
Angin malam yang begitu dingin menerpa tubuh atletis dari seorang pria yang sedang berdiri di balkon dan menatap langit yang di sinari oleh bulan dan di hiasi oleh bintang. Tepukan di pundaknya membuat pria itu menoleh.
"Nak"
"Masuk Bun di sini dingin"- ucap pria itu membuat wanita itu menatapnya sendu.
"Maafin bunda, bunda gak bisa belain kamu"- ujarnya membuat pria itu menatapnya lalu tersenyum.
"Gapapa Bun, bunda juga tahu Oma orangnya keras dan gak mau di bantah"
"Walaupun bunda bilang aku punya pacar, Oma pasti kekeh dan tetep lanjutin sesuatu yang gak pernah aku pikirkan selama ini"
"Bunda akan coba bujuk Oma, biar gak lanjutin hal ini"
"Aku masih gak nyangka aja dengan pemikiran Oma"- pria itu tersenyum miris.
"Oma belum lihat betapa cantik dan beruntungnya aku bisa dapetin dia, tapi Oma menyimpulkan kalo kekasihku itu rakyat jelata, hanya karna balas budi Oma rela melakukan hal seperti ini, itu bahkan di luar dugaanku"- wanita itu menatap sedih ke arah putra sambungnya itu.
"Yahh kamu benar, betapa cantik dan baiknya dia, bahkan karena dia bunda bisa sedekat ini sama kamu"
PRANGGG
Mereka berdua yang asik mengobrol langsung berlari ke bawah karena mendengar suara lemparan kaca, dengan cepat pria itu langsung turun ke bawah dan menatap gadis yang sedang mengamuk di ruang keluarga.
"APA-APAAN KAMU!!!"
"OMAA YANG APA-APAAN, KENAPA OMAAA DENGAN SEENAKNYA MENJODOHKAN KAKAKU!!!"
"KAU MEMBENTAK OMA!!! BENAR-BENAR TIDAK BISA DI PERCAYA!!! KEDUA CUCUKU MEMBENTAKU DALAM SATU HARI INI!!!- murka wanita tua itu.
"Apa karena gadis sialan itu kalian memaki Oma!!"
"SHUT UP!!!! Oma jangan ngejudge seseorang yang bahkan Oma belum liat dengan mata Oma sendiri, bahkan dia lebih tinggi daripada OMAA"
"VIANCA!!"- tegur semua yang ada di sana, vianca tersenyum miring.
"Kenapa bang!! Kenapaa!!!! Kenapa lo Nerima perjodohan ini!!! Lo tahu Lo udah punya pacar!!!"
"Ohh astaga kenapa kau begitu membelanya!! Apa istimewanya diaa!!!"
"Dia sangat istimewa!!! Bahkan lebih dari kata istimewa!! Bahkan dia"- vianca menunjuk gadis yang sedang duduk dengan menundukkan kepalanya
"hanya secuil debu baginya!!"- vianca langsung berjalan ke arah gadis itu lalu menunjuknya.
"Vian stop!!"- tekannya.
"OMAA RELAA MENJODOHKAN DIA DENGAN PEREMPUAN SAMPAH INI!"- tekan vian sambil mendorong-dorong kepalanya dengan jari telunjuknya, setelah itu ia langsung menyiram wajah gadis itu.
"VIANCA!!!"
PLAK!
Semua orang terkejut kala melihat vianca di tampar, "jaga ucapan lo anj*ng!! Lo udah keterlaluan!!"
"Lo nampar gue sama dengan lo Nerima perjodohan konyol ini bang!!"
"IYAA GUE NERIMANYAA!!"
BUGHH
"Gue Benci Sama Lo!!"- ujar vianca lalu menabrak bahu kakaknya kasar.
"Leo"- tegur maya, Leo menatap ibu sambungnya itu lalu pergi begitu saja.
"Sulit di percaya, kedua cucuku membentakku hanya membela kekasih leo!! Seberapa hebatnya dia sampai-sampai kedua cucuku meneriakiku!"
"Pertunangan laluna dengan Leo tiga hari lagi"- mereka yang ada di sana terkejut. Tapi tidak dengan Luna ia senang.
"Mah!"
"Cukup mamah gak mau denger kalian, keputusan mamah sudah bulat!"
...-o00o-...
Waktu menunjukkan pukul 07:00 pagi dimana di SMA B'F, tengah terdapat kericuhan di lapangan, bahkan semua yang di sana enggan memisahkan mereka karena takut.
BUGH!
