
Bingung ini cerita mau di gimanain awalnya mau aku hapus ceritanya karena alurnya membingungkan hhe t-tapi, kasian juga kaliannya yang nunggu huaaaaa.
Lanjutin apa jangan sih??
Kalo di lanjutin insyallah bakalan aku revisi t-tapi gimana nanti aja deh hhe
Menghembuskan asap rokok yang berada di dalam mulutnya hingga mengepul di udara. Rambut yang bergoyang-goyang akibat angin yang menerpa rambutnya.
"Kapan semuanya berakhir?"- gumamnya sambil menatap langit biru itu dan menghisap kembali rokoknya.
"Sakit ternyata nggak bisa jadi diri sendiri"- terkekeh miris sambil menggelengkan kepalanya.
"Bisa gila gue kayak gini!!"- ujarnya sambil membuang puntung rokoknya ke lantai lalu menginjaknya. Setelahnya ia mengambil lagi satu batang rokok lalu menyalakannya dan di isap kembali.
BRAKKKK
" ANJ*NG LO GUE CARIIN DIMANA-MANA TERNYATA LO DI SINI!!! SUEEE CAPEK GUEE"
"Berisik setan"- ketusnya.
"DEMI TUHAN!!! AR ITU BEKAS ROKOK LO? BERAPA BANYAK YANG LO ISAP HAH!!!"- Suara cempreng itu membuat ara kesal sendiri, ia langsung menyumpal mulut holly dengan satu batang rokok lalu menyalakannya dengan panatik.
"Lo berisik!! Huhhhh"- ujar ara sambil menghembuskan asapnya tepat di wajah holly.
" GOUBL*K"- Makinya membuat ara terkekeh.
"Ngapain lo kesini?"- tanya ara.
"Ouhhh itu lo di panggil si Bryan"- sahut holly sedangkan ara hanya mengernyitkan alisnya lalu berlalu di hadapan holly.
" Lo di panggil noh"- ujar glora yang baru saja datang, tapi ara hanya acuh dan melanjutkan jalannya.
" Oyy lo mau bawa tu rokok?"- ara menghiraukan ucapan holly, sedangkan holly hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan kegiatannya.
"Lo ngerasa aneh nggak sih?"- holly langsung menatap glora serius.
" Aneh gimana?"
"Ara itu dingin, cuek and nggak cerewet. Dia anti yang namanya cowok tapi di saat dia deket sama leo, gue tiba-tiba speechless, kayak gue ngira dia bukan ara. Dan gue yakin 100 persen kalo itu memang bukan ara. "- perkataan glora membuat holly tertawa.
"Sinting lo!!! Kalo pun bukan ara siapa lagi?! Maura sama Naura? Nggak waras!"- ketus holly sedangkan glora hanya mengusap tengkuknya. Holly juga sempat berfikir seperti itu tapi ia berusaha positif thingking.
" Ya beda aja sekarang mah"
"Lo kira si ara poweranger, Udah deh lo nggak usah ke hasut sama si bryan apalagi si ervin nggak ada yang bener"- ujar holly sedangkan glora hanya mengangguk dan menatap bekas puntung rokok yang amat sangat banyak.
" Tapi beda ly, ara itu lebih suka berbicara bahasa Inggris atau nggak formal"
"Ngomong nih sama sepatu gue"- kesal Holly sambil menodongkan sepatunya.
" Sialan! "
...-o00o-...
Hisap hembuskan, hisap hembuskan itulah yang ara lakukan di sepanjang koridor, dan untungnya koridor sudah sepi kalo tidak mungkin sekarang ara sudah menjadi tontonan atau lebih tepatnya berhadapan langsung dengan guru bp.
"Merokok nggak baik untuk kesehatan mu Babe"- bisikan syaitan itu membuat bulu kuduknya berdiri, apalagi bisikan itu tepat di telinganya, suara bass itu langsung menerobos gendang telinganya.
Berbalik badan dan menatap tajam sang pelaku yang membuatnya resah. Manik matanya bertabrakan langsung apalagi jarak wajah mereka yang bisa dikatakan sangat dekat.
Cup
Satu kecupan di pipi membuat, semburat merah di pipi ara, apalagi matanya yang melotot karena terkejut "ohh damn, you're so cute"- ucap pria itu kala menatap wajah ara dan tangannya sangat gatal sekali ingin mencubit pipi gadis itu namun tertahan.
