THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 19 (revisi)



.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa ikuti author 🤗...


...Dan tinggalkan jejaknya!...


...Sekalian votenya ya.....


Di markas besar ROF-5 di sebelah timur, terdapat Ervin dan anggota Rof-5 lainnya,yang sedang berdiri sambil menatap mesin pembakar mayat, mereka telah memasukkan beberapa anggota yang sudah tiada ke dalam mesin tersebut untuk dijadikannya abu.


"Uhhh akhirnya selesai"- ujar Alvin sambil menatap beberapa gerabah yang berisi abu anggotanya untuk di jadikan kenangan.


"Semoga bahagia di sana"- ucap Alvin sambil mendoakan mereka seperti apa yang di lakukan oleh Anggota Rof-5 lainnya,"bawa semua ini ke tempat penyimpanan abu"- titah Ervin dan mereka mengangguk lalu membawa gerabah tersebut ke tempatnya. Itulah tradisi di Rof-5 dimana salah satu dari anggota meninggal dunia, pada saat itu juga mereka langsung membakarnya untuk di jadikan kenangan.


Fyi: Ervin dan Bryan beragama Kristen.


Alvin langsung pergi menuju tempat evakuasi dimana salah satu anggota yang tadi menyerang markasnya di tangkap dan di kurung di penjara ruang bawah tanah.


"Dia dimana?"- tanya Ervin ketika sudah sampai di ruang bawah tanah.


"Di tahanan nomor 4,325"- Ervin mengangguk dan ia juga agak malas karena ia harus pergi ke ruang bawah tanah lebih dalam lagi, kenapa? Karena di ruang bawah tanah yang lebih dalamnya sangat pengap,bau anyir dan seram, dan itu membuatnya pusing dan merinding ketika memasukinya"ahhh males banget gua!!"- ujar Ervin ketika merasakan hawa yang tidak mengenakan, ia langsung berjalan menuju lift.


setelah sampai di sana ia langsung mencari tahanan nomor 4,325, sebelum ke tempat tahanan itu,Alvin melihat-lihat orang yang sudah setengah sekarat, atau bahkan orang yang penuh dengan luka di sekujur tubuhnya, setelah ketemu ia langsung menatap orang yang kini sedang terduduk dengan kain yang menutupi wajahnya.


...-o00o-...


Waktu menunjukkan pukul 03:00, Ara dan leo dkk sudah 2 jam berada di rumah sakit, tapi mereka semua pergi ke kantin karena akan bekerja untuk leo,dengan memisahkan biji-biji buah naga, berbeda dengan Ara ia kini di dalam ruangan bersama aksara yang saat ini sedang tertidur pulas, dan Ara ia kini sibuk dengan file-filenya yang berada di hpnya. Ara ia juga sedikit tidak nyaman karena harus berada satu ruangan dengan orang yang ia benci.


"Araa"- panggil seseorang membuat Ara mendonggakkan kepalanya dan menatap orang yang memanggilnya dengan wajah datarnya.


"Tolong ambillin gue minum"- ujar aksara yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Gak usah manja"- tekan Ara dan langsung melanjutkan kegiatannya.


"Tapi gua lagi sakit"- ujar aksara


"Yang sakit perut Lo,bukan tangan lo, jadi ambil sendiri"- ucap Ara dengan nada dinginnya.


"Gak bisa Ra jauh..."- ucap aksara beralasan.


"Tangan lu panjang tinggal lurussin tangan Lo, dan ambil sendiri"- ujar Ara dengan nada kesalnya dan ia juga sudah jengah.


"Gak nyampe Ra.. tolongin gua"- ujar aksara, Ara menghela nafasnya dan ia langsung berdiri ke arah aksara dan mengambilkannya minum dan memberikannya kepada aksara.


"Aaaa...."- aksara sudah membukakan mulutnya agar Ara memberikannya minum dengan tangan Ara sendiri.


"Yang sakit perut Lo bukan tangan lo, ambil dan minum sendiri"- ujar Ara yang mulai marah.


"Gua kan cuma pengen pertanggungjawaban Lo doang, dan Lo harus merhatiin gua,karena ini semua juga salah Lo"- ujar aksara, membuat Ara semakin jengah dengannya.


