THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 47 (revisi)



...HAPPY READING GUYS...


Angin sepoisepoi mendukung sepasang kekasih yang saat ini sedang berada di rooftop sekolah, hembusan angin itu menerpa-nerpa wajah mereka. Bahkan salah satu dari mereka menggeliat karena terganggu oleh suara spiker yang sedang memberitahukan jam istirahat, saat sudah membukakan matanya pria itu menatap sang pujaan hati yang kini sedang tertidur pulas di atas pahanya.


Tersenyum manis saat melihat wajah damai dari sang kekasih, bahkan tangannya menyelipkan rambut yang menutupi wajahnya. "Babe bangun, apa kau tidak ingin makan siang? Apa cacing-cacing di perut mu tidak meronta-ronta untuk meminta makan? "- bisiknya sambil menepuk-nepuk pelan pipinya. Karena tepukan itu membuat perempuan itu terusik dan menggeliat.


"Diamlah cio!!"- kesalnya, mereka adalah cio dan ara yang saat ini sedang berada di rooftop, setelah upacara selesai dan para murid di bubarkan cio dengan sengaja menyeret ara tanpa sepengetahuan teman-teman yang lain menuju rooftop.


"Apa kamu tidak ingin makan?"- tanyanya lagi, sedangkan ara hanya menggelengkan kepalanya


" Hmmm"


Krrukkkk Krrukkk


Sontak hal itu membuat cio tertawa geli, dan ara hanya acuh dan mengabaikan lapar yang melanda karena nyaman dengan posisi seperti itu"wahhh katanya tidakk lapar, tapi apa sepertinya cacing-cacingmu harus di beri makan sayang, ayolah bangunn. Aku sangat-sangat lapar... Apa perlu aku memakanmu hmm"- tutur cio sambil menggenggam tangan ara lalu menggigitnya.


"AWWWW, CIOO SAKITT!!!"- sentak ara, dan mau tak mau ia bangkit dari tidurnya sambil menatap tangannya yang sudah ada bekas gigitan dan Jigongnya cio!, menjijikan.


"Apa itu sakit?"- tanya cio dengan nada hawatir lalu menatap tangan ara.


" Sakittlah gilaa!!"- ketusnya sambil menyentak tangan cio. "Don't Touch me!"


"Hahaha jangan marah sayang, ayo kita makan"- ujar cio sambil menjulurkan tangannya sedangkan ara hanya memalingkan wajahnya kepalang kesal dengan cio.


" Ayolah sayangggg"- ujarnya lalu menjulurkan tangannya kembali dan ara menerimanya.


"Good Girl"- ucap cio, tapi saat beberapa langkah hp cio berdering mau tak mau ia mengangkatnya, sedangkan ara hanya diam kala tangan yang cio genggam di lepas.


"My mom honey"- ujar cio sambil memperlihatkan layar hpnya, dan ara hanya mengangguk.


" Kamu duluan aja gih, nanti aku nyusul"


Cup


Setelah mengecup kening ara, cio berbalik dan ara hanya menaikan pundaknya lalu turun kebawah untuk mengisi perut sialannya itu,. Dengan wajah bantal ara menyusuri koridor dan banyak dari siswa-siswi yang menatap ara, terpesona.satu kata yang mengambarkan mereka semua, Bagaimana bisa wajah bantal ara malah membuat kecantikannya meningkat, apalagi melihat rambut ara yang sedikit acak-acakan.


Ara hanya acuh dan berjalan menuju lapangan futsal agar bisa lebih cepat ke tempat tujuannya yakni kantin. Saat di tengah-tengah lapangan tiba-tiba seseorang memegang pundaknya, dan ara berbalik lalu.....


PLAKKK


Saking kerasnya tamparan itu membuat kepala ara tertoleh ke samping, bahkan sudut bibirnya sudah di pastikan sobek, ara menatap orang yang menamparnya tadi dia Leo. Bahkan suara tamparan itu sangat nyaring dan membuat seluruh atensi siswa-siswi menatap mereka.


