THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 15 (revisi)



.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa ikuti author 🤗...


...Dan tinggalkan jejaknya!...


...Sekalian votenya ya.....


...⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️...


...*PART INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN HARAP BIJAK DALAM MEMBACANYA!!!*...


...TERIMAKASIH...


Sedangkan di sisi lain seorang gadis dengan wajah yang sangat pucat dan kulit yang kini mulai menguning kini tengah mengendarai mobil Lamborghini Aventador hitam miliknya, ia adalah Ara. Setelah mendonorkan darah Ara langsung pergi meninggalkan rumah sakit, di karenakan kepalanya yang terasa sangat berat.


"Kenapa kepala gue makin lama makin pusing"- gumamnya sambil memegangi kepalanya, dengan kecepatan penuh ara mengemudikan mobilnya dan untungnya jalanan sangat sepi, bahkan sudah sangat sepi.


Di tengah perjalanan Ara melihat seorang gadis yang sedang di lecehkan oleh segerombolan laki-laki, gadis itu sesekali menghindar dari tangan nakal mereka, tapi laki-laki itu malah memukulnya sehingga gadis itu tersungkur ke aspal ia juga sesekali mundur kebelakang saat laki-laki tersebut maju.


Ara langsung membunyikan klakson mobilnya panjang dan menyorot Lampu mobilnya ke arah mereka, Ara berdecak kesal ketika melihat segerombolan laki-laki itu, mereka adalah orang yang tadi menyerang sekolahannya.


"Anj*Ng!"- pekik mereka ketika mendengar klakson mobil Ara dan lampu mobil yang menyoroti mereka, Ara langsung turun dari mobilnya walaupun kepala Ara sangat pusing, wajahnya pucat dan tubuhnya pun lemas, tapi Ara masih bisa menutupinya.


Setelah turun Ara langsung berjalan ke arah segerombolan laki-laki tersebut, dengan gaya seorang leader Ara mendekati salah satu dari mereka yakni ketuanya miko


"Nyesel gue bebasin Lo pada dari penjara!"- ujar ara.


"Tanpa Lo bebasin juga, gue bakal bebas!!"- jawabnya


"Oh yahhh! Gue mau tahu siapa orang yang mau bebasin laki-laki banci kek lo!!!"- sahut Ara dingin, sambil menekan kata banci.


"Wahhh nantanggin ni orang, Lo bakalan nyesel setelah berurusan dengan dia!!"


"Tapi Lo yang bakalan nyesel!"- Ara langsung mendekati gadis yang kini wajahnya memar akibat pukulan yang mereka buat.


"T-tolong g-gue"- ujar gadis itu dengan sudut bibir berdarah.


"Berdiri!!"- titah Ara, gadis itu menurut dan berjalan ke arah ara, setelah mendekat ke arahnya, dengan gerakan cepat Ara langsung membalikkan tubuh gadis itu dan mendorongnya, kini gadis itu berhadapan dengan ketua geng tersebut"Pukul"- ujar ara, gadis itu menggelengkan kepalanya takut.


"You weak girl!"- ucapan Ara cukup menusuk ketika gadis itu mendengarnya, sudah cukup harga dirinya di rendahkan. "I'M NOT WEAK!"


BUGHH


Dengan mengumpulkan keberanian gadis itu langsung memukul wajah ketua geng tersebut hingga mundur beberapa langkah dan sudut bibirnya pun berdarah.


"Berani Lo sama gue!!!"- ujar Miko ketua geng Black wolf, Miko akan melayangkan Bogeman mentah ke arah gadis itu, tapi dengan cepat Ara menahannya.


"Hanya seorang banci yang berani kepada seorang wanita, jika Lo laki enyahlah dari hadapan gue sebelum Lo menyesel!"- ancam Ara dengan nada dinginnya, mereka menganggap perkataan Ara itu hanya angin lalu. Dan malah menyerang Ara bertubi-tubi dan untungnya Ara bisa mengalahkan mereka semua.