"Gue gak pernah nyuruh Lo buat nolongin gue"- ucap ara dengan nada dinginnya.


"Mau gak mau Lo harus, lakuin apa yang gue katakan"- ujarnya, dengan helaan nafas Ara mau tak mau harus menuruti perintah aksara, karena ia tidak ingin berdebat,Ara ia langsung mendekatkan gelasnya ke arah bibir aksara untuk ia minum, setelah itu Ara langsung menyimpan gelasnya dan akan duduk kembali tapi...


"Ra tolongin tiup mata gue, mata gue perih"- Ara langsung membalikkan badannya dan berjalan kembali ke arah aksara, Ara mulai meniuppi mata aksara, jarak mereka terbilang sangat dekat, dengan bibir Ara yang berada di mata kiri aksara, perlahan Ara langsung meniupinya.


Aksara hanya diam dan menatap wajah ara"kenapa jantung gue gak pernah berdetak kencang ketika dekat dengannya, tapi kenapa gua menyukainya bahkan menyayanginya waktu pertama kali bertemu...."- ungkap aksara dalam hati.


"Ekhemm"- Ara langsung menjauhkan wajahnya dari wajah aksara dan menatap orang yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu.


"selesai?"- tanya Ara kepada Leo dan leo menggelengkan kepalanya, sedangkan aksara hanya diam dengan wajah datarnya.


"Makan dulu"- ujar leo sambil memberikannya makanan dan minuman kesukaan Ara.


"Nanti aja, gua belum laper.."- sahut Ara sambil berjalan ke arah Leo yang kini sedang duduk, setelah itu ia langsung memainkan hpnya untuk melanjutkan pekerjaannya.


"kata si holly Lo belum makan dari tadi....jadi Lo makan dulu,sesuap aja, nanti Lo sakit."- ujar leo.


"Gue lagi gak mood udah deh jangan ganggu"- ujar Ara sambil melanjutkan kegiatannya.


"Gua suapin aja yahh, aaaa"- ujar leo sambil melayangkan sendok berisi nasi goreng ampela.


"Gua gak mau leo,,,, kok Lo malah maksa sih"- ujar Ara kesal, sambil menjauhkan wajahnya dari sendok yang akan kena dengan bibirnya.


"Sesuap aja Ra... Nanti Lo sakit lagi"- ujar leo, membuat Ara kesal,ara ia langsung berdiri dan pergi dari ruangan itu karena sangat jengkel, sedangkan Leo ia hanya menatap kepergian Ara.


"Udah tahu gak mau makan! Malah di paksa!, Ganggu suasana!"- ucap aksara dingin dan sinis, leo langsung menatap aksara yang kini sedang berdiri dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam sakunya, dan aksara ia sedang menatap ke indahan jalanan kota Jakarta.


"Lo tadi ngapain aja sama ara?"- tanya leo, ia langsung berjalan menuju aksara,


"ya seperti yang Lo liat"- ucap aksara sambil tersenyum miring,hal itu membuat leo emosi ia langsung berjalan ke arah aksara dan menarik kerah bajunya.


"Jauhi Ara!"- peringat leo,


"Lo siapa? Pacarnya? Bukankan, dan Lo juga gak punya hak suruh gue untuk jauhi Ara!"- sahut aksara sambil melepaskan tangan leo dari kerah bajunya.


"Bersaing lah secara sehat, kalau ara suka sama lo gua mundur, dan kalau Ara suka sama gue,Lo yang mundur dan terima kenyataannya"- lanjutnya dengan nada dinginnya, dan ia langsung menyeringai, sedangkan leo ia berusaha untuk menahan emosinya agar tak memukul wajah aksara, tapi kesabarannya kini sudah tidak bisa di kontrol hingga tiba-tiba ia langsung memukul wajah aksara.


BUGH


Aksara terjatuh dengan sudut bibir berdarah, jujur kini amarah Leo sudah tak terkendalikan, leo langsung menarik kerah baju aksara "Gue gak akan pernah lepasin orang yang gue suka, dengan semudah itu! Dan satu hal jangan pernah dekati Ara walau hanya satu cm!, kalau Lo langgar hal itu, bersiap-siaplah."- tekan Leo ia langsung pergi dengan mata merahnya, rahang mengeras, dan emosinya yang meluap.


