THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 24 (revisi)



.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa ikuti author 🤗...


...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...


...Gak bakalan update bye..........


Setelah kejadian tadi siang membuat mereka semua langsung pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif bagi salah satu makhluk ciptaan Tuhan tersebut. Dan sekarang mereka menunggu di luar ruangan UGD di mana di ruangan itu terdapat salah satu temannya yang mengalami patah tulang di bagian tangan kanannya. Seketika mereka langsung berdiri kala dokter itu keluar.


"Gimana dok keadaan leo?"- tanya joshua, dan yah Leo ia menyelamatkan Ara, dan alhasil membuat tangannya ke bentur akibat menjaga kepala Ara dari benturan tanah.


"Leo ia menyuruh Ara untuk masuk kedalam, kalo Ara gak mau leo gak mau tangannya di pasang gif"- ujar dokter itu.


"Hah kenapa si Ara harus masuk sihh!"


"lagipula si aranya juga gak ada, jadi gue aja yang akan masuk"- ujar bianca dan masuk begitu saja,


"Lount*"


"gelay"


"Palingan juga nanti di usir"- ketika sudah berada di ruangan Bianca ia melihat leo yang tengah berbaring dengan satu tangan yang menindih matanya.


"Aduh sayang kamu gapapakan?"- suara itu membuat Leo berdecak kesal, bukan suara itu yang ia mau dengar, yang ia mau hanya suara dingin nan sinis.


"Ngapain Lo disini?"- tanya leo dingin bahkan wajahnya tak mau beralih dengan tangan kirinya masih berada di atas wajahnya.


"Ya kan aku pengen lihat kamu, kamu pake gif ya leo aku temenin kamu kok, yahh kamu pake gif ya"- ujar bianca, jujur suara Ara lebih enak di dengar daripada suara alay Bianca pikir leo.


"JANGAN SENTUH GUE!"- bentak Leo ketika tangan Bianca dengan lancangnya menyentuh tubuhnya.


Pada saat itu juga Ara ia masuk kedalam dengan wajah datarnya, ia langsung berjalan mendekati leo dan Bianca


"Lo ngapain manggil gue hah!!"- ucap Ara kesal, karena ia baru saja mendaratkan bokongnya di sofa yang ada di ruangan Vira.


"sekarang Lo keluar"- titah leo kepada Bianca, Bianca dengan wajah kesalnya langsung keluar, dan tak lupa ia juga menabrak pundak Ara."liat aja Lo Ra!"


"Lo ngapain manggil gue?"- tanya Ara


"Diem dan liatin tangan gue yang lagi di pakein gif"- Ara hanya menga-nga lebar dengan pengakuan leo.


"Gila lu ya gue baru aja nengok nyokap gue!! Dan lo manggil gue cuma liatin Lo di pakein gif doang!"- ujar Ara kesal.


"Serah gue dong!ini juga semua salah lo"- sahut leo yang saat ini sedang di berikan gif oleh dokter.


"Lah kenapa nyalahin gue!!! Lo sendiri ngapain dorong gue hah!!"- ujar Ara tak mau kalah, sedangkan dokter itu hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengarkan perkelahian antara singa betina dan singa jantan, setelah memasangkan gif itu dokter tersebut langsung keluar meninggal Leo dan Ara.


"Berisik Ra ah gue mau tidur"- ucap Leo yang sedari tadi mendengar ocehan Ara. Tapi jujur leo menikmati suara Ara walau terkadang nadanya sinis,dingin,bahkan lembut.


"Terus gue di sini ngapain hah!!"- kesal Ara.


"Tungguin gue Ampe gue buka mata, awas aja kalo Lo kabur"- ujar leo sambil menutup matanya, setelah beberapa menit Ara ia hanya diam saja sambil memainkan hpnya, setelah bosan ia langsung menatap wajah leo yang saat ini sedang tertidur.


"Ganteng juga tu anak kalo lagi merem, tapi kalo melek bawaannya darah tinggi mulu"- gumam Ara.


"Gak usah liatin gue kek gitu, gue emang tampan"- ujar leo sambil membuka matanya hal itu membuat Ara kaget.


...-o00o-...


Sementara seorang gadis tengah berada di lobby rumah sakit, ia sekarang tengah menggenggam hpnya Dan menelpon seseorang dengan wajah marahnya.


"Gak becus banget sih Lo, gue kan minta tiang itu kena si Ara kenapa jadi si leo yang kena sihh hah!!, Mau gue bikin keluarga Lo bangkrut!"- tekannya


"....."


"Gak guna banget Lo jadi orang, cuma kerja gitu aja gak becus"- ujarnya sambil memutuskan sambungan telponnya,


Gadis itu langsung berbalik dan terkejut bahkan tubuhnya seketika menegang ketika melihat salah satu keluarganya, seperti di lem gadis itu tidak bisa melangkah ketika orang itu menatap matanya tajam.


