
Leo dkk kini sedang memarkirkan mobilnya di halaman mansion keluarga halton yang saat ini sedang di dekorasi untuk acara tujuh bulanannya Tiara, mereka kini berjalan menuju pintu masuk Setelahnya leo,Jake dan joshua melihat beberapa orang yang sangat asing bagi mereka bertiga.
"Hii vino,hii alvin"- vino hanya mengacuhkan gadis itu dan ia mulai mencari keberadaan Ara dari sudut ruangan mansionnya. Setelah beberapa menit vino ia langsung keluar dari lift dan pergi menuju ruang tengah.
"Mom Ara kemana?"- tanya vino sambil mengacak pinggangnya.
"Ara belum pulang nak, ada apa?"- tanya Nissa,dan sekarang tatapan Alvin kini beralih pada Bima ayahnya.
"Daddy tahu aksara?"- tanya Alvin dengan nada dinginnya, pertanyaan itu langsung menyita perhatian semua orang yang ada di sana,bahkan saat ini juga Bima,rafa,Aditya dan para istrinya langsung menatap alvin.
"Kalian kenapa gak pernah cerita tentang kehidupan Ara!!! Dan kalian juga kenapa gak pernah bilang kalo aksara itu kakak kandungnya ara!!"- ujar vino sambil menahan emosinya.
"Kalian sudah tahu"- ujar Bima.
"Ya!!! Bahkan tahu semuanya!! Dan Dady kenapa gak beritahu kami tentang hal itu"- ujar vino
"Waktu pertama kali kalian berteman dengan aksara, Daddy mau bilang kalo aksara itu kakak sepupu kamu, tapi Daddy pikir-pikir itu bukan saat yang tepat untuk memberitahu tentang hal itu"- jelas Bima.
"Apa kalian membenci aksara?"- tanya Nissa, sedangkan Alvin ia langsung pergi ke kamarnya enggan membahas hal ini.
"Sangat, bahkan sangat benci"- jawab vino, sedangkan Nissa ia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Vino,,,,kesalahan yang di perbuat oleh aksara itu bukan semua salahnya aksara, jadi kalian tidak boleh membencinya, ia sudah cukup terpuruk atas kehilangan Ara dan momy Vira, jadi kesalahan yang aksara perbuat kamu harus memaafkannya mau itu besar atau sebutir pasir"- ujar Nissa,,
"Mom,,,Tidak semudah itu untuk memaafkan aksara, aksara udah bikin Ara nangis tiap malam mom, bahkan karena aksara, Ara depresi. Dan momy suruh vino buat memaafkan makhluk tak tahu malu itu"- ujar vino tak percaya dengan apa yang ibunya katanya, ia berfikir hati ibunya terbuat dari apa!!.
Sementara mereka yang ada di sana hanya menatap dan menjadi pendengar kala vino berbicara, tapi tiba-tiba Alvin ia baru saja turun dari tangga dimana ia terlihat terburu-buru sambil memakai jaket kulit hitam miliknya.
"Mau kemana Lo?"- tanya Jake kala melihat Alvin terburu-buru.
"rumah sakit"- ujar Alvin yang saat ini di mode dinginnya.
"Ngapain?"- tanya Joshua.
"Ara kecelakaan"- mereka semua menegang di tempat dengan gerakan cepat mereka semua juga langsung pergi ke rumah sakit.
...-o00o-...
Ara gadis itu sedang duduk di taman dengan tatapan kosongnya ia benar-benar membenci yang namanya keluarga ia sangat terluka atas perlakuan masa lalunya yang selalu membuat hatinya sakit. Dan malam ini cuaca sedang mendung dan sepertinya awan tahu bahwa hatinya saat ini sedang sakit.
"Kenapa?kenapa takdir begitu kejam kenapa? Kenapa gue selalu di tinggal oleh orang yang gue sayang kenapa?? Kenapa....hiks...., pertama Opah....., ke dua omah....., apa ketiga momy, kenapa Tuhan kenapa kau begitu tega.....hiks...Jika kau marah kepadaku kenapa kau harus melampiaskan semuanya kepada momyku, ini semua salahku tuhan......hiks, gue benci takdir,gue benci Abang gue, hiks..... hiks Opah,omah jika Opah sama omah ingin mengambil momy ajak lah ara, Ara ingin bahagia bersama kalian, ara lelah harus begini terus, ara lelah hidup seperti ini....hiks.. Ara hanya ingin bahagia"- isaknya
"GUE BENCI TAKDIR,GUE BENCI CINTA, GUE BENCI YANG NAMANYA KELUARGA, GUE INGIN MATI hiks....hiks, GUE SANGAT SANGAT BENCI YANG NAMANYA TAKDIR, GUE GAK PERCAYA NAMANYA KASIH SAYANG"- teriak Ara sambil mengacak rambutnya frustasi.
