
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...
...Gak bakalan update bye..........
Satu hari setelah Ara keluar dari rumah sakit, keluarga Halton mereka kini menyiapkan keperluan untuk acara tujuh bulanan tiara, sebenarnya keluarga halton tidak mengizinkan Ara untuk pulang, karena ia harus sembuh total dan beristirahat dengan cukup agar tubuhnya kembali sehat, tapi Ara menolak keras karena ia tidak mau acara tujuh bulanannya Tiara ditunda lagi karena dirinya.
Kini tepatnya pukul 15:43 WIB. Sepulang dari sekolah Glora,holly, dan Leo ddk mereka langsung pergi ke arah rumah keluarga halton, dan sekarang mereka semua juga kini berada di kamar Alvin yang sangat amat luas dan mereka juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tujuh bulanan aunty Tiara.
dan di sana terdapat holly dan Glora yang sudah siap dengan pakaian adat jawanya dan make-up tipisnya,dan sekarang mereka berdua tengah membantu Jake dan Joshua untuk memakai baju adat Jawa dengan cara melihat tutorial di YouTube, dan Ara setelah pulang dari rumah sakit, ara bukannya istirahat ia malah langsung mengerjakan pekerjaan kantornya seharian penuh,dan setelah selesai dengan kerjaannya, Ara langsung di sibukkan dengan membantu vino untuk memakai pakaian adat Jawa dan alhasil Ara ribet sendiri karena sepulang dari rumah sakit Ara belum istirahat. Dan kini Ara sedang mengurusi pakaian vino dan membuat Ara kesal sendiri.
"Ar yang bener dong, ini di pasangnya benerkan, nanti kalo kainnya melorot gimana??"- ujar vino bawel, jujur Ara sangat kesal kepadanya karena vino selalu saja bawel dengan apa yang Ara lakukan.
"Gue kan dari tadi bilang gue gak bisa masang beginian, kalo mau bener mending Lo nyuruh tukang riasnya langsung!!!"- tekan Ara kesal sambil mengencangkan kain jariknya di pinggang Lionel agar tak melorot,
"Dihh gila lu, males banget gue!!"- ujar vino sambil bergidik ngeri kala melihat Alvin dan leo yang sedang di Riasi oleh tukang rias bertulang lunak, hal itu membuat mereka enggan untuk di Riasi oleh mereka karena takut tubuhnya di sentuh-sentuh seperti apa yang di alami oleh Alvin dan leo.
"Jake diem Napa sih lu, melorot kan jadinya!!!"- ujar Glora setengah berteriak.
"Ya iyalah orang lu ngiketnya kurang kenceng, untung gue pake kolor boboiboy, kalo enggak CK CK ck!!"- ujar Jake sambil menggelengkan kepalanya.
"Boboiboy aja bangga nih gua pake kolor elsa and Anna"- ujar Joshua sambil memperlihatkan kolor Frozennya, hal itu membuat holly mencak-mencak.
"JOSHUA GOBL*K!!!"- teriak holly kesal, jujur ia sudah cape memasangkan kain jarik kepada Joshua untuk ke lima kalinya, dan malah berujung melorot lagi karena Joshua tidak mau diam seperti cacing kepanasan.
"Cape gua sumpah, Ar bantuin gih cape gue, nanti makeup gue luntur lagi!"- ujar holly sambil mengipas-ngipas dirinya karena berkeringat.
Ara yang sedang menyerahkan beskap kepada vino langsung mendonggakkan kepalanya menatap holly"dihh enggak ya, gue belum siap-siap jingan lah lu, udah tinggal kebawah, sedangkan gue belum mandi"- ujar Ara kesal dan langsung pergi ke arah kamar mandi.
Selang beberapa menit Ara sudah siap dengan pakaian adat jawanya dan make-up tipis di wajahnya ia tinggal turun kebawah, sedangkan yang lainnya mereka semua meninggalkan Ara dan sudah pergi ke bawah karena aunty Nissa memanggilnya.
