
...⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️...
...*PART INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN HARAP BIJAK DALAM MEMBACANYA!!!*...
...TERIMAKASIH...
"Bunuh siapa Ra??"- tanya Alvin yang baru saja masuk ke dalam ruangan Ara, bersama dokter,Leo dan lainnya, mereka bertiga langsung kaget akan kehadiran Leo dkk.
"Bunuh?bunuh siapa?"- tanya Joshua sambil memiringkan kepalanya.
"I-itu, o-orang a-anu mmm yah orang yang buat Ara begini, greget gue jadinya pen bunuh, ya kan holly"- ujar Glora sambil menatap tajam holly.
"Gue?"- gumam holly sambil menunjuk dirinya,
"jawab any*ng"- balas Glora.
"Iya, bener kata Glora"- ujar holly, membuat Glora dan Ara menepuk jidatnya.
"Lo bertiga nggak menyembunyikan sesuatukan?"- tanya Alvin karena ia merasa sangat aneh ketika melihat gerak-gerik mereka bertiga, sedangkan mereka bertiga langsung menggelengkan kepalanya.
"Ini semua salah si aksara, bener-bener tu anak!!liat aja nanti habis dia sama gue"- ujar vino, oh ya hubungan antara vino dan aksara sangatlah buruk, vino selalu saja berkelahi dengan aksara sampai babak belur, karena vino belum bisa menerima kenyataan bahwa aksara adalah kakak sepupunya, sekaligus kakak kandung Ara yang selama ini membuat Ara menangis bahkan menderita.
"Udah deh Vin, gak usah kayak gini!"- peringat Joshua.
"Apa perlu gue tendang Lo pada dari sini?!"- ujar leo dingin, dan seketika mereka langsung terdiam. Setelahnya dokter itu langsung mengecek keadaan Ara.
"Apa kepalanya masih sakit?"- tanya dokter itu.
"Mau ngerasain?"- tanya sinis Ara, dengan cepat dokter itu menggelengkan kepalanya, setelah 5 menit memeriksa kondisi Ara dokter itu langsung keluar, dan tak lupa dokter itu juga langsung memberikan resep dokternya.
...-o00o-...
Sementara di sisi lain, tepatnya di ruang bawah tanah terdapat suara cambukan dan ringisan yang sangat nyaring yang terdengar di semua penjuru ruangan tersebut. Bau anyir yang sangat menyengat, ruangan pengap dan bau, senjata tajam berbagai jenis yang tertata rapi, dan jangan lupakan ruangan yang panas dingin yang menambah kesan seram apalagi di sana terdapat pajangan kepala manusia dan hewan yang sengaja ara tempelkan di dinding,setelahnya toples yang berisi tangan, dan jari-jemari orang-orang yang telah meninggal.
Di ruang bawah tanah juga terdapat Ervin,Lionel dan Jeno kini tengah berada di sana, dan ervin juga kini sedang mengintrogasi seorang gadis yang saat ini sedang Lionel siksa dengan cara di cambuk dengan menggunakan ikat pinggang.
CTARR
CTARR
CTARRR
"ARGHHH, BERHENTI"- seolah-olah tuli, Lionel tidak memperdulikan teriakkan gadis itu, dan ia malah menggila mencambuk gadis itu layaknya hewan,kini seluruh tubuhnya juga terdapat banyak luka robek hingga mengeluarkan darah segar.
"Lionel stop, kalo ni anak mati kita gak akan dapat informasi, dan hal ini akan sia-sia"- ujar Jeno
"Tapi karena setan satu ini, Ara koma!! Biadab"
PLASHHH
"ARGHHH"
"LIONEL UDAH!!!"- teguran keras dari Ervin membuat Lionel memberhentikan kegiatannya ia langsung mengusap wajahnya kasar, Setelahnya Ervin langsung mencengkram dagu gadis itu hingga kuku-kukunya menusuk ke kulit gadis itu.
"Lebih baik anda sebutkan siapa dalang dari semua ini?dan kesempatannya anda bisa bebas"- ujarnya dingin, bukannya takut gadis itu malah tersenyum miring.
