
Selamat tahun baru, happy New Year buat kaliann semuaaa para reader THE QUEEN OF LEADER MAFIAA
Setelah satu setengah jam lamanya,akhirnya anggota musuh sudah di kepung oleh Rof-5,BR, dan anggota polisi yang presiden Korea kerahkan, Mereka semua hampir saja bernafas lega,tapi Ara ia berfikir semuanya belum selesai, dengan mata elangnya Ara tidak melihat ketua dari mafia, tapi tiba-tiba....
DORRR
satu tembakan mengenai tangan kiri Ara, Ara langsung melihat orang yang menembaknya, mata elang Ara tertuju pada satu titik yakni pintu keluar"KELUAR DAN TANGKAP DIA!!!"- Teriak Ara dan ia langsung mengambil senapan yang tadi Lionel gunakan untuk menembak mati ketua Prancis.
Ia berlari menuju tangga dengan gerakan cepat ia sampai di lantai atas dimana jeno,Glora dan anggota lainnya berada.
BRAKKK
Ara langsung mendobrak pintu dimana semua para aktris berada, cukup terkejut dengan kedatangan Ara yang di penuhi darah, mereka langsung menegang ketika melihat senapan yang Ara bawa.
DORRR
DORRR
DORRR
PRANGGG
Seketika kaca yang tebal di atas gedung itu pecah ketika Ara menembaknya, Ara langsung melihat teleskop yang berada di atas senapannya, ia langsung mengunci target ketika sudah menemukannya lalu.
DORRR
DORRR
DORRR
Ara menembak mati ketua BD yang sedang berlari tepat di arah kepalanya"bye-bye ketua BD!!"- ujar Ara ia langsung menurunkan senapannya, setelah itu ia Langsung melemparkannya ke arah bryan.
Ara berjalan terpincang-pincang ke arah sofa dan langsung mendaratkan bokongnya. Keringat bercampur dengan darah bercucuran membuat kemeja putih Ara kotor, dan dengan bodohnya Ara langsung membuka semua bajunya dan hanya menyisakan bra sport, dan balutan kemeja robek yang saat ini menahan lukanya, akibat pisau yang super tajam yang menusuk perut dan juga pundaknya.
Dan pada saat itu juga Glora dkk menghampiri Ara, yang saat ini memiliki banyak luka tusuk dan goresan di bagian tubuh, dan wajahnya yang saat ini masih memakai topeng, tapi dengan cepat Ara melepaskan topengnya, hal itu membuat semua orang kaget ketika melihat paras cantik dari wajah Ara.
"Jika salah satu dari kalian ada yang memotret ketua kami,bersiap-siaplah terkena resikonya"- ujar Bryan dingin
"L-lo g-gapapakan?"- tanya holly,ketika melihat banyak luka tusuk di bagian perutnya, dan bahkan pundaknya yang saat ini darahnya masih mengalir walaupun sudah di tahan oleh kemeja yang di robek tadi, dengan cepat Ervin langsung merobek kemejanya untuk menahannya lagi.
"JENO PANGGIL AMBULANCE!!!"- teriak Glora.
"ini aku mempunyai perban untuk menahan agar darahnya tidak mengalir" ujar salah satu idol. "Terima Ra sekalian Ama tanda tangannya"- ujar holly sambil menoel-noel tubuh ara.
"HOLLY!!!"- Tegur mereka semua, Glora langsung mengambil perban itu dan langsung melilitkannya ke arah perut Ara yang saat ini berdarah.
Ara hanya mengigit bibirnya,ketika glora memegang bagian luka di area pundak dan area perutnya, mereka yang melihat itu langsung ngilu.
"Apa kalian tidak apa-apa?"- tanya salah satu idol.
"Ne, Taehyung oppa"- ujar holly dengan hati yang berbunga-bunga. "Cakep juga lly BTS, gue kira plastik"- bisik lionel
"Gue lagi bawa senapan, Lo mau gue tembak"- hardik holly kesal.
"Apa kalian mengenal kami?"- tanya taehyung
"Yah tentu saja, aku salah satu dari jutaan para army"- ujar holly dan personil BTS langsung tersenyum.
"Astaga jantung gue..."
"Jangan lebay lly,mau gue timpuk!"- ujar lionel sambil bergidik geli.
"Timpuk aja pake semp*knya kookie gue ikhlas kok"- ujar holly sambil menatap wajah Jungkook yang sedang menatapnya heran.
"Stress ni orang"- ujar lionel sambil menggelengkan kepalanya.
"Di luar banyak wartawan, dari berbagai media dan cara kita keluar gimana?"- ujar Jeno ketika melihat ke arah jendela yang sudah tidak di lapisi oleh kaca lagi.
"Apa kalian tidak apa-apa?"- tanya Bryan kepada para idol yang ada di ruangan itu, dan mereka semua langsung mengangguk, sedangkan para fansnya banyak yang terluka karena kebodohannya dan saat ini beberapa ambulance telah datang untuk menyelamatkannya.