"Gue bakal buat Lo nyesel!!"- mereka langsung pergi meninggalkan Ara dan gadis itu.


"Thanks udah nyelamatin gue"- ujarnya.


"Gue gak nyelamatin Lo!"- sahut Ara acuh tak acuh, Ara berjalan menuju mobilnya berada,ia langsung mengeluarkan hpnya.


"Suruh semua anggota geng motor didikan gue ke markas!"- Ara langsung mematikan sambungnya, ia langsung membawa sesuatu yang berada di dalam mobilnya, setelah mendapatkannya ia langsung berjalan menuju gadis yang saat ini sedang terduduk di trotoar sambil memegang wajahnya yang terluka.


"Obatin luka Lo!"- ujar Ara sambil melempar kotak p3k ke arah gadis itu, gadis itu menerimanya dengan senang hati lalu mengobati wajahnya, Ara duduk untuk menemani gadis itu.


"Dasar lemah!"- sindir Ara, gadis itu langsung memberhentikan kegiatannya ketika mendengar cibiran ara."jika ada yang mukul lo atau apa-apain lo, Lo harusnya balas dengan apa yang mereka lakukan, bukannya menangis kayak orang lemah, kejahatan di balas dengan kejahatan, darah di balas dengan darah,kematian di balas dengan kematian"- nasihat Ara.


"Tapi Lo gak pernah ngerasain apa yang gue rasain!"- sahutnya.


"Justru gue pernah rasain semua penderitaan Lo, bahkan penderitaan Lo gak sebanding dengan penderitaan gue!"- ujarnya,orang itu mengangguk lalu menyerahkan kotak p3k ke kepada Ara tapi Ara ia langsung berdiri dari duduknya.


"Buang aja!"- ujar Ara lalu berjalan ke arah mobilnya.


Jujur Ara tidak suka jika barang yang sudah di berikan kepada orang lain, di berikan kembali kepadanya.


"Gue simpen aja ya,,"- sahutnya, Ara hanya mengangguk.


"Hmm, masuk mobil, gue buntuti Lo dari belakang"- ucap Ara lalu masuk ke dalam mobilnya, setelah itu mereka pergi, dan Ara ia membututi gadis itu hingga ke depan rumahnya.


...-o00o-...


Kini seorang remaja laki-laki tengah berada di ruang tengah ia sekarang sedang menunggu adiknya yang selalu membuatnya hawatir, alhasil orang yang kini ditunggunya sudah datang.


"Assalamualaikum"- salam gadis itu ketika memasuki rumah.


"Dari mana aja lo?"- tanyanya dan tatapan masih tertuju pada tv.


"Peduli apa Lo sama gue!"- sahutnya acuh.


"Jelas gue peduli karena Lo adik gue dan tanggung jawab gue"- ujarnya sambil mematikan tv dan berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arahnya.


"Gue bilang sekali lagi Lo dari mana aja!! Kenapa baru pulang jam segini, mau jadi apa Lo Hah?! keluyuran tengah malam mau ngejal*ng, ngelo*te, jual diri. dan wajah Lo kenapa lebam, buat onar lagi!! kalau sampai gua denger Lo masuk bk, gua gak segan-segan ngehukum Lo!!! "- ucapnya membuatnya gadis itu sakit hati matanya kini mulai berkaca-kaca.


" Lo nuduh gua buat onar,Lo bahkan gak pernah tahu lebam ini kenapa terus-menerus ada di wajah gua, dan Lo nuduh gua jual diri, serendah itu gua di mata LO!?,TERUS LO APA KABARR!!LO YANG GAK PERNAH PULANG-PULANG HAHH!! KEMANA AJA LO!!! LO MAU GUE NURUTIN KEMAUAN LO TAPI LO GAK MAU NURUTIN KEMAUAN GUE!!!" -bentak gadis itu.