"Kalo bisa bunuh orang, kenapa gak langsung bunuh gue,lagian juga si Ara udah mati"- ujarnya dengan wajah yang di penuhi oleh luka. mendengar nama Ara,Lionel langsung berjalan ke arah gadis itu geram,namun Jeno terlebih dahulu menahannya.
"Diem"- tekan jeno, sedangkan Lionel langsung menghempaskan tangan Jeno kasar.
"Kesempatan terakhir!siapa yang suruh Lo?"- tanya bryan geram, dan ia juga langsung menodongkan senjata api ke arah kepalanya, dan gadis itu malah tertawa hal itu membuat mereka berempat semakin marah.
"Semoga kau dapat ampunan di sana"- ujar Bryan yang akan menembakkan peluru ke arah kepalanya tapi...
"Ternyata kau sangat setia pada bos mu"- ujar seorang gadis cantik yang saat ini kepalanya masih di balut oleh perban, gadis itu berjalan dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya.
"Araa"- pekik mereka terkecuali Ervin.
"A-ara b-bukanya"- ucap gadis itu, Ara langsung menempelkan jari telunjuknya ke arah bibirnya"ssst"
"Kenapa gue masih hidup? Karena Tuhan masih sayang sama gue, jadi gue masih di beri kesempatan hidup untuk membasmi para hama terutama orang munafik"- jawab Ara sambil berjalan menuju api unggun yang ada di sana, dengan berjalan perlahan Ara ia mengambil salah satu besi yang memang sengaja di panaskan untuk menyiksa orang-orang di sana.
"Mungkin seseorang bisa menahan rasa sakit, tapi apa mungkin seseorang bisa menghindari rasa takut?"- ujar Ara sambil meniupi besi panas itu.
"Gue pernah kasih satu kesempatan sama Lo, dan Lo tau gue orangnya gak suka memberikan kesempatan untuk yang kedua kalinya, dan sekarang gue kasih kesempatan itu buat Lo, kalo Lo mau memberitahukan dalang dari semua ini gue bebasin Lo kalo gak....."- ucap Ara sambil berjalan ke arah gadis itu dan jangan lupakan Ara juga membawa besi yang sangat panas.
"Mimpi!!! Lebih baik gue mati"
"sure? Bawa dia kesini"- perintah Ara,salah satu anggota Rof-5 langsung menyeret seorang perempuan yang saat ini wajahnya di tutupi oleh kantung hitam, dan hal itu juga langsung menyita perhatian mereka yang ada di sana.
"Karina putri Larasti"- ucap Ara, hal itu membuat viona kaget kala Ara menyebutkan nama adik kesayangannya yang selama ini ia tutupi.
"Siapa Lo yang sebenarnya???."- Ara yang mendengar itu langsung tersenyum miring.
"Mau tau?"
"Gue Flara, leader Rof-5 yang Lo hianati!!! Dan Lo tahu? sekarang Adik Lo bakalan gue bunuh dan hal itu bukan apa-apa bagi gue, oh ya Lo tahu gue gak suka di hianati!!! Sekali aja Lo hianati gue, dan di saat itu juga semua keluarga lu kena imbasnya"- ujar ara sambil tersenyum miring, lalu ia membukakan kain hitam yang menutupi kepala Karina, Ara dengan kasarnya langsung melepas paksa lakban yang menutupi bibirnya
"K-kakak vio"- lirih Karina, viona hawatir ketika melihat wajah karina yang terdapat banyak lebam di sekujur area wajahnya.
"Jangan sentuh adik gue!!!"- sarkas viona, ketika Ara menjambak rambut adiknya dan Ara langsung melepaskan jambakannya dan berjalan ke arah viona ia langsung membisikkan sesuatu.
"Kenapa gue gak boleh sentuh adik Lo? Lo tau? Adik Lo udah gak suci lagi, why?because I ordered my men to rape your sister.... Exciting bukan?? "- ujar Ara sambil tersenyum miring.
~Indo sub: karena saya menyuruh anak buah saya untuk memcubui adik anda...seru bukan??~
"BIAD*B,SIALAN!!TERKUTUK LO ARA!!!"- ujar viona sambil memberontak dan Ara tidak memperdulikan sumpah serapah viona ia malah berjalan ke arah Karina dan mulai menjambak rambutnya kembali lalu ia juga langsung menodongkan besi panas itu tepat di depan kedua mata Karina, perlahan-lahan besi panas itu langsung mengenai bulu mata lentik milik Karina hingga terbakar hangus.