"Rokok nggak baik buat mu dear"- ujarnya sambil merebut rokok yang ara bawa dan hal itu langsung membuatnya tersadar, ara menatap tajam kala rokok bekas nya di hisap oleh pria asing.
" Lo!!"- tunjuk ara marah.
"Lucio alexander, inget namaku sayang"- ujarnya sambil tersenyum.
"LUCIOO BERHENTI KAMU!!"- Teriakkan itu membuat pria itu berdecak kesal karena tidak bisa berlama-lama dengan ara.
" See you beb, jangan tunjukkan wajah menggemaskan itu kepada orang lain cukup aku saja yang melihatnya"- ujarnya dan tak lupa ia mengecup kening ara hal itu membuat ara terkejut kembali.
"CIOOO"- guru itu melewati ara yang kini sedang memegang dadanya karena jantungnya serasa ingin keluar.
" Sialan"- entah sadar atau tidak senyum tipis itu muncul di bibirnya.
...-o00o-...
"Sebentar lagi, sebentar lagi semuanya kebongkar"- ujar seorang wanita yang kini menatap layar besar di hadapannya.
" Kumpulkan semua bukti, dan retas semua data An'crop and make Bl Crop "- titahnya pada salah satu pelayannya, sedangkan pelayannya langsung menganggukkan kepalanya lalu pergi.
setelahnya ia langsung berdiri di kursi kebesarannya, dan berjalan menuju ruangan tempat dimana kesayangannya berada, sesudah sampai ia langsung menatap inkubator yang berisikan bayi kembar dengan alat medis yang menempel di tubuh mungilnya.
"apa kau melihatnya?, betapa sedihnya saya menatap mereka.., hal yang saya takutkan kala dia besar nanti, dia menanyakan sosok ayah"- lirihnya tanpa sadar ia meneteskan airmatanya.
...-o00o-...
Menjalankan motornya di atas rata-rata, kilatan emosi bisa di lihat dari matanya, bayang-bayang masa lalunya membuatnya ingin mencari mangsa agar ia bisa tenang. Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 09:34 malam, melewati jalanan sepi adalah salah satu kesukaannya.
KITTTTT
Pria itu memberhentikan motornya mendadak, bahkan sekarang lamunannya buyar, awalnya akan marah tapi ia tersenyum miring di balik helmnya saat melihat seorang pria tergeletak di tanah.
"Bro lo gapapa?"-tanyanya setelah turun dari motornya.
BUGHH
Darah segar langsung mengalir dari pelipisnya kalau seseorang memukulnya dengan tongkat baseball tepat di sisi Kepalanya. Bukannya mengeluh pria itu hanya tertawa sambil menyentuh darah yang mengalir di sisi kepalanya.
"B*ngs*t"- pekiknya dan berbalik menyerang balik bajingan itu dengan brutal, dan secara tidak langsung semua kawanannya langsung keluar dari persembunyiannya dan menodongkan pisau tepat di leher pemuda itu.
" Serahkan harta milik anda, atau nyawa anda melayang!"-sayangnya dengan gerakan gesit pemuda itu berhasil membawa pisau salah satu begal tersebut dan....
JLEBB
JLEBB
JLEBB
JLEBB
Semua yang di sana terkejut kala melihat temenya yang di tusuk berkali-kali oleh pemuda itu, apalagi melihat senyum miring pemuda itu yang sangat menakutkan.
"Sekarang giliran kalian, bersenang-senanglah di neraka"- ketakutannya semakin besar kala pemuda itu mendekat.
JLEBB
...-o00o-...
Menatap kesal ke arah mobil yang saat ini sedang mogok, apalagi langit kini sudah menghitam seperti kehidupannya. Dengan kesalnya gadis itu menendang ban mobilnya dan menjambak rambutnya prustasi.
"Sial sial sial"- hari yang sial untuk seorang ara, mobil mogok,tidak membawa uang cas, dan jalanan pun sepi. Apalagi tadi hanya gara-gara gaina kakinya patah, keluarga wiliam langsung membawa polisi sekaligus pengacara untuk menuntut dirinya, tapi akhirnya ia bebas karena ervin membantunya. Menyebalkan
"OUHHHH F*CK*NG BIT*H"- makinya kala langit menyiramnya dengan hujan deras. Mau tak mau ia harus meneduh di halte bus yang sudah tidak di pakai.
"Andai gue nggak ke markas semua nggak akan kayak gini!!! ARGHHHH ERVIN SIALANNN"- semua gara-gara ervin andai saja ervin tidak memaksanya ikut ke markas semua tidak akan seperti ini.