Ketika akan pergi dari ruangan aksara, leo berpas-passan dengan Alvin dkk yang saat itu sedang membawa kresek berisi buah naga tanpa biji.


"Ekhh yo mau kemana Lo!!"- tanya Joshua ketika menatap kepergian leo.


"Ini buah naga Lo mau di bawa kagak!!!"- teriak holly.


"Tu anak kenapa?"- tanya Alvin ia langsung masuk dan melihat aksara yang sedang duduk di atas brangkarnya dan menatap jendela besar yang ada di hadapannya.


"heh Adek gua mana?"- tanya vino ketika tidak melihat ara di dalam ruangan aksara, sedangkan aksara hanya menaikkan pundaknya.


"Paling di ruang nyokapnya"- ujar Glora dan mereka mengangguk.


"Tadi si Leo kenapa? dan Lo itu kenapa berdarah?"- tanya holly.


"Lo bertengkar Ama si leo?"- tebak Jake dan aksara hanya menjawab hmm


"kok bisa?"- tanya Joshua, sedangkan aksara tidak menjawab,"kok bisa?"- tanya Joshua pelan ke arah Alvin dan lainnya.


"Entahlah"- jawab mereka dan aksara ia langsung berdiri dan berjalan keluar untuk mencari udara segar.


"Mo kemana Lo!"- tanya Jake


"Cari lont*"- ucapnya sedangkan mereka langsung bertepuk tangan"anj*Ng bisaan!!" Ujar mereka.


...-o00o-...


Waktu menunjukkan pukul 05:40 dimana Leo sedang berada di atas gedung,di temani oleh sebatang rokok, langit di sore hari dan angin yang menerpa seluruh tubuhnya.kini pikiran leo sedang bergulat,tentang hubungan cintanya yang saat ini harus bersaing dengan sahabatnya sendiri.


"Huhhhh, ck kenapa setiap kali gue membuka hati,selalu ada aja gangguannya"- gumamnya sambil menghembuskan asap rokok di dalam mulutnya."apa perlu gue nyerah?"- gumamnya lagi.


"Galau Mulu Luh!!"- ucap seseorang yang membuat Leo terkejut oleh suaranya, hal itu membuat leo menoleh ke arah sumber suara tersebut, ia melihat Ara yang sedang berjalan ke arahnya dan duduk di sampingnya.


"Lo gak marah lagi?"- tanya leo sambil menatap lurus.


"Kalau gue masih marah, gue juga ogah negur Lo!"- sahut Ara sambil mengelayunkan kakinya di atas gedung, tiga menit kemudian mereka hanya diam, dan keheningan yang menyelimuti mereka berdua hingga akhirnya leo membuka suara.


"Kenapa Lo kesini??."- tanya leo dan Ara langsung menoleh kearah Leo


"suka-suka guelah, mau gue kemana kek itu juga bukan urusan Lo!"- ujar Ara dengan nada kesalnya.


"Bagi rokok Lo dong"- pinta Ara sambil merebut bungkus rokok milik leo, tapi dengan cepat leo mengambilnya kembali.


"Bagi Napa sihh pelit banget jadi cowok!!"- sahut Ara sambil merebut kembali bungkus rokok milik leo, dengan cepat leo melempar bungkus rokoknya ke bawah.


"Tuh kan jatuh, Lo sihh gue kan cuma minta!"- kesal Ara dengan melipatkan kedua tangannya.


"Rokok gak baik buat kesehatan Lo!"- nasihat leo


"lah lu sendiri ngapain ngerokok Bambang!!kalau itu gak baik buat kesehatan!!!"- sahut Ara, sedangkan Leo hanya membuang nafasnya.


"Lu suka sunset?"- tanya leo yang mengalihkan pembicaraan dan ara mengangguk sebagai jawaban,"alasannya?"- lanjutnya.


"mengenang kenangan bersama nyokap gue, karena waktu kecil,setiap hari nyokap gue selalu ngajak gue pergi ke atas gedung buat liat sunset, gue dulu bahagia banget tapi sekarang bahagia itu lenyap seketika dan digantikan oleh kesunyian, yang sampai saat ini belum hilang. Setiap gue lihat keluarga yang lengkap dan bahagia gue selalu merasa sesak, apalagi ketika gue lihat Alvin dan vino yang masih mempunyai orang tua yang lengkap,lah sedangkan gue,,,"- ujar Ara sambil tersenyum miris, leo yang melihat mata Ara yang berkaca-kaca langsung memegang tangannya untuk menyalurkan kekuatan kepadanya.