Plakk


"Ngelunjak Lo ya!!"- ujarnya


"TAMPAR TERUS BANG TAMPAR, KENAPA GUE SELALU SALAH DI MATA LO....hiks...hiks"- ujarnya setetes demi setetes air matanya menetes."Semenjak mamah meninggal dan papah selalu sibuk, Lo selalu ngelampiaskan semua kemarahan Lo ke gue!!! Kenapa??!!! Hiks....hiks.... SEMUA ANCAMAN YANG LO BERIKAN ITU MEMBUAT GUE MENDERITA!, LO SELALU BERANGGAPAN BAHWA GUE ITU BIANG DARI KEMATIAN MAMAH!! LO GAK AKAN PERNAH TAHU RASA SAKITNYA BANG, LO HINA GUE!!, GUE DIAM, LO PUKUL GUE!!, GUE JUGA DIAM, kenapa bang?? kenapa??hiks....apa gue sehina itu??"- ucapnya.


"Lo gak akan tahu rasanya di posisi gue," sebelum melanjutkan perkataannya,vianca terlebih dahulu memotongnya.


"TAPI LO GAK AKAN PERNAH TAHU RASANYA DI POSISI GUE!! DIHINA,DICACI,BAHKAN LO GAK SEGAN MUKUL GUE PAKE BALOK KAYU,TONGKAT BAHKAN KACA, DAN LO BILANG LO GAK AKAN TAHU RASANYA DI POSISI GUE, TERUS APA KABAR DENGAN GUEEE!!!!!hiks...hiks... EGOIS LO BANG, LO BAHKAN MIRIP SEORANG IBLIS! "


BRUKKK


Remaja itu langsung mendorong tubuh via hingga membuatnya terjatuh, ia langsung berjongkok dan menatap gadis itu tajam"APA LO BILANG EGOIS SEMENJAK KEHADIRAN LO NYOKAP GUE MENINGGAL, GARA-GARA LO KELUARGA GUE HANCUR, SEMENJAK LO LAHIR KELUARGA GUE JADI SIAL, KENAPA LO LAHIR!!!! HAHH KENAPA!!!! DASAR PEMBAWA SIAL,BEBAN KELUARGA, GAK TAHU DIRI, ENYAH DARI SINI ANJ*NG"


BUGHH


Dengan refleknya Remaja itu memukul wajah Via karena emosinya yang sudah tidak terkontrol, setelah sadar remaja itu menatap wajah adiknya yang kini sudut bibir dan hidungnya berdarah, perlahan-lahan tangannya langsung memegangi wajah adiknya, tapi tiba-tiba gadis itu menghempaskan tangannya kasar.


"BUNUH AJA SEKALIAN GUE BANG BUNUHH, KENAPA CUMA DI PUKUL, SEKALIAN AMBIL PISAU TUSUK JANTUNG GUE BANGGG,HIKS..HIKS.., EMANG CUMAN LO DOANG YANG MERASA KEHILANGAN??! GUE JUGA BANGG GUE JUGAAA"- Gadis itu berdiri dan menghapus air matanya.


"GUE BENCI SAMA LO BANG!!! BENCI!!"- lanjut gadis itu lalu berlari menuju lift untuk pergi ke kamarnya.


"ARGRHHHHH"


PRANGGG


"Astaghfirullah,Den Leo kenapa?? Bertengkar lagi sama non via"- tanya ART nya, artnya hanya bisa membuang nafasnya lelah.


"Gak seharusnya Aden marahin non via bahkan memukulnya,non via hanya korban dalam semua itu non via masih kecil den dan gak tahu apa-apa!, tau gak den?? Kalau non via itu selalu nangis tengah malem, nungguin Aden pulang sampai dini hari, non via juga selalu menghawatirkan Aden"- ucapnya membuat Leo diam "Walaupun Aden selalu berbuat kasar sama non via tapi non via tetep merhatiin aden, non via juga suka diam-diam masuk ke dapur hanya untuk masak makanan buat aden"- lanjutnya


"Sebaiknya Aden pergi ke kamar non via lalu minta maaf, bibi cuma mau kasih pesan kalau mempunyai masalah selesaikan dengan kepala dingin, jangan sampai luapan emosi Aden membuat Aden menyesal"- ucapnya dan leo hanya diam saja.


