
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...
...Gak bakalan update bye..........
Sekarang Waktu menunjukkan pukul 01:23 WIB, dimana terlihat jelas rumah Ara sudah sangat sepi,tidak ada suara-suara monyet Ara yang teriak-teriak karena para monyet-monyet Ara tengah tertidur pulas setelah memakan pizza dan chickeni. Tapi tidak dengan Ara ia tengah berada di ruangan rahasia dimana terdapat banyak alkohol yang di simpan di sana.
Terlihat jelas di sana Ara tengah duduk dengan gelas yang ia pegang, ia menggoyang-goyangkan gelas itu sambil menatapnya, tatapan matanya mengisyaratkan bahwa ia sedang sedih, senyum miris terlihat dari bibir Ara, satu tetes air mata lolos dari kelopak matanya.
"Momy"- Ara tertawa sambil membayangkan masa lalu yang bahagia hingga bersedih yang mendalam, ia langsung meneguk habis minumannya dan mulai mengisinya lagi, semua masalah Ara akan melampiaskannya dengan alkohol.
"Apa gue gak pantes bahagia?"- gumam Ara.
"Raa"- suara serak milik seseorang itu membuat Ara terkejut dengan cepat ia menghapus air matanya.
"L-lo, kok bisa ada di sini?!"- tanya Ara sedikit membentak, sedangkan yang di tanya hanya menatap sekitar dengan mimik wajah yang tidak percaya.
"Minuman Lo?"
"Kenapa? Gak percaya"- sahut Ara.
"Iya sih gak percaya, kok bisa semua jenis alkohol ada di sini? Lo maling bank?"
"Tuduh aja terus!!"- Leo hanya tersenyum sambil mengusap-usap kepala Ara dan ia langsung duduk di samping Ara.
"Utututu gue cuma becanda kok"- ujar leo sambil mengacak rambut Ara.
"Lepas sialan!"
"Lo kenapa bisa ada di sini? maksudnya kok tau tempat ini?"
"Gue? Entahlah yang jelas gue liat rak buku yang kebuka, aneh aja gitu rak bisa jadi pintu pas gue masuk gue liat Lo"- tutur leo dan Ara hanya bisa menepuk dahinya, ia lupa karena tidak menutup pintunya kembali.
"Lo nangis?"- tanya Leo sambil membalikkan tubuh Ara.
"Paan sih"- Ara menepis tangan leo yang berada di tangannya.
"Lo minum?"
"Enggak"
"Tapi di tangan Lo"
"Lo tau tapi Lo nanya!"- kesal Ara.
"Udah gabaik"- leo langsung merampas gelas yang hampir menempel dengan bibir Ara.
"Yo!!"
"Apa sayang?"-ara memutarkan bola mata malas, di sana hening sesaat tidak ada yang membuka suara.
"Gue emang gak tau masalah Lo ra, tapi seenggaknya Lo gak ngelampiasin masalah Lo ke alkohol karena itu sama aja ngerusak organ-organ tubuh Lo"- tutur leo, Ara Diam karena semua ucapan Leo ada benarnya.
"Entahlah Yo, masalah gue seperti teka-teki yang belum bisa di pecahkan, gue harus bisa menyelesaikan masalah ini dan gue bakalan pergi selamanya"- ujar Ara sambil menatap kosong ke depan.
"Ngomong apa sih lo"
"Hidup itu jangan di ambil pusing nikmati aja prosesnya"- ujar leo sambil meneguk alkohol bekas Ara.
"Mata Lo!!"- pekik Ara.
"Gue heran aja tadi, Lo kenapa nangis pas makan ayam? Apa saking enaknya Lo jadi terharu"- ujar leo sedangkan ara hanya tersenyum.
"Gue tiba-tiba ingat nyokap gue, waktu kecil gue sama nyokap gue selalu beli chicken kaki lima, dimana waktu itu uang nyokap gue ada 10k tapi dia tetep beliin gue kala gue lapar, dan Lo tau harga chicken itu 9k satu ekor dan sisa uangnya nyokap gue kasih ke pakir miskin, dan setelah itu nyokap gue gak punya uang"- satu tetes air matanya lolos.
"Gue inget banget sama perlakuan bokap gue ke nyokap gue"- Ara menarik nafasnya "di tempat yang sama gue ketemu bokap gue, gue Dateng buat ngelepas rindu gue, tapi Lo tau bokap gue nganggap gue seorang pengemis dia lempar uang 100k tepat di wajah gue, pada saat itu juga nyokap gue liat dia bentak bokap gue tapi bokap gue malah dorong nyokap gue hingga jatuh"- Ara menutup wajahnya karena tak kuat lagi untuk berbicara.