"LO GILAA!!! UDAH GUE BILANG JANGAN GANGGU GAINA ARAA!!! GUE TAU LO MASIH CINTA SAMA GUE TAPI NGGAK GINI CARA LO!!"- Bentak leo di depan wajah ara. Sedangkan ara hanya menggerakkan rahangnya karena sangat kebas lalu mengusap darah yang berada di sudut bibirnya.


"Cihh" Ara meludah ke samping, lalu menatap leo dengan tajam "Lo gila, datang-datang nampar gue terus nuduh gue!! Sehat?! Apa perlu gue cariin psikiater biar lo nggak gila!!"- ucap ara dengan penuh penekanan, dan tatapan tajam yang menghunus ke arah Leo.


"Why boy?!!, Dia cewek nggak seharusnya lo nampar dia!! Kalo punya masalah bicarain baik-baik, gimana kalo ketiga sodaranya tauu?? Abis lo"- entah sejak kapan Joshua, jake, glora dan Holly datang menghampiri ara.


"Ar lo gapapakan?"- tanya holly hawatir.


" BANCI LO!!"- sarkas glora sambil mendorong tubuh leo.


"Bibir lo berdarah omaygattt, ayo ke kantin raa, ehhh ke ukss"- heboh holly ia langsung menyeret tangan ara.


"nggak usah,gue mau ke kantin"- ara melepaskan tangan holly dan berjalan menuju


"Lo sekarang makin keterlaluan yo!"- Ujar joshua.


"Aduhhh ada apa sih? Kokk ramee bangett"- mereka semua mendelik kala melihat bianca and antek-anteknya.


"Ehhh ada lount*, kemana aja neng? Mangkal?"- tanya joshua.


"ehh ada cotosim"- sahut bianca sambil menatap Joshua.


" paan tuh"


"cowok letoy simpangan"


"anj*ng"


" Sayang kamu kenapa sih marah-marah"- tanya bianca sambil Bergelayut manja.


"Ampun nyaii, jijik gue"- cibir joshua.


"Wait gue kesini bukan ngomongin itu, sayang gimana kabarnya di medusa itu baik? Padahal niatnya mau aku bunuh aja, karena dia berani banget deketin kamuu."- ujar bianca dan mereka langsung menatap bianca tajam.


" Dan gue denger juga si gaina, nuduh si ara. Wahhh ternyata di medusa bisa fitnah orang juga!!"


" Lo yang bully tunangan dia? "- tanya jake sambil menunjuk ke arah leo dan bianca langsung mengangguk.


"Iyaa, sekarang dia target bully gue"- ucap bianca.


"Anj*ng lo yoo, harusnya lo dengerin dulu penjelasan si ara bukan main gampar anak orang aja"- gerutu joshua lalu melenggang pergi.


...-o00o-...


Di area kantin yang padat, setelah mengobati luka ara, sekarang mereka tengah memakan pesanan yang tadi di pesan, sedangkan holly ia kini berada di toilet.


" Sakit nggak ar?"- tanya glora sambil menatap ara.


"Hmm"


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo?"- ara yang sedang makan langsung menoleh menatap glora yang kini sedang serius.


"Ngomongin apa?"- glora hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan ara melanjutkan makannya.


"sebenarnya lo siapa?"- sontak hal itu membuat ara menatap glora, ia langsung menyimpan sendok yang ia pegang tadi.


"Kenapa lo bilang begitu?"- tanya ara sambil menaikkan alisnya.


" Y-yaa gimana yah, akhir-akhir ini lo jadi beda" Ara hanya tersenyum miring.


"Bedanya gue gimana?"


"Yaa berubah aja gitu, dari tatapan lo, dari tingkah lo dan bahkan dari bahasa lo, dan yahhh lo bukan ara!"


"Hal wajar kalo gue berubah, karena gue manusia. Apa gue nggak boleh untuk berubah?"


"Boleh bahkan sangat-sangat di perbolehkan, tapi perubahan lo ini mendadak, gue kenal lo bukan setaun dua taun kenal lo ra"- ujar glora.