BUGH
"ANJ*NG!! "
BUGH
"MATI LO BRENGSEK!! "
BUGH
BUGH
BUGH
"ANJ*NG GAK TAU DIRI!!! LO HIANATIN ADEK GUE BANGS*T!!"- bentak vino yang saat ini sedang di landa emosi, saat akan memukul wajah leo tiba-tiba seorang gadis langsung menghentikannya.
" UDAH KAK!! KENAPA KAKAK SAKITIN TUNANGAN AKU!! "- keadaan menjadi hening kala seorang gadis dengan lancang nya menyebut leo tunangannya, bisik-bisik dari siswa-siswi sma B'F terdengar, apalagi semua orang di sana menatap jijik ke arah gadis itu yang saat ini tangannya bergelayut manja di tangan leo.
Aksara, Alvin, jake, vino bahkan joshua menatap penampilan gadis itu dari bawah sampai atas setelahnya tersenyum miring "miris banget lo nerima cewek modelannya kayak gini"- cibir joshua sambil menatap jijik ke arah gadis itu.
" Heran aja gitu, udah di kasih spek bidadari malah milih spek modelannya kayak pembantu, miris"- sekarang giliran jake yang berbicara, gadis itu mengepalkan tangannya.
" Kakak hina aku? "- ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Alvin berjalan mendekati gadis itu, bukannya mundur gadis itu malah kesenangan. Mata tajam Alvin langsung menatap name tag gadis itu.
" Gaina laluna Amoria, jujur sih nama lo cantik tapi gak kayak orangnya buruk rupa "- senyuman itu langsung luntur seketika.
" Diem lo semua! "- tekan leo membuat vino berdecih.
" Kenapa gak terima!!! Sama gue juga gak Terima adek gue di duain!! "- pekik vino
" Sejujurnya gue gak nyangka aja, dan sekarang gue kecewa sama lo"- tutur aksara dingin.
"Memangnya seberapa cantik ara ara itu, sampai kalian menghinaku"
"Aku ingin melihat ara ara itu, kalo memang wajahnya cantik, tapi kalian harus tahu,rata-rata perempuan cantik di sini itu attitudenya jelek semua, hanya aku yang baik"- semua yang di sana melotot tidak percaya dengan ucapan gadis itu.
"Anj*ng mati aja lo setann"- baru saja ingin melayangkan pukulan tapi tiba-tiba
BRUMMM BRUMMM BRUMMM
Decitan motor ducati itu langsung menyita perhatian semua orang, di tambah lagi mobil ferari yang membuntuti motor tersebut. mereka semua kaget kala melihat seorang gadis yang saat ini sudah melepas helmnya bukan semua orang melainkan orang yang berada di tengah lapangan itu.
Gadis itu turun dari motornya bersamaan dengan kedua gadis yang baru saja turun dari ferarinya. banyak yang menatap mereka bertiga kagum, mereka bertiga langsung menyugar rambutnya kala angin meniup rambut blonde nya hingga terguncang. Mereka adalah ara, holly dan glora.
"Waaa asekkk gilee gilee, kayak seleb aja gue"- tutur holly sambil menaik turunkan alisnya.
" Seleb bok*p"- sahut glora membuat holly menatapnya tajam
"seleb bok*p gundulmu"
"Itu si aksa yah? "- tanya holly sambil menyipitkan matanya agar melihat dengan jelas.
" Hooh si aksa, ra lo... "- belum sempat mengucapakan kalimatnya, glora menatap ara yang sudah berlari menuju lapangan.
" ABANGGGGG"
GREP
Tercengang dengan apa yang baru saja ara lakukan, tapi tidak dengan sang empu yang kini tengah menggendong adiknya bak koala.
"Lepas"- vino langsung memisahkan aksara yang menggendong ara, tetap berusaha dan untungnya ara turun dari gendongan aksara setelah mengecup pipinya.
" Katanya kalo lo pulang mau peluk gue duluan!!! Kenapa si aksara sihh"- gerutu vino sambil menghentakkan kakinya, ara yang melihat itu langsung merentangkan tangannya dan di sambut oleh vino.
" Yang janjinya 2 minggu"- cibir vino sedangkan ara terkekeh.
"Ya biasalah orang sibuk"- sahutnya sambil melepaskan pelukannya.
" Bebebb holly, huaa kangenn"- ujar joshua sambil merentangkan tangannya dengan wajah imutnya namun kesannya menjijikan.
"Jijik any*ngg HUEKKK"- semprot holly sambil meragakan gerakan ingin muntah.
" Gak mau peluk nihh yauda"- ujar alvin, ara langsung menengok lalu memeluk tubuh Alvin, lalu Alvin mencium keningnya.