"ALLAHUAKBAR, Leo sialan lu,kaget gue" ujar Ara pada saat ia membuka pintu dan di kejutkan oleh wajah leo yang amat sangat datar.
Ara dengan jantung yang masih berdetak langsung menatap wajah leo dengan tatapan kesal "Bantuin gue dong, pakein ini"- ujar leo sambil menyerahkan kain jarik kepada Ara, dan Ara hanya bisa menghela nafasnya lalu di terima dengan perasaan dongkol.
Ara mulai memasangkan kain jariknya kearah pinggang leo, jujur Ara tak leluasa saat memegang tubuh leo karena dia bukan siapa-siapa"bajunya ke atasin Napa sih Yo"- ujar Ara kesal, dan leo dengan santainya langsung membuka bajunya di hadapan Ara, setika itu juga Ara langsung menatapnya dengan tatapan kagum, btw Ara gak munafik ya...
"Cepetan malah bengong"- ujar leo sambil menjitak kepala Ara, selang beberapa menit Ara selesai memakaikan kain jarik di tubuh leo walaupun agak kesusahan.
"Gak bakal melorotkan?"- tanya leo
"Gak bakalan lahh"- ujar Ara sambil membalikkan badannya tapi tiba-tiba Leo ia tidak sengaja menginjak sandal yang ara pake hingga membuat Ara kehilangan keseimbangan dan berakhir terjatuh di atas kasur dengan Leo yang menimpa tubuhnya karena ara, ia dengan sepontan menggelungkan tangannya di leher leo.
Cup
Ara membulatkan matanya kala leo mencium dirinya tepat di atas bibirnya, sama halnya dengan leo, jantung mereka terpacu sangat cepat, hingga pada akhirnya.
"LAILLAHAILLALLAH MUHAMADDAN RASULLULLAH, mata gue"- ujar vino sambil menutup matanya dengan jari-jarinya walaupun sedikit mengintip, sedangkan Alvin yang saat ini sedang berada di sisi vino sekita diam tak bergerak.
Mereka yang di kagetkan oleh suara vino, seketika itu juga langsung mengubah posisi masing-masing. Canggung,salting,malu,kesal itu yang Ara rasakan, mereka berdua langsung menggaruk tengkuknya masing-masing.
"WHAT THE HELL, Yo lu udah ambil first kiss adik gue"- ujar Alvin sambil menggelengkan kepalanya. Sedangkan Ara ia tidak terkejut kala leo mengambil first kissnya karena bibir Ara sudah tidak suci lagi,
Why? Karena sejak usia 14 tahun Ara ia tugaskan untuk membunuh seseorang dengan Ara yang menyamar sebagai jal*ng untuk merayu om-om pedofil,dan alhasil Ara kehilangan first kissnya, walaupun dulu Ara tidak terima.
"Ahh bodo ahh, Ar ini bantuin kenapa melorot mulu dah perasaan!!"- ujar vino, dan Ara hanya menghela nafasnya,untung saja vino langsung melupakan kejadian tadi kalo tidak vino selalu mengolok-olok dirinya. Ara dengan perasaan lega langsung mengambil peniti di meja riasnya dan berjalan ke arah vino untuk memasangkannya ke arah kain jarik vino untuk berjaga-jaga supaya tidak melorot lagi.
Setelahnya Alvin langsung berjalan kearah Ara sambil membawa Wiru"Ar ini di pasangnya di sebelah mana kanan apa kiri?"- tanya Alvin kepada Ara.
"Di kanan, bentar wajah lu bertiga kenapa dah?"- tanya Ara ketika melihat wajah Leo Alvin dan vino yang cemong.
"Nohhh di dandanin Ama bencong, jadi gini dah muka gue"- ujar alvin sambil mengelap wajahnya dengan tisu basah milik Ara. Setelah beberapa menit mereka semua selesai menghapus make-upnya.
"Nih pake ini"- ujar Ara sambil memberikan lip-bam kepada mereka bertiga.