"Ngobrolin apa sehh besti, serius amat"


"Kepo lo kek monyet dora"


"******!"


"Itu lapangan kenapa rame?"


"Mana saya tempe"- sahut holly, sedangkan glora mendelik.


" Ehhh itu ada apaan sih?"


"Ouhh kak ly, kak leo sama kak cio mereka lagi bertengkar"


...-o00o-...


BUGHH


BUGHH


BUGHH


BUGHH


"SIALAN LO HARUS MATI DI TANGAN GUE ANJ*NG!"


"Pisahin itu woyy!!!"


"Pisahin bambang ngapain lo liatin!"


"Kalo di pisahin gue ikutan matii!!"


Semua siswa-siswi tengah menyaksikan perkelahian leo dan cio, bahkan dari mereka takut untuk memisahkan mereka berdua dan memilih untuk diam sambil menunggumu guru bp yang tak kunjung datang.


"APA MASALAH LO HAH!!"- sentak leo, sambil mengusap sudut bibirnya yang sudah berdarah.


"LO UDAHH BIKIN CEWEK GUE LUKA!! ANJ*NG!!"


BUGHH


BUGHH


BUGHH


"MATI LO BAJING*N!!"


"Kaka cio udah..."- menatap jijik ke arah gaina yang mencoba untuk memisahkan mereka, bukannya terpisah gaina malah mendapatkan tabokan keras dari leo karena terus menghalanginya.


"MINGGIR WOY ANJ*NG!*


"SOK-SOKAN SI BANGS*T"


"KENA BOGEM KAN LU!!"


"MINGGIR AJ*G BUKAN JADI PAHLAWAN KE SIANGAN!!"- hajatan demi hujatan yang gaina Terima dari siswa-siswi, bahkan ia merasa malu. Niat hati untuk memisahkan leo dari cio agar menjadi pahlawan malah berujung memalukan.


"CIOOO UDAHHH!!"- atensi semua orang langsung tertuju pada gadis yang tadi di tampar oleh leo yaitu ara. Namun seolah tuli cio terus saja memukuli leo brutal.


"Cio udahh!!"


"CIO GUE BILANG UDAH!!"


"LUCIO ALEXANDER!!"- Bukannya berhenti cio malah semakin jadi. Dengan sekuat tenaga ara membalikkan tubuh cio


BUGHH


Semua orang tercengang dengan apa yang di lakukan oleh ara, cio yang mendapatkan bogeman dari ara langsung menatap ara.


"Ara kamu apa-apaan kak cio lagi luka, kenapa kamu pukul dia!"- gaina langsung menghampiri cio lalu memegang pundaknya tapi di tepis kasar oleh cio.


"Lo budeg! Gue bilang berenti berenti!! Kenapa masih di lanjutin hah!!"


"Maaf"- ujar cio seperti anak kecil yang sedang di marahi, ara yang melihat itu langsung menarik tubuh cio kedalam pelukannya.


" Clam down cio... Tarik nafas tahan sampe satu jam, kidding"- cio langsung menuruti perintah ara, ia terkekeh lalu mendusel dusel ke arah leher ara, bodo amat dengan leher ara yang terdapat darahnya. Sedangkan di sisi lain leo ia mengepalkan tangannya saat melihat ara dan cio, seperti dejavu miliknya.


"Are you oke babe?"- tanya cio sambil mengelus luka sudut bibir ara.


" Gue gapapa cio, ayo gue obatin luka lo"- ujar ara dan cio hanya mengangguk, tapi di kala akan melangkah tiba-tiba tangan ara di tarik oleh leo dengan wajah yang babak belur.


"Gue tau lo masih suka sama gue ra... Gue tau itu jadi lo nggak usah deket-deket sama cowok hanya untuk pelampiasan!"


BUGHH


Tendangan yang di berikan oleh cio mampu membuat leo muntah darah, sedangkan leo hanya meludah. "Menjijikan, ayo sayang"


"Cio sama si ara mereka punya hubungan?" - itulah pertanyaan di benak mereka semua.