"Lo pasti kuat gue tahu itu"- ucap leo sambil tersenyum manis kepadanya, sedangkan Ara ia terpaku dengan senyuman itu hingga membuatnya tak sadar Beberapa detik, setelah sadar Ara langsung menarik tangannya dan memalingkan wajahnya karena sudah di pastikan wajah Ara sekarang sudah menjadi kepiting rebus,


"What is this!!! Come on ara sadar!!! Why are you like this!!"- batin ara sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri,sedangkan leo hanya tersenyum dalam diam ketika melihat tingkah ara.


"Ra kalo misalnya ada seseorang yang menyukai lo dan nembak Lo,Lo mau ngapain??,contohnya misalnya gue Lo mau ngapain?"- tanya leo dengan nada serius, sedangkan Ara ia langsung menatap wajah leo.


"Lo sakit? Apa kurang obat?apa perlu gue beliin Lo racun tikus?"- tanya Ara sambil memegang kening leo, dan leo langsung memegang tangan Ara dan menjauhkannya dari keningnya.


"Jawab aja"- ujar leo dengan nada dingin dan Ara langsung melepaskan tangannya dari tangan leo.


"Sepertinya Lo pernah dengar kata ini deh, gue gak pernah percaya akan namanya C.I.N.T.A, Why?!"- ujar Ara dan leo langsung menjawab


"karena cinta akan membuat gue jatuh ketika gue lagi terbang-terbangnya, kalau misalnya orang itu bisa membuktikan cinta yang ada di dalam diri Lo,Lo mau ngapain?"- tanya leo


"Mmm coba aja,, palingan juga gak akan berhasil kenapa? Karna gue gak percaya sama semua laki-laki termasuk itu keluarga gue sendiri"- ujar Ara lalu ia berdiri dari duduknya dan akan pergi meninggalkan leo sendirian.


...-o00o-...


sedangkan di sisi lain aksara kini sedang duduk di brankarnya, setelah kembali mencari angin aksara langsung pergi ke kantin untuk membeli minuman, tapi pada saat di sana ia tak percaya ketika melihat mantan artnya yang berada di kantin rumah sakit, ia ingin sekali menyapanya dan meminta maaf kepadanya, tapi pada saat akan melangkah mendekatinya, tiba-tiba sesuatu hal terjadi kepada, ia tidak sengaja menabrak seseorang hingga membuatnya tak melihat mantan artnya itu.


"Apa gue gak salah liat, tapi itu benarkan, itu mbok jum!, Tapi kenapa dia disini? Agrhhh kenapa gue gak menemuinya sih, gue pengen liat makam Beby sama nyokap gue!!"- batin aksara, ia langsung menjambak rambutnya sendiri.


"Sa Lo kagak ngapa-ngapa kan?"- tanya Alvin ketika melihat aksara yang sedang melamun ketika baru saja kembali.


"Dapat gak lont"nya?"- tanya holly sambil menyantap makanannya.


"Pasti Lo ngelamun gini karena gak dapet, iya kan?"- sahut Joshua dan mereka hanya mengangguk.


"Sabar ya brohh, di pinggiran lampu lalulintas juga banyak dan Lo bisa pilih semau Lo!"- timpal vino.


"Gue punya tetangga orangnya sama kek lont*, tapi ini agak ke jamet-jamettan kalo Lo mau, gue bisa suruh art gue buat mintain nomornya"- sahut Jake.


"Perasaan di sini yang waras cuma gue Ama si Alvin deh"- ujar Glora ketika mendengar ucapan temannya.


"Woy sa Lo kenapa!!"- tegur glora dan benar aksara langsung sadar


"jangan ngelamun bae-bae ke sambet nantinya lu!"- nasihat Glora ia langsung melanjutkan kegiatan makannya.


"Lo kenapa sa?"- tanya Alvin dan aksara hanya menggelengkan kepalanya.


.......


.......


.......


.......


.......


...TBC..........


...Jan lupa vote,like,and comment positif...


...Ikuti author juga ya guys...


...See you next time 🤗...