"Dih enggak yahh, gue laki-laki masa iya pake make up, gak mau ah gak suka gelay"- ujar vino dan Ara ia langsung memegang dagu Leo untuk memberikan lip-bam itu kepadanya agar bibirnya tak kering.
"Si Leo jadi bencong"- celetuk vino dan Leo hanya mendengus, lalu Ara ia langsung menangkap vino yang ingin kabur, setelahnya ia langsung memberikan lip-bam itu.
"Udah raa, tuh si Alvin belum"- ujar vino lalu ia langsung berjalan menuju kaca besar untuk bercermin, Alvin yang di panggil sepertinya pasrah eittt tapi.
"Gak punya attitude sampe lupa caranya mengetuk pintu"- sindir leo sambil membenarkan beskap yang ia pake. Sedangkan gadis yang tersindir malah berjalan asik menuju ke arah Alvin.
"Yuk Ra udah di panggil"- ujar vino sambil memegang tangan Ara dan pergi ke bawah di ikuti oleh leo.
Setelah di bawah dan keluar dari mansion mereka bertiga melihat banyak tamu yang mendatangi acara tujuh bulanannya Tiara. Di sana mereka melihat teman-temannya yang sedang asik dengan dunianya hingga akhirnya.
"Hay cewek bar-bar, Hay tante-tante pedofil, hay gay,Hay buaya"- sapa vino sambil melambaikan tangannya ke arah Glora,holly,Jake,dan Joshua.
"Oh Hay beggar"- sahut mereka semua,
"Sialan, pedesnya gak nanggung-nanggung"- ujar vino sambil menggelengkan kepalanya kesal.
"Jangan di ciumin ly, liat noh lipstick Lo nempel di pipi ponakan guaa!!"- tekan vino sambil menghapus bekas lipstick yang menempel di pipi tembem Kelvin yang kini mau menginjak usia 3 tahun.
"Gapapa om, Kelvin juga seneng di cium Ama kakak ini"- ujar Kelvin sambil menggelungkan tangannya di leher holly, dan holly langsung menggendongnya.
"Masyaallah tabarokallah"- ucap Joshua dan mereka semua langsung menatap ke arah Joshua yang sedang menggelengkan kepalanya.
"Gak inget agama lu soeb"- ujar vino sambil menjitak kepala Joshua.
"Toleransi-toleransi"- ujar Joshua sambil menaik turunkan alisnya.
...-o00o-...
Sedangkan di sisi lain seorang wanita tengah mengintip seseorang yang berada di dalam kamar dengan seorang laki-laki, mereka berdua tengah melakukan hal-hal yang senonoh, tapi tiba-tiba.
"Bi"- seketika perempuan itu terkejut kala melihat anak tuannya yang mengagetkannya
"Ahh Aden"- bibi itu Langsung menutupi pintunya, dan beralih menatap wajah putra sulung dari keluarganya.
"Andai Aksa punya bukti, bi... Buat buktiin ke papa kalo papa itu di manfaatin"- ujar aksara kala di bawah dengan artnya.
"Bibi juga gak bisa apa-apa den, terkadang manusia bisa di butakan dengan cinta, dan di hancurkan dengan kebencian"- ujar bibi tapi tiba-tiba bel pintu berbunyi membuat bibi langsung berlari menuju ke luar.
"Aden ini paket"- ujar bibi dan aksara langsung menerimanya dengan senang hati
Aksara langsung membuka kotak itu dan menatap ada satu kertas yang terselip di sana, ia juga langsung mengernyitkan dahinya kala melihat paket itu.
Lo ksni!!! Lo msh keluarga halton, gue tnggu!!