"Leo kamu gapapa?"-tanya gaina sambil memegang tangan leo, sedangkan leo ia menatap tajam ke arah gaina, lalu menghempaskan tangannya.


" Kenapa lo bohong!"- pertanyaan itu membuat gaina keringat dingin.


"Bohong apa maksudnya leo?!"- tanyanya.


"Hah, lo pikir gue bodoh!! KENAPA LO BERBOHONG KALO ARA BULLY LO HAHH!!! KENAPA LO LAKUIN ITU BANGS***"


"L-leo k-kamu b-bentak a-aku?"- ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Leo hanya menghembuskan nafasnya lalu memeluk tubuh gaina. Gaina itu tukang ngadu apa-apa pasti omaa.


Sekarang ara dan cio berada di rooftop, dengan ara yang kini sedang mengobati luka cio, sedangkan cio hanya menatap lekat wajah ara yang kini tengah fokus mengobatinya.


"Kenapa lo lakuin ini?"- ujar ara tiba-tiba sedangkan cio mengerutkan keningnya.


"Kenapa lo lakuin ini semua ini cio?"- ucap ara sekali lagi tapi tatapan masih tertuju pada luka cio yang sedang ia obati.


"Aku nggak Terima kamu di tampar sayang, kenapa kau masih nanya!"- sahut cio tidak mengerti dengan pemikiran sang kekasih.


"Jangan lakuin ini lagi cio, jangan buat gue berfikiran seolah-olah lo kasih harapan sama gue.. Gue nggak mau sakit lagi.. Bangun kembali hati yang runtuh itu nggak segampang yang lo pikirin. Dan juga gue nggak mau lo sakit hati kala semua tugas gue sudah selesai"- cio langsung memegang tangan ara yang sedang mengobatinya, ia langsung menggenggam tangan ara dan menatapnya lekat.


"Gue tau.. Gue bahkan sangat-sangat tau. Jikalau tugas lo selesai gue bakalan ada buat lo.. Jangan halangi gue buat jatuh cinta sama lo.. Terkecuali miss A, kalo miss A nyuruh gue buat jauhin lo, gue bakalan jauhin lo.. Tapi lo tau miss A Yang nyuruh gue buat lebih dekat sama lo. Otomatis lo nggak akan ke mana-mana"- ujar cio panjang lebar, ia langsung menarik ara lalu memeluknya.


"Jangan berfikiran buat jauh dari gue honey.."- ujarnya sambil mengusap kepala ara.


" Gue nggak tau cio hiks... Kenapa dunia jahat sama gue hiks.. Gue juga pengen bahagia kenapa tuhan nggak pernah izinin gue bahagia cioo.. GUE BENCI ARGHH, GUE YANG SEHARUSNYA BAHAGIA SAMA KELUARGA GUE T-tapi m-mereka... Hiks... papah.. Gue kangen mereka cio.. Hiks.. Hikss"- ujar ara yang kini menenggelamkan kepalanya di dada cio.


"Hustt udah, lo nggak sendirian di sini sekarang ada miss a dan ada gue, gue bakalan dukung lo gimanapun itu, jangan berfikir seolah-olah lo sendiri. Gue ada buat lo"- ujar lalu mengecup kening ara.


...-o00o-...


Berjalan tergesa-gesa dengan emosi yang akan meledak, syam Jonathan pria berumah hampir 50 tahunan itu, kini berjalan menuju pintu utama rumahnya. Dengan perasaan marah ia membuka pintunya dengan kasar dan mendapati istrinya yang kini sedang melakukan hubungan badan di ruang keluarga.


"BELLAAA!!!"- Bentakan itu mampu membuat dua sejoli itu terkejut, dan langsung berdiri dengan keadaan telanjang.


"M-mass?"- bella langsung keringat dingin, saat syam mulai berjalan Kearahnya.


PLAKK!!


" M-mas a-aku b-bisa j-jelasin"- ucap gugup bella sambil memegang pipinya yang kebas, tamparan syam bukan main-main.