"Kak vio"- lirih Karina
"LEPASIN ADIK GUE SIALAN!!!"- viona sedari tadi memberontak agar bisa terlepas dari tali yang mengikat tubuhnya. Perlahan tapi pasti besi panas itu mulai mendekat ke arah bola mata Karina, tetesan air mata Karina terus menetes karena panas.
"Kak vioo"
"Gue mohon Ra... Lepasin adik gue, setelah itu gue akan beritahu siapa orang di balik semua ini"- Ara langsung memiringkan kepalanya lalu menjauhkan besi itu dan beralih menatap wajah viona.
"So??"- tatapan Ara menajam, viona yang di tatap seperti itu langsung membuang nafasnya, antara takut kehilangan adiknya, dan takut akan tatapan ara.
"Sumpah gue gak tahu namanya, tapi orang yang suruh gue itu mempunyai perusahaan BL'Crop"- ujarnya, pengakuan viona membuat Ara tersulut emosi.
"Terus kenapa Lo terima tawarannya!!!, apa bayaran yang gue kasih kurang!!"- ujar Ara yang saat ini tersulut emosi.
"Bukan itu, gue Nerima itu karena gue masih dendam sama Lo karena Lo,gue kehilangan kakek gue"- lanjutnya
"KAKEK LO MATI KARENA SERANGAN JANTUNG BEGO, BUKAN GUE TABRAK!DAN LO TAHU KELUARGA LO UDAH GUE KASIH 1M!!!, DAN LO TAHU APA YANG DI LAKUKAN OLEH KELUARGA LO!!!MEREKA TERIMA DUIT GUE DENGAN SENANG HATI"- ujar Ara dengan mata yang memerah karena tersulut emosi dan jangan lupakan Ara juga mendorong kepala Viona dengan jari telunjuknya. Ara ia langsung kembali menjambak rambut Karina.
"Tahanlah ini akan sedikit sakit"- Ara langsung menempelkan besi panas itu ke arah kedua matanya.
"AGRHHHH KAK VIOO PANASSSS"- teriak gadis itu sambil memberontak.
"DIAMM!!!"
"HIKS..SAKIT...UDAHH...BUNDAA...."
"ARA JANGAN SIKSA ADIK GUEEEEE, UDAHHH"- teriak viona sambil memberontak, dan viona juga ia menangis kala adiknya di siksa.
"UDAHHHHH"
"BUNDAAAA"
"AKHHHHH...HIKS..."
"UDAHHH"- Ara dengan senyuman bahagianya langsung melepaskan besi panas itu, yang tadi di tempelkan ke arah matanya.
"Kak vio sakit...hiks..hiks...bunda.."
"Karina..."- lirih viona sambil menatap wajah karina yang saat ini matanya pecah dan berair, dan Karina juga kini tak bisa melihat.
"Sakit.. kak vio, tolongin Karina!!"- ujar karina, karena matanya sangat sakit.
"APA YANG LO LAKUKAN SAMA ADIK GUE, SIALAN!!"- Teriak viona, Ara langsung mengambil salah satu barang.
Bugh
Ara memukul wajah viona dengan menggunakan tongkat besi tadi, hingga membuat mulutnya mengeluarkan cairan berwarna merah, Ara tersenyum puas kala viona memuntahkan darah dari mulutnya.
"Darahh...."- ujar Ara yang menggila kala melihat darah yang di keluarkan oleh viona.
"DASAR PSIKOPAT, BIADAB SEMOGA LO GAK BAHAGIA!!"- Bukannya kapok dan diam, viona malah meneriaki Ara lagi, hal itu membuat Ara tersulut emosi.
"Skin"- perintah Ara kepada jeno, seketika wajah viona menjadi pucat pasi.
"Mana janji Lo buat ngebebasin kita berdua!!!"- ujar viona.
"Patient, dear"- ujar Ara ia langsung menuju meja dimana terdapat senjata tajam, setelah mendapatkan apa yang ia mau,Ara langsung berjalan ke arah karina.
Dengan perlahan Ara langsung menggoreskan pisau lipat itu di area pipinya, darah segar langsung mengalir begitu saja, sakit dan perih bersatu hingga membuatnya meringis kesakitan. Sayatan kecil yang Ara buat membuatnya menangis.