Pesan singkat itu membuat sudut bibir aksara tertarik, ia begitu sangat senang kala melihat baju adat jawa, setelahnya ia langsung pergi ke atas untuk mengganti pakaiannya.
upacara piton-piton dilaksanakan pada waktu kandungan telah memasuki tujuh bulan. Tak jarang masyarakat menyebutnya dengan upacara piton-piton. “Piton” berasal dari bahasa jawa “Pitu” yang artinya Tujuh. Tradisi upacara piton-piton hanya dilaksanakan bagi wanita yang baru pertama kali hamil. Untuk kehamilan kedua, ketiga, keempat, tidak diwajibkan untuk melakukan upacara ini, percaya atau tidak Kelvin ia adalah anak angkat dari Aditya dan Tiara kenapa? Karena semenjak menikah mereka belum mendapatkan anak, dan pada akhirnya ia langsung mengadopsi anak.
Tahap pelaksanaannya berurutan, bermula dari siraman, brojolan dan terakhir pemakaian busana. Sangat cocok dilaksanakan pada sore hari, ngiras mandi sore. dan dihadiri oleh segenap sanak kadang, para tetangga serta handai taulan.
Siram artinya mandi. Siraman berarti memandikan. Dimaksudkan untuk membersihkan serta menyucikan calon ibu dan bayi yang sedang dikandung, lahir maupun batin. Siraman dilakukan di tempat yang disiapkan secara khusus dan didekor indah, disebut krobongan. Atau bisa juga dilakukan di kamar mandi.
Sesuai tema, jumlah angka tujuh atau pitu kemudian dipakai sebagai simbol. Air yang digunakan diambil dari tujuh sumber, atau bisa juga dari air mineral berbagai merek, yang ditampung dalam jambangan, yaitu sejenis ember bukan dari plastik tapi terbuat dari terakota atau kuningan dan ditaburi kembang setaman atau sritaman yaitu bunga mawar, melati, kantil serta kenanga. Aneka bunga ini melambangkan kesucian. Tujuh orang bapak dan ibu teladan dipilih untuk tugas memandikan. Seolah tanpa saingan, yang pasti terpilih adalah calon kakek dan neneknya.
Tanpa t*tek bengek perhiasan seperti anting, ataupun gelang akar bahar, dan hanya mengenakan lilitan jarit (kain batik),Tiara yang sebagai calon ibu dibimbing menuju ke tempat permandian oleh pemandu atau dukun wanita yang telah ditugasi.
Siraman diawali oleh calon kakek, berikutnya calon nenek, dilanjutkan oleh yang lainnya. Dilakukan dengan cara menuangkan atau mengguyurkan air yang berbunga-bunga itu ke tubuh calon ibu dengan menggunakan gayung yang dibuat dari batok kelapa yang masih berkelapa atau masih ada dagingnya.
Bunga-bunga yang menempel disekujur badan dibersihkan dengan air terakhir dari dalam kendi. Kendi itu kemudian dibanting kelantai oleh Tiara calon ibu hingga pecah. Semua yang hadir mengamati. Jika cucuk atau paruh kendi masih terlihat mengacung, mareka yang menghadiri langsung berteriak “Cowok! Laki! Jagoan! Harno!” dan komentar-komentar lain yang menggambarkan anaknya nanti bakal lahir cowok.Namun jika kendi pecah berkeping-keping, dipercaya anaknya nanti bakal cewek.
Calon ibu kini berbusana kain jarit yang diikat longgar dengan letrek yaitu sejenis benang warna merah putih dan hitam. Merah melambangkan kasih sayang calon ibu, putih melambangkan tanggung jawab calon bapak atau bokap bagi kesejahteraan keluarganya nanti. Warna hitam melambangkan kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah mempersatukan cinta kasih kedua orang tuanya. Tidak ada letrek, janur pun jadi. seperti klien saya ini.
Calon bapak tersebut memotong letrek yang mengikat si calon ibu tadi dengan keris yang ujungnya telah diamankan dengan ditutupi kunyit, atau bisa juga menggunakan parang yang telah dihiasi untaian bunga melati. Ini melambangkan kewajiban suami untuk memutuskan segala rintangan dalam kehidupan keluarga.