"B-bang a-aksa"- ujar gugup Bianca,yah Bianca ia menyuruh teman-temannya untuk melepas


Baut tiang basket hingga membuat tiang itu lepas dan akan mengenai ara namun untungnya Leo ia langsung menyelamatkan Ara dengan cara menariknya hingga tiang itu mengenai tangan leo.


Flashback


Sebelum pelajaran olahraga di mulai, Bianca ia langsung pergi menuju taman dimana sekumpulan teman-temannya tengah berkumpul kerena mereka sedang melakukan aksi bolos.


Menyadari akan kehadirannya, para teman-temannya langsung menengok ke arah Bianca yang saat ini sedang berjalan ke arah mereka.


"Wahh lu bolos bi?"- tanya temannya.


"Gak mungkin bolos dia,orang ada leo"- ujar salah satu temannya.


"Itu Lo tau, dan gue mau Lo pada lepas baut Tiang basket, dan mau gak mau tiang itu harus kena Ara!"- titah Bianca hal itu membuat semua temannya mengernyitkan dahinya.


"Lo gila,ogah gue buat begituan, yang ada gue kena masalah"- ujar Windi, Bianca ia langsung mendekatinya dan mendorongnya hingga terjatuh.


"Lo mau kayak si Ella yang sekarang idupnya menderita bahkan di keluarin dari sekolah, gara-gara gue suruh bokap gue buat cabut semua saham yang bokap gue tanam"- ancam bianca, dan mau tak mau mereka melakukannya kenapa? Karena mereka tidak ingin hidupnya seperti Ella yang sekarang keberadaannya entah dimana setelah Bianca menyuruh Syam ayah tirinya untuk mencabut semua sahamnya.


Flashback off.


"Apa yang mau Lo lakuin sama Ara?"- tanya aksara, nyali Bianca seketika menciut ketika tatapan elangnya menatapnya.


"A-apaan sih bang"- sahut bianca gugup,ia langsung pergi begitu saja tapi dengan cepat aksara menarik tangannya kasar.


"aw sakit bang"- ujar bianca sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Aksara


"Lo boleh aja berbuat jahat sama orang lain, tapi kalo Ara Lo berurusan sama gue, camkan itu baik-baik"- ancam aksara.


"Emang seberapa pentingnya Ara buat Lo?"- tanya Bianca.


"Dia lebih penting daripada siapapun!! Termasuk nyokap Lo dan Lo!"- ujar aksara sambil menunjuk nunjuk ke arah Bianca, setelahnya ia pergi meninggalkan Bianca yang saat ini sedang marah.


...-o00o-...


Sedangkan di sisi lain leo dan Ara, mereka masih berada di ruang UGD,dengan wajah Ara yang tampak kesal karena leo selalu menyuruhnya ini itu, kalo Ara menolak leo selalu mengungkit-ungkit tentang pertolongannya kepada Ara. seketika pintu UGD itu terbuka dan menampilkan Joshua yang sedang membawa nampan berisi makan siang untuk mereka berdua.


"Nih makan siang buat lu pada, dari si Alvin"- dengan senang hati Ara langsung melepaskan Plastik wrap yang menutupi piringnya.


"Sama-sama"- ujar joshua, dan Ara hanya mengacuhkan Joshua dan lebih memilih memasukkan nasi goreng itu kedalam mulutnya, karena sedari tadi ia belum makan.


"Gak di beri makan berapa taun neng, lahap bener"- ledek joshua sedangkan Ara hanya mengacungkan jari tengahnya, sementara leo ia hanya menatap ara.


"Ara suapin gue"- seketika Ara memberhentikan kegiatannya.


"Lu kan punya tangan, makan sendiri lah!"- ujar Ara


"Ya kan tangan kanan gue lagi di perban, ya kali gue makan pake tangan kiri sih ngaco"- sahut leo.


"Yo tangan lu cuma patah, banyak di luaran sana yang gak punya tangan dan malah pake kaki buat makan, dan tangan kiri lu kan nggak patah jadi pake tangan kiri lah, ribet banget sih lu"- ujar Ara lalu ia menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Ra ini semua ju-"- Ara dengan kesalnya langsung memasukkan sesendok nasi goreng ke arah mulut Leo yang sedang berbicara, jujur ia sudah kesal dengan Leo yang selalu mencari-cari kesalahannya, sedangkan Joshua ia langsung keluar karena serasa tak di anggap keberadaannya.


"Jawhat bawnget sih jawdi orang"- ujar leo tidak jelas.


"Telen dulu Yo!"- titah Ara, dalam beberapa menit ini makanan mereka habis dengan Ara yang menyuapi anak ayamnya.


"Minum Ra"- ujar leo dan Ara ia langsung bangkit dari duduknya dan mencari minum di meja, dan Ara ia langsung mengambil botol berisi air tersebut.