"Apa perlu gue telpon si Holly"- ia langsung raba-raba kemeja dan rok sekolah nya namun sayang hpnya di markas gara-gara ervin Merampasnya.
" ARGHHHH ERVIN BANGS*T, MATI LO ANJ*NG!"
"Tidak baik Menyumpahi orang sayangg"- ara terkejut kala seseorang berada di belakangnya.
" Lo!! Ngapain lo di sini!!"- sarkas ara pada pria di depannya.
"Mmmmm nggak tau"- ujarnya sambil tersenyum sedangkan ara hanya bergidik ngeri.
"Ngapain malem-malem di sini!"- ucap pemuda itu dengan nada dingin bahkan ara terkejut apa pemuda itu mempunyai kepribadian ganda?
"Ngapain gue harus jawab pertanyaan lo!! Lo bukan siapa-siapa gue"
"Sekarang lo pacar gue!"- sontak hal itu membuat ara melotot tak percaya.
" Dih gilaa kagak mau gue enyah lo di hadapan gue!"- usir ara sambil mendorong bahu pemuda itu agar pergi. Tapi tangan ara malah di tangkap dan membuat wajahnya dekat dengan cowok itu. Ara memundurkan kepalanya kala kepala cowok itu mendekati wajahnya.
"Gue nggak Terima penolakan"- ucapnya tepat di depan wajahnya bahkan ara bisa merasakan hembusan nafas pemuda tersebut. Tiba-tiba saja wajahnya pria itu semakin maju, ara menjadi was-was. " Lo pacar gue.... "- bisiknya dan entah apa lanjutan kata tersebut tapi hal itu membuat ara menegang bahkan melototkan matanya tak percaya.
Cupp
Ara sadar kembali dan menatap tajam pemuda itu yang sedang mengusap bibirnya dengan ibu jarinya" Manis, sepertimu"
"LUCIOO BANGS*T"- Pekik ara, yahh dia adalah LUCIO ALEXANDER'S Yang tiba-tiba mengklaim dirinya sebagai kekasih.
...-o00o-...
Hari minggu yang cerah ini, ara berjalan menuruni anak tangga dengan wajah khas orang bangun tidur. Ia kini sedang sedang menguap-nguap dan melewati sekumpulan orang-orang yang berada di ruang keluarga.
"Baguss anak gadis jam segini baru bangun!!"- sindiran itu membuat langkah ara terhenti dan menatap mereka semua.
"Why?"
"Udah mom mungkin beby lelah"- bela aksara dan ara hanya acuh dan pergi ke dapur untuk mengambil minuman.
"Lelah ngapain kamu? Dari kemarin-kemarin mom liat si bontot diem aja"- sahut momy vira.
"Liat noh orang-orang pada rajin bersih-bersih lah kamu, jam segini baru bangun"- tuturnya.
" Ya jelas dong mom mereka harus bersih-bersih mereka kan kerja cari duit, lah momy malah nyamain aku sama art"- balas ara yang saat ini sedang berjalan ke arah mereka.
"Tinggal sewa art"
"Ngejawab aja kamu!"- kesal vira sedangkan ara hanya mengerutkan keningnya,apa ia salah?.
" Beby gak merasa salah deh mom, perasaan beby cuma jawab pertanyaan mommy aja deh?"- vira memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Gue salah bang?"- tanya ara dan aksara mendekatkan bibirnya ke arah telinga ara.
" Lo salah besar! Lo tau mak-mak? Kalo dia nanya dan kita diem aja mereka bakal bilang kenapa diem!, dan kalo kita jawab? Bakalan kayak gini ngejawab aja kamu! Lo sekarang tahu"
"Momy ribet"- vira membelakkan matanya lebar-lebar.
" Apa kamu bilang?!"
"Momy cantik"- ujar aksara sambil tersenyum, sedangkan ara hanya memutarkan bola mata malas.
" ASSALAMU'ALAIKUM CIKGUUU!!!!"- Teriakkan di depan pintu membuat mereka mengalihkan pandangannya.
"HALLOOOOOO MOMYYY"- yah mereka jake, joshua dan holly glora.
"NGGAK USAH TERIAK-TERIAK"
"MOMMY JUGA TERIAK"- balas holly tak kalah kencang.
" Hadeuhhh Kalian lagi, kalian lagi bosen momy liat kalian semua"- ketus vira dan ia langsung bangkit dari duduknya.
