke mobil Joshua sedangkan Joshua hanya membuntutinya dari belakang.


...-o00o-...


Di tengah-tengah perjalanan kota Jakarta, kini keempat mobil Lamborghini dengan berbeda warna itu kini tengah terkena macet yang sangat panjang. Di sisi lain Ara tengah memijat pelipisnya, pusing itulah yang ia rasakan apalagi di tambah perutnya yang sangat sakit padahal ia tidak datang bulan.


"Gue bunuh balita"- ujar Ara membuat Glora yang sedang memainkan hpnya menatap Ara tak percaya.


"jangan becanda!"


"I'm serious"


"What the hell!!!! Apa yang Lo lakuin hah!!!"- sentak Glora


"Gue tau,gue salah. Hari itu gue gak bisaa kendaliin diri guee, dan berakhir seperti itu"- ucapnya dengan mata terpejam.


"Lo mikir gak Ra! Lo udah langgar aturan Rof-5 yang Lo buat sendiri!!!"


"Yahh emang!!I can't stop myself from killing people raa, ngertiin gue!!!"- ujar Ara sambil menghela nafasnya.


"Iya gue tauuu!!! Tapi gak dengan cara Lo ngebunuh balita juga Beby!!!"- Geram itulah yang Glora rasakan.


"Kalo Ervin tau Lo bisa di amuk!!"- lanjutnya.


"Itupun kalo Lo gak buka mulut Lo!"


"Serah Lo"- Glora langsung menjalankan mobil Lamborghini-nya karena sudah tidak macet lagi.


...TBC........


OKE-OKE GUE GAK TAU INI SERU APA ENGGAK, DAN IM SORRY GUE TELAT LAGI UPLOAD SUMPAH YAHH GUE MAKIN HARI ITU MAKIN SIBUK!!!! APALAGI DI TAMBAH GUE YANG POSISI SEBAGAI KETUA KARANG TARUNA NAMBAH BEBAN BANGET SUMPAH!!! TAPI GUE USAIN BUAT UPLOAD BANYAK CERITA MYBE!! YAUDA DEH


AND YAHH MAKASIH TELAH MEMBACA CURHATAN SAYA


SEE YOU JANGAN LUPA LIKE YAHHH, SERU ATAU GAK SERU LIKE YAH PLISS DAN KASIH VOTE, ITUNG-ITUNG KALIAN NGEHARGAIN KARYA SAYA HHEE


UNTUK KALIAN YANG SETIA STAY DI CERITA INI LOVE LOVE WE POKONYA MAHHHH😘😘😘😘😘😚