"Lo gapapakan? Perut Lo sakit?"- tanya Ervin dan Ara mengangguk sebagai jawaban, terlihat jelas di wajahnya bahwa Ervin sangat hawatir apalagi wajah Ara yang saat ini sangat pucat. Ervin langsung membantu Ara berdiri namun.
BRUK!
"Araa, bangun"- tanpa ba-bi-bu Ervin langsung menggendong Ara ala bridal style, Glora yang melihat itu langsung menutup seluruh tubuh Ara.
"BRYAN SIAPKAN MOBIL, LO BERTIGA HALANG SEMUA WARTAWAN, lo glora ikut gue dan jaga jas ini jangan sampai kebuka"- Ervin seperti itu karena melihat wajah Ara yang sudah sangat pucat, dan ia juga cemas takut Ara kenapa-kenapa. kenapa? Karena Ervin tahu rahasia besar Ara yang sangat beresiko tinggi terhadap nyawa Ara.
Sedangkan di negara Indonesia terdapat keluarga halton yang kini tengah berada di ruang tamu, satu hari setelah Ara meninggalkan rumah mereka merasa hampa.
"Woy woy woy, liat deh berita di hp buruan"- ujar vino yang baru saja turun dari tangga dengan terburu-buru.
"Lo tahu stasiun televisi Korea semua di hack sama mafia BD, dan ngancem bakalan bunuh semua aktris di sana, woww keren sih. Yang bikin terkejutnya ketua mafia Rof-5 turun tangan nj*r, gak nyangka gue. Sekian lama akhirnya ketua itu menunjukkan jati dirinya walaupun pake topeng sih"- tutur vino panjang lebar.
"Momy gak tau kan? Gue takut mereka hawatir"- ujar alvin.
"Entahlah, tapi bakalan tau sih di tv lokal udah ada beritanya"- sahut vino.
Drtttt drrrt drrttt
"Siapa?"- tanya leo pada vino.
"Nyokap gue"- vino mengangkat telponnya dan terdengar jelas bahwa momynya menghawatirkan ponakannya.
"Ara di sana baik-baik aja kan?"- gumam leo, ia langsung mengetik nomor Ara tapi tidak di angkat.
"Di angkat gak?"- tanya Tiara, dan leo menggelengkan kepalanya. Cemas itulah yang mereka rasakan.
"Gimana ini?"- tanya Alvin
"Tuhan Yesus lindungilah mereka"- doa Joshua dalam hati.
Sedangkan di lain tempat, semua anggota Rof-5 tengah berkumpul di lobby rumah sakit, rumah sakit itu sudah di sewakan oleh presiden Korea khusus Rof-5, dan untuk para pasien semua di alihkan ke rumah sakit lain. Di sana juga bukan hanya anggota rof-5 saja melainkan para idol dan mafia Korea juga yang saat ini sedang membersihkan lukanya, karena sebagian para idol bersabuk hitam di sana membantu menyelesaikan hal ini.
Tepatnya di depan pintu operasi semua sahabat Ara tengah berdiri di depan sana, bahkan mereka tidak sempat membersihkan diri karena yang terpenting sekarang adalah kondisi Ara.
Ervin mengusap wajahnya kasar, ia sangat marah kepada Ara karena Ara ia lebih mementingkan nyawa orang lain, di tambah lagi Ara memberikan rompi anti peluru itu ke orang lain.
"Lo laper gak?"- bisik holly kepada lionel, dan Lionel hanya menganggukkan kepalanya.
"Ke kantin yok, sekalian caper"- tuturnya
"Sinting Lo!!"- sembur Lionel.
"Markas timur di bakar"- mereka menatap Bryan yang baru saja datang dengan wajah babak belurnya.
"APAA!"- pekik mereka semua.
"20 anggota tewas, 120 senjata di curi!!"- Ervin mengepalkan tangannya, bahkan mengeratkan rahangnya.
"Gue bakalan ke Indonesia Lo pada diem di sini"- ujar Ervin
"Gue ikut"- ujar Jeno
"Lionel Lo ikut, Glora dan holly diem di sini"- ujar Ervin sedangkan Glora dan holly hanya mengangguk.
"Kabarin kalo Ara siuman"- mereka berdua hanya bisa mengangguk lagi.
"Gue takutt"- ujar holly sambil menjambak rambutnya frustasi.
"Udah gak usah takut"- ujar Glora sambil merangkul pundak holly.
"Lo laper kan? Kita ke kantin dulu yuk"- ujarnya lalu pergi menuju kantin rumah sakit.
"Gimana keadaannya?"- tanyanya to the poin, kala melihat dokter pria itu keluar, dokter pria itu menatap orang yang bertanya kepada dirinya.
"Kenapa anda memakai masker?"- tanya dokter muda itu.
"Itu adalah sebuah privasi"
"Bagaimana kondisi dia?"- tanya orang itu lagi.
"Dia?"- orang itu langsung menunjuk ke arah salah satu tubuhnya.
"Kondisinya baik-baik saja, dia sangat hebat"
"Hmm aku tau itu"
"Ikuti semua perintah dia...."- dokter itupun mengangguk.
TBC.....