"Anda! Pakai bajumu dan pergi dari sini! dan kamu pakai baju mu"- tunjuk syam kepada pria yang habis berc*mbu dengan istrinya.


" M-mas aku bisa jelasin!"


"APA KAU GILA MELAKUKAN HAL INI! SUAMI MU SEDANG BERJUANG DI AMBANG KEBANGKRUTAN!! SEHARUSNYA KAU SUPORT DAN KAU MALAH BERSELINGKUH!! APA KAU TIDAK PUNYA OTAK?!! KELAKUKANMU SEKARANG TIDAK BISA DI TOLERANSI BELLA, MULAI SEKARANG DAN DETIK INI JUGA SAYA AKAN TALAK KAMU!"- bella menatap suaminya tidak percaya.


"Apa-apaan, mas tidak bisa begitu dong!! Aku hanya melakukannya sekali mas!! asal kamu tau mas aku juga butuh pelampiasan dan kamu, kamu malah terus mengurusi perusahaan mu itu!!"- semua yang di katakan oleh bella adalah dusta, ia sebenarnya senang karena syam menalaknya tapi di sisi lain semua harta syam belum ia pegang.


"Sekali yah!! Kau pikir saya bodoh!! KAU PIKIR SAYA TIDAK TAU!! Saya tau semuanya bella! Saya tau kau suka bergulat panas dengan tukang kebun di sini kan? Kau pikir saya bodoh?! Tidak! Bahkan anakmu juga melakukan hal serupa dengan mu sangat menjijikan!"


"SUTIIII"- Panggil syam sedangkan orang yang di panggil terkejut.


" Hobi amat teriak-teriak!, Putus pita suara baru tau lo"- Gerutunya sambil berjalan menuju tuannya


"Iya tuan"


"Bereskan semua pakaian dia dan anaknya!"- titahnya mutlak, suti langsung berjalan menuju tangga untuk membereskan semua pakaian nyonya ex.


Selang beberapa menit, suti datang dari dalam lift, dengan membawa 6 koper sekaligus" Ini tuan"


"Bawa dan pergi dari sini!"


"Tidak perlu repot-repot tuan syam terhormat, saya akan pergi sendiri, sejujurnya saya juga bosan dengan mu syam, dan yah saya tunggu surat cerainya. Oh satu lagi selamat atas kebangkrutan perusahaan mu yah, semoga kau cepat gulung tikar. Suti bantu saya!"- suti langsung membawa tiga koper dan Bella pun sama. Sedangkan syam langsung medudukan diri.


...-o00o-...


Di aula utama B'f School terdapat banyak siswa-siswi di sana termasuk ara dkk dan alvin dkk setelah jam istrahat mereka semua di panggil untuk masuk ke aula karena akan membicarakan sesuatu. Alvin dan ara dkk kini tengah duduk di kursi yang sudah di sediakan.


"Pacar lo mana ra?"- tanya holly.


" Lagi angkat telpon"- sahutnya.


"Ehh bentar si bangs*t leo kemana?"- tanya holly sambil menatap teman aksara.


"Di uks, baru di hajar ama trio wek wek"- Aksara, vino dan Alvin langsung menatap Joshua tajam.


"Becanda elah bos, serius amat, amat aja nggak serius"


"Berisik nafas lo bau naga"- cibir vino.


"Gue baru tau kalo lo pacarnya si lucio cio itu ra"- ujar vino sedangkan ara langsung menatap vino.


"Hemm gue aja yang abangnya nggak tau"- ujar Aksara dingin sambil menatap kedepan.


"Ara butuh privasi, nggak semuanya harus di ceritain"- bela Alvin dan di hadiahi tepuk tangan holly dan glora.


" Nahh gue demen nih yang dewasa-dewasa gini"- ujar glora.


"18 plus maksud lo!"


"Pikirannya dodol!"- pada saat itu juga cio datang dan duduk di samping ara.


"Perusahaan tuan syam bangkrut"


TBC.....