Srettt
Srettt
Srettt
"Arghhhh sakitttt"- Karina sedari tadi mengerang kesakitan dan viona ia juga sedari tadi memohon kepada Ara agar berhenti tapi Ara ia malah asik menggoreskan pisau itu.
"Udahh.... Kak vio.... arghhhh....s-sakitt"
"Ara gue mohon udah gue mohonnnn"- ujar viona.
"Wahhh"- ujar Ara sambil berdiri dan membuka mulutnya lebar, karena melihat maha karya yang ia ciptakan di kulit manusia langsung.
"Coba kalo gue potong jari-jarinya terus gue jadiin gantungan kunci, coba aja dah"- Ara berjalan menuju meja dan ia langsung mengambil pedang yang sangat tajam hingga tak sengaja melukai jarinya.
"Yah berdarah"- ujar Ara sambil menatap tangannya yang berdarah, lalu menghisapnya dan melukai bagian jari lainnya lalu menghisapnya lagi.
"Ara!!"- tegur Ervin kala Ara melukai dirinya sendiri, Ara tak memperdulikan Ervin dan langsung berjalan menuju Karina, perlahan-lahan ia langsung memotong jari-jemari Karina.
"ARGHHHHH"
"BERHENTI"
"ARA GUE MOHON UDAHHH"- Teriak viona dan Ara malah asik memotong jari-jemari Karina dan bahkan tangannya.
"ARA UDAHHH GUE MOHONNN, PANTES AJA NYOKAP LO KOMA KARENA INI KELAKUAN LO!!!"- Ara memberhentikan kegiatannya dan beralih menatap mata viona dan.
Blashh
Sebuah pedang langsung memisahkan kepala Karina dari tubuhnya, Ara langsung memejamkan matanya untuk merendamkan emosinya, dan jangan lupakan seluruh tubuh Ara banyak noda darah bahkan wajahnya pun.
"KARINAAAAAA"- viona yang melihat itu langsung lemas, air matanya langsung menetes begitu saja kala melihat adik kesayangannya yang di bunuh oleh ara,di depan matanya,sendiri
"APA YANG LO LAKUIN HAH!!! KENAPA HARUS ADIK GUE YANG DI BUNUH.... HIKS KARINAAA.....BUNUH GUEEE RAAAA BUNUHHHH!!!"- teriak viona. Dengan seluruh tubuh yang terkena cipratan darah Ara dengan santainya berjalan ke arah viona,dengan cepat Ara langsung mencengkram kuat pipi viona hingga mengeluarkan darah karena kuku panjang Ara menusuk ke dalam kulit.
"Gak usah teriak-teriak,This is the result of you bringing my mother with you"- tekan araa.
~Indo sub: ini akibatnya Lo bawa-bawa nyokap gue.~
"Kenapa Lo lakuin ini sama gue,Hiks... Yang salah itu gue bukan adik gue,,,,kenapa Lo bunuh raa... Adik gue salah apa?...hiks... Gue gak punya siapa-siapa lagi Ra.."- ujar viona sambil menangis.
"Gak usah ngeluh sama gue!"
"Robek sebagian kulitnya"- perintah Ara sambil melempar pisau lipat ke arah jeno, ketika Ara akan melangkah hp Ara berdering, mau tak mau Ara mengangkatnya.
"Hallo"
^^^"Lo dimana sih anj*ng,cepetan pengap gue di ruangan Lo, ini lagi si Leo dari tadi ngetuk-ngetuk pintu, dan Lo tahu sekarang keluarga besar Lo datang raa,cepetan aelah, ngapain aja sih Lo di sana!!!balik cepet!"-^^^
Ara langsung mematikan sambungan teleponnya,karena sangat pusing mendengar ocehan holly, dan yah kenapa Ara bisa ada di sana???
Flashback on
Beberapa menit setelah Ara di periksa leo dkk langsung pergi ke apotek untuk membeli beberapa obat untuk Ara, sedangkan Ara dkk mereka bertiga kini sedang membicarakan dalang dari balik kecelakaannya Ara.
"Gue yakin pasti ni biangnya si Bianca atau si mak lampir itu!!"- ujar holly dengan wajah kesalnya.