...-o00o-...


Kini seorang gadis tengah terduduk sambil menangis dan memegang bingkai foto"kenapa??kenapa gue di lahirin kalau jadi pelampiasan! Hiks... hiks... Mah pah via kangen.... hiks..hikss, bang leo jahat, tapi via sayang, tapi bang leo egois sukanya nyakitin batin dan raga via,,,, mahh jemput via... Via udah gak tahan di sini!!!"- ujarnya sambil menangis.


Tok Tok Tok


"Gakda orang"- ujar via saat mendengar ketukan pintu kamarnya.


"Vi buka pintunya"- sahut Leo sambil mengetuk pintu kamar via, via hanya diam tak menyahuti.


"Gue tahu gue salah maafin gue, vi gue mohon maafin gue, gue cuma hawatir karena Lo pulang tengah malem gue gak mau kejadian itu terulang lagi, vi gue mohon bukain pintunya.... Gue tahu Lo marah dan benci sama gue, Lo boleh marah sama gue asalkan Lo harus maafin gue"- ujarnya di balik pintu.


...-o00o-...


Kini seorang gadis dengan baju yang di penuhi darah, kini tengah berada di ruangan bawah tanah dan di temani oleh tawanan yang akan ia siksa, bau amis yang sangat menyengat, hawa panas dingin menyertai ruangan tersebut, senjata tajam yang tertata rapih, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.


Cetarrr


Cetarrr


"AGRHHH"


"Berteriak lah sayang, suaramu merdu sekali"- ujarnya dengan suara yang sangat menakutkan, psikopat yang ada di dalam dirinya kini hadir, Gadis berwajah polos kini menjadi seorang iblis yang tak kenal ampun.


Srettt


Srettt


"Sepertinya saya harus membuat karya di punggungmu seperti tato yang terterap di sana"- ujarnya sambil menggoreskan pisaunya kasar hingga daging dan tulang korban tersebut terlihat sangat jelas.


"AGHRRR, CEPAT BUNUH GUE, JANGAN LAMA-LAMA NYIKSA GUEEE"- ujarnya.


"Sayangnya saya sedang tidak ingin terburu-buru, kenapa??karena saya ingin mendengar irama yang kau berikan seperti apa??? Gue adalah anak donatur terbesar di sekolah b'f school"- bisiknya, Ara langsung menuju meja dimana terdapat senjata tajam dengan berbagai jenis tersimpan di sana. Tapi tujuan Ara bukan mengambil senjata tajam itu melainkan ia mengambil garam untuk ia olesi ke arah luka korban.


"Sedikit garam akan membuatmu bernyanyi"- ujar Ara perlahan demi perlahan Ara langsung mengolesi garam ke arah tubuh korban yang terluka.


"Akhhh, gue mohon bunuh guee, MOMMY SAKITTTT"- lirihnya sedangkan Ara hanya sibuk mengolesi garam tersebut.


"Maaf nona menganggu, semua anggota geng motor didikan anda sudah datang"- ujar salah satu anggotanya, ia tak sanggup menatap wajah ketuanya karena menakutkan.


"Suruh mereka kesini, oh ya satu lagi bawa potongan tubuh yang di sana lalu berikan kepada anak-anak saya"- ujar Ara sambil menunjuk potongan tubuh tawanan yang sempat ia bunuh tadi, pria itu mengangguk lalu mengambil Gerobak Artco.


Setelah pria itu keluar, Ara melanjutkan kegiatannya, berbeda dengan orang-orang yang saat ini sedang menunggu leadernya datang, mereka datang dengan wajah gusar, cemas dan hawatir karena untuk pertama kalinya mereka datang ke markas ROF-5, mafia terkejam di dunia.


