
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...
...Gak bakalan update bye..........
TINGG
Suara lift terbuka itu langsung menyita perhatian penjaga lift bawah tanah, nampak sebuah sepatu boots Marten yang keluar dari lift dengan sang pemiliknya. Penjaga yang di sana langsung menundukkan kepalanya hormat.
Dia adalah Ara sang ketua mafia Rof-5, mafia yang ia didirikan pada usia yang sangat muda, namun kerja kerasnya mampu membuat kelompok mafianya menjadi peringkat pertama dalam jangka 1 tahun.
Dengan berjalan santai Ara menyusuri lorong yang menuju para tahanan, belum Sampai di sana saluran penciuman Ara langsung di sambut oleh bau yang tidak sedap, jika orang baru yang memasuki ruangan itu,besar kemungkinan orang itu akan muntah, pusing bahkan pingsan.
BRAKKK
Ara menatap tajam ke arah orang yang menabraknya, hp berlogo Apple itu terjatuh dan membuatnya pecah.
"DO YOU HAVE EYES?!"- ujar Ara marah besar, Ara tidak mempersalahkan harga hp itu tapi yang ia permasalahkan hp itu terdapat banyak Vidio-vidio penting, atau bahkan berkas penting yang selalu Ara kerjakan di hp itu.
"Aelah sorry bro gak sengaja"- ujar pria sambil menepuk-nepuk pundak Ara dengan kurang ajar, Ara menatap lekat pria itu. Asing itulah yang Ara pikirkan.
"Siapa anda?"- dua kata tersebut membuat pria itu gelagapan.
"Raaa"- Ara menoleh kala Ervin memanggilnya, pria yang menabrak Ara langsung pergi, saat itu juga Ervin menatap pria itu atas sampai bawah walaupun pria itu sudah membalikan badannya.
"Gue belum pernah liat tu orang"- ujar Ara sambil menatap kepergian orang itu.
"Hp Lo?"- tanya Ervin sambil memberikan hp yang ia ambil di lantai dengan kondisi naas.
"Sialan!!"- gumam Ara kala melihat kondisi hpnya.
"Perbaiki hp gue"- ujar Ara sambil memberikan hpnya kepada Ervin, sedangkan Ervin ia langsung menaikkan pundaknya dan memasukkan hp Ara ke dalam saku celananya.
...-o00o-...
Di luar sana matahari mulai turun dan akan di gantikan oleh bulan, tetapi masih terlihat jelas kelima monyet Ara yang masih enggan untuk turun ke bawah, di karenakan satpam-satpam Ara yang masih diam di bawah sana sambil mengawasi mereka yang ada di atas dan yang ada di dalam kandang mereka.
"Anjing oh anjing kenapa kau belum pergi!!!"- nyanyian vino yang berada di atas pohon mangga.
"GIMANAA MEREKA GAK PERGI!!!!LO YANG GANGGU MEREKA DULUAN ANJ*NG,SETAN,SIALANN!!"- Sembur holly kepada vino geram, lalu ia memperlihatkan kedua kepalan tangannya dan pada saat itu juga ia mengeluarkan jari tengahnya.
"FUC*KKK!!!"- Ucap holly dan mereka yang ada di sana hanya bisa tertawa.
"Yaudah Napa sihh kenapa Lo jadi nyalahin guee"- ujar vino.
"LAHH!!!! YA INI EMANG SALAH LOOO MALIHHH!!! NGAPAIN LO GANGGU ANAK MEREKAAA DONGOO!!!"- teriak holly geram, ingin sekali ia mencakar wajah vino, sedangkan yang lain hanya bisa menjadi penonton, anjing-anjing Ara pun bahkan menjadi penonton.
"YA KANN BUK-"
"LO NGOMONG, GUE LEMPAR NI SEPATU GUE!!"- ujar holly sambil memperlihatkan sepatunya yang ada di tangannya. Vino langsung terdiam, mata holly langsung beralih menatap ke arah anjing yang menatapnya.
"APA LO LIAT-LIAT, MAU GUE LEMPAR NI SEPATU"- Sembur holly, dan para kawanan anjing itu hanya mendelik membuat holly menga-nga di tempat.
"WHAT THE!"
"wahh kurang ajar ni anjing si araa!!"- ucap holly sambil menggelengkan kepalanya tak percaya, apalagi anjing itu kembali mendelikkan matanya.
"PERGI LO NGAPAIN LO DI SINI HAHH!!! DAGING KITA GAK ENAK BANYAK DOSAA, LO MAU NANGGUNG DOSA KITAAA!?!ENGGAKKAN!!!"- semburnya lagi.
GOKK GOKK GOKK
"Anjing"- pekik Holly kaget.
"Becanda becanda maaf"- ujar holly Sambil menempelkan keduanya tangannya.
"Diem ly!! Jangan berisik!"- tegur aksara dan holly langsung berjongkok kembali.
"ARAAAA KAPANNN PULANGG!!!"- teriak holly frustasi.
"Kenapa gak telpon ajaa"- ujar semua orang menatap vino tajam.
"Lah-lah kenapa??"- tanya vino bingung.
"KENAPA GAK BILANG DARITADI!!!"- Pekik mereka semua
GOK GOK GOK GOK
"BERISIK LU ANJ*NG"- Holly langsung melemparkan sepatunya, dan dengan kejamnya para anjing itu langsung menggigitnya, dua kata kurang ajar.