Drrrrtt Drrrrtt Drrrrtt
Headphone gadis itu berbunyi dan seketika itu juga ara langsung menghapus air matanya.
"Hallo mbok ada apa?"
"Non nyo-nyonya"
"Kenapa mbok ada apa?jawab yang bener dong mbok, mbok kenapa nangis?"
"Nyonya m-meninggal"- seketika tubuh Ara lemas hingga mengakibatkan tubuhnya terjatuh,serasa tahu akan perasaannya langit langsung meneteskan air hujan yang langsung mengguyur kota Jakarta.
"Non, non"- dengan cepat Ara berlari menuju motornya, setelah itu ia pergi meninggalkan taman.
Ara mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan hujan mengguyur kota Jakarta, tapi ara tetap menerobos hujan itu sedangkan pengendara lain menepi.
Selang beberapa menit Ara Sampai dengan baju yang basah kuyup, ia langsung pergi ke ruangan momynya berada, dan langkahnya terhenti ketika melihat semua keluarga besarnya datang dengan tangisan.
"M-mbok"- panggil ara dan Nissa selagi bibinya langsung memeluk tubuh ara erat tanpa memperdulikan bajunya basah.
"Momy gapapakan?"- tanyanya tapi Nissa dan lainnya tak menjawabnya.
"Uncle momy gapapakan!!"
"Vino momy gapapakan"- tanya Ara sambil meneteskan air matanya,sedangkan vino ia enggan untuk menatap mata Ara.
"KENAPA DIAMMM"- ara langsung berlari ke ruangan Vira, perlahan-lahan ia melangkah menuju seseorang dengan kain putih yang menutupi tubuhnya,Ara langsung membuka kain tersebut dan menampilkan wajah Vira Yang sudah pucat pasi, ara langsung menggenggam tangan vira, tetesan demi tetesan air mata yang di keluarkan oleh ara.
momynya tidak mungkin meninggalkannya, momynya sangat mencintainya bahkan sangat menyayanginya.
"Momy,... Momy becandakan..... Mommy kenapa ninggalin ara, hiks...hiks mommy tega banget, momy tahukan Beby sangat benci kepadanya dan momy kenapa ninggalin beby, hiks....hiks momy tahukan kalau aku gak punya siapa-siapa di sini...... kenapa hiks kenapa momy ninggalin aku"- ujar Ara sambil menggoyangkan tubuh Vira.
Sedang seluruh keluarga besarnya hanya menatap nanar ke arah mereka berdua, mereka juga sudah tidak bisa menahan air matanya, mereka tahu bahwa ara akan menjadi orang yang tak tersentuh dan menjadi lebih dingin.
"Mommy jahat, MOMMY JAHAT, BEBY BENCI MOMMY AKU SANGAT BENCI MOMMY, BEBY SANGAT BENCI MOMMY, hiks...hiks...hiks beby benci mommy"- ujar Ara sambil menggoyang-goyangkan tubuh Vira, dan di sanalah vino langsung memeluk tubuh Ara erat, Ara yang lemas langsung terduduk dengan aksara yang masih memeluknya.
"Kenapa nasib gue seperti?.....hiks..kenapa gak gue aja yang mati!!...kenapa harus momy, kenapa harus momy yang meninggal, kenapa gak gue aja!!!....hiks... Gue berusaha keras untuk mengembalikan hidup momy, kenapa tuhan langsung mengambilnya..hiks.. gue salah apa??....Bunuh gue bang....bunuh gue.. gue mau nyusul momy, gue pengen bahagia!"- Isak Ara dalam pelukan vino.
"Hutss, jangan bilang kayak gitu dek... Hiks... Di sini masih ada Abang, Abang akan buat kamu bahagia"- dan perhatian di sana juga langsung tertuju pada aksara yang saat ini sedang membentak Ara.
"INI SEMUA SALAH LO BEBY, LO ANAK PEMBAWA SIAL DI KELUARGA GUE!!! ENYAH DARI SINI"
DORRR
Ara ia langsung membuka matanya dan terduduk dari tidurnya, keringat dingin membasahi seluruh wajah bahkan tubuhnya,"huhhh....huhhh... Cuma mimpi" Ara ia langsung mengusap wajahnya gusar, tapi seketika itu Ara ia meringis karena menekan luka yang ada di kepalanya yang saat ini sedang di perban dan ia juga menatap tangannya yang kini di infus.
"Ar lu udah bangun"- ujar leo yang saat ini sedang berada di sisi brangkar Ara.
"gue panggil dokter yahh"- leo langsung keluar dari ruangan Ara untuk memanggil dokter.
"Gue ngapain di sini?"- gumam Ara sambil memegang kepalanya karena pusing.
Ketika membuka pintu ruangan tersebut Ara ia berjalan menuju Vira yang saat ini masih berbaring dan juga alat-alat yang masih tertera di tubuhnya"mommy, huhh terimakasih tuhan"- ujar Ara sambil mencium tangan Vira terus-menerus hingga akhirnya ia mendengar suara yang membuatnya menghentikan kegiatannya.