"Gak usah soudon pamali"- tegur glora
"Viona putri Larasti"- gumam Ara dan perhatian mereka berdua langsung beralih pada Ara yang saat ini sedang menatap layar laptopnya, mereka berdua berjalan menuju ke arah Ara dan mereka berdua juga langsung menatap layar laptop Ara.
"What?"- pekik mereka berdua kaget
"Jadi Dia ketua gangster DD(Diamond Devils) yang waktu itu serang markas sebelah selatan kan?"- ujar holly.
"Jadi Lo mau ngapain?"- tanya Glora Ara hanya berjalan menuju jendela besar dan ia langsung menatap pemandangan jalanan kota Jakarta.
"Karina putri Larasati??"- tanya holly bingung ketika menatap nama yang ada di dalam layar laptop tersebut.
"Karina putri Larasati Adik kandung ketua DD, yang selama ini di sembunyikan dari publik"- ucap Ara sambil menyalakan rokoknya.
"Gak usah ngerokok elah, baru juga bangkit dari koma"- Tegur Glora.
"Tapi kenapa si viona nyembunyiin soal adiknya?"- tanya holly.
"Dia gak mau adiknya kenapa-kenapa, sama halnya sama gue, gue gak mau momy gue kenapa-kenapa"
"Udah ah gue mau keluar pengap gue di sini, jadi Lo holly gantiin posisi gue, sampe gue balik dan pintu kunci aja, dan holly ganti baju lo"- lanjut Ara sambil berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian, selang beberapa menit Ara keluar dengan menggunakan celana jeans dan kemeja putih, dan jangan lupakan Ara juga memakai masker.
"Glora Lo keluar"- titah Ara
"Lah gue di sini sendiri dong, gada gada Glora Lo tetep di sini!"- ujar holly
"50jt"
"Deal"- ujar mereka berdua hal itu membuat Ara memutarkan bola matanya.
"Soal duit cepet Lo!"
"Duit memang bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan duit"- ujar holly.
"Hilih bicit"
"Glora nanti Lo keluar, dan kalo ada yang nanyain,gue tidur gak boleh di ganggu gugat!"- ujar Ara dan ia langsung pergi menuju jendela besar di ruangannya.
"Terus Lo keluar gimana?"- tanya Glora, dan Ara langsung berjalan menuju ke arah jendela besar tersebut.
"Wah jangan ngadi-ngadi lu jadi orang!!"- ujar holly kala melihat Ara yang sedang membuka jendela lalu menaiki jendela tersebut.
"Turun Ra.. inget dosa Napa sih lu"- cecar holly
"Sekarang"- mereka berdua kaget kala Ara langsung menjatuhkan diri dari atas gedung, dengan cepat mereka berdua langsung melihat Ara yang sedang terjatuh di atas trampoline.
"Gue gapapa"- ujar Ara dengan mengacungkan jempolnya ke arah sedangkan mereka berdua langsung bernafas lega.
"Anak siape sih!!!"- geram glora.
"Jantung gue tadi pindah ke ginjal"
...-o00o-...
Kini Ara sedang berada di dalam mobil, ia juga kini tengah memantau seseorang yang akan ia culik, mata elang Ara tak lepas dari seorang gadis yang kini tengah membuang sampah.
"Now"- ujar ara.
Ara tersenyum puas kala gadis itu di pukul dengan balok kayu hingga pingsan dan para anggotanya pun langsung membawa gadis itu kedalam mobil.
"Jangan pernah bermain-main dengan ku! Viona!"- gumam Ara, ia langsung memakai kacamata dan pergi menjauh menggunakan mobilnya.
TERIMAKASIH BANYAK KEPADA KALIAN PEMBACA SETIA CERITA THE QUEEN OF LEADER MAFIA WALAUPUN CERITANYA GAK MASUK AKAL, ABSURD DAN GAK SESUAI EKSPEKTASI KALIAN APALAGI BANYAK TYPO. DAN SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF KARENA KALIAN NUNGGU LAMA UPDATENYA THE QUEEN OF LEADER MAFIA🙏🙏🙏🙏
AUTHOR BAKALAN UPDATE YANG BANYAK BUAT KALIAN, MUNGKIN GAK JANJI HEE.....