"Sepatu gueee"- lirih holly kala melihat sepatunya yang naas.
"BWAHAHAHA MAMAM NOHH!!"
"BERISIKKK"- holly melempar sepatu sebelahnya lagi ke arah vino dan untung vino menangkapnya dengan sempurna.
"LO LEMPAR SEPATU GUE!!! GUE LEMPAR LO KE NERAKA!!"
...-o00o-...
Ara dkk sekarang berada di ruang penjara bawah tanah, sebelum ngumpul Ara sempat bertemu dengan mika di ruangan yang berbeda, bisa di bilang kondisi mika saat ini benar-benar kacau dan tak terurus, bahkan di luka-lukanya pun terdapat banyak belatung, dan hal yang membuat satu ruangan itu sangat bau karena mika selalu buang air kecil dan besar di sana dan sama sekali tidak pernah di bersihkan.
"Sampai kapan lu mau gantung tu anak?"- tanya jeno sambil membaca beberapa dokumen.
"I don't know"
"Gila aja sihh berbulan-bulan dia gak duduk, berdiri terus apalagi tangan sama kakinya di rantai"- sahut Lionel.
"Kata si Lionel dia kasian sama si mika, kalo misalnya Lo Ar bukan bosnya dia bakalan bunuh Lo dan bebasin tu si mika"- ucap bryan membuat lionel membulatkan matanya.
"HEHHH FITNAH LOHH!!!"- teriak Lionel tak terima.
"Gantung aja raa, emang bener kata si Bryan, si Lionel emang ngomong gitu"- kompor Ervin
"Bae-bae lu!!! Tetangga gue waktu itu ngomong gitu ehh taunya meninggoy"- ujar Lionel yang masih tak terima dengan tuduhan itu. Ia sangat takut dengan hukuman yang Ara berikan.
"Kurang ajar!!"- pekik mereka berdua, bayangkan jika ada holly pasti ia akan ikut mengompori Lionel.
"Seriuss gueee, apalagi matinya dalam keadaan tubuhnya yang kepisah!!"
"Seremm amat"- ujar Bryan.
"Iya ke pisah, yakali tubuhnya dempet-dempetan kan gak lucu"- ujar Lionel, hal itu langsung mendapatkan jitakan cinta dari Bryan.
"Bangs*t!!"
"Nih gue serius-serius, waktu itu kan gue pulang nah gue liat ada yang berantem, dia cewek vs 4 cowok, kasian banget gila gak ada yang misahin!"- ujar Lionel membuat mereka semua menyimak.
"Kenapa gak Lo pisahinn BODOHH!!"- kesel Jeno yang sedari tadi diam.
"Ya kali gue pisahinn orang di tv"- semua orang langsung menatap horor ke arah Lionel.
"KURANG AJAR!!!"
BUGH
BUGH
BUGH
BUGH
"Aaaaaa ampun.....ampun...ampun!!'
"Nyesel gue dengerin lu"- ujar Ervin sambil memukul kepala Lionel dengan data yang ada di tangannya.
TRINGGGGGGGG
Suara peringatan dari dalam markas terdengar sangat nyaring, refleks mereka berlima langsung berlari ke dalam ruangan penjara, mereka berlima membulatkan matanya kala menatap tiga anggotanya yang sudah terkapar bersimbah darah dengan pisau yang menancap di lehernya.
"TUTUP SEMUA GERBANG DAN JANGAN SAMPAI ADA SATU ORANG PUN YANG KELUAR!!!!!"- Teriak Bryan sambil berlari ke luar ruangan.
"Damn!"
"what happened??"- ujar Lionel sambil berjongkok di hadapan para anggotanya yang sudah tiada.
"ARAAAA AWASSS!!!!"- teriak Bryan, membuat semua orang menatap dirinya.
JLEB
Dengan menahan rasa sakit Ara langsung memelintirkan tangan orang tersebut dan memutarnya hingga Ara berada di belakangnya dengan tangannya yang berada di leher orang tersebut.
"Siapa yang membebaskanmu?"- ujar Ara dingin, bahkan semua orang yang ada di sana langsung menodongkan pistol ke arah orang Tersebut.
"S-saya t-tidak tau, t-tadi a-ada salah satu anggota y-yang menyuruh saya, u-untuk m-membunuh anda"- ujar pria itu gugup.
KREKK
Orang itu mati tergeletak ketika Ara memutarkan kepalanya"CARI ORANG ITU DAN JANGAN SAMPAI LEPASS!!!"- Teriak Ara tegas
"YES SIR"- sahut mereka dan membubarkan diri.
...-o00o-...
"Awww pelan-pelan bodoh!!"- ujar Ara kala Tomi dokter khusus Rof-5 itu tidak sengaja menekan lukanya yang baru saja di jahit.
"Maafkan saya miss"- ujar Tomi menundukkan kepalanya.
"Apa sudah selesai?"- tanya Bryan, dan dokter itu mengangguk setelahnya Bryan menyuruh dokter itu pergi.
"Lo mendingan nginep di sini Ra"- ujar Bryan sambil membuka kancing kemeja atasnya.
"Bener kata si ryan mendingan Lo di sini aja, lagian di rumah Lo gada siapa-siapa"- ujar lionel, Ara seketika terdiam mengingat sesuatu.
"YA AMPUN GUE LUPAA!!!"- teriak ara dengan cepat ia menyambar kunci mobil Jeep hitamnya dan langsung berlari menuju keluar markas.
...TBC.........