"Mom holly haus pengen jus jeruk dong"- dengan kurang ajarnya holly memerintah ibu dari ketua mafia.
" Sekalian yahh mom joshua juga haus"
"Udah mah nggak tau diri, ngelunjak lagi"- cibir vira namun tak ayal ia juga pergi ke dapur.
"Si Alvin sama si vino kemana?"- tanya ara.
" Ke rumah si leo, ngambil mobil gue"- ujar joshua sambil memakan camilan yang berada di atas meja.
"Lo bisa ambil sendiri kenapa harus nyuruh orang? "- tanya holly.
"Biasa dia nggak punya kaki"- ujar jake sambil menyalakan TV besar di depannya.
" Buta mata lo, nihh liat kaki gueee!!!!"- tunjuk Joshua sambil menggerakkan jari-jari kakinya
"Buluk"- cibir glora membuat holly dan lainnya tertawa.
" Sembarangan!!, bukan apa-apa tapi sekarang gue males kalo ke rumahnya si aksara, you know nyai Ronggeng?"
"Omanya aksara?"- tebak ara dan joshua langsung menjentikkan tangannya" Yahhhh benarr, kok lo bisa tahu? Apalagi liat cewek menye-menye, ngeselin anj*r, apa-apa omaaaa, omaaa, omaaa. Jijik gue "- ujar joshua geram.
" Dia di pungut kan?"- tanya glora seketika joshua dan jake menganggukkan.
"Si gaina sengaja di bawa sama neneknya si leo, soalnya waktu neneknya masih di rumahnya dulu si gaina sering nemenin dia, bahkan waktu neneknya sakit si gaina yang ngobatin sampe akhirnya dia di bawa dan di klaim sebagai calon cucu menantunya"- ujar jake panjang lebar.
" Bisa tau lo"- ucap holly.
"Gaina mantannya jake"- ucapan aksara membuat mereka tersedak bahkan matanya sampai melotot.
"SERIOUSLY!!!"- pekiknya dan jake hanya menaikkan pundaknya.
Drrrrt drrrrt drrrrt
Mereka mengalihkan pandangannya ke arah hp yang bergetar, mau tak mau ara harus mengangkatnya
"hallo"- ia langsung bangkit dan pergi menuju anak tangga.
"Haii teman-teman"- mereka kembali mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk dimana tatapan mereka berubah menjadi tatapan benci kala seorang gadis dengan membawa tongkat itu datang menghampiri mereka.
" Teman? Emang kita temen lo? "- ujar holly dengan nada ketus.
" Emang aku nyapa kamu? Perasaan aku nyapa joshua, jake sama aksara bukan kamu"- holly melotot.
"Emang gue mau temenan sama lo? Kagak any*ng"- cerca joshua dan holly hanya tersenyum mengejek.
" Lo ngapain kesini? "- tanya jake seketika itu juga gaina berjalan mendekati jake dan duduk di sebelahnya.
"Gak punya sopan santun lo?!!"- cibir glora dengan lirikan tajamnya sedangkan gaina hanya mengacuhkannya dan melingkarkan tangannya ke tangan jake.
"Aku bosen di rumah jake..."- ujarnya dengan nada di gemes-gemes.
" Iki bisin di rimih jike"- cibir holly Seketika ia langsung bergidik"Jijik sumpah amit-amitt" Pekiknya lalu pergi ke dapur.
Sekitar 30 menitan mereka masih betah di ruang keluarga, bahkan mereka semua tak segan-segan membully gaina apalagi di tambah dengan davira yang selalu memuji gaina, makin benci mereka semua kala melihat wajah sok polos gaina.
"Ara mau kemana kamu?"- tanya vira saat melihat putri bungsunya turun dari tangga dengan pakaian rapi dan tatapannya masih menatap kearah HP-nya.
"Ada urusan di luar"- sahutnya tanpa menatap vira
"Kamu gak sopan ara"- suara itu membuat langkahnya terhenti dan berbalik menatap gadis menye-menye itu.
" Lo!! ngapain lo ke sini?"- tanya ara
"Kenapa memangnya?"
"Sampah nggak boleh masuk ke rumah gue bau soalnya!"- ujar ara, hal itu membuat gaina mengepalkan tangannya.
"Ara nggak boleh kayak gitu sama temen kamu"- ara menatap para temannya tajam seolah bertanya siapa yang mengajaknya.