"Nih"- Ara langsung memberikan airnya,


"jangan di abisin Yo gue juga mau, serek gue nantinya!"- ujar Ara sambil merebut botol yang saat ini Leo masih meminumnya, dan tiba-tiba seseorang masuk dengan wajah datarnya, Ara yang melihat itu langsung tersirat rasa benci yang dalam, dia adalah aksara.


"Gue mau bicara sama Lo!"- ujar aksara sambil memegang tangan Ara.


"I don't want to"- Ara ia mencoba melepaskan tangan aksara"lepasin"


"Gue mau bicara sama Lo penting Ra!"- ujar aksara dengan cepat leo ia langsung menggenggam tangan Ara.


"Dia gak mau,jangan lu paksa!"- tekan leo, dan Ara langsung melepaskan genggaman tangan mereka berdua.


"Darah tinggi gue lama-lama"- tekan Ara lalu ia keluar meninggalkan mereka berdua, setelah Ara keluar mereka berdua langsung bertatapan dengan mata tajamnya.


"kenapa jealous?"


"Jauhi Ara!"- tekan aksara.


"Lo pernah bilang bersaing lah secara sehat, jika Ara suka sama gue Lo mundur, kalo Ara suka sama Lo gue yang mundur"- ujar leo dengan seringainya, aksara langsung membalikkan badan leo lalu


Bugh


Leo tersungkur ketika aksara menonjok wajah leo hingga membuat sudut bibirnya berdarah,dan pada saat itu juga Ara ia langsung datang karena ingin mengambil handphone nya tapi ketika sudah di ruangan ia melihat aksara yang meninju wajah leo hingga tersungkur.


"Lo gila!!"- Ara ia langsung mendorong tubuh aksara dan membantu leo untuk berdiri.


"Lo gapapakan?"- tanya Ara ia langsung memegang perlahan luka yang ada di sudut bibir Leo, sedangkan leo hanya menggelengkan kepalanya.


"Lo waras gak sihh hah!!, Lo tau kan tangan dia lagi patah!!, Dan Lo malah pukul dia, Gak punya otak lu!"- bentak ara lalu ia pergi bersama Leo dan meninggalkan aksara, sebelum Ara membawa leo keluar, Leo ia langsung tersenyum miring ke arah aksara, dan itu membuat aksara marah, kerena tujuan aksara menemui Ara ia ingin sekali menyatakan perasaannya walaupun ketika bertemu Ara tidak ada reaksi apapun.


"AGRHHH"- aksara ia langsung melempar semua benda yang ada di sana, ketika ia akan melempar hpnya tiba-tiba Joshua yang baru saja datang langsung menangkapnya dengan sempurna.


"Wow wow lu kenape?"- tanya jake sambil berjalan ke arah aksara bersama Joshua yang pada saat itu juga sedang mengotak atik hp aksara.


"Wait kok gue kayak gak asing yah ama perempuan ini"- ujar Joshua sambil memiringkan kepalanya ketika melihat wallpaper hp aksara.


"Jake liat nih iya kan!"- Jake langsung melihat itu dan ia langsung mengetuk-ngetuk dahinya untuk mengingat.


"Oh iya ini kan pasien yang buat gue ngos-ngosan"- ujar Jake.


"Lu tahu?dimana?"- tanya aksara sambil merebut kembali hpnya.


"Iya waktu itu kan gue makan tuh yah"- jelas Joshua tapi dengan cepat aksara ia memotongnya.


"To the poin"


"Ini tuh nyokapnya si Ara yang di rawat di sini dan katanya nyokapnya koma selama 7 tahun, kata si vino masa kecil si Ara bisa si bilang masa kecil terpuruknya"- ujar Joshua, seketika aksara menegang dan matanya seketika panas kala mendengar hal itu.


"Lo ketemu dia di ruangan mana? Dan lantai berapa?"- seketika itu juga aksara ia langsung meneteskan air matanya, sedangkan joshua dan Jake hanya mengernyitkan dahinya.


"Lo gapapakan?"- tanya jake.


"Jawab Joshua Lo ketemu di ruangan mana, dan lantai berapa?"- bentak aksara.


"Di lantai 39, di sama ada dua ruangan, ruangan nyokap Ara ada di sebelah kirinya"- jawab Joshua, seketika itu juga aksara langsung pergi namun langsung di cegah oleh Jake.


"Lo mau kemana?"


"Lepas anj*ng, gue mau pergi ke sana!!"- aksara langsung menghempaskan tangan Jake lalu pergi etss tapi tidak jadi karena Joshua menarik tangannya.


"Heh Lo gila!! Lo tau ruangan itu gak bisa di masuki oleh sembarang orang, dan di sana juga penjagaannya ketat!!"- ujar Joshua, dan aksara ia tidak memperdulikannya dan malah pergi ke sana.


"Kalo mommy masih idup berarti Ara itu.....Beby"- gumam aksara ketika berlari.



.......


.......


.......


.......


...TBC..........


...Jan lupa vote,like,and comment positif...


...Ikuti author juga ya guys...


...See you next time 🤗...