"Y-yang bikin g-gue s-sakit h-hati i-istrinya bokap gue, b-benturin kepala nyokap ke m-meja d-disaat itu gue trauma....hiks.."- Ara menghapus jejak air matanya dan menatap leo sendu, ia tidak memperdulikan penampilannya saat ini
"gue sakit hati Yo, nyokap gue di kasarin. Apalagi aksara yang notabenenya Abang kandung gue malah diem sambil liatin kekerasan itu"- leo langsung menangkup wajah Ara yang sedang menangis, ibu jarinya langsung menghapus air mata Ara.
"Husst udah jangan di terusin, gue tau Lo kuat. Tapi liat sekarang lo bisa beli apa aja dari hasil kerja keras Lo!! Lo bisa tunjukin ke bokap Lo kalo Lo bisa hidup tanpa uang dari dia!!"- ujar leo sambil mengecup mata Ara
"udah jangan nangis Lo jelek"- satu pukulan langsung melesat ke arah dada bidang leo.
BUGH
"Sialan"- leo langsung mendekap erat tubuh Ara, dan Ara ia masih memukuli dada bidang leo.
"Udah ihh sakit"- Ara memberhentikan pukulannya dan langsung melepaskan diri dari pelukan leo.
"Nyebelin banget si Lo"- Leo menatap manik mata Ara begitupun sebaliknya. leo mendekati wajah ara, Ara langsung menutup matanya seperti apa yang di lakukan leo, wajah semakin dekat, semakin dekat dan
Cup
Leo mendaratkan bibirnya di permukaan bibir Ara mereka berdua saling ******* dan tangan Leo langsung menelusup ke belakang leher ara, ia memperdalam ******n itu, semakin dalam cium*n itu semakin besar juga gairah mereka berdua.
Tangan Leo tak tinggal diam ia melepaskan cardigan Ara pelan namun tiba-tiba Leo tak sengaja menekan sesuatu hingga membuat cium*n itu terhentikan, Ara diam sambil merutuki dirinya sendiri dan Leo juga diam, apa yang mereka lakukan? Itulah batin mereka berdua.
"G-gue a-anu i-itu, ahh g-gue gantuk, gue duluan"
"Tunggu"- Leo memegang luka Ara hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Awws"- sepontan leo melepaskan cekalanya.
"Lo kenapa?"- tanya kaget ketika melihat lengan bagian atasnya berdarah.
"Ra kenapa berdarah" Ara menoleh dan benar saja lukanya itu berdarah, Ara juga lupa karena tidak mengganti perbannya.
...-o00o-...
Hoamm
Gadis dengan rambut di Cepol asal-asalan itu kini tengah menuruni tangga, dengan tangannya yang memegang pembatas tangga gadis itu terus melangkah menuju dapur.
"Haus banget gue"- minim cahaya yang ada di sana membuat ia tersandung dan untungnya ia tidak jatuh, sesampai di sana gadis itu mulai membuka kulkas dan langsung mengambil botol minum untuk ia bawa. Biasanya masing-masing kamar memiliki kulkas mini yang isinya minuman atau bahkan makanan ringan, tapi berhubung stoknya abis jadi mau tak mau mereka harus mengambilnya dari bawah.
"Dorrrr" sepontan holly menyemburkan air minum itu tepat di wajah vino, sedangkan vino ia diam dengan wajah basahnya.
"Ahhh sialan ngapain Lo ngagetin gue!!!"- holly menatapnya tajam vino yang sedang mengelap wajahnya.
"Jorok amat sih ly, bau menyan mulut lu"
"Kurang ajar!! Suruh siapa Lo ngagetin gue hah!!"
"Lo kira gue anjing"
"Kan Lo spesiesnya"
"Sialan!!"- holly memukul kepala vino keras hingga membuat sang empu kesakitan.
"Ly lama amat elahh"- ujar gadis dengan rambut pendek itu kini tengah berjalan ke arah mereka berdua.
"Ya sabar!!! Lama juga gara-gara si kutu kupret ini!!"- sembur holly sambil mengambil satu botol minum lagi.
"Lahh kenapa belum pada tidur lu pada!!"- tanya glora ngegas kala melihat Joshua dan aksara yang tengah berada di hadapan mereka.
"Gak tau gue, kayak ada yang aneh gitu"
"Di tempelin kali lu! Makannya kalo ngomong di filter dulu malihh"- cerca holly yang tengah berjalan menuju ruang keluarga.
"Minum yuk, dah lama gak minum gue"
"Sama gue juga, si Jake sama si Alvin mana?"- tanya vino.
"Tidur"- sahut aksara.
"Lu liat gih di bar, Masi ada gak?" Titah holly.