"Bukan gue sumpah"- ujar joshua sambil menggelengkan kepalanya.
"Dia maksa buat ikut"- sahut vino sedangkan ara hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi lo nggak seharusnya bawa dia kesini!"
"T-ta.. "
"Araa"- peringat davira
"Kenapa kamu nggak suka sama aku ara?"
"Karena gue sukanya cowok, bukan cewek. Sekalipun gue cowok gue nggak selera sama lont* kayak lo! Sampah"- cibir pedas ara hal itu membuat mereka tersenyum terkecuali davira.
" Momy nggak pernah ngajarin kamu kayak gitu, harusnya kamu intropeksi diri, gara-gara ulah kamu gaina jadi patah kakinya. Dan harusnya kamu berterima kasih karena dia nggak laporin kamu ke polisi"- mereka semua menjatuhkan rahangnya, apa di tinggal sebentar oleh mereka semua davira sudah di cuci otaknya oleh gaina? Andai saja davira tahu bahwa keluarga wiliam melaporkan semuanya bahkan membawa polisi dan pengacara ke sekolah.
"T-tapi mom..."- ucapan Holly terpotong oleh suara gaina.
" Udah momy gapapa kok"- ucapan gaina membuat mereka melotot, dan davira pun tersenyum.
"Kamu emang baik sayang"- sahut davira sambil mengusap kepala gaina.
Ara menatap tajam ke arah gaina yang sedang tersenyum mengejek dengan gerakan cepat ia memukul wajah gaina BUGHH, mereka tercengang dengan apa yang ara lakukan apalagi melihat gaina yang sudah terjatuh.
"ANJ*NG LO APAIN NYOKAP HAHH!!! PARASIT KAYAK LO EMANG BENAR-BENAR HARUS GUE BUNUH!!!"- ujar ara sambil mencekik leher gaina.
"ARAA UDAHH"
"LO SEMUA DIEM GUE MAU BUNUH NI MEDUSA!!"
"ARAA"- Davira menarik tangan ara kuat hingga cekikannya lepas dan
PLAKK
Wajah ara tertoleh ke samping dengan mata yang membulat kaget, dengan tangan yang masih berada di pipinya ara menatap momynya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" KAMU MAU BIKIN ANAK ORANG MENINGGAL HAHH!!!"- bentak davira sambil membantu gaina berdiri.
"Ar lo gapapa? "- tanya glora sambil memegang pundak ara tapi di tepis oleh ara.
"Momy bela ni medusa"
"Sikap kamu sekarang tidak bisa di toleransi araa, momy nggak pernah ajarin kamu seperti itu!!"
"WAHHHHH GILAAAA, lo udah berhasil cuci otak nyokap gue, dan bodohnya nyokap gue percaya dengan tampang sampah kayak lo"- ujar ara sambil bertepuk tangan.
"Bodoh"- desis ara sambil menatap mereka satu persatu.
Drrrt drrrt
Ara menatap layar hpnya lalu berlalu dari mereka, teman ara yang ada di sana menatap tajam gaina" Momy keluarga wil-"
"Momy gaina pusing"- ucapan Holly lagi-lagi terpotong oleh suara lirih gaina, bahkan saat ini davira saat ini panik dan mendudukan gaina lalu mengacir ke arah dapur. Di saat tubuh davira hilang gaina duduk tegak dan menatap mereka dengan tersenyum bangga.
" Baguskan permainan aku"- ujarnya membuat aksara berjalan dan hampir akan menampar gaina tapi tertahan oleh joshua.
"Nggak usah ladenin orang gila"- ketus joshua sambil menatap jijik gaina.
Sedangkan di luar rumah ara kini berjalan mendekati mobil sport hitam di depannya dan tidak sengaja ia berpas-pasan dengan leo. Tapi saat akan melanjutkan langkahnya tiba-tiba tangan ara di pegang dan mau tak mau ara memberhentikan langkahnya.
"Don't touch me! Tangan gue nanti kena kuman"- ara menyentak tangan leo.
"Sayanggg ayooo, kenapa kamu lama"- teriakkan itu membuat dua sejoli itu menengok.
" Secepat itu ra... Lo pasti nggak bisa move on sama gue jadi lo lampiasin semuanya ke dia"- ujar pd leo.
"NGIMPII, gue bahkan jijik liat wajah lo!! Enyahlo! "- ara mendorong leo dan pergi ke dalam mobil
Tbc....
PUSING GUEE HHHEEE