"Sesama perempuan, aku hanya ingin ngasih tahu kamu harus punya harga diri, bukan peluk sana-sini bahkan sama orang yang tidak di kenal"- tutur gaina membuat mereka semua menoleh.
" Ni anak kurang ajar sumpah"
"Satu hari masuk udah banyak heaters"
"Ara sama leo itu lebih ke couple goals"
"Mak lampir, turunan nyai bianca"
"Di hina ara and the gang, terus lagi bakalan di bully sama bianca"
"Ehh ada pelakor"- cibir holly sambil melihat gaina dari atas sampai bawah.
" Dekil amat tunangan loh! "- lanjutnya membuat sebagian orang ingin tertawa. Gaina yang di hina hanya bisa mengepalkan tangannya.
" Kok Selera lo jadi menurun sih? "- tanya ara sambil menatap remeh ke arah gaina.
" Rata-rata bibit pelakor kayak gini, cowoknya juga katarak. "- ujar glora sambil menatap leo yang saat ini sedang syok.
" Jaga ucapan kamu yah, walaupun aku dekil aku gak pernah mau di peluk sana-sini sama orang yang gak di kenal"
"Oh"- acuh holly.
" Vin muka lo kenapa? "- sesak rasanya kala ara yang lebih menghawatirkan kondisi wajah vino ke Banding dengan dirinya yang saat ini wajahnya banyak memar.
" Gapapa"
"Yauda kamu ke kelas sana, nanti pulang kita jenguk momy"- tutur aksara membuat ara tersenyum lebar. Kala akan berbalik tangan ara tiba-tiba di tahan oleh gaina.
" Aku pengen bicara sama kamu"
"By the way lo udah bicara, to the point"
"Kaka tolong jauhin leo dia tunangan aku"- tidak ada angin, tidak ada badai gadis itu malah berbicara seperti itu.
"LO APA-APAAN SIH!! "- bentak leo marah, tubuh gaina bergetar kala mendengar bentakan leo. Tapi ia tidak akan menangis kali ini, ia ingin menyelesaikan hal ini.
" Kakak kan sesama perempuan, pasti tahu gimana perasaan aku"
"Gue bukan kakak lo, dan soal perasaan lo tahu gimana perasaan gue kala lo nerima tunangan ini walaupun lo tahu dia udah punya cewek!!!"- ucap dingin ara.
"T-tapi aku udah jadi tunangannya, soal hubungan kamu sama leo pasti di tengah jalan juga bakalan putus"- ujarnya membuat semua orang geram.
" YA ITU GARA-GARA LO!!! ANJ*NG!! " - bentak ara.
"LO PENYEBAB HUBUNGAN GUE RUSAK, LO UDAH BUAT GUE JATUH SEJATUH JATUHNYA DAN LO BILANG GIMANA PERASAAN LO!!! APA KABAR SAMA GUE ANJ*NG!!"- Raut wajah ara yang marah kini langsung berubah tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
"Nah loh"
"Ngelunjak sih"
"Gak tahu diri anjir"
"Nangis kan tuh"
"Jijik"
"Pelakor pelakor!!"
"Ara aku bisa jelasin"- ujar leo sambil memegang tangan ara, namun belum sempat di gapai ara langsung menghindar.
" Gak perlu, gak usah, gue gak bakalan denger sampai mulut lo berbusa juga! "- tekan ara
" Uhhhhhh radaaaa gelooo"- holly langsung di pegangi oleh glora agar tidak berbuat ulah yang sangat memalukan"
" Tong kosong nyaring bunyinya, mental kosong banyak maunya"- cibir glora sambil menatap gaina jijik.
"WAAAAAANJ*NG SLEBEWWWW"
"SA-SI-MO SA-SI-MO"- Teriak holly menggelegar.
" UDAH MAH SASIMO, SALOME LAGI"- lanjutnya.
"SI INA LONT*, SI INA BAB*, SI INA SETAN, SI INA GOBL*K"
"INAAAAAAAA KENAPA LO JADI BIBIT DUGONG, AGRHHHHH KESELLL. GUEE SAMAAA EMMM"- ulahnya itu membuat semua orang tertawa, bahkan glora langsung membekap mulut memalukan holly.
Setelah menatap kepergian ara, leo menatap satu persatu sahabatnya "lo kan yang udah kasih tahu ara tentang pertunangan ini!! "- tuduh leo sambil menarik kerah seragam aksara. Aksara yang tak tahu apa-apa hanya diam.
" JAWAB ANJ*NG"
"KALO IYA KENAPA!! GAK TERIMA LO!! "
"GOBL*K! " - leo langsung meninggalkan semua orang.