"Beby kamu sudah sadar"- ucap aksara yang baru saja keluar dari toilet, dan Ara ia langsung menatap wajah aksara datar.
"Ngapain Lo kesini!!"- Tanya Ara dingin.
"ARAAAA"- teriak holly sambil berlari ke arahnya, dan memeluknya erat bahkan sangat erat.
"Hiks..hiks.. Lo jahat ara, Lo jahat, Lo gak bangun-bangun dari kemaren"- ujar holly tanpa melepaskan pelukannya.
"Udah lly badan gue sakit"- ujar ara, holly langsung menggelengkan kepalanya enggan melepaskan pelukannya.
"Gue kangen Ama Lo"
"Udah lly kasian Ara, baru bangun"- ujar Glora dan holly ia langsung melepaskan pelukannya.
"Ara Lo gapapa kan?"- tanya holly dan Ara langsung mengangguk.
"Apa yang terjadi sama lo??dan siapa yang melakukan hal ini sama Lo?"- tanya glora, mau tak mau Ara ia harus keluar dari ruangan, karena di sana ada aksara yang saat ini sedang menyimak percakapan mereka.
Flashback on.
Setelah berlari dari taman, Ara ia langsung menuju ke arah parkiran dan ia langsung masuk kedalam mobilnya, lalu meninggalkan sekolahan, jujur saat ini hati Ara Sangat sesak ketika mengingat masa lalunya yang begitu kelam.
Ara ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan ia juga menerobos lampu lalulintas, Ara juga selalu bergumam tentang kehidupannya, jujur saat ini hati yang ia tata kembali kini roboh dengan cepat.
"Hiks... KENAPA??KENAPA HARUS BEGINI SIH ANJ*NG!!!!"- teriak Ara di dalam sana, ia juga memukul-mukul dadanya karena sesak.
"GUE BENCI SAMA LO AKSARA, GUE BENCI!!!!!"- teriak Ara, seketika itu juga ia terkejut kala Seorang pria lanjut usia tengah menyebrang tanpa melihat kanan-kiri, Ara ia langsung menginjak rem mobilnya, namun.
"Mobil gue kenapa???"- Ara mulai cemas kala rem mobilnya blong.
Titttt
Tittt
Tittt
Ara berusaha untuk memberitahu kepada lelaki itu agar menyingkir,kini Ara mulai cemas kala lampu lalulintas tersebut menjadi warna merah tak lama kemudian mobil dari arah samping tiba-tiba menabrak mobil Ara yang sedang berlaju kencang dan...
BRAKKK
Mobil Ara terguling hingga membuat bagian mobilnya rusak parah, sebagian orang langsung keluar dan berusaha menolong ara yang saat ini sedang berada di dalam sana.
"T-tolong"- gumam Ara dengan wajah yang dipenuh oleh darah, Ara ia berusaha melepaskan
seat belt, walaupun matanya buram.
"Tuhan jika hari ini adalah hari terakhir ku, tolong buatlah semua orang bahagia atas kepergianku"- mata Ara mulai tertutup rapat dan menghitam.
Flashback off.
"Rem mobil Lo blong? Kok bisa?"- tanya holly sambil menatap Ara.
"Entahlah gue juga gak tahu lly"
"Coba lu cari tahu cctv di parkiran sekolah"- ujar Ara
"Gue udah cari tahu, tapi kayaknya tu orang pinter nge hack cctv"- ujar Glora sambil menatap laptop milik Ara yang berada di ruangannya.
"Lu yang bodoh"- Ara langsung merebut laptopnya dari glora dan langsung mengotak-atik laptopnya setelah 2 menit Ara berhasil menghack cctv semua penjuru sekolahannya bahkan sampai cctv jalan, ia langsung menatap layar laptopnya dengan serius,seketika itu juga tangannya langsung mengepal kala melihat seseorang yang tengah menyabotase mobilnya.
"Kenapa?"- tanya glora sambil menatap Ara.
"Wow bukannya ni orang yang udah bakar semua mobil murid di BF'SCHOOL?, terus lu tangkap lalu lo lepasin gitu aja, dan sekarang dia menyabotase mobil Lo? what is the reason he did that? Balas dendam kah?"- ujar Glora sambil menggelengkan kepalanya.
"Penghianat"- gumam Ara, seketika itu juga hp holly berbunyi.
"Hallo"
^^^"Gue udah tangkap pelaku yang udah menyabotase mobil Ara, sekarang lagi di siksa" -^^^
Ara langsung merebut hp milik holly"jangan sampai dia mati duluan, bunuh secara perlahan"- ujar Ara lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Bunuh siapa Ra?"
.......
.......
.......
.......
...TBC..........
...Jan lupa vote,like,and comment positif...
...Ikuti author juga ya guys...
...See you next time 🤗...