"Kalo gada"
"Liat dulu malihh"- tekan holly dan Joshua langsung pergi menuju bar, beberapa menit kemudian Joshua datang dengan tangan kosong.
"Gak ada holly cantik"- ucap Joshua.
"Ahh makasih loh udah bilang gue cantik, btw gue emang cantik sih"- ujarnya pede dengan menggibaskan rambutnya.
"Cacar bintik-bintik"- lanjut Joshua membuat holly mendelikkan matanya.
"Buta mata Lo!"
"Ara bakalan marah gak si kalo kita kesana?"- tanya Glora.
"Gak bakalan, ambil aja kali"- ujar holly sambil memakan cookies yang ada toples.
"Kata siapa?"- tanya vino
"Kata gue, budek ya Lo"
"Ara gak masalah kalo kita minum asalkan jangan sampe teler"- lanjut holly.
"Yauda Lo yang ngomong berarti lu yang ambil"
"Kok gue sihh, Lo yang mau minum napa gue yang jadi babu"
"Nanti juga Lo minum"- ujar aksara sambil menyebat rokoknya. Dengan jengkel holly langsung berdiri dan berjalan ke arah penyimpanan alkohol.
"Jangan di diemin terus dong ih sakit"- holly berhenti di rak-rak buku itu.
"Lagi ngapain?"- gumam holly,karena kepo ia akhirnya menempelkan telinganya.
"Pelan-pelan Yo!!"
"Awhh sakit"
"Ini gue udah pelan, kata gue juga di diemin dulu bodoh"
"Ya gak usah ngatain juga"
"Iya maaf,enak gak?gak sakit kan?"
"Enak awh, sakit bodoh!"- holly membulatkan matanya terkejut.
"Mereka lagi omaygat, gue bakalan punya ponakan haram?"- buru-buru holly balik arah, sedangkan di ruang tamu mereka menatap holly dengan tatapan heran.
"Mana minumannya?"- tanya Joshua.
"Houss houss houss, minuman gak penting, yang penting sekarang itu di ruang alkohol si leo ngan* si ara, buruan keburu jadi anak"- aksara berlari dan berhenti di tembok-tembok yang isinya rak-rak buku.
"Dimana!"
"Itu di situ"
"Are you kidding?"- tanya aksara tak percaya.
"Itu ada pintu bodoh!! Pintu rahasia"- tunjuk holly dengan berbicara pelan.
"Hustt diem dengerin deh!"
"Lo sih pake berceceran segala!!"
"Lap yang bener, nanti ketauan gimana?"
"Nah kan udah beres ngan*nya"- tutur holly.
BRAKK !!
Dua sejoli yang tengah melakukan kegiatannya itu terkejut, bahkan mereka di kejutkan lagi oleh Ara yang sedang memakai cardigan dan leo yang mengelap lantai. Buru-buru aksara langsung menarik kerah baju Leo marah.
"LO APAIN ADEK GUE BRENGSEK!!"- ujar aksara murka.
BUGHHH!!
"Gue gak apa-apain dia sa!!"- bela leo sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.
"Lo apa-apaan sihh hah!! Maen pukul orang sembarangan!"- ujar Ara sambil menarik paksa tangan aksara yang ada di kerah baju leo.
"Tapi dia udah lecehin Lo!!!"- bentak aksara, Ara marah karena ia tak suka di bentak,
"LECEHIN DARI MANANYA HAHH!!!"- ujar Ara.
"Udah-udah HEHH!!"- relai Joshua.
"Malu Ama tetangga woy"
"Lo kira gue bodoh!"- ujar aksara.
"YAHH LO BODOH!!! BODOH BANGET!!! YOU IDIOT!!!"- pekik ara.
"Lo belaian dia!! Dia yang udah perk*sa Lo!!"
"PERK*SA!!! BUTA MATA LO!!! KALO DIA PERK*SA GUE, GUE UDAH BUNUH DIA DI TEMPAT!!"
"gak usah jadi pahlawan buat gue, gue gak butuh !!"- tekan Ara sekali lagi, setelahnya Ara langsung pergi meninggalkan mereka.
"Lo sih penyebabnya!"- ujar Glora kepada holly sedangkan holly diam karena merasa bersalah.
"Lo tadi ngapain Adek gue?"- tanya vino hati-hati takutnya ia akan menjadi samsak oleh leo.
"Gue? Gue abis ngobatin si Ara, tuh kotak p3k. Jadi gak usah nuduh sembarang, gue juga tau batasan!! So buat apa Lo marah?"- tutur leo ia merasa menyesal karena telah mengucapkan banyak kata. Sangat melelahkan.
TBC