Takut mereka kini menjadi-jadi ketika melihat Gerobak Artco yang isinya potongan tubuh manusia yang masih segar. Dan di sana datanglah Glora,Holly,Jeno dan Lionel lalu wakil ketua Rof-5 yakni Ervin.


"Tuan Ervin"- salam mereka sambil menunduk dan Ervin hanya tersenyum tipis.


"Wahh ada si jagoan nih"- sindir holly kepada salah satu geng motor tersebut, orang itu merasa tersindir langsung menundukkan kepalanya takut, menyesal dan cemas.


"Ara mana?"- tanya Glora dingin"nona Ara sedang berada di ruangan bawah tanah, dan nona Ara juga menyuruh geng motor didikannya pergi ke sana"- ujarnya.


"Seriously!!"- ujar holly tak percaya bahwa Ara mengizinkan geng motor didikannya ke ruang bawah tanah, dulu ara tidak pernah mengizinkan siapapun datang ke ruang bawah tanah (ruang penyiksaan). terkecuali itu adalah anggota Rof-5.


"Mayat itu siapa?"- tanya Ervin


"Ini dari tahanan 4.562, saya permisi"- sahutnya lalu pergi.


"Tuan Ryan Camelo"- ujar Jeno


"orang baru??"- tanya Ervin


"Kemana aja lu"- sahut Glora,holly dan lionel, mereka langsung menuju ruang bawah tanah bersama geng motor didikan Rof-5.


Blashh


Kaki mereka semua melemas ketika melihat Ara menebas leher korban dengan sekali tebasan, tapi berbeda dengan mereka berlima mereka seperti biasa saja, bahkan saat ini Ervin sedang menginjak kepala manusia itu seperti bola.


"Dua orang loh Ra"- ujar Ervin sambil menendang kepala tersebut.


"Nyokapnya mika?"- tanya Glora lalu ara menaikkan alisnya.


"Kenapa bukan anaknya dulu?"- tanya jeno


"Berisik banyak bacot"- ujarnya acuh.


"Ra Lo ngapain manggil mereka?"- tanya Lionel sambil melihat ke arah geng motor didikan Rof-5, Ara menatap sekumpulan orang yang di tunjuk lionel.


"Masuk!"- titah Ara kepada mereka dan mereka mengangguk lalu masuk, ketika masuk mereka mencium aroma yang membuatnya mual, apa lagi melihat organ-organ tubuh manusia yang keluar.


"Glora, holly kulitti"- titah Ara dan gadis itu mengangguk tapi berbeda dengan holly ia malah komplen dan membuat ara kesal"gak seru Ra dah mati, gimana kalau gue bapaknya aja"- ujarnya.


"Etss etss bapaknya bagian punya gue Ama si Jeno dong! Vin Lo mau gak??nanti kita bagi tiga"- ujar Lionel


"Buat Lo aja gue lagi tobat"- ujar Jake sambil duduk di atas meja.


"Kalau gitu gue si mika aja ya Ra!"- ujar holly


"Emang dia masih utuh??"- tanya Ervin


"Masih napa?? Mau Lo Nana Nina, dia demennya Ama yang gede loh, punya Lo kan gede"- celetuk holly.


"Ashiap santuy"- sahutnya semangat.


"Dih gila katanya mo tobat lu"- ujar Jeno


"Rezeki gak boleh di tolak, nanti mubazir"- sahutnya.


"Makanan kali ah, mubazir"- koreksi Lionel.


"Bisa diem!!!, ikutin aja tugas Lo pada"- ujar Ara yang kini sudah muak.


"Berbaris sesuai nama geng kalian cepat"- mereka sudah berbaris sesuai nama gengnya"Jika kalian takut jangan melihat kebelakang saya"- ujar Ara ketika melihat wajah takut mereka ketika melihat orang yang sedang di kulitti oleh Glora dan holly, lalu melihat jeno dan lionel yang kini sedang menyiksa korban.