Calon nenek langsung memasukkan tropong (alat tenun) kedalam lilitan kain jarit kemudian dijatuhkan kebawah. Ini dimaksudkan sebagai pengharapan agar proses kelahirannya kelak, agar sang bayi dapat brojol lahir dengan lancar. Tidak ada tropong, telur ayam pun jadi. Seperti yang dipakai oleh Tiara yaitu telur ayam.
Kemudian acara ini dilanjutkan dengan acara membrojolkan atau meneroboskan dua buah kelapa gading yang telah digambari lewat lilitan kain jarit yang dikenakan oleh calon ibu. Sepasang kelapa gading tersebut bisa ditato gambar Kamajaya dan Dewi Ratih atau Harjuna dan Sembadra atau Panji Asmara Bangun dan Galuh Candra Kirana. Kita tinggal pilih.
Setelah itu calon bapak akan memecah salah satu buah kelapa berukir tokoh wayang tadi dengan parang, sekali tebas. Jika buah kelapa terbelah menjadi dua, maka hadirin akan berteriak: “Perempuan!” Apabila tidak terbelah, hadirin boleh berteriak: “laki-laki!” Dan apabila kelapa luput dari sabetan, karena terlanjur menggelinding sebelum dieksekusi misalnya, maka adegan boleh diulang. Tapi kelapa itu tidak terbelah dan menandakan bahwa anak yang di kandung Tiara itu laki-laki.
Selesai brojolan, calon ibu dibimbing keruangan lain untuk dikenai busana kain batik atau jarit berbagai motif, motif sido luhur, sido asih, sido mukti, gondo suli, semen raja, babon angrem dan terakhir kain lurik motif lasem. Kain lurik motif lasem melambangkan cinta kasih antara bapak dan ibunya. Kain-kain yang tujuh motif tersebut dikenakan bergantian urut satu persatu. Setiap berganti hingga kain yang ke enam, pemandu akan bertanya kepada hadirin sudah pantas atau belum, dan yang menghadiri akan menjawab serentak “belum!” Ketika kain ke tujuh atau terakhir dikenakan, yaitu kain lurik motif lasem, barulah hadirin menjawab sudah. Sudah pantas dan selayaknya. Keenam kain lainnya yang tidak layak pakai itu kemudian dijadikan alas duduk calon bapak ibunya. Gaya pendudukan seperti ini disebut angreman, bukan menggambarkan bapak melainkan menggambarkan ayam yang sedang mengerami telurnya.
Setelah acara pilih motif kain selesai, Tiara langsung di bawa ke kamarnya untuk berganti pakaian dan bersiap untuk prosesi selanjutnya yaitu dodolan rujak… kalo prosesi ini dijamin banyak yang suka dan ngantri contohnya seperti holly dan Joshua mereka sedari tadi mencicipi makanan yang ada di sana sedangkan ara,leo,Alvin,Glora dan Joshua mereka sedang berbincang dengan Diana dan nisa.
"Apa manfaatnya acara ini sih!!"- kesal vino sambil mengeratkan celananya agar tak melorot.
"Memang Ada sebagian orang yang menganggap acara adat model begini tidak perlu dilakukan, tetapi apa salahnya jika kita melestarikan adat tetap dengan berpegang teguh kepada Tuhan… segala permohonan dan doa keselamatan hanya kita tujukan kepada Allah SWT"
"Tapi kalo ada Mbak Vira, pasti mbak Vira akan mengadakan adat Sunda, yakan mbak"- lanjut diana dan Nissa mengangguk.
TERIMAKASIH BANYAK KEPADA KALIAN PEMBACA SETIA CERITA THE QUEEN OF LEADER MAFIA WALAUPUN CERITANYA GAK MASUK AKAL, ABSURD DAN GAK SESUAI EKSPEKTASI KALIAN APALAGI BANYAK TYPO. DAN SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF KARENA KALIAN NUNGGU LAMA UPDATENYA THE QUEEN OF LEADER MAFIA🙏🙏🙏🙏
AUTHOR BAKALAN UPDATE YANG BANYAK BUAT KALIAN, MUNGKIN GAK JANJI HEE.....