"Pergi lo ngapain di sini! "- ketus joshua kala melihat gaina yang masih menangis.
" K-kalian jahat"- gainapun langsung pergi.
" Ara tahu dari siapa? "- tanya aksara membuat mereka diam tak tahu.
FLASHBACK
Di lain benua sudah tepatnya di korea ketiga gadis tengah berada di satu ruangan yaitu ruang rawat Ara, satu bulan setelah ambruknya Ara kini Ara sudah menjalani kegiatan seperti biasa yaitu makan,buang air k/b, terus tidur. Apalagi mengingat Ara yang memiliki suster pribadi yang semakin posesif.
"ASTAGA ARAAA, LEPASIN TU LAPTOP"- teriak holly saat melihat Ara yang sedang mengetik di laptopnya.
"Bisa gak sih Lo mingkem sehari aja, pusing gue dari tadi"- gerutunya.
"Ouhhh tidakk bisaaa"- pekik holly sambil merebut laptop ara.
"HOLLY!!"- Pekik Ara kesal.
"APA!!! Lo jangan bikin gue hawatir lagii,cukup ambruknya Lo yang bikin gue hawatir, bahkan Lo tahu gue hampir serangan jantung pas dokter bilang Lo kritis!!"- gerutu holly.
"Gue kira Lo bakalan koid, padahal gue mau nyiapin bunga belasungkawa"- lanjutnya membuat Ara mendengus kesal.
"Sialan!"
"Gue ada kabar buruk dan baik buat Lo, mau denger yang mana?"- pertanyaan Glora mampu membuat dua orang itu menatapnya, Glora langsung mengambil apel lalu mengupasnya setelah itu di berikan kepada Ara.
"Yang pastinya kabar buruk dulu ya gak ra"- ucap holly yang di angguki oleh Ara.
"Kabar buruknya pacar Lo udah tunangan satu Minggu lalu"- Ara yang memakan apel tiba-tiba berhenti, bahkan hatinya sekarang seperti di cabik-cabik.
"Gilaaa bukannya si leo bucin akut sama si Ara, bisa-bisanya yee diaa!!! Pengen gue bejek!"- kesal holly.
" Bener kata dia, jatuh cinta bisa membuat kita terjatuh ketika kita lagi terbang-terbangnya"- ujarnya sendu.
"Lo tenang aja, kabar baik ini bahkan di luar nalar Lo sendiri Lo mau tahu"- Ara yang sedang melamun langsung mengangguk.
"Nyokap Lo sadar"- tiga kata itu membuat mereka berdua terkejut bahkan saking terkejutnya holly tersedak potongan apel yang masih utuh.
"M-momy s-sadar"- ujar Ara dengan mata berkaca-kaca.
"A-ara g-gue b-bakalan m-mati" Glora terkejut dengan wajah holly yang memerah, dengan cepat ia memeluk holly dari belakang dan menaik turun kan tubuhnya jangan lupakan perutnya yang terus di tekan.
PLUK
"OHOKKKK OHOKKK"
"Lo gapapa?"- tanya mereka berdua cemas.
"I'm okay"
" Gue mau pulang"
"Dengan kondisi luka perut Lo yang belum kering Lo mau kesana, bahkan keadaan Lo yang sekarang akan membuat tanda tanya bagi mereka"- holly yang sedang mengatur nafasnya hanya bisa mangut-mangut membenarkan ucapan Glora. Ara langsung bangkit dari brangkarnya lalu berjalan menuju meja setelahnya ia mengambil laptopnya dan langsung memvidio call dengan aksara, tanpa menunggu lama akhirnya di terima oleh aksara.
"Araa, momy"- di sebrang sana aksara tidak bisa membendung air matanya lagi. Bahkan bisa ara liat wajah bahagia aksara.
"G-gue p-pengen liat"- aksara mengalihkan kameranya ke arah Vira yang saat ini sedang mengobrol dengan para adik iparnya.
"Mom ini"- air mata Ara langsung terjatuh kala melihat orang yang ia cintai dan ia sayangi telah kembali. Ia membekap mulutnya tak percaya.
"M-momy"- mereka yang ada di sana langsung mengalihkan perhatian ke arah HP aksara.
"Anak momy"- mereka bertiga langsung menjatuhkan air matanya.
"I Miss you"- mereka yang di sebrang sana langsung terharu, karena doa Ara sudah di kabulkan.
"I Miss you too"
"How are you? "
Srotttttt
"Gue terhura"- Glora menatap tajam holly yang sedang mengeluarkan ingusnya dasar perusak Suasana. Bahkan yang tadinya sedih kini di Indonesia tengah tertawa.
TBC........