Ara menghitung geng motor didikan Rof-5 yang ternyata kurang 4 geng"kemana yang lainnya?"- tanya Ara sedangkan mereka menggelengkan kepalanya karena tak tahu apa yang Ara katakan.


"Bang Vin lu tahu tempat gak, kalau mau buka jangan di sini!!"- tegur holly ketika melihat Ervin yang sedang anu dengan mika.


"Lupa gue!,mana kunci Ama borgolnya??"- Lionel langsung melepar borgol ke arah Ervin yang di tangkap dengan sempurna,"ayo sayang kita pindah"- ujar Ervin ketika sudah melepaskan rantai dari tubuh mika, lalu memborgolnya. Tapi walaupun tubuh mika banyak luka dan darah tapi Ervin tetaplah Ervin ia tak mandang fisik asalkan ia puas.


"Kalian tahu siapa saya??"- tanya Ara kepada mereka dan mereka mengangguk.


"Baguslah, terus black wolf apa kalian mengenal saya"- tanya Ara sambil berjalan ke arah geng motor black wolf.


"Satu tahun lalu kita pernah bertemu, Apa kalian semua sudah tidak mengenali saya lagi?? Apa kalian punya penyakit pikun?? JANGAN MENUNDUK TATAP MATA SAYA!!"- ujar Ara membuat semua orang kaget,"semua maju ke depan dan berjajar lah" mereka mematuhi ara"- Ara maju menatap satu persatu Anggota black wolf.


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


Dan memukul mereka semua hingga meninggalkan luka memar"SAYA MENDIDIK KALIAN UNTUK MENJADI ORANG!! BUKAN JADI SEORANG BINATANG!! SAYA MUNGUT KALIAN AGAR KALIAN BISA MENCONTOHKAN PERILAKU YANG BAIK, UNTUK JUNIOR-JUNIOR LO NANTI!! KALIAN DENGER!!"- ucap Ara dingin dan tegas, membuat mereka yang ada di sana takut.


"Mulai dari sekarang motor-motor dan fasilitas kalian akan saya sita!Itu cuman beberapa saat tapi kalau kalian mengulanginya lagi saya tidak akan segan-segan ngeluarkan kalian dari Geng motor didikan saya atau bahkan mengurung kalian seperti tawanan yang tadi kalian lihat!PAHAM!" ancam Ara dan mereka mengangguk paham bahkan sangat paham.


Drrtt Drrttt Drrttt


Hp Ara berdering mau tidak mau Ara harus mengangkatnya karena itu dari alvin


"Hallo"


"....."


"Gue di mini market, bentar lagi gue pulang!"- Ara langsung mematikan sambung telponnya"Ervin....ERVIN..ERVIN"- panggil ara.


"Ra si Ervin lagi buat dedek bayi jangan ganggu"- ujar Lionel"lu pada beresin semuanya oh ya si mika jangan sampai mati!"- ucap Ara lalu matanya beralih pada geng motor didikannya"UNTUK KALIAN SEMUA JUGA JANGAN PERNAH SEPERTI BLACK WOLF, INGAT KATA-KATA SAYA JIKA KALIAN MELAKUKAN HAL YANG SAMA SAYA TIDAK SEGAN-SEGAN UNTUK MEMISAHKAN KEPALA DARI TUBUH KALIAN!!!! INGAT ITU!!!BUBAR!!"- ujar Ara dan mereka langsung pergi meninggalkan ruang penyiksaan.


Drrtt drrttt drrttt


Ara menatap hpnya yang kembali berbunyi dan terlihat jelas nama vino di sana, Ara kesal karena Adik kakak ini yang selalu mengganggunya.


"BENTAR LAGI GUE PULANG ANJ*NG"- Ara langsung memutuskan sambungannya dan pergi ke ruang pribadi, sedangkan di ruang bawah tanah mereka terkejut ketika mendengar teriakkan Ara"Ini ko Ngamok"- ujar mereka.


...TBC..........


...See you next time 🤗...